Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Identifikasi Mikroplastik Berdasarkan Aktivitas Disekitar Kawasan Pantai Pariaman Vina Lestari Riyandini; Fadhil Irfan; Yaumal Arbi; Hendri Sawir; Jevon Ona Ivena
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/7c14z137

Abstract

Mikroplastik adalah plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari degradasi sampah plastik dilingkungan. Mikroplastik telah ditemukan pada air laut dan berpotensi terkonsumsi oleh beberapa organisme laut hingga mencapai manusia melalui rantai makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik mikroplastik dan menentukan kelimpahan mikroplastik pada air laut Pantai Pariaman. Karakteristik mikroplastik yang diidentifikasi yaitu kelimpahan, bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Sampel air laut diambil pada stasiun 1 (Gedung Pentas Seni Pantai Kata), stasiun 2 (Pantai Cermin), stasiun 3 (Pantai Gandoriah), stasiun 4 (Kawasan Hutan Mangrove) dengan frekuensi dua kali pengujian pada titik yang sama. Kelimpahan mikroplastik pada sampel dengan menghitung jumlah partikel mikroplastik per satuan volume sampel air laut. Karakteristik bentuk, ukuran dan warna di identifikasi menggunakan mikroskop. Kelimpahan mikroplastik rata-rata adalah 27,5 - 85 partikel/L. Mikroplastik yang dominan ditemukan adalah bentuk fiber dengan persentase 52%. Warna dominan yang ditemukan adalah warna hitam dengan persentase 30% dan Ukuran mikroplastik yang dominan ditemukan adalah 0,5 – 1 mm dengan persentase 42 %.
Efektifitas Limbah Poly Ethylene Terephthalate (PET) sebagai Media Biofilter dalam Menyisihkan BOD danTSS pada Limbah Cair Domestik Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Arie Rahmadhani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/tmqvx186

Abstract

Limbah plastik jenis PET (Polyethylene Perephtalate) masih menjadi permasalah dikarenakan belum terkelola. Disisi lain plastik berjenis PET sangat digemari oleh produsen makanan dan minuman. Sehingga dibutuhkan inovasi dalam mengolah limbah plastic PET, salah satunya dengan memanfaatkan limbah plastic PET menjadi media biofilter. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah PET sebagai media biofilter dan efektivitas limbah PET dalam menyisihkan kadar BOD, dan TSS, pada limbah domestik dengan menvariasikan ketebalan biomedia. Penelitian ini menggunakan reaktor dengan sistem continue, reaktor dibuat menjadi tiga dengan masing-masing ketebalan media yaitu 10 cm, 15 cm dan 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan dengan ketebalan bioball limbah PET 20 cm didapatkan hasil terbaik dengan efisiensi penurunan BOD sebesar 84,67% dan penurunan TSS 80,83. Nilai tersebut telah memenuhi nilai baku mutu kadar BOD dan TSS menurut Permen LHK No. 68 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Limbah Domestik, yaitu untuk kadar BOD, dan  TSS maksimal 30 mg/L. Sehingga limbah botolplastik PET dengan ketebalan biomedia 20 cm efektif dalam menurunkan kadar BOD dan TSS pada air limbah domestik.
Efektivitas Pengelolaan Sampah TPS 3R (Reduce-reuse-recycle) di Kecamatan Pondok Tinggi Sri Yanti Lisha; Vina Lestari Riyandini; Andi Irawan; Nahna Ratia Ningsih
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/jxrq2n06

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi yaitu kurangnya fasilitas sehingga terjadinya penumpukan dan pembakaran sampah disekitar TPS 3R, dan terdapat tumpukan sampah hasil pengolahan sampah  organik disekitar TPS 3R. Salah satu upaya dalam pengurangan sampah dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui kegiatan pengelolaan 3R (reduce-reuse-recycle). Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana kondisi eksisting di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi dan menganalisis efektivitas pengelolaan sampah di TPS 3R. Metode pengumpulan data menggunakan data primer yaitu  keefektivitasan TPS 3R berdasarkan petunjuk teknis TPS 3R Tahun 2017, kondisi eksisting TPS 3R, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan jumlah timbulan sampah di TPS 3R berdasarkan SNI 19-3964-1994 sedangkan data sekunder yaitu data kartu keluarga (KK) yang dilayani di TPS 3R, alat dan fasilitas di TPS 3R serta studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian timbulan sampah yang masuk di TPS 3R Lawang agung rata-rata sebesar 587,6 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 225 kg/hari serta persetase sampah yang dapat dikurangi sebesar 10% dari sampah yang masuk. Timbulan sampah di TPS 3R karya Bakti rata-rata sebesar 137,5 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 78,75 kg/hari dengan persentase pengurangan sampah 49% dari sampah yang masuk. Efektivitas TPS 3R Lawang Agung dikategorikan kurang atau kurang efektif dengan nilai 13,65  dan TPS 3R Karya Bakti dikategorikan sedang atau efektif dengan nilai 15,45.
Kajian efisiensi proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan kulit singkong terhadap parameter pencemar limbah laundry Vina Lestari Riyandini; Sri Yanti Lisha; Elsa Tri Utami
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/qg9vmp88

Abstract

Kulit singkong memiliki potensi besar sebagai koagulan alami karena kandungan senyawa aktif seperti pati, selulosa, dan tanin. Kulit dalam lebih kaya akan pati, selulosa, dan hemiselulosa yang efektif dalam proses koagulasi dan flokulasi. Koagulan kulit singkong memiliki kemampuan dalam penyisihan kontaminan dalam air limbah, tidak terkecuali diterapkan pada limbah laundry. Pertumbuhan usaha laundry di Kota Padang yang pesat telah meningkatkan jumlah limbah cair yang dihasilkan, di mana konsentrasi parameter COD dan surfaktan melebihi baku mutu sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sehingga dibutuhkan penerapan teknologi yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai koagulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis kulit singkong sebagai koagulan terhadap penurunan kadar COD dan surfaktan pada limbah cair laundry, menentukan dosis terbaik terhadap penurunan COD dan surfaktan, serta menghitung efisiensi penurunan COD dan surfaktan. Metode yang digunakan adalah proses koagulasi-flokulasi dengan variasi dosis kulit singkong sebesar 7 g, 8 g, dan 9 g dalam 500 mL sampel limbah laundry, pada pH 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis koagulan berpengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi COD dan surfaktan. Dosis 8 g merupakan dosis terbaik yang menghasilkan efisiensi penyisihan COD sebesar 84,15% dengan konsetrasi akhir 24,70 mg/L, dan surfaktan sebesar 92,81% dengan konsentrasi akhir 0,99 mg/L. Nilai ini telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Berdasarkan hasil tersebut, kulit singkong terbukti efektif digunakan sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair laundry dengan dosis terbaik 8 g
Kajian efisiensi proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan kulit singkong terhadap parameter pencemar limbah laundry Riyandini, Vina Lestari; Sri Yanti Lisha; Elsa Tri Utami
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/qg9vmp88

Abstract

Kulit singkong memiliki potensi besar sebagai koagulan alami karena kandungan senyawa aktif seperti pati, selulosa, dan tanin. Kulit dalam lebih kaya akan pati, selulosa, dan hemiselulosa yang efektif dalam proses koagulasi dan flokulasi. Koagulan kulit singkong memiliki kemampuan dalam penyisihan kontaminan dalam air limbah, tidak terkecuali diterapkan pada limbah laundry. Pertumbuhan usaha laundry di Kota Padang yang pesat telah meningkatkan jumlah limbah cair yang dihasilkan, di mana konsentrasi parameter COD dan surfaktan melebihi baku mutu sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sehingga dibutuhkan penerapan teknologi yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai koagulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis kulit singkong sebagai koagulan terhadap penurunan kadar COD dan surfaktan pada limbah cair laundry, menentukan dosis terbaik terhadap penurunan COD dan surfaktan, serta menghitung efisiensi penurunan COD dan surfaktan. Metode yang digunakan adalah proses koagulasi-flokulasi dengan variasi dosis kulit singkong sebesar 7 g, 8 g, dan 9 g dalam 500 mL sampel limbah laundry, pada pH 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis koagulan berpengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi COD dan surfaktan. Dosis 8 g merupakan dosis terbaik yang menghasilkan efisiensi penyisihan COD sebesar 84,15% dengan konsetrasi akhir 24,70 mg/L, dan surfaktan sebesar 92,81% dengan konsentrasi akhir 0,99 mg/L. Nilai ini telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Berdasarkan hasil tersebut, kulit singkong terbukti efektif digunakan sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair laundry dengan dosis terbaik 8 g