Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal HUMANIS

Pembentukan Posyandu Sehat Jiwa Di Desa Tambakasri Kec. Tajinan Kabupaten Malang Di Era Pandemi Covid-19 Tahap II Yafet Pradikatama Prihanto; Wibowo
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.582 KB)

Abstract

ABSTRAK Desa Tambakasri merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Posyandu dikelola oleh Kader kesehatan, dimana persyaratan Kader tersebut adalah sudah memiliki anak dan tidak bekerja. Para Kader tersebut telah mendapatkan pelatihan dari Puskesmas Tajinan, namun pelatihan yang didapatkan tersebut hanya berfokus pada seputar pencegahan dan pengobatan masalah fisik pada balita dan lansia. Puskesmas Tajinan sebagai salah satu mitra pengabdian kepada masyarakat dari STIKes Panti Waluya Malang mengajukan permohonan untuk memberikan pelatihan pembentukan dan pengelolaan Posyandu sehat jiwa, karena ditemukan beberapa kasus gangguan jiwa di Desa Tajinan. Tahap awal pembentukan Posyandu sehat jiwa telah dilakukan, yaitu melatih para kader untuk dapat melakukan screening dan deteksi dini terkait masalah gangguan jiwa pada kelompok keluarga sehat, beresiko, maupun dengan salah satu anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. Tahap awal telah terlaksana dengan cukup baik, maka selanjutnya dilakukan pemberian materi mengenai Posyandu sehat jiwa dan praktek langsung Posyandu sehat jiwa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan modul materi untuk pelatihan Posyandu sehat jiwa. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan test untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader kesehatan di Desa Tambakasri sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Kata Kunci : Kader Kesehatan, Pembentukan Posyandu sehat jiwa
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Dalam Meningkatkan Koping Adaptif Lansia Dengan Terapi Suportif Keluarga Ellia Ariesti; Monika Luhung; Yafet Pradikatama Prihanto
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.553 KB)

Abstract

ABSTRAK Desa Tambakasri merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Terdapat satu posyandu lansia yang saat ini telah berjalan. Lansia di Desa Tambakasri merupakan kelompok usia yang beresiko tinggi untuk mengalami masalah pada fisik dan psikologisnya, karena pada usia ini para lansia mengalami penurunan ketahanan fisik dan rentan terhadap stress yang berasal dari dalam maupun luar diri lansia tersebut. Stresor dari luar lansia contohnya adalah ketidak pedulian keluarga, dan stressor dari dalam adalah rasa kesepian dan kesendirian. Keluarga merupakan tempat perkembangan yang utama dari usia bayi sampai dengan lansia, dalam keluarga ini juga lansia akan mengalami ketenangan hidup apabila keluarga ini mampu memberikan pendampingan atau dukungan kepada lansia untuk menyelesaikan tahap tumbuh kembangnya. Kader lansia merupakan tim kesehatan yang dekat dengan para lansia, dan diharapkan lansia dan keluarganya akan lebih tertarik untuk mengikuti dan melakukan apa yang diajarkan oleh kader tersebut. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan Kader Posyandu Lansia untuk dapat menerapkan terapi suportif keluarga dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan psikologis lansia di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan modul materi untuk pelatihan kader Posyandu lansia dalam menerapkan terapi suportif keluarga untuk para lansia. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan test untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader Posyandu Lansia di Desa Tambakasri sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Kata Kunci : Kader Lansia, Terapi Suportif, Keluarga
Pelatihan KADER Kesehatan Tentang Terapi Thought Stopping Untuk Mengatasi Kecemasan Di Dusun Wonosari, Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Yafet Pradikatama Prihanto; Emy Sutiyarsih; Eli Lea W
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.895 KB)

Abstract

ABSTRAK Dusun Wonosari merupakan salah satu dusun yang yang terletak di Desa Pandansari Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Posyandu dikelola oleh Kader kesehatan yang merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan. Para Kader tersebut telah mendapatkan pelatihan dari Puskesmas Poncokusumo, namun pelatihan yang didapatkan tersebut berfokus pada seputar peningkatan dan pencegahan masalah kesehatan secara fisik pada balita dan lansia. Pada periode sebelumnya telah dilakukan pelatihan kader tentang Pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) supaya menjadi kader yang tanggap terhadap pandemi Virus corona (Covid-19). Pada saat pelatihan tersebut beberapa kader mengungkapkan bahwa ada beberapa warga masyarakat yang mengalami kecemasan karena beberapa hal, misalnya karena pemberitaan mengenai Covid-19. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengatasi kecemasan, diantaranya adalah thought stopping. Terapi ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah mendapatkan pelatihan dari perawat. Terapi ini berupa pemutusan pikiran-pikiran negatif yang dapat menyebabkan kecemasan. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3x pertemuan secara daring dengan media power point, materi, leaflet, dan youtube yang dikirim melalui pesan singkat whatsapp. Sebelum kegiatan pelatihan, dilakukan pre test secara online untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader kesehatan di Dusun Wonosari, Desa Pandansari sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Hasil pre test didapatkan nilai rata-rata 4,92, sedangkan hasil post test adalah 6,02. Perubahan hasil rata-rata dari pre dan post test ini menunjukkan adanya penambahan pengetahuan pada kader kesehatan Dusun Wonosari yang telah diberikan pelatihan terapi thought stopping secara online.
Pemberdayaan Caregiver Panti Pangesti Lawang Untuk Mengurangi Kecemasan Lansia Dengan Terapi Warna Yafet Pradikatama; M. Ali Sodikin
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.069 KB)

Abstract

ABSTRAK Panti Pangesti Lawang adalah salah satu panti sosial yang yang terletak di Lawang, Kabupaten Malang. Terdapat kurang lebih 13 caregiver dan 2 orang Perawat di Panti tersebut. Caregiver mengatakan bahwa lansia memiliki berbagai macam permasalahan fisik maupun psikologis. Permasalahan fisik diakibatkan oleh karena menurunnya kondisi fisik karena proses penuaan, sedangkan masalah psikologis yang biasa dialami oleh lansia adalah perasaan cemas yang dialami oleh lansia. Penyebab kecemasan tersebut diantaranya adalah karena kesepian, tidak pernah dikunjungi oleh keluarga, dan masalah kesehatan fisik itu sendiri. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengatasi kecemasan pada lansia, diantaranya adalah terapi warna. Terapi ini akan diajarkan ke caregiver terlebih dahulu, karena Dosen belum dapat menemui lansia secara langsung karena adanya protokol kesehatan ketat terkait masa Pandemi Covid-19. Diharapkan caregiver dapat mengajarkan terapi warna ini kepada lansia. Terapi ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah mendapatkan pelatihan dari perawat. Terapi ini berupa pewarnaan dengan pensil warna pada kertas, dengan warna dominan hijau, biru, kuning, dan merah. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3x pertemuan, 1 kali pertemuan dilakukan secara daring (29 November 2021) dengan materi kecemasan dan terapi warna, pertemuan ke 2 dilakukan tanggal 9 Desember dengan materi terapi warna kemudian dilanjutkan praktik, dan pertemuan ketiga dilakukan tanggal 10 Desember 2021 dengan kegiatan evaluasi praktik terapi warna. Sebelum dilakukan dilakukan pertemuan pertama dilakukan pre test dan didapatkan nilai rata-rata 4,5 dan sesudah kegiatan pelatihan (pertemuan ke 3), dilakukan post test, dan didapatkan nilai rata-rata 7,5. perubahan nilai antara pre dan post ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan kognitif dan psikomotor caregiver. Caregiver mengerti dan mampu melakukan terapi warna, kemudian bersedia untuk mengajarkan ke lansia. Caregiver. Kata Kunci : Caregiver, Lansia, Terapi Warna
Pemberdayaan Caregiver Panti Pangesti Lawang Untuk Mengurangi Kecemasan Lansia Dengan Terapi Warna Pradikatama, Yafet; Sodikin, M. Ali
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Panti Pangesti Lawang adalah salah satu panti sosial yang yang terletak di Lawang, Kabupaten Malang. Terdapat kurang lebih 13 caregiver dan 2 orang Perawat di Panti tersebut. Caregiver mengatakan bahwa lansia memiliki berbagai macam permasalahan fisik maupun psikologis. Permasalahan fisik diakibatkan oleh karena menurunnya kondisi fisik karena proses penuaan, sedangkan masalah psikologis yang biasa dialami oleh lansia adalah perasaan cemas yang dialami oleh lansia. Penyebab kecemasan tersebut diantaranya adalah karena kesepian, tidak pernah dikunjungi oleh keluarga, dan masalah kesehatan fisik itu sendiri. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengatasi kecemasan pada lansia, diantaranya adalah terapi warna. Terapi ini akan diajarkan ke caregiver terlebih dahulu, karena Dosen belum dapat menemui lansia secara langsung karena adanya protokol kesehatan ketat terkait masa Pandemi Covid-19. Diharapkan caregiver dapat mengajarkan terapi warna ini kepada lansia. Terapi ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah mendapatkan pelatihan dari perawat. Terapi ini berupa pewarnaan dengan pensil warna pada kertas, dengan warna dominan hijau, biru, kuning, dan merah. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3x pertemuan, 1 kali pertemuan dilakukan secara daring (29 November 2021) dengan materi kecemasan dan terapi warna, pertemuan ke 2 dilakukan tanggal 9 Desember dengan materi terapi warna kemudian dilanjutkan praktik, dan pertemuan ketiga dilakukan tanggal 10 Desember 2021 dengan kegiatan evaluasi praktik terapi warna. Sebelum dilakukan dilakukan pertemuan pertama dilakukan pre test dan didapatkan nilai rata-rata 4,5 dan sesudah kegiatan pelatihan (pertemuan ke 3), dilakukan post test, dan didapatkan nilai rata-rata 7,5. perubahan nilai antara pre dan post ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan kognitif dan psikomotor caregiver. Caregiver mengerti dan mampu melakukan terapi warna, kemudian bersedia untuk mengajarkan ke lansia. Caregiver. Kata Kunci : Caregiver, Lansia, Terapi Warna