Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Ibu Menopause dengan Hipertensi Sumiati; Sri R, Ary Oktora; Aifa, Wira Ekdeni; Susanti, Komaria
Sinar : Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2026): Vol 08 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/sinar.v8i1.30045

Abstract

Background: Hypertension is a condition in which blood pressure increases, leading to persistent symptoms in target organs, such as stroke (which occurs in the brain and has a high mortality rate), coronary heart disease (which damages the heart's blood vessels), and left ventricular hypertrophy (which affects the brain and heart). Purpose: This study aims to determine the effect of giving boiled bay leaves on reducing blood pressure in elderly hypertensive women with menopause hypertension. Methods: This type of research is quantitative with a pre- and post-test group design with a control group design. The sample in this study were 38 menopausal mothers with hypertension sufferers in the Kedabu Rapat Community Health Center Working Area as the population. Sampling using a purposive sampling technique covering 16 people. The research data were processed with a paired test statistical test with a value of 0.000 (p <0.05). Results: The results of the study showed that blood pressure after being given boiled bay leaves water was reduced. The average difference in blood pressure reduction between before and after the intervention was obtained from the difference in systolic pressure of 3.73 to 2.20. The results of the Paired t test on systolic pressure p value 0.000 (<0.05) and diastolic pressure p value 0.001 (<0.005). There is an effect of giving boiled bay leaves water on reducing blood pressure in menopausal mothers. Conclusion: So, it can be concluded that giving boiled bay leaves can lower blood pressure in menopausal women with hypertension.
Efektivitas Pemberian Sari Kacang Hijau terhadap Anemia pada Ibu Hamil Juli Astutik, Tri; Susanti, Komaria; Rahayu, Ary Oktora Sri; Aifa, Wira Ekdeni
Sinar : Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2026): Vol 08 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/sinar.v8i1.30056

Abstract

Background:  Consumption of green bean juice is one of the non-pharmacological treatments that can be done to increase hemoglobin levels in pregnant women. Purpose: This study aims to determine the effectiveness of giving mung bean juice to increase hemoglobin levels in pregnant women. Methods: This type of research is quantitative research with a one group pretest-posttest design. The samples in this study were 18 pregnant women with anemia. The sampling technique is purposive sampling, results of data normality testing using the Wilcoxon test. Results: The results showed that before the intervention, all respondents (100%) had anemia with an average hemoglobin level of 10.072 g/dL. After the intervention, the number of respondents with anemia decreased to 72.2% and 27.8% were not anemic, with an average hemoglobin level increasing to 10.678 g/dL. The Wilcoxon test results showed a p value = 0.000 (p < 0.05), which means there was a significant difference between hemoglobin levels before and after the intervention. Conclusion:  Green bean juice can be an alternative to increase hemoglobin levels, as an alternative non-pharmacological intervention in the management of anemia during pregnancy in primary health care
HUBUNGAN INTENSITAS PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI DI POSYANDU SAYANG ANAK WIALAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SINAMA NENEK KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR Dewi Putri; Fajar Sari Tanberika; Rifa Yanti; Wira Ekdeni Aifa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30535

Abstract

Pijat merupakan salah satu metode pengobatan tertua di dunia. Pijat meliputi seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang mampu melemaskan sendi yang terlalu kaku dan menyatukan organ tubuh dengan gosokan yang kuat. Terapi pijat tidak hanya digunakan disalon dan spa saja, tapi juga diberbagai rumah sakit dan pusat perawatan kesehatan. Saat ini, teknik pijat telah banyak digunakan untuk kesehatan dan peningkatan berat badan pada bayi. Tujuan penelitian untuk membuktikan pijat bayi dalam meningkatkan kenaikan berat badan.Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi pada penelitian ini adalah bayi yang memiliki berat badan kurang sebanyak 26 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik total sampling yaitu sebanyak 26 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi Buku KIA dan Buku KMS. Analisis data dilakukan dengan uji uji T Dependen Paired Sample T Test dan Wilcoxon.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil distribusi Intensitas Pijat Bayi di Posyandu sayang anak wilayah Kerja UPT Puskesmas Sinama nenek dari 26 responden. Responden pijat bayi yang sering 23 responden dengan presentase (89%), yang jarang 3 responden (11%) Berdasarkan hasil analisis uji statistic dengan menggunakan uji Fisher’s Exact dengan nilai р value = 0.000 jika dibandingkan dengan α =0.05 maka р value < α 0.05. Hasil tersebut menunjukan Ada hubungan Intensitas Pijat Bayi terhadap peningkatan Berat Badan Bayi di Posyandu sayang anak Wilayah Kerja Puskesmas Sinama Nenek Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Pijat bayi berpengaruh terhadap peningkatan kenaikan berat badan.Kata Kunci : Pijat bayi, Intensitas, Peningkatan Berat Badan
Efektifitas Pemberian Kukis Ekstrak Daun kelor Dalam Meningkatkan Produksi ASI Ibu Menyusui 0-6 Bulan Misya Utari; Wira Ekdeni Aifa; Ary Oktora Sri Rahayu; Fajar Sari Tanberika
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama dan terbaik bagi bayi usia 0–6 bulan karena mengandung zat gizi lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan kekebalan tubuh bayi. Namun, tidak semua ibu menyusui mampu memproduksi ASI secara optimal akibat berbagai faktor seperti stres, kurangnya nutrisi, dan minimnya dukungan lingkungan. Salah satu alternatif alami untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi daun kelor (Moringa oleifera), yang kaya akan protein, zat besi, dan senyawa fitosterol yang berfungsi sebagai laktagogum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kukis ekstrak daun kelor dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Praktek Mandiri Bidan Rosita, S.Tr.Keb. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian kukis ekstrak daun kelor selama 14 hari, dua kali sehari. Pengukuran produksi ASI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami produksi ASI tidak lancar, sedangkan setelah intervensi sebagian besar ibu (90%) mengalami peningkatan produksi ASI yang lancar. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kukis ekstrak daun kelor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian kukis ekstrak daun kelor efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan. Kukis daun kelor dapat dijadikan alternatif makanan tambahan alami yang praktis dan bergizi untuk membantu ibu menyusui dalam memperlancar produksi ASI dan mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR UNTUK MELANCARKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Ilsya Zalia; Fajar Sari Tanberika; Wira Ekdeni Aifa; Nurhidaya Fitria
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak optimal masih menjadi permasalahan pada ibu menyusui. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan produksi ASI adalah pemberian makanan tambahan yang mengandung zat gizi tinggi, seperti daun kelor yang mengandung senyawa laktagogum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian puding daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di PMB Silvi Ayu, S.Keb, Kota Pekanbaru.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0–6 bulan di PMB Silvi Ayu, S.Keb, Kota Pekanbaru. Sampel berjumlah 15 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengukuran volume ASI dilakukan sebelum intervensi dan setelah intervensi selama tujuh hari. Analisis data menggunakan uji paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata volume ASI sebelum intervensi sebesar 500,00 ml dan setelah intervensi meningkat menjadi 684,00 ml dengan selisih rerata 184,00 ml. Nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara volume ASI sebelum dan sesudah intervensi. Luaran tugas akhir dari penelitian ini berupa jurnal ilmiah sebagai referensi ilmiah. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian puding daun kelor efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.