Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Melakukan Pijat Bayi Mandiri Di Puskesmas Siak Priska , Meri; Aifa , Wira Ekdeni; Rahayu , Ary Oktora Sri; Tanberika, Fajar Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi serta mempererat ikatan antara ibu dan bayi. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan dan sikap yang tepat dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri di wilayah kerja Puskesmas Siak.. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan berjumlah 18 Responden, yang dipilih dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples Test. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p = 0,000 ( p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Disarankan agar program pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terus ditingkatkan untuk mendukung praktik perawatan bayi di rumah
PENGARUH JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) DALAM MENURUNKAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI RUANG RAWAT INAP KEBIDANAN RSUD BANGKINANG Irawati, Reni; Yanti, Rifa; Tanberika, Fajar Sari; Aifa, Wira Ekdeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49148

Abstract

Hiperemesis gravidarum di Indonesia tercatat sekitar 14,8% dari seluruh kehamilan, dengan prevalensi di Provinsi Riau meningkat dari 49,7% pada 2020 menjadi 53,24% pada 2022. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pengetahuan, pengalaman, stres, serta pola makan yang kurang tepat. Penanganan dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya dengan pemberian air jahe merah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jahe merah (Zingiber Officinale var Rubrum) dalam menurunkan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di ruang rawat inap kebidanan RSUD Bangkinang. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 dengan populasi seluruh ibu hamil trimester 1 dengan hiperemesis gravidarum pada Oktober–Desember 2024 sebanyak 20 orang, dan sampel sebanyak 16 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi seluruh responden mengalami mual muntah berat. Setelah diberikan jahe merah, 75,0% mengalami mual muntah ringan, 18,7% mual muntah sedang, dan 6,3% tidak mengalami mual muntah. Uji statistik menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian jahe merah terhadap penurunan hiperemesis gravidarum dengan nilai p=0,000. Disarankan RSUD Bangkinang mempertimbangkan penggunaan jahe merah sebagai terapi nonfarmakologis alternatif dalam menangani hiperemesis gravidarum.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM DI RUANG RAWAT JALAN POLI KEBIDANAN RSUD BANGKINANG Yanti, Febri; Rahayu, Ary Oktora Sri; Aifa, Wira Ekdeni; Susanti, Komaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49149

Abstract

Emesis gravidarum merupakan salah satu keluhan kehamilan trimester pertama yang umum terjadi dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi ibu. Prevalensi emesis gravidarum di Indonesia mencapai lebih dari 50% pada ibu hamil trimester pertama. Salah satu upaya penanganan nonfarmakologis yang mulai banyak digunakan adalah aromaterapi lavender yang dikenal memiliki efek menenangkan dan antiemetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lavender pada ibu hamil dengan emesis gravidarum di Ruang Rawat Jalan Poli Kebidanan RSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment two group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan selama Februari hingga Mei 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum di ruang rawat jalan tersebut pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025, dengan jumlah sebanyak 32 orang. Sampel diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 orang kelompok eksperimen yang diberikan aromaterapi lavender dan 16 orang kelompok kontrol yang diberikan rebusan daun mint. Instrumen penelitian berupa kuesioner Rhodes INVR dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas emesis gravidarum yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan aromaterapi lavender selama 3 hari, dengan nilai p=0,000. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Disarankan agar RSUD Bangkinang mempertimbangkan penggunaan aromaterapi lavender sebagai intervensi nonfarmakologis tambahan dalam pelayanan kebidanan.
EFEKTIVITAS GYMBALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI RSUD BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR Nurhayati, Nurhayati; Aifa, Wira Ekdeni; Susanti, Komaria; Rahayu, Ary Oktora Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49150

Abstract

Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan salah satu masalah utama yang memengaruhi kondisi fisik dan psikologis ibu bersalin. Penanganan nyeri yang efektif dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan ibu selama persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan gymball sebagai metode non-farmakologis dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2025 dengan sampel sebanyak 16 ibu bersalin yang dipilih menggunakan total sampling. Data intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi gymball dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian intervensi gymball, 56,2% ibu bersalin mengalami nyeri sedang dan 43,8% mengalami nyeri berat. Setelah pemberian gymball, terjadi penurunan nyeri yang signifikan dimana 87,5% ibu bersalin merasakan nyeri ringan dan 12,5% masih mengalami nyeri sedang, tanpa ada yang mengalami nyeri berat. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi gymball dengan nilai p=0,000. Kesimpulannya, penggunaan gymball efektif dalam mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Disarankan RSUD Bangkinang untuk mengintegrasikan gymball sebagai metode standar dalam manajemen nyeri persalinan guna meningkatkan kenyamanan ibu selama proses persalinan.
PENGARUH KOMPRES DAUN KUBIS TERHADAP BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI RSUD BANGKINANG Masyito, Nurmala; Aifa, Wira Ekdeni; Tanberika, Fajar Sari; Yanti, Rifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49266

Abstract

Bendungan ASI merupakan pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferus atau kelenjar - kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu. Dampak bendungan ASI pada ibu mengakibatkan tekanan intraduktal yang akan mempengaruhi berbagai segmen pada payudara, sehingga tekanan seluruh payudara meningkat, akibatnya payudara sering terasa penuh, tegang, dan nyeri, oleh karena itu diperlukan terapi farmakologis seperti kompres daun kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres daun kubis terhadap bendungan ASI pada ibu nifas di RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment. Penelitian dilaksanakan di RSUD Bangkinang pada bulan Maret-April 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di RSUD Bangkinang dengan jumlah sampel sebanyak 26 orang ibu. Analisis data dilakukan dengan komputerisasi secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini yaitu sebelum diberikan kompres daun kubis, 57,7% responden memiliki skor bendungan ASI 6 dengan nilai rata-rata sebesar 5,12. Sesudah diberikan kompres daun kubis, 53,8% responden memiliki skor bendungan ASI 2 dengan nilai rata-rata sebesar 1,54.  Ada pengaruh kompres daun kubis terhadap bendungan ASI pada ibu nifas di RSUD Bangkinang (p=0,000). Diharapkan RSUD Bangkinang dapat memberikan informasi dan edukasi kepada ibu nifas mengenai manfaat dan cara aplikasi kompres daun kubis untuk mengatasi bendungan ASI.
PERBANDINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DI PUSKESMAS PEMBANTU DESA KEMBANG MEKAR SARI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR pratiwi, ririn; Aifa, Wira Ekdeni; Yenita, Riski Novera; Fitria, Nurhidaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49379

Abstract

ASI eksklusif nampaknya belum cukup menarik bagi para ibu. Para ibu sudah tidak lagi menganggap ASI sebagai makanan terbaik dan tak tergantikan bagi bayi, terutama pada 0-6 bulan pertama kehidupannya. Akhirnya pemberian susu formula sudah menjadi hal yang lumrah baik dari segi merek maupun harga susu formula yang diberikan kepada anak. Faktor yang mempengaruhi pemberian susu formula dapat berupa faktor ibu, faktor bayi, dan faktor lingkungan seperti iklan susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap peningkatan berat badan pada bayi usia 7-12 bulan. Penelitian ini penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi semua ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan secara eksklusif maupun susu formula berjumlah 67 bayi. Sampel penelitian sebanyak 16 orang dihitung dengan rumus Lameshow yang dibagi menjadi 2 kelompok. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive sampling. Penelitian dilaksanakan bulan Januari-Maret 2025. Instrumen penelitian dengan lembar observasi KMS. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian univariat diperoleh rata-rata pertambahan berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif adalah 4912,50 gram dengan standar deviasi 690,773. Rata-rata penambahan berat badan bayi yang diberi susu formula rata- adalah 6800 gram dengan standar deviasi adalah 776,745. Hasil uji bivariat dengan uji Chi Square diperoleh nilai P=0,033<0,05. Kesimpulannya terdapat perbedaan pertambahan berat badan bayi usia 7-12 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan susu formula di Puskesmas Pembantu Desa Kembang Mekar Sari. Diharapkan bagi ibu-ibu dapat memberikan ASI sebagai makanan terbaik bagi bayinya hingga mencapai usia 6 bulan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA IBU BERSALIN DI RSUD BANGKINANG Aprirosita, Aprirosita; Aifa, Wira Ekdeni; Berikan, Fajar Sari Tan; Yanti, Rita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49449

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan dan ditunggu satu jam belum terjadi in partu, KPD dapat terjadi pada usia kehamilan aterm (≥37 minggu) atau preterm (<37 minggu), yang dapat mengakibatkan komplikasi pada persalinan sehingga berkontribusi dalam terjadinya morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi (Prawirahardjo, 2020). Faktor predisposisi KPD diantaranya usia ibu, paritas, presentasi janin dan gameli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Bersalin di RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasi analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan KPD di RSUD Bangkinang bulan Februari sampai Juni ditahun 2025 yaitu 22 kasus. Sampel penelitian ini berjumlah 22 orang yang diambil dengan teknik Total sampling. Metode analisa data dengan cara analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nila p-value pada usia adalah p=0,018 <0,05, paritas p=0,609 >0,05, presentasi janin p=0,023 <0,05 dan gameli 0,338 >0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan usia dan presentasi janin dengan kejadian KPD namun tidak terdapat hubungan antara paritas dan gameli dengan kejadian KPD di RSUD Bangkinang. Disarankan untuk RSUD Bangkinang agar meningkatkan penyuluhan kepada ibu hamil tentang tanda bahaya dan penyulit kehamilan yang salah satunya kejadian KPD pada ibu bersalin.
Pengaruh Terapi Kombinasi Counter Pressure Massage dan Minuman Jahe Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif di Ruang Bersalin RSUD Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Amalia, Yana Ceria; Susanti, Komaria; Aifa, Wira Ekdeni; Rahmita, Hirza
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.283

Abstract

Nyeri adalah sebuah fenomena yang identik dengan proses persalinan. Di dunia ada sekitar 85-90% persalinan berlangsung dengan rasa nyeri. Untuk meminimalisir trauma, intensitas nyeri persalinan pada Ibu dapat dikurangi dengan metode nonfarmakologi seperti counter pressure massage dan minuman jahe hangat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Kombinasi Counter Pressure Massage dan Minuman Jahe Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Pada Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif di Ruang Bersalin RSUD Kecamatan Mandau Tahun 2024. Metode Penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest and posttest. Penelitian dilakukan dari Agustus 2024 – Januari 2025. Populasinya adalah ibu inpartu kala I fase aktif yang melahirkan di Ruang Bersalin RSUD Kecamatan Mandau dengan jumlah sampel 12 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan lembar observasi selanjutnya dianalisa menggunakan Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri sebelum dilakukan terapi kombinasi adalah 6 (nyeri sedang) dan sesudah diberikan terapi rata-rata skala nyeri berkurang menjadi 3,4167 (nyeri ringan). Dari hasil analisis bivariat diperoleh nilai p value < 0,001 (p<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi kombinasi counter pressure massage dan minuman jahe hangat. Luaran tugas akhir adalah poster. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh terapi kombinasi counter pressure massage dan minuman jahe hangat terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan. Diharapkan terapi kombinasi ini dapat diaplikasikan untuk menurunkan nyeri persalinan.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA WILAYAH KERJA POSYANDU MAWAR DESA KOTA GARO KABUPATEN KAMPAR Warnis, Resi; Susanti, Komaria; Rahayu, Ary Oktora Sri; Aifa, Wira Ekdeni
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 3 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3384

Abstract

Stunting is one of the major public health problems that indicates a failure in child growth due to chronic malnutrition, especially during the first 1,000 days of life. One of the key factors in preventing stunting is the provision of exclusive breastfeeding during the first six months of life. This study aimed to determine the relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence among toddlers in the working area of Posyandu Mawar, Kota Garo Village, Kampar District. This research used a quantitative approach with a retrospective cross-sectional design. The study population consisted of all toddlers who visited Posyandu Mawar in April 2025, totaling 64 children, with 48 selected as samples using accidental sampling techniques. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results showed that toddlers who were not exclusively breastfed had a 5 times higher risk of experiencing stunting compared to those who were exclusively breastfed (OR = 5; 95% CI = 1.448–17.271; p = 0.020). It can be concluded that there is a significant relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence. The findings of this study are expected to serve as a basis for community education and strengthening exclusive breastfeeding programs at the primary health care level.Keyword : Exclusive breastfeeding, stunting, toddlers
EFEKTIVITAS MENGKONSUMSI BUBUR KACANG HIJAU TERHADAP PRODUKSI ASI Nurlela, Nurlela; Ekdeni Aifa, Wira; Mardiya, Rizka; Fitria, Nurhidaya
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3, Nomer 4, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i4.49739

Abstract

Exclusive breastfeeding is essential for the survival of the child and protects him from various diseases. However, the WHO has stated that the most common reason why mothers stop giving exclusive breastfeeding is because they feel that their milk is not enough for their baby's needs. About 35% of mothers stop exclusively breastfeeding in the weeks after giving birth because they feel that their milk is not enough and their babies are not full. This study aims to analyze the effectiveness of consuming mung bean pulp on breast milk production. This study is a pre-experimental research designed by one group pre test- post test design. The population of all mothers breastfeeding babies 0 to 6 months in Rantau Kasih Village is 31 people. The research sample was 17 people. Sampling technique with Purposive sampling. The research will be carried out in July 2025. Research instrument with questionnaire sheets. The analysis used was univariate and bivariate analysis with Wilcoxon test. Univariate results were obtained: the average value of smooth breast milk production of the respondents before being given an intervention in the form of giving mung bean pulp was 4.65 with a minimum value of 1 and a maximum of 8. After being given an intervention, there was an increase in the average value of the smooth milk production of the respondents to 8.18 with a minimum value of 6 and a maximum of 10. The results of the bivariate test with the Wilcoxon test obtained a value of P=0.000<0.05. In conclusion, there is an effectiveness of consuming mung bean porridge on breast milk production in Rantau Kasih Village, the work area of the UPT Sungai Pagar Health Center.