Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Media Sosial Sebagai Agen Sosialisasi Nilai Keislaman: Representasi dan Negosiasi Busana Muslim di Instagram Prasetia, Hendra; Nurdiyansah, Feggy; Sarbini, Ahmad; Setiawan, Asep Iwan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.940

Abstract

Artikel ini mengkaji peran media sosial, khususnya Instagram, sebagai agen sosialisasi nilai keislaman dalam praktik berpakaian muslimah di Indonesia. Berangkat dari fenomena berkembangnya tren busana muslim dan hijab di ruang digital, penelitian ini menempatkan Instagram sebagai arena representasi, negosiasi identitas, sekaligus komodifikasi simbol religius. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kasus terhadap akun-akun hijaber populer dan komunitas hijabers, artikel ini menunjukkan bahwa praktik berpakaian Islami di Instagram tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga dipengaruhi oleh logika estetika digital, budaya populer, dan industri fesyen. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran makna busana muslim dari simbol kesalehan menuju identitas religius-modern yang bersifat cair dan performatif. Meskipun Instagram berfungsi efektif sebagai medium dakwah kultural dan edukasi nilai keislaman, platform ini juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan reduksi makna spiritual. Artikel ini berargumen bahwa praktik berpakaian Islami di media sosial merupakan hasil negosiasi berkelanjutan antara nilai agama, identitas sosial, dan dinamika kapitalisme digital.
Peran Agama dalam Membangun Ketahanan Mental Remaja di Desa Gantar dalam Menghadapi Kecemasan dan Tekanan Media Sosial di Era Digital Kurnia, Akbar; Sulthon, Muhamad; Sarbini, Ahmad; Setiawan, Asep Iwan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.952

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap kecemasan, stres, dan tekanan psikologis akibat penggunaan media sosial di era digital. Fenomena perbandingan sosial, cyberbullying, dan ekspektasi yang tidak realistis berkontribusi pada penurunan ketahanan mental remaja, termasuk di Desa Gantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran agama Islam, khususnya psikologi agama Islam dan pendidikan agama Islam kontekstual, dalam membangun ketahanan mental remaja menghadapi kecemasan dan tekanan media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan yang dipadukan dengan analisis media digital melalui telaah literatur ilmiah dan fenomena penggunaan media sosial di kalangan remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual seperti sabar, tawakal, syukur, ikhlas, serta praktik ibadah seperti shalat, dzikir, dan muhasabah berfungsi sebagai mekanisme koping yang menenangkan sekaligus memperkuat daya tahan psikologis remaja. Integrasi penguatan spiritual, literasi digital, dukungan keluarga, dan peran kelembagaan keagamaan menjadi strategi penting.
Da'wah as a Commodity: Analysis of Commodification and Mediatization of Religion in the Religious Talk Show Program of Wisata Hati and Islam Itu Indah Ramadan, Hikmatussahri; Nursamsi, Ikbal; Setiawan, Asep Iwan
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 7 No. 1 (2025): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/kpi.v7i1.2429

Abstract

In this modern era, da'wah is often exploited for material gain. Da'wah activities should be used to disseminate Islamic values ​​to its adherents, as the saying "Ballighu 'aani Walau ayat" (convey even one verse). This is different from the religious command, this study aims to analyze the phenomenon of commodification and mediatization of religion in the television da'wah programs Wisata Hati and Islam Itu Indah (Islam Itu Indah). Using qualitative methods through literature study and digital observation, this study utilizes Vincent Mosco's Commodification theory and Stig Hjarvard and Stewart Hoover's Mediatization of Religion theory to understand the dynamics of da'wah message production in the media. The results of the study indicate that both programs underwent a commodification process that included the commodification of content, the commodification of audiences, and the commodification of preaching figures, where spiritual values ​​were processed according to market and broadcasting industry demands. Furthermore, mediatization was seen through message visualization, content segmentation, personalization of ustadz figures, and the integration of entertainment elements that formed a new, more emotive and popular religiosity. The important findings of this study formulated the concept of Hybrid Da'wah, namely a da'wah model born from the negotiation between the sacredness of teachings and the rationality of the media industry. This concept shows the paradox between expanding access to da'wah and the potential for simplifying spiritual meaning. This research contributes to the study of religious communication in the context of modern media culture in Indonesia.