Articles
Peran Pokmaswas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Pantai di Ampiang Parak Pesisir Selatan
Rani Saputri;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 2 No 4 (2019): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.388 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v2i5.295
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kelompok masyarakat pengawas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL), kendala-kendala dalam pelaksanaan perannya, dan upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dan kelompok masyarakat LPPL untuk mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan perannya mengelola wilayah pesisir pantai di Ampiang Parak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok masyarakat pengawas LPPL dalam pengelolaan wilayah pesisir pantai di Ampiang Parak sudah cukup berperan baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Namun, dalam pelaksanaan peran mengelola wilayah pesisir pantai kelompok masyarakat pengawas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan mempunyai kendala diantaranya adalah dana yang dimiliki masih minim, kualitas sumber daya manusia masih rendah, partisipasi masyarakat dalam kegiatan penyelamatan lingkungan pantai Ampiang Parak masih kurang, serta minimnya sarana dan prasarana pendukung yang tersedia untuk kegiatan pengelolaan pantai. Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dan kelompok masyarakat pengawas LPPL untuk mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan peran mengelola wilayah pesisir pantai di Ampiang Parak adalah pembinaan, sosialisasi, pelatihan, memberikan bantuan dana maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan Lingkungan Sungai
Yulia Fitri Wijaya;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 2 No 4 (2019): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.147 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v2i5.297
Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan kondisi kebersihan lingkungan Sungai Batang Arau di Kecamatan Padang Selatan Kota Padang dan kesadaran masyarakat di sekitar terhadap kebersihan sungai. Informan penelitian terdiri dari Lurah Batang Arau, Kasi Trantibum dan Penanggulangan Bencana Kecamatan Padang Selatan, Kabid PSdK DLH Kota Padang, Kelompok Peduli Sungai Batang Arau dan masyarakat serta pengunjung di kawasan Sungai Batang Arau. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis hasil penelitian dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data hingga kemudian dapat dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan kondisi Sungai Batang Arau yang tercemar oleh sampah-sampah makanan dan limbah rumah tangga serta bangkai kapal nelayan. Akibatnya muncul bau tidak sedap, berkembangnya bibit penyakit, rusaknya ekosistem dan pendangkalan aliran Sungai Batang Arau. Permasalahan ini terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat Kelurahan Batang Arau terhadap kebersihan sungai.
Komunitas Peduli Lingkungan dalam Melestarikan Lingkungan Aliran Sungai Batang Kuranji
Ulfa Mutia;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 1 No 4 (2018): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.612 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v1i4.307
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan Komunitas Peduli Sungai Kalumbuk, kendala-kendala dan upayanya dalam melestarikan lingkungan Sungai Kalumbuk. Komunitas Peduli Sungai Kalumbuk merupakan organisasi sosial masyarakat yang dikawasan tengah aliran sungai batang kuranji yaitu Kelurahan Kalumbuk. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian Lurah Kelurahan Kalumbuk. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara teknik triangulasi data. Analisis data yang digunakan yaitu pegumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Peduli Sungai Kalumbuk telah melakukan aktivitas dalam perlindungan dan pencegahan pencemaran air oleh masyarakat yang berada sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji di Kelurahan Kalumbuk, serta pengawasan penambangan pasir (Galian C) ilegal di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji di Kelurahan Kalumbuk. Kendala yang dihadapi ialah kurang aktifnya Anggota Komunitas, keterbatasan dana, partisipasi masyarakat yang kurang dalam kegiatan komunitas ini. Upaya Komunitas dalam melestarikan aliran Sungai Batang Kuranji di Kelurahan Kalumbuk adalah melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Komunitas tersebut sudah melakukan kegiatan melestarikan lingkungan aliran Sungai Batang Kuranji di Kelurahan Kalumbuk, tetapi pelaksanaannya belum berjalan dengan baik. Hal ini menjadi tugas Dinas terkait untuk lebih memperhatikan Komunitas Peduli Sungai Kalumbuk agar kegiatan melestarikan lingkungan aliran Sungai Batang Kuranji di Kelurahan Kalumbuk menjadi lebih baik lagi.
Peran Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Mewujudkan Universitas Negeri Padang Green campus
Siska Nedita Puspa;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 1 No 4 (2018): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.714 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v1i4.316
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran organisasi MPALH mewujudkan Universitas Negeri Padang green campus dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan perannya. Organisasi MPALH merupakan organisasi internal kampus yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup. Dengan begitu tentu saja organisasi MPALH memiliki peran dalam mewujudkan UNP green campus. Namun kenyataannya program kerja devisi lingkungan hidup organisasi MPALH banyak dilakukan di luar kampus (masyarakat). Lokasi penelitian di Universitas Negeri Padang. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran organisasi MPALH yaitu dengan melakukan kegiatan sosialisasi lingkungan dan penanaman pohon. Kegiatan sosialisasi lingkungan ada dua yaitu seminar lingkungan dan kampanye memperingati hari bumi. Selanjutnya kegiatan penanaman pohon, kegiatan penanaman pohon ada dua yaitu kegiatan rutin yang dilakukan oleh anggota organisasi Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) dan kegiatan Kemitraan ialah kegiatan yang bekerjasama dengan kemitraan yang lain. Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan peran organisasi MPALH mewujudkan UNP green campus ialah sulitnya mendapatkan izin dalam melakukan penanaman pohon di lingkungan kampus, karena pihak kampus sudah memiliki bagian yang menangani mengenai penghijauan, pembangungan dan tata ruang kependudukan lingkungan UNP, program kerja organisasi MPALH orientasinya tidak pada kampus melainkan pada masyarakat, keterbatasan dana serta keterbatasan waktu.
Implementasi Program Keluarga Harapan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Miskin di Nagari Malampah Kabupaten Pasaman
Depi Zahrawati;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 1 No 4 (2018): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.66 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v1i4.318
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin sekaligus mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung keberhasilan implementasi program di Nagari Malampah Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Hal ini penting karena jumlah keluarga penerima bantuan PKH di Nagari Malampah lebih banyak dari nagari lain yang ada di Kecamatan Tigo Nagari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasaman, Koordinator Kabupaten, Pendamping PKH di Nagari Malampah dan masyarakat penerima bantuan PKH. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi kepada narasumber terkait. Hasil penelitan menunjukan bahwa pelaksanaan program keluarga harapan sudah berpatokan kepada peraturan menteri sosial nomor 1 tahun 2018. Namun dari masyarakat penerima bantuan PKH masih ada yang tidak berkomitmen terhadap kewajibannya seperti tidak menghadiri posyandu oleh ibu hamil dan anak usia 0-6 tahun, tidak menggunakan dana bantuan anak sekolah untuk keperluan pendidikan, tidak menghadiri pertemuan kelompok yang diadakan sebulan sekali. Faktor penghambat dan pendukung implemntasi program keluarga harapan dilihat dari komunikasi pendamping dan masyarakat sudah baik, sumber daya seperti staf dan fasilitas untuk nagari malampah masih kurang. .
Pelaksanaan Peraturan Kepala Desa No.4 Tahun 2019 Tentang Uang Adat di Desa Koto Mudik
Barqah Nosi Helpia;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (880.982 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i3.365
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala yang terjadi dalam pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 mengenai ketetapan uang adat di Desa Koto Mudik Kec. Air Hangat Barat Kab. Kerinci. Metode penelitian dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak 29 orang yaitu terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, pemangku adat, ketua BPD, pelaku pelanggaran dan masyarakat Desa Koto Mudik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan selanjutnya data yang diperoleh akan analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 tentang uang adat pada pelaksanaanya masih belum efektif. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan peraturan kepala desa no.4 tahun 2019 tentang uang adat di Desa Koto Mudik yaitu masalah perekonomian masyarakat, adanya perlakuan yang tidak adil dari pemangku adat, tidak tegasnya perangkat desa dan pemangku adat dalam penetapan denda uang adat, juga kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai peraturan yang berlaku di Desa Koto Mudik.
Peran Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat Sebagai Pengawas Bidang Pendidikan
Puput Mia Anjela;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 3 No 4 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.885 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v3i4.428
Penelitian ini dilatar belakangi adanya dugaan maladministrasi di bidang pendidikan pada tahun 2019 terkait penerimaan peserta didik baru, masalah pelaksaksanaan ujian nasional berbasis komputer dan masalah terkait dengan uang komite. Ombudsman merupakan lembaga negara yang memiliki wewenang untuk mengawasi penyelenggaraan layanan publik yang bebas dari maladministrasi salah satunya adalah layanan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Ombudsman Sumatera Barat sebagai pengawas di bidang pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data: Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Teknik pengabsahan: triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan peran Ombudsman Sumatera Barat di bidang pendidikan terbagi dua yaitu: Pertama, peran pencegah maladministrasi di bidang pendidikan. Kedua, penerima dan pemeriksa laporan maladministrasi di bidang pendidikan. Belum semua peran pencegahan terlaksana di seluruh sekolah di Kota Padang. Serta masih ada laporan masyarakat yang belum diselesaikan oleh Ombudsman Sumatera Barat. Kendala yang dialami Ombudsman: Pertama, terbatasnya jumlah asisten Ombudsman Sumatera Barat, kedua wilayah kerja yang cukup luas, ketiga masih ada pihak yang tidak kooperatif dalam proses penyelesaian laporan, keempat pembagian waktu kerja, kelima anggaran dana yang terbatas. Upaya yang dilakukan Ombudsman yaitu dengan memaksimalkan kinerja anggota Ombudsman Sumatera Barat dan melakukan sosialisasi melalui jaringan elektronik dan sosial media.
Ketenagakerjaan Bagi Penyandang Disabilitas di Kota Padang
Harbi Sadri;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 4 No 2 (2021): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (739.446 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v4i2.501
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai bentuk,hasil dan faktor yang mempengaruhi pemberian kesempatan kerja dan pemenuhan kuota mempekerjakan penyandang disabilitas pada Instansi Daerah Kota Padang berdasarkan Perda Kota Padang No. 3 tahun 2015 tentang Penyandang Tentang Pemenuhan dan Perlindungan Hak-Hak Penyandang Disabilitas pasal 29 huruf a dan b. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling, terdiri dari BKPSDM Kota Padang dan beberapa disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk pemberian kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Instansi Daerah Kota Padang adalah melakukan perekrutan ASN jalur formasi khusus disabilitas. dan hasil dari pelaksanaannya adalah pemberian kesempatan kerja tersebut masih sangat minim dan terbatas dan kurang maksimal serta letak pengambilan keputusan yang bukan berada pada Pemerintahan Kota Padang dan banyaknya penyandang disabilitas yang tidak memenuhi ambang batas nilai kelulusan menjadi faktor kurang maksimalnya pemberian kesempatan kerja dan pemenuhan kuota 2% mempekerjakan penyandang disabilitas di Kota Padang.
Upaya Satpol PP dalam Meningkatkan Kepatuhan Masyarakat terhadap Aturan Adaptasi Kebiasaan Baru
Ellysia Syafitri;
Henni Muchtar;
Yusnanik Bachtiar;
Muhammad Prima Ersya
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (654.005 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i2.580
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya aturan adaptasi kebiasaan baru diharapkan menjadi sebuah solusi bagi masyarakat dalam menghadapi Covid-19 yang banyak memberikan dampak terhadap keberlangsungan hidup masyarakat. Namun, pada kenyataannya pelaksanaan aturan adaptasi kebiasaan baru sulit terlaksana dengan baik. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau upaya Satpol PP dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan adaptasi kebiasaan baru. Jenis peneltian ini menggunakan penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan ialah purposive sampling terdiri dari Satpol PP, Wali Nagari dan Masyarakat. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisa menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa upaya dalam pelaksanaan Satpol PP di lapangan. Pertama, upaya preventif berupa sosialisasi berbentuk seminar dan sosialisasi langsung ke masyarakat, Kedua upaya represif berupa teguran lisan dan sanksi sosial kepada masyarakat, Ketiga upaya persuasif mengajak masyarakat berupa himbauan door to door dan spanduk serta pamflet di tempat umum. Upaya-upaya tersebut telah dilakukan oleh Satpol PP dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan adaptasi kebiasaan baru namun belum maksimal dari segi efektifitas karena masyarakat yang kesulitan dalam menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru tersebut.
Implikasi Pembelajaran Daring Terhadap Kehidupan Keluarga pada Masa Covid-19
Nafsil Afdila;
Fatmariza Fatmariza;
Maria Montessori;
Henni Muchtar
Journal of Civic Education Vol 5 No 1 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (789.422 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i1.610
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dampak pembelajaran daring terhadap kehidupan keluarga berdasarkan kelas. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak pembelajaran daring terhadap kehidupan keluarga berdasarkan kelas atas, menengah dan bawah. Jenis penelitiannya penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, terdiri dari ayah, ibu, anak dan guru. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi dan teknik analisis data terhadap data yang digunakan dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa pembelajaran daring mempunyai implikasi yang berbeda pada keluarga berdasarkan kelas-kelas sosial. Implikasi tersebut berdasarkan kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah yaitu Pertama, bertambahnya beban orang tua karena harus mendampingi anak belajar di rumah sedangkan orang tua juga harus melakukan pekerjaannya di rumah atau mencari nafkah. Kedua, Anak kurang bersosialisasi dengan teman disaat pandemi dan ditambah dengan anak belajar daring, sehingga terganggu perkembangan sosial anak. Ketiga Munculnya konflik dalam keluarga antar anak, antara anak dengan orang tua, dan konflik antara ayah dengan ibu.