Claim Missing Document
Check
Articles

ANALASIS PENYALURAN ARUS DARI TRAFO MENUJU WELDING GUN PADA PORTABLE SPOT WELDING Gaby Aditya Nugraha; Gina Lova Sari; Ibrahim -; Yuliarman Saragih
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 11, No 1 (2022): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v11i1.2625

Abstract

Abstrak − Pada sebuah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif seperti PT. Krama Yudha Ratu Motor, tentunya memiliki berbagai mesin yang nantinya akan dirakit menjadi kendaraan bermotor. Perusahaan ini sendiri bertujuan untuk memproduksi mobil dan mengeluarkannya dengan merek Mitshubishi jenis Colt Diesel, Fuso, dan Fuso Fighter. Penulis bertujuan untuk mengetahui nilai breaker yang dibutuhkan sesuai kapasitas Trafo dan mengamati arus dan tegangan yang dibutuhkan dalam suatu proses pengelasan material part di PT. Krama Yudha Ratu Motor. Dengan mememperoleh data menggunakan interview, observasi dan kajian pustaka. Hasilnya, penulis menemukan bahwa Ada beberapa metode pengelasan yang mempunyai fungsi tertentu tergantung dari apa yang akan di rekatkan. Contohnya seperti Portable Spot Welding yang menggunakan metode pengelasan Resistansiilistrik. Adanya pengelasan ResistansiiListrik adalah proses pengelasan yang banyak diaplikasikanipada industriiproduksi massal. iPengelasan resistansiilistrikimemanfaatkan hambatan listrik (resistance) dari material untuk menciptakaniarus pendekidan mencairkan logam yang sedangidi las. iTerdapat pengendalian padaimesin Portable Spot Weldingimenggunakan metode timer.
Analisis Paving Block berdasarkan Sifat Tampak dan Reduksi Limbah Plastik Multilayer, Limbah Keramik Sanitary, dan Limbah Karet Alas Sepatu fatma nurkhaerani; Gina Lova Sari; Fransisca Debora; Eka Oktariyanto Nugroho; Zalfa Dziaul Hassalum; Ayya Sophia Ahmad
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 2 (2024): JPPL, September 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i2.2391

Abstract

Multilayer plastic waste, sanitary ceramics and rubber have potential as paving block mixtures. Multilayer plastic waste is difficult to decompose and recycle, resulting in minimal management. In addition to multilayer plastic waste, rubber waste is also hard to decompose because it is a non-organic waste resistant to water, soil, and chemical compounds. Ceramic waste can be used as a mix for paving blocks due to its durability and strength, and it helps reduce the volume of waste being disposed of. This research aims to see the suitability of the visible properties of paving blocks from these three wastes with SNI 03-0691-1996 concerning Concrete Bricks (Paving Blocks) and the amount of waste reduction potential. Making paving blocks uses 8 (eight) compositions, namely Ceramic Waste (LKK): Multilayer Plastic Waste (LPM) at 20%:80%, 30%:70%, 40%:60% and 0%:100%. Then Ceramic Waste (LKK): Multilayer Plastic Waste (LPM): and Rubber Waste (LKT) at 20%:60%:20%, 30%:50%:20%, 40%:40%:20%, and 50%:30%:20%. The visible properties of paving blocks that comply with SNI 03-0691-1996 are only found in some samples. Non-compliance with SNI can be caused by several things, including varying composition amounts, mixing materials (homogenization) and paving block printing. Based on the results of making paving blocks with 8 (eight) different compositions, there are 3 (three) compositions whose properties appear to be by SNI 03-0691-1996, namely at a composition of 20% LKK: 80% LPM, 100% LPM, and 20 % LKT: 60% LPM: 20% LKK. The amount of waste reduction from these three wastes ranges from 167.6 kg to 768 kg. Keywords: waste, plastic, ceramic, rubber, paving block.
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik pada Air Tanah di Kabupaten Karawang, Indonesia Putri Sekti Cahyaningrum; Sari, Gina Lova
INFOMATEK Vol 26 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v26i2.18999

Abstract

Air tanah menjadi pilihan sumber air yang seringkali dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mencukupi kebutuhan berbagai aktivitas domestik yang salah satunya adalah air baku air bersih, dan/atau air minum. Mikroplastik adalah partikel dari plastik yang mempunyai ukuran <5,00 mm berpotensi mengalami biomagnifikasi dan terakumulasi pada tubuh manusia. Mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia dapat memberikan dampak negatif pada tubuh dan bersifat persisten. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kelimpahan mikroplastik pada air tanah yang umumnya dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dan/atau air minum yang digunakan masyarakat di Kabupaten Karawang, Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan di Karawang Timur sebanyak 1 titik, dan Karawang Barat sebanyak 2 titik. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) digunakan sebagai metode dalam preparasi sampel, kemudian dilakukan perhitungan manual menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10x untuk menghitung kelimpahan mikroplastik. Data yang sudah didapatkan kemudian dianalisa menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan membandingkan hasil penelitian dengan literatur terdahulu yang relevan. Dari penelitian, didapatkan hasil ditemukannya mikroplastik pada sampel 1 di Karawang Timur, dan sampel 2, dan 3 di Karawang Barat dengan nilai masing-masing adalah 19,00; 16,50; 15,50 partikel/L.
ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH PRODUK CACAT ES KRIM DAN SERBUK TEH SEBAGAI SUMBER NUTRISI PADA BUDIDAYA MAGGOT Nainggolan, Adinda Melianda; Sari, Gina Lova; Harisandi, Prasetyo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.187-198

Abstract

Aktivitas industri makanan di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Hal tersebut berakibat pada peningkatan timbulan limbah industri makanan. Salah satunya adalah limbah produk cacat industri makanan yang berasal dari kesalahan pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah produk cacat es krim dan serbuk teh sebagai sumber nutrisi pada budidaya maggot. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan eksperimen dan kontrol dengan dua kali pengulangan. Perlakuan E1 (40,00% Es krim : 60,00% Teh); E2 (50,00% Es krim : 50,00% Teh); dan E3 (60,00% Es krim : 40,00% Teh). Kandungan nutrisi limbah dan tubuh maggot akan diamati dengan metode kjeldahl untuk protein, soxhlet untuk lemak, gravimetri untuk serat kasar, dan by difference untuk karbohidrat. Tingkat efektivitas maggot dalam mereduksi limbah diketahui melalui perhitungan konsumsi substrat dan indeks reduksi limbah. Hasil penelitian menunjukkan jika variasi limbah produk cacat es krim dan serbuk teh berpotensi untuk digunakan sebagai sumber nutrisi dalam budidaya maggot. Nilai efektivitas konsumsi substrat dan indeks reduksi limbah tertinggi diperoleh pada variasi E3, yaitu 54,00% dan 7,53%. Maggot hasil budidaya juga berpotensi untuk dimanfaatkan lebih lanjut sebagai pakan burung berkicau.
INVESTIGASI POTENSI PEMANFAATAN MAGGOT KERING DAN KASGOT DARI PROSES BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK Sari, Gina Lova; Agustini, Rika Yayu; Nainggolan, Adinda Melianda
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.199-210

Abstract

Biokonversi sampah organik melalui budidaya maggot diyakini mampu mengurangi timbulan limbah padat organik serta mendukung terciptanya sirkular ekonomi berbasis masyarakat. Budidaya tersebut umumnya terfokus pada hasil berupa jumlah maggot yang dihasilkan, tetapi belum dilengkapi informasi ilmiah mengenai nutrisi dan potensinya sebagai pakan, khususnya maggot yang dikeringkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nutrisi maggot kering dan potensinya sebagai pakan. Penelitian ini juga mengkaji potensi produk samping yaitu kasgot sebagai pupuk organik. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan variasi jenis sampah organik dan periode budidaya maggot. Proses pengeringan maggot dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu pemisahan dari media, pembersihan menggunakan air panas, serta pengeringan menggunakan oven dan sangrai. Pengujian nutrisi maggot kering dilakukan setiap 7 (tujuh) hari dengan parameter yang meliputi kadar air, abu, serat kasar, lemak kasar, dan protein. Pengujian karakteristik kasgot dilakukan pada periode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi maggot kering berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ikan Ikan Mas dan Lele Dumbo dengan kadar air, abu, serat kasar, protein, dan lemak kasar masing-masing adalah 2,14-2,80%; 4,72-6,03%; 2,17-2,84%; 37,23-38,50%; dan 15,42-16,14%. Sementara itu, kasgot memiliki karakteristik mendekati pupuk organik, khususnya dari campuran sampah organik dapur dan sisa sayuran dengan periode budidaya maggot selama 14 hari.
Analisis Konsentrasi Minyak dan Lemak pada Air Baku Air Bersih di Saluran Irigasi Primer Kabupaten Karawang Saidah, Saidah; Sari, Gina Lova; Adzillah, Wilma Nurrul; Ratnawati, Kania; Sari, Devita Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.84104

Abstract

Saluran irigasi primer memiliki peran penting dalam menyediakan air untuk kebutuhan air baku dan irigasi lahan pertanian. Namun, banyaknya aktivitas rumah tangga, pabrik atau perusahaan, agraria, peternakan, serta perkebunan menimbulkan adanya tantangan lingkungan seperti pencemaran yang dapat mempengaruhi kualitas air di saluran irigasi dan mengancam pemanfaatannya. Salah satu bentuk pencemaran yang sering ditemukan adalah keberadaan minyak dan lemak dalam air. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis konsentrasi minyak dan lemak serta tingkat pencemarannya pada air di saluran irigasi primer Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel air di saluran irigasi primer kabupaten karawang yang berlokasi di Desa Kondangjaya menggunakan prinsip purposive sampling. Sampel air diambil dari 3 titik yaitu tepi kanan, tengah, tepi kiri dengan kedalaman masing masing titik adalah 0 m, 1 m, 2 m dari permukaan sesuai dengan SNI 8995:2021. Karakteristik air yang diuji adalah suhu, pH, serta minyak dan lemak dengan metode pengukuran masing-masing menggunakan SNI 06-6989.23-2005, SNI 6989.11:2019, dan SNI 6989.10-2011. Metode perhitungan Indeks Pencemaran juga dilakukan untuk menganalisis status mutu air. Hasil penelitian diketahui bahwa nilai suhu, pH, serta konsentrasi minyak dan lemak di wilayah studi secara berurutan adalah 30,6 ºC; 7,1; dan 2,2 mg/L. Nilai indeks pencemaran pada air di saluran irigasi primer adalah 2,2 yang menunjukkan status tercemar ringan.
Analisis Tingkat Pencemaran BOD dan COD pada Air Baku Air Bersih di Saluran Irigasi Primer Kabupaten Karawang Sari, Devita Fitria Alam; Sari, Gina Lova; Adzillah, Wilma Nurrul; Ratnawati, Kania; Saidah, Saidah
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.84094

Abstract

Air di saluran irigasi primer Kabupaten Karawang memiliki peran penting sebagai sumber air baku air bersih dan pertanian. Namun, air di saluran irigasi primer tersebut berpotensi terkontaminasi karena berasal dari aliran DAS Citarum yang merupakan salah satu sungai paling tercemar di Indonesia. Kondisi ini mungkin menyebabkan peningkatan konsentrasi BOD dan COD pada air irigasi primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tingkat pencemaran BOD dan COD pada air di saluran irigasi primer Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel air dilakukan pada zona hulu saluran irigasi primer Kabupaten Karawang yang berada di Desa Kondangjaya. Pengambilan sampel air dilakukan pada titik dan kedalaman berbeda menggunakan water sampler sesuai dengan SNI 8995:2021. Konsentrasi BOD dan COD diuji menggunakan metode uji masing-masing yaitu SNI 6989.72:2009 dan SNI 6989.73:2019. Selanjutnya, dilakukan analisis status mutu air dengan metode perhitungan Indeks Pencemaran (IP). Hasil konsentrasi BOD dan COD pada air di saluran irigasi primer masing-masing sebesar 222,0 mg/L dan 1.047,0 mg/L. Sementara itu, nilai indeks pencemaran sebesar 7,1 dan menunjukkan status cemar sedang.
Bioremediasi Lahan Sawah Terkontaminasi Oli Bekas Menggunakan Teknik Pengomposan Secara Ek-Situ Safitri, Annisa Nur; Sari, Gina Lova; Agustini, Rika Yayu; Novembrianto, Rizka
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2025): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v17i1.1937

Abstract

Penggunaan oli bekas sebagai bahan tambahan senyawa pestisida untuk mengusir hama pada pertanian padi di Kabupaten Karawang berpotensi menyebabkan kontaminasi tanah oleh hidrokarbon yang bersifat toksik. Salah satu upaya pemulihan yang dapat diterapkan adalah bioremediasi menggunakan teknik pengomposan yang memanfaatkan jerami pasca panen dan kapur dolomit sebagai bahan baku kompos. Penelitian sampel bersifat eksperimen, dimana tanah diambil pada sawah seluas 0,15 ha sebanyak 9 (sembilan) titik pada kedalaman 0,00-30,00 cm yang kemudian dikomposit menjadi satu. Proses pengomposan dilakukan dengan mencampurkan tanah dan bahan baku kompos (rasio 1:1, b/b) menggunakan 5 (lima) variasi yaitu kontrol tanah (tanah 4.500 g), kontrol jerami (4.500 g), A (tanah:jerami:dolomit sebanyak 4.500 gr: 4.410 gr: 90 gr), B (tanah:jerami:dolomit sebanyak 4.500 gr: 4.275 g: 225 g): dan C (tanah:jerami:dolomit sebanyak 4.500 g: 4.050 g: 450 g) dengan 3 (tiga) ulangan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH, suhu, dan kelembaban semua rekator berada pada rentang optimal yaitu 5,07-6,43; 33,00-40,00°C; 50,00-70,00%. Kondisi tersebut mendukung terjadinya biodegradasi bahan organik melalui kadar hidrokarbon, dimana penurunan tertinggi ditemukan pada variasi C sebesar 66,22%.
Identifikasi Kelimpahan dan Karakteristik Fisik Mikroplastik pada Pengolahan Air Lindi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang Putri, Rahayu Nabila; Sari, Gina Lova; Amanah, Nadia
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i2.94210

Abstract

The growth of plastic consumption in Indonesia can reduce the increase in microplastic pollution in various environments, including in leachate in the Final Processing Site (TPA). Bantargebang TPST is a large-scale waste management site that has high potential for microplastic contamination. Microplastics are plastic particles measuring
Studi Literatur: Efektivitas Penyisihan Kelimpahan Mikroplastik Menggunakan Teknologi Filter Pasir dan Membran Reverse Osmosis pada Pengolahan Air Minum Apriliani, Sherly Dwi; Sari, Gina Lova; Amanah, Nadia
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i2.94199

Abstract

Abstract Microplastics are small plastic particles divided into two categories, namely LMP (1"“5 mm) and SMP (