Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pelaksanaan Sistem Informasi Akademik Siakad dan Simari untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Widistya, Venda Yulia; Basuki, Sunarno; Hadi, Sutarto
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.10983

Abstract

Proses pemanfaatan kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan semakin berdampak setelah masa pandemi Covid-19. Penggunaan aplikasi dengan tujuan efektif dan efisien diterapkan mulai dari keperluan administratif hingga rangkaian kegiatan akademik. Institusi pendidikan tingkat tinggi bahkan memiliki pangkalan data yang dikelola secara mandiri, seperti UPA-TIK yang dimiliki ULM dan TIPD milik UIN Antasari Banjarmasin. Sistem informasi akademik milik ULM yang dikelola UPA-TIK bernama SIMARI (sistem informasi terintegrasi) sementara sistem informasi akademik milik UIN Antasari dibawah pengelolaan TIPD bernama SIAKAD (sistem informasi akademik). Pelaksanaan sistem informasi akademik (SIA) di masing-masing universitas memiliki manajemen pelaksanaannya tersendiri. Melibatkan manajemen perguruan tinggi dari tingkat rektor hingga pelaksana, seluruhnya terintegrasi bertujuan sebagai penyelenggara yang berhasil memuaskan pelanggan/user pengguna aplikasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam berkaitan dengan pelaksanaan sistem informasi akademik untuk meningkatkan kepuasan pelanggan . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif disajikan secara deskriptif naratif dengan bahasan multikasus, yaitu di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan beberapa kesimpulan (1) Pelaksanaan perbaruan sistem informasi dan peningkatan kualitas informasi, akan lebih efisien bagi kepuasan pengguna informasi dan memenuhi kebutuhan penerima informasi. (2) Pencarian solusi yang cepat dan tepat tanggap dalam layanan diberikan baik dalam segi birokrasi maupun teknis namun tetap dilaksanakan dengan aman akan menghasilkan layanan yang memuaskan pelanggan (service excellent). (3) Pelaksanaan layanan dengan memaksimalkan fitur yang tersedia, didukung sosialisasi dan pelayanan yang responsif akan memudahkan dalam penerimaan informasi. (4) Pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan lebih dari ekspektasi pelanggan (service excellent) akan meningkatkan kepuasan layanan bagi pengguna (user). Memberikan solusi cepat tanggap permasalahan merupakan salah satu upaya untuk memuaskan pelanggan, namun dengan memberikan layanan yang lebih dari apa yang diharapkan pelanggan tentu saja akan jauh meningkatkan nilai kepuasan dan loyalitas pelanggan (Wow Service) Kata Kunci: kepuasan pelanggan, pelaksanaan, sistem informasi akademik
Kepemimpinan Transformasional, Kemitraan Industri, Kompetensi Guru, dan Inovasi yang Mempengaruhi Efektivitas Guru Ramadhani Ramadhani; Aslamiah Aslamiah; Sutarto Hadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of transformational leadership of school principals, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation on teacher work effectiveness in public vocational high schools (SMK) in Banjarbaru City. The urgency of this research is based on the increasing demands of globalization and technological development, which require teachers to be adaptive, competent, collaborative, and capable of implementing innovative learning practices. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 123 teachers were selected as respondents through proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been previously tested for validity and reliability. The analysis techniques included multiple regression, correlation, and path analysis, processed using SPSS version 27. The findings indicate that transformational leadership, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation are categorized as good and significantly influence teacher work effectiveness. In addition to their direct effects, the three independent variables also exhibit indirect effects through learning innovation as a mediating variable. Learning innovation plays a crucial role in strengthening the relationship between leadership, partnerships with industry, and teacher competence toward improving teacher effectiveness. These results emphasize that teacher effectiveness is not solely determined by individual capability but also by supportive leadership practices and strategic collaboration with industry that enable teachers to implement technology-based innovative learning. The study recommends enhancing transformational leadership, strengthening teacher professional competence, and optimizing sustainable industry partnerships as strategic efforts to improve the overall quality of vocational education. Keywords: Transformational Leadership; Industry Partnership; Teacher Competence; Learning Innovation; Teacher Effectiveness. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kemitraan dengan dunia industri, kompetensi guru, serta inovasi pembelajaran terhadap efektivitas kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kota Banjarbaru. Permasalahan efektivitas kerja guru menjadi semakin penting seiring tuntutan era globalisasi dan perkembangan teknologi pembelajaran yang mengharuskan guru memiliki kemampuan adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 123 guru sebagai sampel yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis meliputi regresi berganda, korelasi, dan analisis jalur (path analysis) yang diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kemitraan industri, kompetensi guru, dan inovasi pembelajaran berada pada kategori baik serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru. Selain pengaruh langsung, ketiga variabel utama juga terbukti memiliki pengaruh tidak langsung melalui inovasi pembelajaran sebagai variabel mediasi. Inovasi pembelajaran menjadi faktor penguat yang menjembatani hubungan antara kepemimpinan, kemitraan, dan kompetensi guru terhadap peningkatan efektivitas kerja. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kerja guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personal, tetapi juga oleh dukungan kepemimpinan yang visioner dan kolaborasi strategis dengan dunia industri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformasional, peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan, serta optimalisasi kemitraan industri sebagai strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di SMK. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional; Kemitraan Industri; Kompetensi Guru; Inovasi Pembelajaran; Efektivitas Guru.
Kepemimpinan Transformasional, Kemitraan Industri, Kompetensi Guru, dan Inovasi yang Mempengaruhi Efektivitas Guru Ramadhani Ramadhani; Aslamiah Aslamiah; Sutarto Hadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of transformational leadership of school principals, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation on teacher work effectiveness in public vocational high schools (SMK) in Banjarbaru City. The urgency of this research is based on the increasing demands of globalization and technological development, which require teachers to be adaptive, competent, collaborative, and capable of implementing innovative learning practices. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 123 teachers were selected as respondents through proportional random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been previously tested for validity and reliability. The analysis techniques included multiple regression, correlation, and path analysis, processed using SPSS version 27. The findings indicate that transformational leadership, industry partnerships, teacher competence, and learning innovation are categorized as good and significantly influence teacher work effectiveness. In addition to their direct effects, the three independent variables also exhibit indirect effects through learning innovation as a mediating variable. Learning innovation plays a crucial role in strengthening the relationship between leadership, partnerships with industry, and teacher competence toward improving teacher effectiveness. These results emphasize that teacher effectiveness is not solely determined by individual capability but also by supportive leadership practices and strategic collaboration with industry that enable teachers to implement technology-based innovative learning. The study recommends enhancing transformational leadership, strengthening teacher professional competence, and optimizing sustainable industry partnerships as strategic efforts to improve the overall quality of vocational education. Keywords: Transformational Leadership; Industry Partnership; Teacher Competence; Learning Innovation; Teacher Effectiveness. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kemitraan dengan dunia industri, kompetensi guru, serta inovasi pembelajaran terhadap efektivitas kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kota Banjarbaru. Permasalahan efektivitas kerja guru menjadi semakin penting seiring tuntutan era globalisasi dan perkembangan teknologi pembelajaran yang mengharuskan guru memiliki kemampuan adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 123 guru sebagai sampel yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis meliputi regresi berganda, korelasi, dan analisis jalur (path analysis) yang diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kemitraan industri, kompetensi guru, dan inovasi pembelajaran berada pada kategori baik serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru. Selain pengaruh langsung, ketiga variabel utama juga terbukti memiliki pengaruh tidak langsung melalui inovasi pembelajaran sebagai variabel mediasi. Inovasi pembelajaran menjadi faktor penguat yang menjembatani hubungan antara kepemimpinan, kemitraan, dan kompetensi guru terhadap peningkatan efektivitas kerja. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kerja guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personal, tetapi juga oleh dukungan kepemimpinan yang visioner dan kolaborasi strategis dengan dunia industri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformasional, peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan, serta optimalisasi kemitraan industri sebagai strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di SMK. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional; Kemitraan Industri; Kompetensi Guru; Inovasi Pembelajaran; Efektivitas Guru.
The Influence of Green Leadership, Teacher Work Culture and Work Motivation on the Performance of Elementary School Teachers Mega Herniyanti; Metroyadi Metroyadi; Sutarto Hadi
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 9, No 3 (2025): Vol. 9 No. 3 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v9i32025p367

Abstract

Abstract: This study aims to describe green leadership, teacher work culture, work motivation, and teacher performance, as well as analyze the direct and indirect effects of these variables on the performance of public elementary school teachers in Salam Babaris District, Tapin Regency. The study employed a quantitative approach with a descriptive method. The population consisted of 97 teachers, all of whom were selected as research samples. Data were collected using questionnaires that met the validity and reliability criteria. Data analysis was conducted using descriptive statistics and path analysis. The findings reveal that green leadership, teacher work culture, and work motivation fall into the good category. Statistically, green leadership, teacher work culture, and work motivation have direct effects on teacher performance. Additionally, work motivation functions as a mediating variable that strengthens the indirect effects of green leadership and teacher work culture on teacher performance. These results indicate that visionary and inspirational school leadership, a positive and supportive work culture, and high work motivation contribute to improving teacher performance. The study recommends that school principals enhance environmentally oriented leadership, provide clearer explanations of task responsibilities, and promote open and fair communication to create a supportive working environment for sustainable improvement in teacher performance. Keywords: Green Leadership; Teacher Work Culture; Work Motivation; Teacher Performance
The Influence Of Transformational Leadership, Psychological Well-Being, And Work Stress On The Work Ethic Of Elementary School Teachers Lia Maulia; Sutarto Hadi; Sulistiyana Sulistiyana
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 10, No 2 (2026): Vol. 10 No. 2 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v9i32025p386

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effects of transformational leadership, psychological well-being, and job stress on the work ethic of elementary school teachers. Teachers’ work ethic plays a crucial role in improving the quality of basic education, particularly in semi-rural areas characterized by limited resources and complex work dynamics. This research employed a quantitative approach using a path analysis design. The research population consisted of all elementary school teachers in Bungur District, Tapin Regency, with a total sample of 101 teachers selected through a total sampling technique. Data were collected using standardized Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability. Descriptive and inferential analyses were conducted to examine both direct and indirect relationships among variables. The results indicate that transformational leadership, psychological well-being, and job stress simultaneously have a significant effect on teachers’ work ethic. Partially, psychological well-being was found to be the most dominant factor in enhancing teachers’ work ethic, while job stress had a significant negative effect. Furthermore, transformational leadership not only exerts a direct influence on teachers’ work ethic but also indirectly strengthens it through the improvement of teachers’ psychological well-being. In conclusion, the findings emphasize that strengthening teachers’ work ethic is more effectively achieved through a humanistic leadership approach that prioritizes psychological well-being, rather than relying solely on strategies aimed at reducing work-related stress. Keywords: transformational leadership; psychological well-being; work stress; teachers’ work ethic
PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN PENDEKATAN TARL KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD/MI Karim Karim; Sutarto Hadi; Taufiq Hidayanto; Kamaliyah Kamaliyah; Rahmita Noorbaiti; Muhammad Salim Ma’aruf; Najwa Endah Aleida; Ardi Rahmawan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.25706

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul ajar dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis konteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan cacah dan bilangan pecahan siswa kelas IV SD/MI. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Modul ajar bilangan cacah menggunakan konteks Pasar Terapung, sedangkan modul ajar bilangan pecahan menggunakan konteks wadai khas Banjar. Implementasi dilakukan di SD Negeri Basirih 6 dan SD Negeri Alalak Selatan, Banjarmasin, dengan melibatkan 20 dan 23 siswa kelas IV. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket respons guru dan siswa, serta soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua modul ajar memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Skor validitas modul bilangan cacah sebesar 4,65 dan modul bilangan pecahan sebesar 4,84 (kriteria valid). Uji kepraktisan memperoleh skor respons guru dan siswa untuk modul bilangan cacah sebesar 95,4% dan 97,1%, serta untuk modul bilangan pecahan sebesar 92,9% dan 98,5% (kriteria sangat praktis). Hasil uji efektivitas menunjukkan skor N-Gain modul bilangan cacah sebesar 0,50 dan modul bilangan pecahan sebesar 0,48 (kriteria efektif). Dengan demikian, modul ajar TaRL berbasis konteks lahan basah terbukti layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa SD/MI.Kata kunci: Modul Ajar, Pasar Terapung, Wadai Banjar, TaRL Abstract: This study aims to develop teaching modules using the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, grounded in local wetland contexts, to improve fourth-grade students' conceptual understanding of whole numbers and fractions in elementary school (SD/MI). The study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The whole-number teaching module was developed using the Floating Market context, while the fraction teaching module was developed using the traditional Banjar wadai (cake) context. Implementation was carried out at Basirih 6 Elementary School and Alalak Selatan Elementary School in Banjarmasin, involving 20 and 23 fourth-grade students, respectively. Research instruments included validation sheets, teacher and student response questionnaires, and pretest and posttest items. The results indicate that both teaching modules met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The validity scores were 4.65 for the whole-number module and 4.84 for the fraction module, both of which satisfied the validity criterion. Practicality scores based on teacher and student responses were 95.4% and 97.1% for the whole-number module, and 92.9% and 98.5% for the fraction module, all meeting the highly practical criterion. Effectiveness scores based on the N-Gain index were 0.50 for the whole-number module and 0.48 for the fraction module, both of which were classified as effective. Therefore, the TaRL-based teaching modules grounded in wetland local contexts are proven suitable for improving mathematics conceptual understanding among SD/MI students. Keywords: Teaching Module, Floating Market, Wadai Banjar, TaRL
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ILL-STRUCTURED BERKONTEKS LOKAL Taufiq Hidayanto; Sutarto Hadi; Kamaliyah Kamaliyah; Martin Suhendra; Ali Ridho; M. Fadilah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.15040

Abstract

Salah satu tantangan yang sering muncul di dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah yang tidak terstruktur dengan jelas atau ill-structured. Berdasarkan hasil observasi maupun penelitian, masih ditemukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang bersifat kompleks, terbuka, dan berkonteks lokal, padahal kemampuan tersebut penting untuk menghadapi berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods yang melibatkan 72 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat. Data dikumpulkan melalui tes penyelesaian masalah ill-structured dan wawancara. Empat subjek dipilih secara purposive untuk dianalisis secara mendalam. Prosedur penelitian meliputi penyusunan dan validasi instrumen tes, pengambilan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam merancang, menjustifikasi, dan mengevaluasi solusi secara komprehensif pada masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian ini berkontribusi memberikan gambaran mengenai kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah lingkungan yang aktual serta sebagai dasar untuk mempertimbangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.