Articles
TINJAUAN METODOLOGI INDOMATH STUDY
Sutarto Hadi
Jurnal Kependidikan Vol. 33, No.1 (2003)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3541.107 KB)
|
DOI: 10.21831/jk.v33i1.7261
Abstract This paper discusses the various aspects of development research activities in the IndoMath Study. This study was developed along lines of formative research: orientation, design and evaluation of intervention, and evaluation of its effectiveness. The research has been conducted during the three fieldworks Yogyakarta. In the first and second fieldwork, the focus was mainly on the design and evaluation of adapted RME exemplary curriculum materials as well as in-service education program. In the third fieldwork, the focus was on the effectiveness of intervention to introduce Realistic Mathematic Education (RME) to mathematic teachers. Keywords: formative research, development research, indomath study
ANALISIS PERBEDAAN EKSPEKTASI DAN PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PENDIDIKAN DI JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN (POLIBAN) DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI
Rinova Firman Cahyani;
Sutarto Hadi;
Sulaiman .
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketatnya persaingan antar perguruan tinggi dan tuntutan akan tersedianya sumber daya manusia berkualitas sesuai perkembangan jaman dan dunia kerja, mendorong Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banjarmasin secara profesional untuk senantiasa mening-katkan mutu pelayanan pendidikan. Kepercayaan masyarakat akan mutu yang akan diperoleh tergantung kepuasan yang dapat diberikan perguruan tinggi terhadap pelang-gannya. Perbedaan antara ekspektasi dan persepsi yang diterima menjadi ukuran bagi kepuasan mahasiswa. Aspek lain yang mempengaruhi terhadap mutu pelayanan pen-didikan adalah motivasi berprestasi.Untuk mendapatkan informasi tentang pelayanan pendidikan dengan mengukur ekpektasi dan persepsi pengguna jasa yang diberikan berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu bukti fisik (tangibles), kehandalan (re-liability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empha-thy).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan ekspektasi dan persepsi, (2) perbedaan ekspektasi mahasiswa dengan motivasi berprestasi, (3) perbe-daan persepsi mahasiswa dengan motivasi berprestasi, dan (4) gambaran tentang pela-yanan pendidikan di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banjarmasin.Data dianalisis dengan: (1) analisis deskriptif (2) analisis komparatif dengan uji-t, dan (3) analisis Impor-tance dan Performance Matrix.Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banjarmasin belum merasa puas terhadap pelayanan pendidikan yang diterima. Variabel yang memiliki Importance dan Performance Matrix di atas rata-rata antara lain jumlah laboratorium cukup, dosen kompeten di bidangnya, kompetensi dosen dalam mengajar baik dan pengelolaan jurusan yang baik dan yang relatif rendah antara lain ketersediaan fasilitas umum (misal : toilet), kedisiplinan dosen dalam menga-jar, ketersediaan bahan praktikum dan ketuntasan materi pengajaran
Development of a Science Module on Temperature and Heat Topics to Improve Critical Thinking and Collaboration Skills
Mohamad Nor Aufa;
Sutarto Hadi;
Syahmani Syahmani;
Rusmansyah Rusmansyah;
Muhammad Hasbie;
Isnawati Isnawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/bipf.v9i3.11142
This study aims to produce a science module based on mobile-collaborative-based science learning (m-CBSL) with the topic of temperature and heat and describe the resulting module's validity and practicality. The research design was Educational Design Research (EDR). The data collection techniques used were literature study, walkthrough, interview, and questionnaire. The instrument used in this study was a questionnaire of validity and practicality. Data analysis techniques include descriptive data analysis, validation sheets, and questionnaires. Module validation sheets were given to 5 validators. In contrast, practicality sheets were given to 9 students of class VII SMP Negeri 12 Banjarmasin (small group) and 62 students and three science teachers at SMP Negeri 6 & 12 Banjarmasin field test. The validity questionnaire analysis results concluded that the validity of the module was 3.71 "very valid" categories. The practicality level based on the teacher's questionnaire scored 87.04 in the "very practical" category. The small group questionnaire scored 85.19 in the "very practical" category, and the field trial questionnaire scored 86.42 in the "very practical" category. It means that the m-CBSL based science module is valid and practical in the learning process to improve critical thinking skills and collaboration.
Metode Pemecahan Masalah Menurut Polya untuk Mengembangkan Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematis di Sekolah Menengah Pertama
Sutarto Hadi;
Radiyatul Radiyatul
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v2i1.603
Pemecahan masalah merupakan bagian dari pembelajaran matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki. Salah satu metode pemecahan masalah adalah dengan menggunakan metode pemecahan masalah menurut Polya. Ada 4 langkah fase penyelesaian masalah menurut Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, melakukan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah siswa dan mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan metode pemecahan masalah menurut Polya. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yaitu mengambil 1 kelas secara acak sebagai kelas eksperimen yaitu kelas VIII-B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa lebih tinggi pada tiap pertemuan dan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pemecahan masalah menurut Polya berada pada kualifikasi amat baik. Berdasarkan uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa pertemuan pertama dengan pertemuan kelima dan terdapat perbedaan yang signifikan juga dari hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan metode pemecahan masalah menurut Polya. Kata kunci: metode pemecahan masalah, Polya, pemecahan masalah, hasil belajar
Kecerdasan Logika-Matematika Berdasarkan Multiple Intelligences terhadap Kemampuan Matematika Siswa SMP di Banjarmasin
Gilang Zulfairanatama;
Sutarto Hadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v1i1.549
Pengembangan kecerdasan hingga tingkat kompetensi yang memadai merupakan kunci utama multiple intelligences. Hal tersebut menjadi solusi bagi siswa dengan kecerdasan logika-matematika yang rendah agar dapat meningkatkan kemampuan matematikanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logika-matematika berdasarkan multiple intelligences terhadap kemampuan matematika pada siswa SMP di Banjarmasin tahun 2013. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan populasi yaitu kelas VIII pada SMPN 2, SMPN 9, SMPN 31, SMP Islam Sabilal Muhtadin, dan MTsN Mulawarman di Banjarmasin. Sampel dipilih satu kelas dari tiap sekolah secara acak. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan (1) kecerdasan logika-matematika dalam kategori cukup,(2) kemampuan matematika dalam kategori cukup,(3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kecerdasan logika-matematika dan kemampuan matematika siswa. Kata kunci: multiple intelligences, kecerdasan logika-matematika, kemampuan matematika
Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks)
Sutarto Hadi;
Maidatina Umi Kasum
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v3i1.630
Matematika merupakan pelajaran yang memerlukan pemusatan pemikiran untuk mengingat dan mengenal kembali materi yang dipelajari. Namun pada kenyataannya, salah satu masalah pokok dalam pembelajaran matematika adalah masih rendahnya pemahaman konsep matematika. Hal ini disebabkan karena sejauh ini paradigma pembelajaran matematika di sekolah masih didominasi oleh paradigma pembelajaran konvensional. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks), karena model ini memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, (2) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Martapura. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berada pada kualifikasi amat baik, pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik, dan terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Kata kunci:model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep
Number sense
Sutarto Hadi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33654/math.v1i1.89
Pemahaman anak mengenai bilangan bertujuan untuk menambah dan mengembangkan keterampilan berhitung dengan bilangan sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek utamanya adalah menekankan pengembangan kepekaan terhadap bilangan atau dikenal dengan number sense. Number sense dapat diartikan sebagai berpikir fleksibel dan intuisi tentang bilangan. Untuk menilai sifat number sense yang dimiliki seorang individu, kita harus memeriksa fleksibilitas terhadap bilangan yang ditunjukkan oleh individu tersebut. Fleksibilitas ini dapat diamati ketika seseorang melakukan empat komponen number sense, yaitu menilai besaran bilangan, komputasi mental, estimasi, dan menilai kerasionalitasan atau kewajaran hasil perhitungan yang diperoleh.
Overview of Rationalism and Empiricism Philosophy in Social Studies Education
Mutiani Mutiani;
Disman Disman;
Erlina Wiyanarti;
Ersis Warmansyah Abbas;
Sutarto Hadi;
Bambang Subiyakto
The Innovation of Social Studies Journal Vol 3, No 2 (2022): The Innovation of Social Studies Journal, March 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/iis.v3i2.4671
Artikel ini menjelaskan perbedaan antara kedua pandangan tersebut dan bagaimana kaitannya dengan pendidikan IPS. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan analisis tentang perkembangan filsafat ilmu dan hubungannya dengan ilmu-ilmu sosial. Tinjauan pustaka digunakan untuk mendeskripsikan pembahasan secara deskriptif. Penulis mengumpulkan literatur menggunakan buku dan mesin pencari seperti; google sarjana, gerbang penelitian, dan akademisi. Hasil dan pembahasan menggambarkan bahwa rasionalisme sebagai pernyataan aksioma dasar yang digunakan untuk membangun sistem pemikiran yang berasal dari ide. Ide yang dimaksud harus jelas, tegas, dan berasal dari pemikiran manusia—Sedangkan empirisme adalah salah satu pandangan di mana seluruh atau sebagian pengetahuan didasarkan pada pengalaman menggunakan indera. Adapun hubungan antara rasionalisme dan empirisme dalam studi sosial, pendidikan adalah studi masalah sosial berdasarkan metode analitis untuk mendapatkan pengetahuan baru. Pendidikan IPS mengajarkan konsep-konsep sebagai mata pelajaran untuk sekolah menengah pertama atau sederajat. Pengajaran konsep dapat diuraikan dengan metode penyelidikan sosial. Metode ini memberikan keleluasaan untuk memperoleh pengetahuan baru baik secara induktif maupun deduktif.
Education of Social Regulation Through Social Institution Materials in Social Studies
Jumriani Jumriani;
Bambang Subiyakto;
Sutarto Hadi;
Mutiani Mutiani;
M. Ridha Ilhami
The Innovation of Social Studies Journal Vol 3, No 2 (2022): The Innovation of Social Studies Journal, March 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/iis.v3i2.4892
Masyarakat memiliki unsur-unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Unsur-unsur tersebut bekerja sama untuk membangun tatanan sosial yang stabil dan harmonis. Namun, jika hanya satu elemen yang tidak berfungsi dengan baik, dapat menyebabkan kekacauan sosial. Pada akhirnya, gangguan ini menciptakan suatu bentuk masalah sosial. Kondisi tersebut masih dirasakan hingga saat ini yang ditandai dengan adanya permasalahan sosial yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat. Menyikapi hal tersebut, sekolah dengan segala mata pelajaran di dalamnya dapat mendidik pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mendukung terciptanya tatanan sosial. Hal ini juga dapat direspon melalui sub materi pranata sosial dalam mata pelajaran IPS. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi materi pranata sosial dalam mata pelajaran IPS sebagai materi untuk mendidik tatanan sosial bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan. Pertama, studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang sesuai; kemudian dilakukan diskusi naratif. Hasil identifikasi dan deskripsi bahwa muatan materi pranata sosial dalam mata pelajaran IPS meliputi materi tentang pengertian, ciri, fungsi, dan jenis pranata sosial. Materi ini dapat dijadikan sebagai bahan pendidikan untuk memahami pentingnya tatanan sosial sebagai pranata sosial yang erat kaitannya dengan pedoman sikap dan perilaku dalam menghadapi permasalahan yang muncul atau berkembang di masyarakat.
Pengembangan Modul Creative Problem Solving (CPS) untuk Meningkatkan Keterampilan berpikir kreatif dan Self-efficacy Peserta didik SMP
Muhammad Awaluddin Fitri;
Sutarto Hadi;
Arif Sholahuddin;
Rusmansyah Rusmansyah;
Mohamad Nor Aufa;
Muhammad Hasbie;
Muhammad Aditya Saputra
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2023): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppipa.v9i1.2569
This research was conducted on the existence of problems in the form of low creative thinking skills and students' self-efficacy in learning. One way that can be done to solve this problem is by utilizing teaching materials in the form of modules that students can use for independent learning. Therefore, this research was conducted to develop science learning modules to improve the creative thinking skills and self-efficacy of class VIII students of junior high school. This type of research is Educational Design Research (EDR) using the Tessmer development model. The final result of the validation average is 3.49, which is in the very valid category. Therefore, based on the research results, the science learning module has been declared very valid to improve students' creative thinking skills and self-efficacy in learning science