Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effectiveness of Antibiofilm Synergy of Parijoto Leaf Extract (Medinilla speciosa) and Gentamicin on Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) from Diabetic Ulcers Sa'adah, Arina Lis; Sari, Fariza Yulia Kartika; Sukoharjanti, Bintari Tri; Darmawati, Sri
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1715

Abstract

Diabetic foot ulcers (DFU) are chronic complications of diabetes that are generally accompanied by bacterial infections. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is one of the most dominant pathogenic bacteria isolated from DFU wounds. The significant number of MRSA bacteria and the formation of bacterial biofilms result in prolonged wound treatment and high amputation rates. Several medicinal plants in the Muria Mountains have the potential to be alternative antibiofilms supporting gentamicin antibiotic treatment, one of which is the parijoto plant (Medinilla speciosa). This study aims to evaluate the effectiveness of the combination of parijoto leaf extract with gentamicin in inhibiting the growth of MRSA biofilms isolated from DFU. Parijoto leaves were extracted using the UAE (Ultrasound-Assisted Extraction) technique, followed by phytochemical tests and antibiofilm inhibition tests using the microdilution method. The results of phytochemical identification showed that there were saponin, flavonoid, tannin, alkaloid, quinone, and phenol compounds. The combination of gentamicin and parijoto leaf extract with several variations obtained the highest percentage of biofilm inhibition, namely 95%. The IC50 value in the antibiofilm inhibition test of the combination of parijoto leaf extract and gentamicin was 6.90 μg/mL. The chemical bioactive content in parijoto leaf extract can synergize as a supporting treatment with gentamicin to accelerate the treatment of diabetic ulcer wound infections. Further research needs to be carried out to explore and further study to determine the QS (Quorum Sensing) mechanism against MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) bacteria by bioactive compounds in parijoto leaf extract and invivo test.
YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN UBI JALAR UNGU SEBAGAI SNACK UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Fariza Yulia Kartika Sari; Zalfa Iqlima Bilqis; Indanah Indanah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2466

Abstract

Stunting is a nutritional problem that is a top priority for the Ministry of Health. This stunting problem has a negative impact, namely increased morbidity and mortality, poor child development, increased risk of infection and decreased productivity which has an impact on decreasing economic capacity. One way to overcome stunting is by providing MP-ASI which is high in antioxidants. Purple sweet potato yogurt is one of Blabla's functional food products. The aim of this research was to determine the nutritional and antioxidant content of purple sweet potato yogurt. This research method uses an experimental design with a completely randomized design (CRD) with one factor, namely the addition of purple sweet potato 35 g, 40 g, 45 g. Purple sweet potato yogurt is explained physically (pH levels and viscosity) and chemically (analysis of nutritional content and antioxidant activity). The data obtained was explained using SPSS 23.0. The research results showed that formula three, namely yogurt with the addition of 45 g of purple sweet potato, had higher levels of air, ash, protein and fat compared to the other formulas. Formula 3 contains the highest antioxidant activity compared to other formulas, namely 38.9%. The conclusion of this research is that the higher the addition of purple sweet potato to yogurt, the higher the antioxidant activity, so that it can be used as an MP-ASI product for stunted children. 
MENU GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KABUPATEN KUDUS Fariza Yulia Kartika Sari; Septiani Septiani; Rizki Widyan Aisya; Atun Wigati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.2029

Abstract

Stunting is a nutritional problem that is a major problem in Indonesia. The Ministry of Health provides health programs in dealing with the problem of stunting. One of the efforts made to prevent stunting is through nutrition education. The purpose of community service activities (PKM) is to improve the subject's attitudes and behavior regarding toddler nutrition and types of food for stunting prevention. The method used is community empowerment by providing nutrition education and cooking demonstrations to subjects in the villages of Ngembal Rejo and Purwosari, Kudus Regency. Subjects in this PKM are posyandu cadres and mothers who have toddlers. The education given to the subject is about toddler nutrition and types of food for stunting prevention. The results of education show that there is an increase in subject knowledge after being given education. Subjects from cadres are expected to become agents of behavior change in preventing stunting for toddlers. Meanwhile, the subject of mothers who have toddlers is expected to be able to change behavior in providing food to their toddlers.
PENTINGNYA EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Atun Wigati; Fariza Yulia Kartika Sari; Tri Suwarto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1677

Abstract

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin , stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Ngembal Kulon pada kader kesehatan, ibu balita dan batita dengan memberikan pengarahan pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting manfaat gizi seimbang, macam – macam gizi seimbang. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah para kader kesehatan, para ibu dan keluarga yang mempunyai balita dapat merubah perilaku dan pola pikir cara memberikan asupan makanan pada anak dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting sehingga pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KIMIA PRODUK YOGURT SINBIOTIK DARI UMBI LOKAL Fariza Yulia Kartika Sari; Septiani Septiani; Amarilla Melati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2253

Abstract

Produk yogurt terus berkembang mulai dari variasi rasa atau pun dengan penambahan bahan lain yang dapat meningkatkan nilai fungsionalnya. Umbi lokal seperti jangklong, umbi ungu dan talas mengandung inulin yang berfungsi sebagai prebiotik. Penambahan prebiotic pada yogurt meningkatkan fungsi probiotik, yaitu membantu meningkatkan pertumbuhan dan viabilitas satu atau lebih bakteri probiotik. Fungsi ini akan menjadikan produk yogurt tersebut produk sinbiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik organoleptik dan kimia dari ketiga jenis yogurt sinbiotik dan mengetahui tingkat penerimaan produk yogurt sinbiotik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yaitu F1 (penambahan umbi jangklong), F2 (penambahan umbi ungu), F3 (penambahan talas). Ketiga formula ini dilakukan uji organoleptic (uji hedoink dan uji mutu hedonik) dan analisis karakteristik kimia (analisis pH, dan analisis viscometer). Yogurt dengan penambahan umbi local berpengaruh nyata (P0,05) di semua atribut uji hedonik. Berdasarkan hasil uji hedonik, rata-rata panelis menyukai formula satu yaitu yogurt dengan penambahan umbi jangklong. Secara keseluruhan karakteristik pengembangan produk yogurt dengan penambahan umbi local sesuai dengan kriteria SNI 2981:2009 tentang karakteristik mutu yogurt.
POLA KONSUMSI BALITA SELAMA PPKM Fariza Yulia Kartika Sari; Nur Khoiriyah; Dina Ade Wulan Nuarita
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1952

Abstract

Latar belakang: Kebijakan PPKM yang dibuat pemerintah untuk menurunkan kasus covid-19 memberikan dampak negatif kepada masyarakat salah satunya kelompok Balita. Balita merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap masalah gizi maupun kesehatan. Pola konsumsi pada balita merupakan salah satu faktor penentu status gizinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi balita selama masa PPKM. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Responden pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 6-24 tahun berjumlah 95 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat untuk data karakteristik responden, karakteristik anak, penurunan pendapatan keluarga selama PPKM dan pola makan anak selama PPKM. Hasil penelitian: Sebagian besar responden mengalami penurunan pendapatan selama PPKM. Pola konsumsi balita sebagian besar tetap mengikuti prinsip WHO yang mengonsumsi karbohidrat, protein hewani dan nabati setiap harinya. Selain itu, sebagian besar responden tidak memberikan vitamin/suplemen ke balitanya. Selama PPKM responden lebih memilih membuat MP-ASI secara homemade dibandingkan MP-ASI instan. Kesimpulan: Selama masa PPKM, responden tetap memberikan pola makan ke balitanya sesuai prinsip MP-ASI WHO, meskipun pendapatan keluarganya menurun.
PENGARUH SINBIOTIK TERHADAP MIKROBIOTA SALURAN CERNA PADA ANAK STUNTING Septiani Septiani; Fariza Yulia Kartika Sari
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2002

Abstract

AbstrakLatar belakang: Komposisi microbiota dalam saluran cerna anak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa patogen di dalam usus berfungsi dalam peningkatan penyerapan gizi. Konsumsi makanan prebiotic (yang kaya microbiota saluran cerna) akan menstimulasi pertumbuhan flora bakteri dalam usus dan meningkatkan kesehatan tubuh. Ketika saluran pencernaan anak sehat dan penyerapan zat gizi maksimal maka secara tidak langsung menurunkan risiko masalah gizi terutama stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji artikel tentang hubungan sinbiotik dengan mikrobiota saluran cerna pada anak stunting di Indonesia. Metode penelitian: Penelitian ini literature review dengan pendekatan analisis deskriptif dan menggunakan desain systematic review. Penelusuran jurnal menggunakan situs pencarian pada google scholar, Pubmed, DOAJ dan Plos One dengan kata kunci prebiotic, sinbiotik dan stunting . Hasil penelitian: Sinbiotik menggunakan campuran beberapa kultur bakteri asam laktat seperti Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus plantarum Dad 13 yang telah diketahui bersifat probiotik. Kombinasi ini dapat meningkatkan daya tahan bakteri probiotik yaitu dengan menstimulasi pertumbuhan flora bakteri dalam usus seperti Lactobacilli, bifidobacterial dan prevotella 9 yang mana berfungsi untuk meningkatkan imunitas saluran cerna, mengurangi populasi bakteri patogen dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek. Prevotella 9 berkorelasi positif dengan tinggi badan dan berat badan Kesimpulan: Konsumsi prebiotic dan sinbiotik berpengaruh nyata terhadap komposisi gut microbiota usus yaitu peningkatan populasi Prevotella 9, L.plantarum dan Bifidobacterium; penurunan populasi EnterobacteriaceaeKata Kunci: Sinbiotik, prebiotik, stunting 
MENINGKATKAN EFIKASI DIRI MENGHADAPI BENCANA MELALUI MINDFULNESS SPIRITUAL ISLAM PADA MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN BANJIR Sari, Fariza Yulia Kartika; Septiani, Septiani; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2922

Abstract

Kesehatan mental masyarakat yang terdampak banjir perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Beberapa warga desa Dorang yang  merupakan salah satu desa dari Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara yang rawan banjir, mengeluhkan merasa cemas setiap kali memasuki musim penghujan karena bencana banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun. Salah satu upaya untuk mengatasi dampak psikologis pada korban bencana adalah pemberian terapi mindfulness spiritual yang bisa membantu meningkatkan efikasi diri sehingga individu memiliki keyakinan lebih akan kemampuannya untuk dapat mengatasi dan menghadapi situasi bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan efikasi diri dalam emnghadapi bencana pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana pada di PCNA Dorang berjalan lancar dengan total 18 peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan Evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi setelah diberikan terapi mindfulness dapat ditemukan adanya peningkatan efikasi diri dalam menghadapi bencana pada peserta sebesar 2,61, namun peningkatan ini dinilai belum signifikan terapi mindfulness dapat diberikan selama 4 sesi dalam kurun waktu 2 minggu untuk mendapatkan hasil peningkatan efikasi diri yang signifikan. Oleh karena itu, dilihat dari besarnya manfaat yang diberikan, kader siaga bencana perlu menindaklanjuti pemberian mindfulness spiritual islam agar dapat menghasilkan peningkatan efikasi diri yang signifikan
Gambaran Status Gizi, Berat Lahir, Mp-Asi Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Desa Besito Kecamatan Gribig Kabupaten Kudus Oshya Aryun Nur Annisya; Indanah Indanah; Fariza Yulia Kartika Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2485

Abstract

Masalah gizi pada anak usia 6–24 bulan merupakan isu penting karena periode ini adalah masa emas tumbuh kembang anak, di mana kekurangan gizi dapat berdampak serius pada kesehatan jangka pendek maupun panjang. Salah satu faktor utama yang memengaruhi status gizi adalah pemberian MP-ASI dan berat lahir anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi, berat lahir, dan pemberian MP-ASI pada anak usia 6–24 bulan di Desa Besito, Kecamatan Gribig, Kabupaten Kudus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik total sampling pada 68 balita. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki berat lahir normal dan menerima MP-ASI tepat waktu, namun terdapat masalah status gizi dengan proporsi BB sangat kurang sebesar 33,8% dan tinggi badan sangat pendek (stunting) sebesar 42,6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar anak di Desa Besito memiliki berat lahir dan pola pemberian MP-ASI yang sesuai, tetapi masih ditemukan prevalensi gizi buruk dan stunting yang perlu perhatian lebih lanjut.