Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Chemical profiling of African leaves (Vernonia amygdalina Delile) and Kenikir leaves (Cosmos caudatus Kunth) extracts using Thin Layer Chromatography (TLC) Relin Yesika; Meridha Mutiara A; Nurwahidatul Arifa; Arif Ferdian; Miming Andika; Yahdian Rasyadi; Nana Liana; Erdanela Setiawati
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 1 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i1.4103

Abstract

African leaves (Vernonia amygdalina Delile) and kenikir leaves (Cosmos caudatus Kunth) are plants that belong to the asteraceae family. Members of asteraceae have been used in food and medicine for centuries. This study aims to determine the secondary metabolite compounds contained in African leaves extracts and kenikir leaves through phytochemical screening using Thin-layer chromatography (TLC) method detected using UV 254nm and UV 366 nm light, as well as spot revealers that match the chemical group. The results of phytochemical screening using KLT show that African leaves contain flavonoids, terpenoids. And kenikir leaf extract is positive for steroids and flavonoids, one of them which is isocuesitrin.
Edukasi Jajanan Sehat untuk Mengurangi Risiko Gagal Ginjal pada Anak di SD Telkom Padang: Penelitian Nurwiyeni; Nana Liana; Meta Z Oktora; Rika Amran
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5485

Abstract

Kasus gagal ginjal pada anak-anak di Indonesia, semakin meningkat akibat konsumsi berlebihan makanan dan minuman yang tinggi gula. Konsumsi gula, terutama dalam bentuk fruktosa, telah dihipotesiskan sebagai penyebab penyakit ginjal. Ulasan ini memberikan gambaran umum mengenai bukti epidemiologi bahwa konsumsi gula meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik. Terdapat studi yang menyatakan bahwa konsumsi minuman dengan pemanis buatan berhubungan dengan peningkatan risiko gagal ginjal kronik. Rendahnya kesadaran akan bahaya ini membuat anak-anak rentan terhadap penyakit serius di kemudian hari. Dokter cilik, sebagai agen kesehatan di sekolah, memiliki potensi besar untuk berperan dalam mengedukasi teman-temannya mengenai pentingnya memilih jajanan sehat. Namun, untuk dapat menjalankan peran ini secara efektif, mereka perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Untuk mengatasi masalah ini, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dokter cilik di SD Telkom Padang dalam mengenalkan dan mempromosikan jajanan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan yang komprehensif bagi dokter cilik tentang bahaya jajanan tidak sehat, khususnya yang tinggi gula, serta dampaknya terhadap kesehatan ginjal. Selain itu, mereka dilatih untuk menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada teman-teman mereka. Dengan peningkatan peran ini, diharapkan dokter cilik dapat menjadi duta kesehatan yang mampu mengubah kebiasaan jajan siswa di sekolah menjadi lebih sehat. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan dan edukasi kepada dokter cilik, diskusi interaktif dan kampanye jajanan sehat. Penyuluhan dan edukasi mencakup penjelasan ilmiah tentang bagaimana gula berlebih dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk gagal ginjal. Diskusi interaktif diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dokter cilik dalam berkomunikasi kepada teman mereka dan mengkampanyekan jajanan sehat melalui penyebaran poster ataupun kegiatan kreatif lainnya. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan peran dokter cilik dalam mengedukasi teman-temannya mengenai jajanan sehat. Dokter cilik di SD Telkom Padang dapat menjadi penggerak utama dalam mengubah kebiasaan jajan siswa menuju pilihan yang lebih sehat. Hal ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko gagal ginjal pada anak-anak, tetapi juga menciptakan budaya kesehatan yang lebih baik di lingkungan sekolah
COMMUNITY-ACQUIRED PNEUMONIA OLEH KLEBSIELLA PNEUMONIAE DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2024: GAMBARAN MORTALITAS TINGGI DAN TANTANGAN KLINIS Ruhsyahadati Ruhsyahadati; Nana Liana; Rahma Triyana; Dian Puspita; Muhammad Rizki Saputra; Roland Helmizar; Rifkind Malik; Aulia Akbar
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1859

Abstract

Community-acquired pneumonia (CAP) caused by Klebsiella pneumoniae is frequently associated with severe clinical courses and high mortality, particularly among elderly patients and those with comorbidities. The increasing rate of antimicrobial resistance has further limited the effectiveness of standard empirical therapy. This was a retrospective descriptive observational study using secondary data from medical records of hospitalized CAP patients at Dr. M. Djamil General Hospital, Padang, from January 2022 to December 2023. Subjects were adults (≥18 years) diagnosed with CAP and with positive cultures for K. pneumoniae. Variables included demographic characteristics, length of hospital stay, clinical outcomes, and antibiotic susceptibility patterns. Data were analyzed using univariate descriptive analysis. A total of 50 patients were included, predominantly male (58%) and aged over 65 years (40%). The most frequent comorbidities were hypertension (60%) and diabetes mellitus (36%). The mean length of hospital stay was 14 days. Mortality was high, reaching 56%. Antibiotic susceptibility testing showed the highest sensitivity to meropenem (96%) and amikacin (92%), while commonly used first-line agents such as ceftriaxone, ampicillin–sulbactam, and ciprofloxacin demonstrated low sensitivity (<15%). CAP due to Klebsiella pneumoniae at Dr. M. Djamil General Hospital is associated with very high mortality and widespread resistance to first-line antibiotics. Empirical therapy should be guided by local antibiogram data and supported by strong antimicrobial stewardship programs.
Peningkatan Kesiapsiagaan Dokter Kecil melalui Pelatihan dan Simulasi Pertolongan Pertama pada Kegawatdaruratan di SD Telkom Padang: Pengabdian Nana Liana; Nurwiyeni; Meta Z Oktora; Muhammad Ivan; Rika Amran; Anandia Putriyuni; Lismawati R; Desi Aliefia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7668

Abstract

Kesehatan dan keselamatan peserta didik merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Berbagai kondisi kegawatdaruratan sederhana, seperti mimisan, pingsan, luka bakar, luka lecet atau sayat, tersedak, perdarahan, terkilir, serta gangguan pernapasan, dapat terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan awal yang tepat dan cepat. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama dapat menyebabkan penanganan tidak optimal sebelum bantuan tenaga kesehatan tersedia. Dokter kecil sebagai bagian dari upaya pembinaan kesehatan sekolah, memiliki potensi untuk diberdayakan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut sesuai kapasitasnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membekali dokter kecil dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kegawatdaruratan sederhana di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SD Telkom Padang dan diikuti oleh 32 dokter kecil. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, pendampingan, serta diskusi dan berbagi pengalaman. Peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mempraktikkan berbagai teknik pertolongan pertama dengan pendampingan mahasiswa. Kegiatan ini membekali keterampilan P3K untuk mendukung kesiapsiagaan dokter kecil dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.