Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Komoditas Biofarmaka Unggulan di Kabupaten Karanganyar Putri, Novel Handhika; Dewati, Rosita; Arianti, Yoesti Silvana
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local governments are given autonomy in order to explore and utilize the potential of the region, including the use of land resources for the development of the agricultural sector. Karanganyar Regency uses land for biopharma commodities. This research aims to identify leading biopharmaceutical commodities and establish priority areas for the development of leading commodities in Karanganyar Regency. The analysis model used is descriptive analysis, location quotient analysis, and shift share analysis. The results showed that ginger and turmeric commodities are excellent commodities and have high potential to be developed. The development of ginger commodity is prioritized to Kerjo and Jenawi sub-districts while turmeric commodities to Jatiyoso and Jumapolo subdistricts
Strategi Pengembangan Usahatani Jahe (Zingiber Officinale) Di Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar Novianto, Andi; Dewati, Rosita
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

prospect of developing ginger farming in Jenawi District has great potential because the ginger cultivated is of good quality. The type of ginger that is widely cultivated in Jenawi District is emprit ginger, emprit ginger has a strong spicy taste and a lot of essence. The purpose of this research is to determine the right strategic priority for developing ginger farming in Jenawi District. This research was conducted in ginger farming, Jenawi District, Karanganyar Regency. The basic method used is descriptive analytical. The types of data used are primary data and secondary data. The data analysis method used is farm analysis. The strategy formulation at the input stage uses the IFE matrix and the EFE matrix, at the matching stage using the SWOT matrix, and at the decision stage using the QSPM matrix. The results showed that the total cost was Rp. 34,417,711 / Ha, revenue Rp. 153,986,333 / Ha, income of IDR 119,568,622 / Ha. From the IFE matrix identified 4 strengths, 4 weaknesses, and the EFE matrix 4 threats, 5 threats. From the SWOT matrix, it produces 6 alternative strategies. The QSPM matrix produces strategic priorities, which is to collaborate with the Department of Agriculture to hold counseling and comparative studies so as to increase the knowledge and managerial skills of farmers so that they can improve ginger farming effectively and efficiently, because they get a total TAS value of 5.72.
Komparasi Tingkat Produktivitas Padi Sawah Dan Padi Gogo Di Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri Dedi, Dedi; Harinta, Yos Wahyu; Dewati, Rosita
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah kapur yang tandus dan berbukit – bukit. Untuk menyiasati kondisi daerah yang kering warga menanam padi gogo. Kecamatan manyaran terdapat dua jenis lahan yaitu lahan sawah dan lahan gogo. Tujuan penelitian untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan, efisiensi, untuk mengetahui perbandingan biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan tingkat produktivitas usahatani padi sawah dan padi gogo di Kecamatan Manyaran. Metode dasar yaitu deskriptif. Pengambilan lokasi secara purposive di Kecamatan Manyaran. Jumlah responden 60 yaitu 30 petani padi sawah dan 30 petani padi gogo. Metode analisis yaitu analisis usahatani dan analisis komparasi. Hasil penelitian 1) Rata-rata biaya produksi padi sawah Rp. 2.369.988/Ha dan padi gogo Rp. 890.770/Ha. Rata-rata penerimaan padi sawah Rp. 4.643.933/Ha dan padi gogo Rp. 1.813.400/Ha. Rata-rata pendapatan padi sawah Rp. 2.273.935/Ha dan padi gogo Rp. 922.630/Ha. Nilai B/C ratio padi sawah 0,96 artinya tidak layak dan padi gogo 1,04 artinya layak. Sedangkan nilai R/C ratio padi sawah 1,96 dan padi gogo 2,04 artinya baik usahatani padi sawah maupun padi gogo layak untuk diusahakan, maka efisiensi padi gogo lebih besar dari pada padi sawah. Nilai BEP Produk padi sawah dan padi gogo 527,49 Kg dan 198,52 Kg. Nilai BEP harga padi sawah dan padi gogo Rp 2.294,29/Kg dan Rp 2.204,88/Kg. 2) Hasil uji t biaya produksi 0,000, pendapatan 0,000, dan produktivitas 0,001 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya produksi, pendapatan, dan produktivitas usahatani padi sawah dengan padi gogo. Kata Kunci: Buruh Tani, Gabah, Upah
NILAI TAMBAH JAMUR TIRAM CRISPY “DuCrija Mush Chi” (STUDI KASUS IKM ANHAN MEKARSARI DI DESA NGARUM KECAMATAN NGRAMPAL KABUPATEN SRAGEN) Handayani, Siska Tri; Dewati, Rosita; Setyarini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crispy oyster mushrooms are snacks made from oyster mushrooms and produced by IKM Anhan Mekarsari, Ngarum Village, Ngrampal District, Sragen Regency. The purpose of this study was to determine the costs, revenues, efficiency and added value of the Crispy Oyster Mushroom “DuCrija Mush Chi”. The research method used is descriptive. IKM Anhan Mekarsari was choosen because it already has a P-IRT permit and halal certificate. Respondents in this study were the owner and 2 production employees. Analysis methods were used cost, revenue, income, efficiency and value added analysis. The results of this study are the total cost for produce crispy oyster mushroom is about Rp. 12.506.059 includes fixed costs (Rp. 176,648) and variable cost (Rp. 12.329.411). Revenue in a month is Rp.25.500.000. The income aerned is Rp. 12.993.941. The revenue and cost ratio of IKM Anhan Mekarsari is 2,5 which means if the R/C Ratio >1 then the business is feasible, the B/C Ratio 1,45 which means >1 the business is profitable. The added value obtained from processing oyster mushrooms in one production cycle is Rp. 115.385/Kg. The added value ratio shows 60,7%, it can be categorized as high added value for IKM Anhan Mekarsari because it more than 40% and the profit obtained from processing oyster mushrooms become crispy oyster mushrooms is Rp. 61.974?Kg of raw materials or about 88% of the product value per unit raw materials.   Keywords: Hayami, Oyster, Mushroom, Value Added.  
Preferensi Konsumen Buah Semangka Di Pasar Semangka Kecamatan Jebres Kota Surakarta Ido, Elvin; Anwar, Muhammad Fathul; Dewati, Rosita
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semangka adalah salah satu jenis buah favorit masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi yang sedang tumbuh membuat kualitas dan kemampuan beradaptasi semangka terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakter konsumen dan mengetahui preferensi konsumen buah semangka di Pasar Semangka Jebres. Penelitian ini dilakukan di Pasar Semangka Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Perumusan pada tahap input data menggunakan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik dari konsumen buah semangka di Pasar Buah Semangka Kecamatan Jebres Kota Surakarta diketahui bahwa sebagian besar responden yang di wawancarai adalah perempuan sebesar 52%, umur mayoritas berusia 15-60 tahun sebesar 88%, pekerjaan mayoritas responden adalah wiraswasta sebesar 54%. Dilihat dari pendapatan perbulan mayoritas responden memiliki pendapatan Rp. 1.000.000 – Rp. 3.000.000 sebesar 74%, memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA sebesar 76% dan memiliki status menikah sebesar 74%. Sedangkan hasil dari preferensi konsumen adalah Atribut yang mempengaruhi preferensi konsumen buah semangka di Pasar Semangka Kecamatan Jebres Kota Surakarta adalah kombinasi atribut bentuk bulat, motif lorek, jenis tanpa biji, harga <6500 warna kuning. Sedangkan atribut yang menjadi pertimbangan utama dalam pembelian semangka adalah harga 29,872%, lalu diikuti dengan bentuk 27,666%, motif 17,486%, warna 16,911%, dan jenis 8,065%.. Kata kunci : Buah Semangka, Analisis usaha, Preferensi Konsumen
Strategi Pengembangan Agrowisata Bariza Di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar Saputra, Febry; Harinta, Yos Wahyu; Dewati, Rosita
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agrowisata adalah sebuah opsi yang mungkin dapat dikelola di pedesaan. Setelah itu, pembatasan terhadap agrowisata dinyatakan kalau agrowisata merupakan tipe pariwisata yang spesial menciptakan produk pertanian, peternakan, perkebunan yang menjadi daya tarik para wisatawan. Usaha bisnis agrowisata yang ditekankan yaitu menjual jasa berbentuk kawasan ataupun produk pertanian yang mempunyai daya tarik spesifik kepada konsumen. Diketahui permasalahan yang terjadi pada Agrowisata Bariza adalah fasilitas yang dimiliki sudah tidak terawat dan memerlukan pengembangan agar menjadi Agrowisata yang dapat berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian untuk 1) Mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang berpengaruh dalam pengembangan Agrowisata Bariza di Kecamatan Ngagoyoso. 2) Menganalisis alternatif strategi yang dapat dikembangkan Agrowisata Bariza di Kecamatan Ngagoyoso. 3) Menentukan strategi prioritas dalam mengembangkan Agrowisata Bariza di Kecamatan Ngagoyoso. Metode pengambilan daerah penelitian dilakukan secara Purposive. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif antara lain: IFE dan EFE, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yakni bauran pemasaran, 3K pemasaran, SDM dan Modal terindentifikasi 5 kekuatan, 5 kelemahan dengan total skor matrik IFE 3,19 dan matriks EFE faktor yang akan dianalisis yakni STP Pemasaran, SDA, Kebijakan Pemerintah teridentifkasi 5 peluang, 5 ancaman dengan total skor matriks EFE 3,20. Matriks SWOT menghasilkan 15 alternatif strategi. Prioritas strategi yang dianalisis dengan menggunakan matriks QSPM, dimana alternatif strategi ada 3 pengembangan Agrowisata Bariza di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan dari analisis matriks QSPM didapatkan prioritas strategi yang paling efektif yakni Melakukan pendataan secara terperinci mengenai kekurangan fasilitas sehingga dapat ditambah dan diperbaiki, nilai TAS 6,67. Kata kunci : Agrowisata, Bariza, Ngargoyoso
Analisis Marjin Pemasaran Ubi Kayu (Manihot Utilissima) Di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Marleni, Yuni; Harinta, Yos Wahyu; Dewati, Rosita
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jase.v3i2.4619

Abstract

Cassava is the third food ingredient after rice and corn which is one of the leading agricultural products that is widely marketed in the Polokarto District area. The aim of this research is to determine the marketing channels, marketing margins and marketing efficiency of cassava that are most effectively used by cassava farmers in Polokarto District, Sukoharjo Regency. The basic method used in this research is descriptive which is aimed at highlighting facts, variables, circumstances and phenomena that are occurring now (when the research is taking place) and uses survey methods as a research technique. The results of this research are that there are 3 cassava marketing channels in Polokarto District, Sukoharjo Regency. In marketing channel I, the marketing institutions involved in cassava marketing are retailers. In channel II the marketing institutions involved are collecting traders, wholesalers and retailers. In channel III the marketing institutions involved are collecting traders and wholesalers. The marketing margin for marketing channel I is IDR 2,000, the margin for channel II is IDR. 13,450 and channel III margin is IDR 13,500. Farmer's share in channel I is 50%, channel II is 10.33% and channel III is 10%. The efficient marketing channel is marketing channel I with an efficiency level of 16.68%. Meanwhile, marketing channel II has an efficient level of 17.37% and marketing channel III has an efficient level of 28.07%. Based on this, it can be said that the most efficient is marketing channel I because it has the shortest channel so that the marketing costs that take place in this marketing channel pattern are the lowest and the farmer's share value is high in marketing channel I.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP CABAI DI KECAMATAN BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO Dewangga, Muchammad; Dewati, Rosita; Setyarini, Agung
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jase.v3i2.4630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen cabai dan untuk mengetahui tingkat atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian cabai di kecamatan Bendosari. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja atau (purposive sampling) yaitu di Kecamatan Bendosari. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 50. Teknik pengujian dilakukan dengan menggunakan model Multiatribut Fishbein. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik konsumen yang membeli cabai di Kecamatan Bendosari adalah perempuan pada rentang usia 20-64 tahun dengan rata-rata pendidikan terakhir yaitu S1/D4 sebesar 35% dengan pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa dengan penghasilan rata-rata <Rp. 1.000.000 per bulan. Jumlah anggota keluarga dalam satu rumah rata-rata sebanyak 3-4 orang dalam satu rumah. Sikap konsumen terhadap atribut cabai yang dipertimbangkan dalam keputusan pembelian di Kecamatan Bendosari dapat disimpulkan sebagai berikut: Atribut rasa cabai menduduki peringkat tertinggi dengan nilai 17,84 dan dikategorikan sebagai atribut yang positif, menunjukkan bahwa rasa menjadi faktor utama dalam pemilihan cabai. Tingkat kematangan (nilai 16,48) dan jenis cabai (nilai 16,31) juga menjadi pertimbangan penting bagi konsumen. Sementara itu, harga cabai (nilai 15,08) dan warna kulit (nilai 14,35) dikategorikan sebagai atribut netral, yang meskipun tidak dominan, tetap mempengaruhi preferensi konsumen dalam pembelian.
Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Kopi Instan Di Kabupaten Sukoharjo Nugroho, Arip Setyo; Harinta, Yos Wahyu; Dewati, Rosita
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebuan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Mengkonsumsi minuman kopi merupakan hal yang lumrah dan seakan menjadi sebuah kebiasaan bagi sebagian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk kopi instan. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif. Tempat penelitian dipilih secara senganja di Kecamatan Grogol dan Kecamatan Kartasura. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 50. Analisis yang digunakan adalah analisis Konjoin. Berdasarkan analisis konjoin untuk menentukan preferensi konsumen terhadap produk kopi instan menunjukan bahawa atribut promosi merupakan atribut yang paling penting oleh konsumen dalam membeli produk kopi instan. Atribut kedua yang dianggap penting adalah harga. Atribut selanjutnya yang dianggap penting adalah jaminan mutu kemudian rasa dan yang dianggap kurang penting oleh konsumen adalah kemasan.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOMODITI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI Afifah, Nur; Harinta, Yos Wahyu; Dewati, Rosita
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan agribisnis bawang merah di Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik wawancara, pencatatan dan observasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) Analisis faktor-faktor internal dan eksternal, (2) Matriks SWOT, dan (3) QSPM (Quantitave Strategic Planning Matriks). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total dalam satu kali musim tanam dengan luas lahan sebesar 1000 m2 sebesar Rp. 7.116.209, penerimaan Rp. 20.000.000, dan pendapatan Rp. 12.939.791. Dari matriks IFE teridentifikasi 5 kekuatan, 5 kelemahan, dan matriks EFE 5 peluang ,4 ancaman. Dari matriks SWOT menghasilkan 9 alternatif strategi. Matriks QSPM menghasilkan prioritas strategi dengan TAS tertinggi yaitu, (1) program memberi bantuan modal dari Pemerintah dengan nilai TAS (Total Atractiveness Score) 81,46, (2) Penerapan teknologi PHT dengan TAS 44,04, (3) peningkatan kualitas dan kuantitas bawang merah dengan intensifikasi pertanian dengan TAS 31,76.