Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Konten Stand-Up Comedy Bertema Politik di Media Sosial Terhadap Perilaku Politik Generasi Z (Studi Pada Mahasiswa Prodi PPKn FIS UNP) Nur Rezki; Irwan Irwan; Hasrul Hasrul; Eni Kurniawati
Journal of Civic Education Vol 9 No 2 (2026): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v9i2.1257

Abstract

Tingginya intensitas penggunaan media sosial oleh generasi Z tidak selalu diiringi dengan meningkatnya kesadaran terhadap informasi ataupun isu politik. Sebagian besar generasi z di indonesia cenderung lebih tertarik pada konten hiburan dibandingkan dengan hard news, termasuk isu politik. Munculnya konten stand-up comedy bertema politik di media sosial hadir sebagai alternatif penyampaian isu politik maupun informasi politik yang santai namun kritis, serta berpontensi membentuk pemahaman dan opini politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terhadap perilaku politik mahasiswa PPkn FIS UNP sebagai bagian dari generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terhadap perilaku politik mahasiswa PPKn FIS UNP. Hal ini dibuktikan melalui uji signifikansi dengan nilai Sig. Hasil sig sebesar 0.001yang lebih kecil dari α = 0.05 (0.001 < 0.05). Dengan demikian, konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku politik. Berdasarkan tiga aspek perilaku politik kognitif, afektif dan konatif, konatif pada penelitian ini didapatkan perilaku politik kognitif menunjukkan bahwa sebanyak 40 responden (75%) mengakui bahwa setelah menonton konten stand-up comedy bertema politik, mereka memperoleh pemahaman baru mengenai berbagai informasi dan isu politik yang disampaikan. Pada aspek afektif atau sikap, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 33 responden (62,3%) berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konten stand-up comedy bertema politik di media sosial mampu memengaruhi sikap politik mahasiswa. Pada aspek konatif atau tindakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori tinggi mendominasi dengan jumlah 25 responden (47%), diikuti oleh kategori sedang sebanyak 22 responden (42%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa konten stand-up comedy bertema politik di media sosial tidak hanya memengaruhi aspek pengetahuan dan sikap mahasiswa, tetapi juga mendorong munculnya tindakan yang berkaitan dengan perilaku politik.
Penguatan Kematangan Psikologi dan Kesehatan Mental Remaja dengan Mengimplementasikan Nilai Pancasila dan Keislaman Siti Rahimah Yusra; Rizaldy Hanifa; Eni Kurniawati; Oktari Kanus
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v7i2.136463

Abstract

Kematangan psikologi dan kesehatan mental merupakan salah satu fondasi bagi remaja yang mengalami perubahan intens baik dalam aspek individu dan sosial. Penanaman dan implementasi nilai Pancasila serta keislaman pada siswa usia remaja diharapkan dapat menjadi benteng pengaruh negatif yang terdapat di lingkungan remaja, baik dalam dunia maya maupun nyata. Kegiatan program PKM ini disusun dalam bentuk pengarahan dan diskusi terpumpun yang dilaksanakan di MAN 1 Pariaman melalui beberapa tema diantaranya (1) kematangan psikologi remaja ditinjau dari aspek kognitif, emosional, dan sosial; (2) penyimpangan nilai-nilai Islami dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja; (3) media digital, literasi digital, dan kematangan psikologi dan kesehatan mental remaja. Berdasarkan poin-poin yang disampaikan pemateri, peserta memperoleh pengayaan terkait pentingnya memiliki kontrol diri, pengembangan kemampuan berfikir objektif, dan kemampuan beradaptasi dalam mengelola emosi. Selain itu, peserta juga memahami bahwa sikap mandiri, tanggungjawab, penerimaan terhadap kritik dan komunikasi efektif akan membantu dalam aspek sosial yang didukung dengan implementasi nilai-nilai etika dan moral seperti tertuang dalam Pancasila dan nilai-nilai keislaman. Beberapa poin diskusi terpumpun yang melibatkan penyimpangan terhadap nilai islami membantu siswa memahami bahwa penerapan nilai islami yang sesuai dan terarah akan mendukung kesehatan mental, mengurangi fikiran dan emosi negatif yang muncul, dan mendukung siswa untuk meraih prestasi dan menggali potensi diri. Disamping itu, diskusi terkait penggunaan media digital dan literasi digital mengarahkan peserta agar dapat bersikap bijak dalam pergaulan. Upaya-upaya tersebut adalah bentuk kepedulian tim PKM dan mitra untuk mendukung kematangan psikologi dan kesehatan mental remaja guna mempersiapkan generasi muda yang stabil, produktif, dan berkualitas.
Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Muhammad Alif Fidia; Fatmariza Fatmariza; Henni Muchtar; Eni Kurniawati
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.955

Abstract

Public awareness in maintaining environmental cleanliness is one of the essential elements in the implementation of civic responsibility at the local level. In Nagari Sicincin, Padang Pariaman Regency, environmental cleanliness remains a significant issue, as evidenced by the community’s habit of disposing of waste indiscriminately in public places such as markets, roadsides, and drainage channels. This study adopts a qualitative approach with a descriptive method to analyze the ongoing social phenomena. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving community members, community leaders, and village officials as informants. The results of the study indicate that the lack of public awareness is influenced by both internal and external factors. Internal factors include indifferent attitudes, laziness, and the perception that cleanliness is solely the responsibility of the government. Meanwhile, external factors include inadequate infrastructure, limited cleanliness programs, and weak socialization and law enforcement. The consequences of this situation are environmental degradation, increased health risks, and disruptions to community social activities. Therefore, collaborative efforts are needed through environmental education, the provision of adequate facilities, and the strengthening of civic responsibility values to create a clean, healthy, and sustainable environment.
Pelaksanaan remedial pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Tingkat SMA Suci Ramadhana; Rita Anggraini; Isnarmi Moeis; Eni Kurniawati
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 3 (2026): Seventeenth Issue
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i3.1028

Abstract

This study aims to describe the implementation of remedial instruction, the obstacles encountered, and the efforts made to overcome these obstacles in the Pancasila Education subject for Grade X students at SMA Negeri 1 Tigo Nagari. The study employs a qualitative approach with a descriptive method. Research informants included the Pancasila Education teacher, the Deputy Principal for Curriculum Affairs, and students participating in the remedial program. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that remedial instruction is conducted for students who have not met the Learning Objective Mastery Criteria (KKTP) through a process involving the identification of learning difficulties, re-explanation of material, practice exercises, additional assignments, and re-evaluation. Obstacles identified include time constraints, low learning motivation, difficulty understanding the material, and low student self-confidence. Efforts made by the teacher include providing motivation, re-teaching, assigning practice and additional tasks, adopting a personal approach, and managing time flexibly. Thus, the implementation of remedial instruction has helped students improve their understanding and learning outcomes, although more optimal efforts are still required to address the various obstacles associated with its implementation.