Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perempuan Penyandang Disabilitas dalam Bingkai Stigma dan Tradisi Belis di Kota Kupang Handayani, Suci Lestari; Manehat, Beatrix Yunarti
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v10i2.23154

Abstract

Perempuan penyandang disabilitas di Kota Kupang menghadapi diskriminasi berlapis: selain keterbatasan fisik, mereka juga distigmatisasi karena dianggap tidak mampu menjalankan peran domestik, sehingga dinilai tidak layak menikah. Dalam masyarakat yang masih memegang nilai patriarki, pandangan ini semakin kompleks dengan adanya tradisi belis yang menempatkan perempuan pada posisi simbolik tertentu dalam perkawinan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana nilai perempuan disabilitas dipandang dalam sistem adat, dan apakah belis memperkuat stigma atau justru membuka ruang penerimaan? Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk stigma sosial yang dialami perempuan disabilitas dalam konteks pernikahan serta memahami makna belis dalam menentukan posisi mereka. Penelitian dilakukan di Kota Kupang pada bulan januari hingga juni tahun 2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih secara purposive, meliputi perempuan disabilitas dari organisasi PERSANI dan GARAMIN, keluarga, kerabat, serta tokoh adat dari suku Timor dan Sabu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan instrumen pedoman wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan koding tematik berdasarkan teori stigma Goffman, serta triangulasi untuk menjamin validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial terhadap perempuan disabilitas masih kuat, terutama terkait peran istri dan ibu rumah tangga. Namun, praktik belis justru memperlihatkan fleksibilitas: tidak ada pembedaan nominal antara perempuan disabilitas dan non-disabilitas, dan kehadiran calon suami sering dianggap sebagai penghargaan terbesar. Hal ini mengindikasikan bahwa belis tidak selalu menjadi sarana eksklusi, melainkan dapat dimaknai sebagai mekanisme inklusi sosial jika ditafsirkan secara simbolik dan adil.
Transformation from Livestock Barter to Cash Payments in Manggarai Paca Bridewealth Traditions Sonbay, Yolinda Yanti; Manehat, Beatrix Yunarti; Tule, Philipus
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 6 (2025): JIMKES Edisi November 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i6.4020

Abstract

Paca, the bridewealth practice in the Manggarai community, has shifted from barter-based payments such as livestock, land, and jewelry to predominantly cash transactions. This transformation, known as Kaba Agu Jarang Satu Cikang, reflects wider socio-economic changes and raises questions about its cultural and symbolic implications within the marriage market. This study analyzes paca as a transactional mechanism, explores its transition to cash payments and the resulting shifts in symbolic meaning, and interprets paca as a form of social accounting amid modernization. Using transcendental phenomenology, data were collected through focus group discussions, interviews, and documentation to capture lived experiences from multiple perspectives. The findings show that paca increasingly resembles business transactions and corresponds with accounting concepts reflected in PSAK 55, PSAK 23, and PSAK 58, indicating a movement from sacred ritual toward a more commercialized process. Despite this shift, paca continues to function as social accounting by mediating relationships and maintaining cultural cohesion. This study contributes to understanding how customary practices adapt to economic change and offers practical insight for community stakeholders to balance modernization with the preservation of cultural and symbolic values.
Co-Authors Adiutrix Maria Irayanti Seran Alexio, Afonso Alfianus Oki Alfonsus Rodriques Suninono Alfry Aristo Jansen Sinlae An, Clarisa Margareth Ang, Clarisa Margareth Ang, Clarisa Margaretha Anita Bessi Antonius Y. W Timuneno Antonius Yohanes William Timuneno Bas, Muhammad Bashri Bery , Roy Renaldy Weny Boelan, Erly Grisca Boikh, Ananda Oky Mekel M. Bria, Kristina Brito, Manuel Costa, Don Lorenzo Glenn Da Dawu , Leopold M.T. Doren, Magdalena Val Egidius Taimenas Ene, Maria Rosamistika Enike Tje Yustin Dima Erly Grizca Boelan Fransiska Ivon Kaka Funan, Vebriana Gani, Elisabeth Adelia Merdekawati Gerardus Diri Tukan Gokok, Gaspar Antonius Padua Rapok Gokok, Gaspar Risno Rapok Handayani, Suci Lestari Hermanus , Chantika Elisabeth Hermanus, Chantika Elisabeth Hermanus, Erwin Putra Bimantoro I Putu Edi Darmawan Ignatius Pricher Agung Nirwanto Samane Ineldis Narsi Jesus, Monica Perera De Koten, Maria Bunga Latuheru, Grace Rianti Leopold Melkiano Triangga Dawu Lian, Yohanes Pemandi Luan, Olyva Renyarosari Magdalena Noviani Nayseo Maria Augustin Lopes Amaral Maria Odriana Veronica Moi Maria Odriana Veronica Mooi Maria Odriana Veronika Moy Maria Velangkani Ndun Martinus Yongki Efi Mbouk, Eugenesius Hans Meo, Albertina Mosa, Maria Ernesta Mugi, Veronika Pignateli Naben, Pricilia Meysi Narsi, Ineldis Ndun, Maria Aprilia Velangkani Ngguwa, Serlinda Yulmias Nomleni, Abraham Bary Pah, Vianny Cecilia Pareira de Jesus, Monica Petrus Tan Rere Paulina Bibiana Sanda, Fulgensius Oswin Selfiana Goetha Seran, Adiutrix Maria Irayanti Seran, Paskalis Setiawan, Apolinaris Seuk, Maria Dorciana Sonbay , Yolinda Yanti Suninono, Alfonsus Rodriques Tan, Peter Timuneno, Antonius Yohanes William Tukan, Gerardus D. Tule, Philipus Viany Cecilia Pah Widyakusuma, Annastry Wutun , Maria Bernadethe Mawarni Gelu Yanti Sonbay, Yolinda Yohanes Pemandi Lian Yolinda Yanti Sonbay Yolinda Yanti Sonbay Yustina Alfira Nay