Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Alat Bantu Pillbox Terhadap Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RS Umum Nirwana Banjarbaru Wati, Helmina; Restiana Rusida, Esty; Sri Wahyuni, Ririn
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 1 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i1.22327

Abstract

Kepatuhan pasien untuk meminum obat memegang peranan sangat penting pada keberhasilan pengobatannya untuk menjaga kadar glukosa darah dalam rentang normal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pillbox terhadap nilai kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RS Umum Nirwana. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimenal dengan rancangan cross-sectional dengan jumlah sampel 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data kadar glukoas darah dianalisis menggunakan uji wilcoxon test. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah diberikan alat bantu pillbox yaitu 318.43 mg/dl;191.93 mg/dl secara berturut turut. Kesimpulan yaitu terdapat pengaruh pillbox terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah diberikan pillbox pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RS Umum Nirwana (p value=0,000).
Pengaruh Penggunaan WhatsApp Reminder dan Leaflet Terhadap Kepatuhan dan Keberhasilan Terapi Hipertensi di Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru: The Effect of Using WhatsApp Reminder and Leaflet on Cpmpliance and Theraphy Succes of Hypertension Patienta at Sungai Ulin Banjarbaru Wati, Helmina; Rusida, Esty Restiana; Mulyani, Sri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7132

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan adalah gambaran perilaku pasien dalam meminum obat dengan benar sesuai anjuran petugas kesehatan. Peningkatan kepatuhan dapat dilakukan dengan pemberian intervensi berupa whatsapp dan Leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pesan whatsapp Reminder dengan leaflet sebelum dan sesudah diberikan, serta melihat perbandingan tekanan darah antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan metode pre and post design dengan intervensi melalui Whatsapp dan Leaflet, kemudian diambil data kepatuhan setelah 14 hari dengan metode MMAS-8 dan nilai tekanan darah. Jumlah sampel sebesar 54 orang. Hasil penelitian nilai kepatuhan pada kelompok perlakuan pre dan post sebesar 18,5% dan 77,8%. Hasil nilai tekanan darah kelompok perlakuan pre dan post adalah 158/96 mmHg dan 141/84 mmHg. Sedangkan hasil nilai tekanan darah kelompok kontrol pre dan post adalah 164/99 mmHg dan 152/91 mmHg. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian whatsapp dan leaflet terhadap peningkatan kepatuhan pasien hipertensi dengan nilai p value < 0,05 yaitu 0,000, serta ada perbedaan tekanan darah sistolik dan diastol antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilai p value < 0,05 yaitu 0,044 dan 0,033.
Comparison Of HbA1c Levels in Type II Diabetes Mellitus Patients Receiving A Combination of Oral Hypoglycemic Drugs and Insulin Degludec-Aspart Versus Insulin Degludec-Aspart Monotherapy Wati, Helmina; Ramadhani, Syahrizal; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Rusida, Esty Restiana; Raffyqurrahman, Muhammad
Journal of Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.22242

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kelebihan glukosa yang disebabkan oleh menurunnya kinerja insulin dalam tubuh. Kriteria utama dalam manajemen glukosa darah adalah kadar HbA1c. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe II yang mendapatkan terapi kombinasi obat hipoglikemik oral dan insulin degludec-aspart dibandingkan dengan pasien yang menerima monoterapi insulin degludec-aspart. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu cross-sectional secara retrospektif pada bulan Januari-Desember 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 66 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok. Nilai HbA1c yang diperoleh dari bulan pertama hingga bulan ketiga dianalisis secara statistik menggunakan independent sample t-test dengan uji SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar HbA1c pada kombinasi terapi obat hipoglikemik oral + insulin degludec-aspart sebelum dan sesudah dengan selisih nilai ± SD sebesar (1,565 ± 1,10)% dan penurunan nilai HbA1c ± SD pada monoterapi insulin degludec-aspart sebelum dan sesudah dengan selisih nilai (1,05 ± 0,74)% dengan nilai p (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penurunan nilai HbA1c pada kedua kelompok dengan nilai p (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi oral lebih efektif daripada monoterapi.  Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, HbA1c, Insulin Degludec-Aspart, Obat Hipoglikemik Oral, Kombinasi Terapi. Type II diabetes mellitus is a condition marked by hyperglycemia due to reduced effectiveness of insulin within the body.The main criterion in blood glucose management is HbA1c level. The objective of this research was to assess the difference in HbA1c levels between type 2 diabetes patients treated with a combination of oral hypoglycemic agents and insulin degludec-aspart versus insulin degludec-aspart alone. This research method uses a retrospective cross-sectional research design in January-December 2023 with a total sample of 66 patients divided into 2 groups. HbA1c values collected from the first to the third month were analyzed using the independent sample t-test in SPSS version 21. The Medical Research Ethics Commission of Ulin Banjarmasin Regional General Hospital South Kalimantan has approved this study. HbA1c levels in the combination of oral hypoglycemic drug therapy and insulin degludec-aspart pre- and post- with a difference in ± SD value of (1.565 ± 1.10)% decrease and a decrease in HbA1c ± SD value in insulin degludec-aspart mono-therapy pre- and post- with a difference in value (1.05 ± 0.74)% with a p-value (<0.05).This study concludes that the reduction in HbA1c levels between the two groups differs significantly, as indicated by a p-value of less than 0.05. This implies that the use of oral combination is more effective than mono-therapy.
PENINGKATAN DAYA JUAL PRODUK MADU KELULUT KHAS KALIMANTAN MELALUI BRANDING DAN PACKAGING Restiana Rusida, Esty; Aditya Noviadi Rakhmatullah; Muhammad Hidayatullah; A. Yanie
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1762

Abstract

Madu telah lama dikenal dan diketahui manfaatnya oleh manusia. Semua aktivitas dan produk yang dihasilkan oleh madu mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Madu dimanfaatkan dalam berbagai kepentingan, baik sebagai bahan baku obat maupun kosmetik. Cluster peternak madu kelulut di kecamatan karang intan ini bernama Maleponini dimana klaster ini mengembangkan budidaya madu kelulut. Meskipun produksi madu tergolong melimpah, penjualannya masih sangat terbatas karena strategi pemasarannya yang hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dihadirkan untuk memberikan pendampingan kepada anggota cluster Maleponini Madu Kelulut dalam hal branding, pengemasan produk. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025. Dengan brand yang menarik, kemasan produk yang berkualitas, dan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan usaha madu kelulut dapat lebih bersaing di pasar. Kegiatan pengabdian ini melibatkan beberapa tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai branding, pengemasan produk, dan pemasaran digital sebesar 75 %. Selain itu, peserta kegiatan juga berhasil menciptakan merek "Honey Kelulut" dengan desain kemasan yang menarik serta konten promosi yang dibagikan melalui media sosial dan platform e-commerce.