Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat Sigalingging, Hartati Riania; Medyati, Novita; Bouway, Dolfinus Yufu
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/pmrtkt96

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja perawat di ruang rawat inap Interna RSUD Mimika meningkat akibat rasio perawat-pasien yang tidak seimbang, kompleksitas kasus, dan tugas administratif, sehingga menurunkan mutu pelayanan serta meningkatkan risiko kelelahan dan keselamatan pasien.Metode: Penelitian ini adalah studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 28 perawat (5 laki-laki, 23 perempuan) menggunakan kuesioner beban kerja teruji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,877).Hasil: Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan rasio prevalensi. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,044), jumlah pasien (p = 0,000), tingkat ketergantungan (p = 0,000), jumlah perawat (p = 0,024), lama rawat (p = 0,000), dan tupoksi (p = 0,001) dengan beban kerja perawat. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara pendidikan terakhir (p = 0,229) dan masa kerja (p = 0,978). Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa lama rawat (p = 0,039) merupakan satu-satunya faktor dominan. Lama rawat menjadi faktor paling berpengaruh terhadap beban kerja.Kesimpulan: Beban kerja perawat dipengaruhi oleh usia, jumlah pasien, tingkat ketergantungan, jumlah perawat, lama rawat, dan tupoksi. Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah lama rawat pasien.
Analisis Kebutuhan Tenaga Perawat Berdasarkan Beban Kerja di Ruang Bedah Pria Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Robeka Amsor, Yustina; Yufu Bouway, Dolfinus; Makaba, Sarce; Togodly, Arius; Medyati, Novita; Anggai, Martapina
Journals of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i4.2026

Abstract

Beban kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menghitung kebutuhan tenaga, Beban kerja perawat adalah jumlah total waktu keperawatan yang digunakan untuk melakukan kegiatan pokok, kegiatan penunjang dan kegiatan tambahan seorang perawat selama waktu kerja. Tujuan penelitian ini untuk menghitung kebutuhan tenaga perawat yang berada di Ruang Bedah Pria Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura berdasarkan beban kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan pendekatan kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat berjumlah 18 orang, pengambilan sampel dengan purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang, data diperoleh melalui observasi dan telaah dokumen, dianalisis menggunakan workload indicator of staffing need (WISN). Rasio WISN = 1 menunjukkan jumlah staf dan beban kerja dalam keadaan seimbang, bila Rasio WISN < 1 maka beban kerja besar dan tenaga yang ada belum sesuai dengan beban kerja, namun bila Rasio WISN > 1, maka beban kerja semakin kecil artinya jumlah tenaga yang ada melebihi beban kerja. Hasil penelitian diperoleh 22 orang, tenaga yang ada saat ini 18 orang, rasio 0,8 (Rasio WISN < 1) artinya beban kerja meningkat dan tenaga yang ada belum sesuai dengan beban kerja, sehingga dibutuhkan penambahan tenaga 4 orang perawat
Revealing Academic Stress in Medical Students of Cenderawasih University, Jayapura, Papua Province, Indonesia Setyarini, Kaida Irma; Makaba, Sarce; Hasmi, Hasmi; Bouway, Dolfinus Yufu; Tingginehe, Rosmin Mariati; Anggai, Martapina Maria
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i8.10553

Abstract

The prevalence of stress experienced by Indonesian students is 36.7–71.6%. Academic stress also occurs in students in Papua. However, the causative factors have not been revealed. The aim of this study was to reveal the academic stress of medical students of Cenderawasih University and its related factors. The research used is cross-sectional, sampling technique uses purposive sampling, with a total sample of 188. The research was carried out in December 2023 at the Faculty of Medicine, Cenderawasih University, Jayapura. The result showed a significant and risky relationship with student academic stress are academic factors  (p-value 0.018) RP=2,704, and health conditions (p-value 0.021)  RP=5,143. All of these factors must be managed well by Medical education team management.
KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS WAENA Sude, Ellen Vinardya; Bouway, Dolfinus Yufu; Yufuai, Agustina Regina; Hasmi, Hasmi; Ayomi, Mina Blandina; Nurdin, Muhammad Akbar
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i2.22048

Abstract

Human Immunodeficiency Virus, Sifilis dan Hepatitis B dikenal sebagai penyakit yang ditularkan lewat darah atau cairan tubuh lainnya. Infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada anak 90% tertular dari ibunya. Dalam mengatasi penularan Infeksi Menular Seksual pada ibu hamil, WHO mengusulkan eliminasi penularan penyakit infeksi dari ibu ke anak. Penyakit yang jadi fokus eliminasi yakni HIV, Sifilis, dan Hepatitis B. Eliminasi yang dicanangkan oleh WHO tersebut kemudian diadopsi oleh Kementerian Kesehatan disebut sebagai 3E (Triple Eliminasi). Tujuan studi ini ialah guna mencari tahu faktor  yang berkaitan pada kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Waena. Metode yang dipakai ialah epidemiologi analitik melalui pendekatan Cross Sectional dengan responden ibu hamil yakni 60 orang. Hasil studi menunjukkan  responden yang patuh dalam pemeriksaan Triple Eliminasi yakni 73,3% sedangkan responden yang tidak patuh yakni 26,7%. Hasil analisis bivariat memperlihatkan ada korelasi sikap (P-value = 0,005) dengan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Triple Eliminasi, ada korelasi dukungan keluarga (P-value = 0,028) dengan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan Triple Eliminasi, peran tenaga kesehatan (P-value = 0,001) dengan kepatuhan ibu hamil pada pemeriksaan Triple Eliminasi. Kesimpulannya ada korelasi sikap, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil pada pemeriksaan Triple Eliminasi.
Skrining Malaria Puskesmas Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura Tuturop, Katarina L; Asriati; Pariaribo, Konstantina M; Adimuntja, Natalia; Bouway, Dolfinus Yufu; Yufuai, Agustina; Assa, Inriyanti
The Community Engagement Journal Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS CENDERAWASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52062/thecommen.v7i2.4567

Abstract

Clinical manifestations and laboratory examinations can help diagnose malaria. Several methods, such as molecular-based tests, RDT, and microscopic examination by reading thick and thin blood smears, can be used to diagnose malaria through laboratory tests. RDT is an alternative method for malaria diagnosis that targets Plasmodium antigens. It has been widely used around the world. Public Health students from Cenderawasih University, in collaboration with the Hebeybhulu Yoka Health Center, conducted malaria screening using anamnesis and blood examination methods with RDT. The screening practice started on Tuesday, November 4, 2024, and will continue until November 13, 2024. collecting samples from patients receiving treatment at Puskesmas Hebeybhulu Yoka. Based on the screening results, the biggest risk factor contributing to malaria cases is stagnant water, such as ditches, with 11 positive cases (21.2%). Respondents who tested positive for malaria were 82.7%, with 13.6% testing positive for tertian malaria, 2.5% for tropical malaria, and 1.2% for mixed malaria.
Analisis Risiko Infertilitas Akibat Konsumsi Ikan yang Mengandung Logam Berat pada Suku Port Numbay di Kampung Enggros, Tobati, dan Nafri di Teluk Youtefa, Kota Jayapura Anna Bethseba Lizabella Mien Manyakori; Bouway, Dolfinus Yufu; Martapina Anggai; Hasmi; Sarce Makaba; Novita Medyati; Yacob Ruru
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4481

Abstract

Konsumsi Ikan yang Terkontaminasi Logam Berat Merupakan Faktor Risiko Potensial terhadap Infertilitas, terutama di wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan yang tinggi seperti pada Suku Port Numbay di Teluk Youtefa, Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko infertilitas akibat konsumsi ikan yang mengandung logam berat pada masyarakat di Kampung Enggros, Tobati, dan Nafri. Desain penelitian menggunakan pendekatan kasus-kontrol dengan 42 responden (15 infertil dan 27 fertil). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Risiko diukur menggunakan Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (CI). Ditemukan bahwa perilaku konsumsi ikan yang terpapar logam berat berhubungan signifikan dengan infertilitas (p = 0.038; OR = 0.188; 95% CI: 0.038–0.914). Faktor lain seperti usia, pendidikan, pendapatan, akses layanan kesehatan, dan kualitas hidup menunjukkan kecenderungan hubungan, namun tidak signifikan secara statistik. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa perilaku konsumsi ikan yang terkontaminasi logam berat dan usia merupakan faktor dominan yang memengaruhi infertilitas, dengan Odds Ratio (OR) masing-masing sebesar 7,10 dan 5,13. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi ikan yang terkontaminasi logam berat dan kejadian infertilitas pada masyarakat Suku Port Numbay. Diperlukan pemantauan konsumsi ikan, edukasi kesehatan reproduksi, serta penelitian lanjutan menggunakan biomarker logam berat untuk memperdalam pemahaman terhadap risiko ini.