Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Implementasi Kebijakan Kesehatan dengan Faktor Penentu Angka Kematian Bayi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Suryanti, Reny; Ningsih, Lisma; Febryanti, Ade; Marwanto, Andriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25094

Abstract

ABSTRACT Infant Mortality Rate (IMR) is one of the primary indicators of public health status and remains a significant health problem in various regions, including Bengkulu City. Efforts to reduce IMR require effective implementation of health policies at the primary healthcare level. This study aimed to analyze the relationship between health policy implementation and the determinants of infant mortality at Pasar Ikan Primary Health Center, Bengkulu City. This research employed a mixed-method approach. Quantitative data were collected through structured questionnaires to analyze the relationship between health policy implementation and the determinants of IMR, while qualitative data were obtained through interviews to support and explain the quantitative findings. The study population consisted of 42 respondents, including the Head of the Primary Health Center, the Head of Administrative Subdivision, medical personnel, healthcare workers, and community members with infants or toddlers, using a total sampling technique. Quantitative data were analyzed using the Spearman correlation test, while qualitative data were analyzed descriptively. The results showed a strong, positive, and statistically significant relationship between health policy implementation and the determinants of infant mortality (r = 0.716; p 0.001). Interview findings indicated that health policy implementation plays a role in strengthening maternal and child health services through improved access to services, enhanced service quality, and better monitoring of maternal and infant health. The study concludes that effective health policy implementation at the primary healthcare level plays an important role in supporting efforts to reduce infant mortality in Bengkulu City. Keywords : Health Policy Implementation, Infant Mortality Rate, Primary Health Center.  ABSTRAK Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan masyarakat yang masih menjadi permasalahan kesehatan di berbagai daerah, termasuk di Kota Bengkulu. Upaya penurunan AKB memerlukan implementasi kebijakan kesehatan yang efektif di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi kebijakan kesehatan dengan faktor-faktor penentu angka kematian bayi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method). Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terstruktur untuk menganalisis hubungan antara implementasi kebijakan kesehatan dan faktor-faktor penentu AKB, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara untuk memperkuat dan menjelaskan temuan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 42 responden yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Kepala Subbagian Tata Usaha, tenaga medis, tenaga kesehatan puskesmas, serta masyarakat yang memiliki bayi atau balita, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara implementasi kebijakan kesehatan dengan faktor-faktor penentu angka kematian bayi (r = 0,716; p 0,001). Hasil wawancara menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesehatan berperan dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan akses layanan, kualitas pelayanan, serta pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan kesehatan yang efektif di tingkat pelayanan primer memiliki peran penting dalam mendukung upaya penurunan angka kematian bayi di Kota Bengkulu. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan Kesehatan, Angka Kematian Bayi, Puskesmas. 
PEMBINAAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR Simbolon, Demsa; Rizal, Ahmad; Kusdalinah, Kusdalinah; Natan, Okdi; Ningsih, Lisma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37837

Abstract

Abstrak: Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, terus meningkat, sementara pemahaman masyarakat dan keterampilan kader Posbindu dalam deteksi dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu dalam mendeteksi faktor risiko PTM serta mendorong partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Kecamatan Sukaraja dengan melibatkan 10 kader Posbindu dari 2 Posbindu. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest–posttest 20 pertanyaan untuk menilai pengetahuan kader dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu. Kegiatan berlangsung selama April–Oktober 2024. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 44,17 sebelum pelatihan menjadi 74,17 setelah pelatihan, atau meningkat sekitar 68%, serta peningkatan keterampilan kader dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan pengisian KMS FR-PTM, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan Posbindu. Kegiatan ini efektif memperkuat peran kader dalam deteksi dini faktor risiko PTM dan perlu ditindaklanjuti melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat secara rutin. Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) in Sukaraja District, Seluma Regency, continue to increase, while community awareness and the early detection skills of Posbindu cadres remain limited. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of Posbindu cadres in detecting NCD risk factors and to encourage community participation. The methods included socialization, training, and mentoring. The activity was conducted in partnership with the Sukaraja District Government and involved 10 Posbindu cadres from two Posbindu units. Evaluation was carried out using pretest–posttest questionnaires to assess cadres’ knowledge and observation of Posbindu implementation. The program was conducted from April to October 2024. The results showed an improvement in cadres’ knowledge and skills in measuring blood pressure, blood glucose, and completing the NCD Risk Factor Monitoring Card (KMS FR-PTM), as well as an increase in community participation in Posbindu activities. This program was effective in strengthening the role of cadres in the early detection of NCD risk factors. Continuous training for cadres, strengthened collaboration among cadres, health workers, and village authorities, and improved community access to health services are recommended. Regular community education is also needed to increase awareness of the importance of early detection.