Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

UPAYA PENGELOLA TAMAN BACAAN MASYARAKAT DALAM MEMPERKUAT MINAT MEMBACA (Studi Kasus TBM Silayung Desa Ciburuy Kecamatan Padalarang) Rini Rahayu; Novi Widiastuti,M.Pd
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 2 (2018): Comm-Edu Journal Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.558 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v1i2.492

Abstract

This research is motivated by the problems found in TBM Silayung, namely the ratio between the number of residents with library visitors or readers should be able to reach the number one to ten people per day. While the ratio for the West Java at this time still in the range of one to tens of thousands. The purpose of this study this (1) To know the process of managing TBM Silayung in growing the reading culture. (2) To know management strategy of TBM Silayung in growing the reading culture. (3) To know the reader's response to the management of TBM Silayung.Theories used in this research include the concept of TBM, the concept of reading, the concept of management and the concept of PLS. The method used is qualitative descriptive approach and with a qualitative method. Data collection techniques used interviews and observations. Research location in TBM Silayung Desa Ciburuy, which is the respondent in this research manager, secretaries TBM, and five representatives from TBM visitors.Based on the research result that TBM Silayung has tried to run TBM according to its role. But still needs to be improved again in the form of programs that are creative and interesting
PERAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN TATA BOGA (Study Kasus di PKBM Bina Mandiri Cipageran) ani nurleni; Novi Widiastuti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 2 (2018): Comm-Edu Journal Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.697 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v1i2.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk,1. Untuk mengetahui perencanaan memberdayakan masyarakat melalaui pelatihan tata boga di PKBM Bina Mandiri  2. Untuk mengetahui proses memberdayakan masyarakat melalaui pelatihan tata boga di PKBM Bina Mandiri. 3. Untuk mengetahui hasil memberdayakan masyarakat melalui pelatiha  tata boga di PKBM Bina Mandiri. 4. Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung  memberdayakan masyarakat melalui pelatihan tata boga di PKBM Bina Mandiri. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah jenis program yang dikembangkan di PKBM dalam memberdayakan msyarakat melalui pelatihan tata boga, adalah program PAUD, Keaksaraan, Kesetaraan, Kursus, dan Pelatihan, Kelompok Belajar Usaha. Jenis program paling banyak dikembangkan adalah program pelatihan tata boga. Adapun peran PKBM yaitu sebagai pusat informasi, tempat belajar masyarakat, pendidikan dan pelatihan keterampilan serta adanya kemandirian masyarakat yang terbentuk. Kesimpulannya adalah peran PKBM sangatlah menunjang dalam pemberdayaan masyarakat melalui program unggulan PKBM yaitu program pelatihan tata boga yang membantu peningkatan perekonomian masyarakat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN WIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN LIFE SKILL TATA BOGA BAGI WARGA BELAJAR KEAKSARAAN (Studi Kasus di PKBM Srikandi Kota Cimahi) Yahya Nurzaman; Novi Widiastuti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 2, September 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.546 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i3.2885

Abstract

ABSTRAK Adapun tujuan kajian ini adalah 1) Untuk mengetahui data tentang perencanaan pelatihan dalam meningkatkan kemampuan wirausaha melalui pelatihan life skill tata boga bagi warga belajar keaksaraan di PKBM Srikandi Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. 2) Untuk memperoleh data tentang pelaksanaan pelatihan life skill tata boga bagi warga belajar keakasaraan di PKBM Srikandi Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. 3) Untuk memperoleh data tentang dampak pelatihan life skill tata boga bagi warga belajar keaksaraan di PKBM Srikandi Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan tehnik pengumpulan data dengan cara : Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Studi Literatur, dan jumlah sample penelitianya sebanyak 6 orang, yang terdiri dari 1 orang ketua pengelola dan 5 orang peserta didik keaksaraan. Jumlah subyek (peserta pelatihan) sebanyak 60 orang, terdiri atas peserta pelatihan tata boga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan wirausaha melalui pelatihan life skill tata boga adalah peningkatan kemampuan keberaksaraan dahulu, setelah warga belajar melek aksara, setelah tuntas pembelajaran program KUM, barulah warga belajar menuju ke program pelatihan life skill, (2) pelaksanaan dalam meningkatkan kemampuan wirausaha melalui pelatihan life skill tata boga dengan cara di ajarkan pelatihan makanan tradisional yang mudah, seperti : berbagai olahan dari umbi singkong, pudding dan rujak serut, yang mudah untuk di pasarakan dan hasilnya meyakinkan, (3) hasil dampak dari pelatihan life skill tata boga bagi warga belajar keaksaraan yang digunakan adalah bertambahnya ilmu dan keterampilan baru bagi warga belajar yang dapat meningkatnya kesejahteraan hidup (subtitusi uang) serta menambah kreatifitas dan keterampilan untuk bekerja. Kesimpulannya adalah peran PKBM sangatlah menunjang dalam pemberdayaan masyarakat melalui program unggulan PKBM yaitu program pelatihan tata boga yang membantu peningkatan perekonomian masyarakat.Kata Kunci : Pelatihan Life Skill, Tata Boga, Warga Belajar Keaksaraan
PERAN LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN MENJAHIT DALAM MEMPERKUAT MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PADALARANG erwin rifal fauzi; Novi Widiastuti,M.Pd
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 1, No 2 (2018): Comm-Edu Journal Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.296 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v1i2.494

Abstract

Social problems that exist in the community become the background in this research. Social problems are an inseparable part of social life in society, which ultimately affects society itself. The impact also varies, namely the disparity between social classes and the increase of unemployment rate, community empowerment done by government and private. LKP among others is trying to contribute in helping solve social problems in the community. The development of LKP in Indonesia is very rapid, reaching approximately 20,152 the LKP year 2107 in Indonesia according to the information of Directorate of Training and Training Course. including in West Bandung which reached 35 LKP according to KBB course info. with these programs aim to provide knowledge, skills, skills, life skills, and attitudes to self-development, professional development, work, independent business, and/or continuing education to a higher level. And the purpose of this research is to know how the role of Special Institution and Training of Sewing in Strengthening the Management of Community Empowerment.
PEMETAAN POTENSI ANAK DENGAN KESULITAN BELAJAR SPESIFIK DISLEKSIA Tiffany Estherlita; Ansori Ansori; Novi Widiastuti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.636 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i1.2473

Abstract

Setiap manusia diciptakan dengan begitu unik melalui setiap potensi dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu dengan memperhatikan apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya, sehingga setiap individu dapat memetakan dan memaksimalkan potensi yang ia miliki. Namun, pada proses pembelajaran ditemukan adanya anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik dyslexia yang tidak terdeteksi dan tertangani sehingga menimbulkan label yang salah terhadap anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membantu guru dan orangtua untuk dapat memetakan potensi anak dengan kesulitan belajar spesifik dengan cara mengidentifikasi kebutuhan dan gaya belajar anak disleksia di Homeschooling Lentera Bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode quasi experimental. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menghasilkan konsep pemetaan potensi anak dengan kesulitan belajar spesifik (dyslexia) sehingga guru dan orangtua dapat memfasilitasi anak untuk memaksimalkan potensinya.
Peningkatkan Hasil Belajar Keaksaraan Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Transliterasi IIP Saripah; Nike Kamarubiani; Novi Widiastuti
Jurnal AKRAB Vol. 6 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v6i1.111

Abstract

Pada tahun 2012 menurut data Kementerian Pendidikan Nasional, angka buta huruf di Indonesia mencapai 8,5 juta jiwa, dan 5,1 juta diantaranya adalah perempuan. Jumlah ini menurun dari tahun 2004 lalu yaitu dengan angka 15 juta penduduk buta huruf. Keberhasilan tersebut membuat Indonesia mendapatkan penghargaan UNESCO’s Literacy Prizes for 2012 bersama Bhutan, Rwanda dan Kolumbia. Namun walaupun demikian, angka tersebut masuk dalam kategori angka buta aksara terbesar di dunia. Angka buta aksara di Jawa Barat pada tahun 2012 untuk usia 15 tahun ke atas mencapai 1.072.160 orang atau 3,52% dari jumlah penduduk Jawa Barat usia tersebut sebanyak 30.459.084 jiwa. Bebas buta aksara ini bukan berarti semua warga sudah cerdas dan mampu membaca secara aktif, karena tidak menutup kemungkinan bahwa ada yang buta aksara kembali akibat kurangnya pembinaan pasca pembelajaran keaksaraan yang pernah diikuti baik secara formal di sekolah maupun non formal di masyarakat. Hal ini yang dialami oleh warga Kampung Cirompek yang buta aksara kembali dikarenakan kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang pernah dimilikinya tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran transliterasi dalam pembelajaran keaksaraan pada masyarakat di lingkungan pondok pesantren Hamada. Tujuan utamanya adalah melahirkan metode pembelajaran transliterasi yang inovatif, dan untuk mengetahui: (1) Proses Pembelajaran Keaksaraan di Pondok Pesantrean Hamada (2) Penerapan metode pembelajaran transliterasi dalam pembelajaran keaksaraan di Pondok Pesantren Hamada; (3) Hasil belajar pendidikan keaksaraan menggunakan metode Transliterasi di Pondok Pesantren Hamada; Kajian pustaka penelitian ini adalah teori belajar dan Pembelajaran , literasi dan transliterasi, dan pendidikan keaksaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan pre test post test untuk mengetahui hasil belajar 10 orang warga belajar yang menjadi responden. Kesimpulannya bahwa metode pembelajaran transliterasi berpengaruh terhadap hasil belajar keaksaraan pada warga belajar di lingkungan pondok pesantren Hamada. Program pembinaan pasca pembelajaran keaksaraan dilakukan melalui kegiatan majelis taklim dengan menyelipkan materi-materi keaksaraan sehingga kemampuan baca tulis hitung warga belajar mulai terlatih dan terpelihara, bahkan mengalami peningkatan.
FATHER PARENTING ROLE IN THE CHILD’S SOCIAL-EMOTIONAL DEVELOPMENT Onih Ratningsih; Reni Anggraeni Sadiah; Sri Nurhayati; Novi Widiastuti
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/empowerment.v10i1p47-53.2130

Abstract

The role of fathers in parenting and child education will have a significant influence on child development. This study aims to describe the involvement of fathers in childcare and to know the picture of fathers' role in shaping the emotional social of the child. This study used a descriptive qualitative approach with the research subjects of 10 parents who had children aged 4-6 years and two teachers in Tk Selaras. Data collection techniques in the form of interviews, questionnaires, observations, and documentation studies. The results showed that the father's involvement in parenting could have a good influence on the child's personality so that he is ready to compete in the future. The quality of a meeting brings a more significant impact on the parenting carried out. The quality of good interaction between the child and the father can improve the child's emotional and social development because good interaction will make the child feel happy and have reasonable confidence.
PENERAPAN MODEL KELOMPOK USAHA KREATIF ISLAMI (KUKIS) DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS PONDOK PESANTREN Novi Widiastuti; Prita Kartika
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, No 2, September 2017
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.68 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v6i2p20-29.546

Abstract

Pondok pesantren Ulul Albab Cabang Sangkanhurip Kabupaten Bandung terletak di tengah persawahan sehingga masyarakat masih kesulitan dalam mengakses program yang diselenggarakan di pondok pesantren tersebut. Kondisi masyarakat yang sangat heterogen menyebabkan sering terjadi konflik diantara masyarakat itu sendiri bahkan dengan pihak pondok pesantren. Konflik yang terjadi pada masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu rendahnya pendidikan, kesulitan ekonomi dan rendahnya pemahaman agama pada masyarakat. Hadirnya pondok pesantren diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permsalahan tersebut. Selain itu, budaya rentenir masih sangat merajalela sehingga bukan hanya menambah maslaah dalam ekonomi, melainkan masyarakat terus menanggung beban dosa yang berlipat dari memakan harta riba. Melihat permasalahan tersebut, maka kami tim peneliti dan pengurus pondok pesantren merancang sebuah model pemberdayaan perempuan berbasis pondok pesantren dalam upaya meningkatkan tiga aspek kehidupan yaitu Agama, Pendidikan, dan Ekonomi (APE). Model pemberdayaan perempuan yang kami namai model Kukis ini akan diujicobakan dalam penelitian dengan tujuan untuk melihat 1) kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis, 2) Hambatan yang dihadapi, serta 3) Solusi permasalahan yang muncul pada penerapan model tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode pra eksperimen dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan model kukis dengan sasaran penelitian yaitu perempuan usia produktif di lingkungan pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Peningkatan penghasilan rata-rata sebesar 18% yaitu Rp. 255.000 per warga belajar selama 1 bulan memulai usaha menunjukkan adanya keberhasilan penerapan model Kukis meskipun belum optimal. Pemahaman warga belajar juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 33%.Hambatan yang ditemukan dalam ujicoba model kukis adalah (1) Menurunnya motivasi warga belajar (2) rendahnya rasa percaya diri, (3) mental karyawan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam ujicoba model kukis yaitu : (1) Mengidentifikasi warga belajar yang siap untuk membangun usaha, (2) menjalin kerjasama dalam pemasaran. 
THE ROLE OF A FAMILY IN CONTROLING ENVIRONMENTAL INFLUENCE IN CHILDREN Novi Widiastuti; Sri Hartini; Anita Rakhman
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, February 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.852 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v9i1p95-99.1465

Abstract

Home is the first school for children. This means that parents are the first teachers for children. Parental involvement can help teachers build knowledge as well as instill attitudes towards children in instilling discipline and reducing life problems and raising awareness for learning. The success or failure of a person in learning is due to several factors that influence the achievement of learning outcomes, which come from within the person who is learning and some are from outside himself. One external factor is family. This study aims to determine the function of the family in overcoming the influence of the environment of early childhood on Jl. Grandparent Prosecutor, Cipadung, Cibiru Sub-District, Bandung City. Formulation of this research problem How is the function of the family in protecting early childhood from the influence of the community environment? The results of the study concluded that the role of the family in early childhood social development can be successful if parents as the main members of the family can provide good service to early childhood to help development needs and foster children's confidence.
HUBUNGAN ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN SEMPOA DENGAN KREATIVITAS BERPIKIR ANAK PADA KURSUS MENTAL ARITMATIKA ADIL SEMPOA MANDIRI (ASMA) CABANG KOTA BANDUNG Novi Widiastuti
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, No 2, September 2013
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.226 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v2i2p174-192.609

Abstract

Kursus sangat berkembang pesat di Jawa Barat hingga pada tahun 2007 tercatat sebanyak 1533 dengan beragam keterampilan yang diajarkan. Kursus mental aritmatika salah satunya yang menawarkan berbagi keunikan dalam proses pembelajaran, mulai dari penggunaan istilah dalam pembelajaran, cara menyampaikan materi pembelajaran, samapi pada media yang digunakan. Sempoa adalah media pembelajaran yang digunakan.. Media sempoa yang digunakan diharapkan dapat berperan sebagaimana mestinya sebuah media pembelajaran yang berfungsi membantu tersampaikannya sebuah pesan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana hubungan antara media pembelajaran dengan kreativitas berpikir anak?, (3) Seberapa besar kadar signifikansi antara media pembelajaran sempoa dengan kreativitas berpikir anak? Tinjauan teoritis yang digunakan adalah teori belajar pendidikan luar sekolah, konsep media pembelajaran, konsep kreativitas berpikir anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi deskriptif. Serta teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket, dan tes kreativitas berpikir siswa. Populasi penelitian adalah 75 unit kursus, sampel penelitian adalah 13 unit yang tersebar sebanyak 8 di Kota Bandung, 3 di Kabupaten Bandung, 1 di Kabupaten Bandung Barat, 1 di kota CimahiJumlah responden adalah 5 siswa dan 1 orang pengajar dari setiap unit. Hasil penelitian meliputi : (1) Koefisien korelasi sebesar 0,786 Hal ini menunjukkan  bahwa terdapat hubungan yang cukup antara media pembelajaran dengan kreativitas berpikir siswa. Koefisien determinasi sebesar 61,78%. artinya 61, 78% dari kreativitas berpikir siswa, dipengaruhi oleh media pembelajaran digunakan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan yang cukup signfikan antara media pembelajaran dan kreativitas berpikir pada siswa. 38,22 % dari kreativitas dipengaruhi oleh faktor lain misalnya genetika, lingkungan belajar, IQ, dan lain-lain yang tidak dipaparkan dalam penelitian ini.