Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Population Dynamics of Damselfly Agriocnemis femina (Odonata: Coenagrionidae) Inhabited Polluted Area In Padang, West Sumatra Muhammad Nazri Janra; Henny Herwina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.19995

Abstract

 AbstractAgriocnemis femina known as variable wisp or pinhead wisp, is a damselfly from family Coenagrionidae which inhabits various aquatic habitats, including those affected by human. This study aimed to investigate the dynamics of variable wisp in polluted habitat. The tenerals, immature males, adult females and adult males of this damselfly were regularly counted from August 2018 until May 2019 at a 50 m ditch in a clustered settlement in Padang, West Sumatra. It was found that the ratio of teneral, immature male, adult female, and adult male was 1:3:2.4:13.3, implying that the population was dominated by males. Meanwhile, the ratio between female to male (which included the immature males) was 1:6.7. Comparing to the result of counting another population from a relatively clean area, variable wisp showed more dominance in polluted area rather than in clean waterbody. The presence of teneral also indicates that damselfly uses polluted ditch for its breeding site and habitat. The paper discussed the potential causes for damselfly's presence in polluted area, and therefore serves as baseline for future studies.AbstrakAgriocnemis femina, atau dikenal juga dengan nama capung-jarum centil, termasuk ke dalam keluarga Coenagrionidae yang menghuni beragam habitat perairan, termasuk yang telah mendapatkan pengaruh dari manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika capung-jarum centil pada habitat yang terpolusi di Kota Padang. Individu teneral, jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa dari capung-jarum ini dihitung secara rutin dari Agustus 2018 sampai dengan Mei 2019 pada selokan sepanjang 50 m di sebuah kompleks perumahan di Kota Padang, Sumatra Barat. Rasio teneral jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa yang ditemukan adalah 1:3:2,4:13,3, mengisyarakatkan bahwa individu jantan merupakan bagian yang dominan di dalam populasi capung-jarum ini. Sementara rasio antara betina dan jantan (termasuk jantan muda) adalah 1:6,7. Jika dibandingkan dengan hasil penghitungan jenis serupa yang dilakukan pada kawasan perairan yang lebih bersih, terlihat bahwa capung-jarum centil lebih dominan pada kawasan perairan yang mengalami polusi dibandingkan dengan yang bersih. Keberadaan individu teneral juga mengindikasikan bahwa capung-jarum ini berbiak pada selokan yang terpolusi tersebut, yang mungkin juga menjadi habitatnyat. Hal-hal yang menyebabkan capung-jarum ini dapat hidup pada kawasan yang terpolusi dibahas lebih lanjut di dalam paper ini.
Population Dynamics of Damselfly Agriocnemis femina (Odonata: Coenagrionidae) Inhabited Polluted Area In Padang, West Sumatra Muhammad Nazri Janra; Henny Herwina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.19995

Abstract

 AbstractAgriocnemis femina known as variable wisp or pinhead wisp, is a damselfly from family Coenagrionidae which inhabits various aquatic habitats, including those affected by human. This study aimed to investigate the dynamics of variable wisp in polluted habitat. The tenerals, immature males, adult females and adult males of this damselfly were regularly counted from August 2018 until May 2019 at a 50 m ditch in a clustered settlement in Padang, West Sumatra. It was found that the ratio of teneral, immature male, adult female, and adult male was 1:3:2.4:13.3, implying that the population was dominated by males. Meanwhile, the ratio between female to male (which included the immature males) was 1:6.7. Comparing to the result of counting another population from a relatively clean area, variable wisp showed more dominance in polluted area rather than in clean waterbody. The presence of teneral also indicates that damselfly uses polluted ditch for its breeding site and habitat. The paper discussed the potential causes for damselfly's presence in polluted area, and therefore serves as baseline for future studies.AbstrakAgriocnemis femina, atau dikenal juga dengan nama capung-jarum centil, termasuk ke dalam keluarga Coenagrionidae yang menghuni beragam habitat perairan, termasuk yang telah mendapatkan pengaruh dari manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika capung-jarum centil pada habitat yang terpolusi di Kota Padang. Individu teneral, jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa dari capung-jarum ini dihitung secara rutin dari Agustus 2018 sampai dengan Mei 2019 pada selokan sepanjang 50 m di sebuah kompleks perumahan di Kota Padang, Sumatra Barat. Rasio teneral jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa yang ditemukan adalah 1:3:2,4:13,3, mengisyarakatkan bahwa individu jantan merupakan bagian yang dominan di dalam populasi capung-jarum ini. Sementara rasio antara betina dan jantan (termasuk jantan muda) adalah 1:6,7. Jika dibandingkan dengan hasil penghitungan jenis serupa yang dilakukan pada kawasan perairan yang lebih bersih, terlihat bahwa capung-jarum centil lebih dominan pada kawasan perairan yang mengalami polusi dibandingkan dengan yang bersih. Keberadaan individu teneral juga mengindikasikan bahwa capung-jarum ini berbiak pada selokan yang terpolusi tersebut, yang mungkin juga menjadi habitatnyat. Hal-hal yang menyebabkan capung-jarum ini dapat hidup pada kawasan yang terpolusi dibahas lebih lanjut di dalam paper ini.
Some additional records to the inventory of dragonflies and damselflies (Odonata) in Andalas University’s Limau Manis campus complex, Padang, West Sumatra MUHAMMAD NAZRI JANRA; HENRY HERWINA
Jurnal Natural Volume 20 Number 1, February 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v20i1.14537

Abstract

Since the publication of inventory list for dragonflies and damselflies within the boundary of Andalas University’s Limau Manis Campus Complex, Padang, on 2018, the survey efforts have been continuously conducted. Hence, in this article we add five odonate species new for Andalas University’s Limau Manis Campus Complex, with one species Drepanosticta cf. bispina may require further investigation and elaboration on its existence in West Sumatra. We also corrected the identification of Heliocypha fenestrata into H. angusta angusta. With this addition, Andalas University’s Limau Manis Campus Complex currently resides for 32 species and 9 families of Odonata, increasing from previously 27 species and 8 families.
INVENTORY OF DRAGONFLIES AND DAMSELFLIES (ODONATA) IN ANDALAS UNIVERSITY’S LIMAU MANIS CAMPUS COMPLEX, PADANG: USING PHOTOGRAPHICAL APPROACH Muhammad Nazri Janra
Jurnal Natural Volume 18, Number 2, June 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v18i2.10844

Abstract

Odonata, which consists of true dragonflies and damselflies, is considerably understudied in Sumatra, especially in West Sumatra region. While the campus area of Andalas University in Limau Manis provides many suitable habitats for dragonflies and damselflies, the least has been done in learning these organisms. In this paper, we intend to conduct the inventory of Odonata in Limau Manis area by using photography approach (by taking decent pictures only, without sampling the animal). After spending 14 days of data collection which spanned from October 2017 until February 2018), we listed 27 Odonata species. Of which, 11 species belong to four families under suborder Zygoptera and 16 species grouped into four families under suborder Anisoptera. Libellulidae is a family under Anisoptera that was found with most species members. Photography approach promises an immense help in doing species inventory for this animal group for its reliability in determining species identification without harming species’ population.Keywords: damselflies, dragonflies, Libellulidae, Limau Manis area, photography approach 
Identifikasi Potensi Predator dan Hama pada Peternakan Kelulut (Hymenoptera; Apidae; Meliponini; Tetragonula, Lepidotrigona) melalui Pengamatan Cepat di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat: Identification of Potential Predators and Pests in Stingless Bee Farm (Hymenoptera; Apidae; Meliponini; Tetragonula, Lepidotrigona) through Rapid Observation in Padang Pariaman Regency, West Sumatra Janra, Muhammad; Herwina, Henny; Salmah, Siti; Rusdimansyah; Jasmi
Jurnal Sumberdaya Hayati Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsdh.6.2.67-74

Abstract

Stingless bees have been considered as the excellent option in the apiary sector as they produce valuable products such as honey, bee pollen and wax. Apiary business with stingless bee at its core has shown progressive increment especially in West Sumatra. Therefore, to maximize the production of the stingless bee apiary, knowing detrimental predator or pest organisms as well as the way of managing them are essential. This article described potential predators and pests of stingless bee identified through rapid observation conducted on 14 April 2019 at a community apiary in Padang Pariaman Regency, West Sumatra. There were 17 predators and pests identified, consist of six bird species, five odonate species and six ant species. The predation, competition and disadvantage possibly emerge from the existence of these organisms around stingless bee apiary are discussed, along with the feasible mitigation effort.
INVENTARISASI CAPUNG (ODONATA) YANG BERKUNJUNG KE PERUMAHAN DI KOTA BENGKULU, SUMATERA meliya wati; Muhammad Nazri Janra; David Gusman
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.12.1.21-27.2024

Abstract

Capung (Odonata) merupakan serangga karnivora yang secara global mencapai sekitar 7000 jenis. Penelitian capung selama ini lebih banyak dilakukan pada habitat alami, dengan sedikit perhatian diberikan pada habitat yang sudah mengalami degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis capung yang berkunjung ke perumahan di daerah Kota Bengkulu. Penelitian ini mengobservasi capung dewasa yang masuk ke dalam perumahan di Bentiring, Kota Bengkulu dalam periode 2020-2023. Sebagai hasil, tercatat total 43 individu yang memasuki perumahan selama pengamatan yang kemudian diidentifikasi menjadi 10 jenis, 8 genera, 3 famili dari dua subordo Odonata. Subordo Zygoptera diwakili oleh Agriocnemis femina (Coenagrionidae), sedangkan dari subordo Anisoptera tercatat Anacaeschna jaspidea, Gynacantha bayadera, G. dohrni, dan G. subinterrupta (Aeshnidae) serta Orthetrum sabina, Pantala flavescens, Potamarcha congener, Tholymis tillarga, dan Zyxomma petiolatum (Libellulidae). Periode Januari, Februari dan Oktober merupakan waktu terbanyak individu Odonata tercatat memasuki rumah, dimana 87% insiden tercatat pada waktu malam hari dan 13% di sore hari. Gynacantha bayadera, G. dohrni, Orthetrum sabina dan Zyxomma petiolatum merupakan jenis dengan jumlah individu signifikan teramati. Kata kunci: Aeshnidae, Gynacantha bayadera, G. dohrni, Libellulidae, Orthetrum sabina
Potensi Keterlibatan Multipihak dan Pendampingan Perguruan Tinggi berkelanjutan bagi Pengembangan Ekowisata Kapalo Banda dengan Daya tarik Utama Pembudidayaan Lebah Tanpa Sengat (Apidae: Meliponinae). Henny Herwina; Jasmi; Dahelmi; Mansyurdin; Syamsuardi; Jabang Nurdin; Nofrita; Muhammad Nazri Janra; Rita Maliza; Eli Ratni; Muhammad Idris; Putra Santoso; Miftahul Ilmi; Nabilah Rahmachila Azura; Syakira Tiara Rezvi; Elni Fatimah; Fajri Hidayat; Jefrial Santoso
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.1.108-119.2025

Abstract

The development of ecotourism in Kapalo Banda, Limau Manis, Padang, has potential to be expanded into agro-ecotourism through multi-stakeholder involvement. Key attractions include the scenic of river flows, agricultural cultivation, and stingless bee keeping, which support environmental sustainability and the local economy. With high vegetation diversity, the potential for stingless bee (galo-galo) breeding as a creative economic initiative offers new opportunities. This program aligns with the West Sumatra Provincial Government’s efforts to establish the area as a honey production center. However, challenges such as low colony production due to limited knowledge of farming techniques and the availability of flowering feed hinder its development. Through community engagement, empowerment activities were conducted from June to September 2024, including socialization, demonstrations, and training in bee farming techniques, supported by expert teams. Education focused on the potential of galo-galo and marketing strategies for local products. The results of this program indicate improved community skills and knowledge, supporting local economic sustainability and biodiversity conservation. Kapalo Banda partners have the potential to serve as a model for community empowerment based on natural resources, effectively enhancing community welfare. Multi-stakeholder involvement in developing Kapalo Banda Ecotourism has resulted in a series of activities ranging from cultivation preparation, colony propagation techniques, harvest preparation, to downstream processing and product marketing.
Deteksi Dini Risiko Metabolik melalui Skrining pada Ibu PKK Kampung Wisata Bukit Nobita Maliza, Rita; Santoso, Putra; Nofrita, Nofrita; Idris, Muhammad; Novarino, Wilson; Janra, Muhammad Nazri; Pratama Elisa, Tasya Putri; Ashrifurrahman, Ashrifurrahman; Sinurat, Arthauly Yopita; Tofrizal, Alimuddin; Arya, Bramadi; Yerizel, Eti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6174

Abstract

Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia merupakan tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama karena rendahnya deteksi dini di tingkat komunitas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan hasil deteksi dini risiko penyakit metabolik melalui skrining gula darah, kolesterol, dan asam urat pada Ibu PKK di Kampung Wisata Bukit Nobita, serta memberikan rekomendasi upaya promotif dan preventif. Kegiatan dilakukan melalui observasi, koordinasi, penyuluhan, dan pemeriksaan kesehatan pada 15 anggota PKK, dilanjutkan evaluasi pengetahuan dan kepuasan peserta. Hasil menunjukkan mayoritas peserta memiliki lingkar pinggang di atas normal, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat melebihi batas normal, serta beberapa kasus tekanan darah tinggi, yang menandakan tingginya risiko sindrom metabolik di komunitas ini. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan peserta tentang status kesehatan dan pentingnya perubahan gaya hidup sehat. Temuan ini menegaskan perlunya skrining rutin dan edukasi berkelanjutan di komunitas, serta kolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular. Hasil pengabdian ini penting sebagai dasar intervensi kesehatan masyarakat berbasis komunitas di masa mendatang.
DNA Barcoding and eDNA Metabarcoding for Identification Species: A Case Study (West Sumatra): DNA barcoding and eDNA metabarcoding Roesma, Dewi Imelda; Tjong, Djong Hon; Syaifullah, Syaifullah; Nofrita, Nofrita; Janra, Muhammad Nazri; Aidil, Dyta Rabbani; Prawira, Furqan Dwiki Lintang; Salis, Viola Mutiara
Journal of Tropical Life Science Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/

Abstract

The biodiversity of freshwater fish is important to study because there is data and information that remain undiscovered. The waters of Sumatra, especially West Sumatra, are areas with high freshwater fish diversity but have limited information. Providing information and genetic data has become one of the important things to conduct. DNA barcoding and eDNA metabarcoding have become molecular methods for identifying species and providing information about the presence of species in a region. A study using DNA barcoding and eDNA metabarcoding was conducted on freshwater fish in several locations in West Sumatra. Isolation and amplification of DNA were performed directly on individual samples and sequenced using conventional methods (Sanger sequencing) to generate DNA barcodes. Water samples were collected (2 liters) at each location using a sterile bottle. The water samples were filtrated, isolated, and amplified using universal primer and sequenced with next-generation sequencing techniques. The study successfully collected 25 species belonging to 14 genera, 2 families, and 1 order. A total of 134 sequences from West Sumatra with a length of 648-670 bp were analyzed. All DNA barcodes were submitted to the BOLD System and GenBank, NCBI. The mean Kimura two-parameter model (K2P) genetic distances within species, genera, families, and orders were 0.7%, 8.3%, 15.8%, and 21.3%, respectively. The eDNA metabarcoding technique has successfully detected three native fish species in the waters of West Sumatra (Barbonymus schwanefeldii, Mystacoleucus padangensis, and Rasbora jacobsoni). The availability of fish DNA barcodes in reference databases is crucial for the success of identification using eDNA metabarcoding. Combining identification using conventional methods and eDNA metabarcoding can provide more reliable results and become a reference for future freshwater monitoring.
Analisis Cepat terhadap Budidaya Galo-Galo (Apidae: Meliponini) di Desa Suntur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto Herwina, Henny; Janra, Muhammad Nazri; Salmah, Siti; Mairawita, Mairawita; Jasmi, Jasmi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.5168

Abstract

Galo-galo atau lebah madu tanpa sengat adalah kekayaan hayati yang dapat dioptimalkan sebagai penghasil madu dan propolis untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Indonesia diketahui memiliki jenis-jenis lebah madu tanpa sengat yang belum begitu maksimal diternakan untuk menghasilkan madu dan produk meliponikultur lainnya seperti propolis dan bee pollen. Untuk itu telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa peningkatan kesadaran masyarakat di Desa Suntur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dari Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas bekerjasama dengan dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia pada tanggal 14 Juli 2019. Sebanyak lima peternak lebah tanpa sengat diwawancarai secara mendalam dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan hal-hal kunci terkait dengan peternakan galo-galo di Desa Suntur, Sawahlunto. Kegiatan pengabdian yang dilakukan mengidentifikasi permasalahan berikut dengan kelebihan dan kekurangan dari kegiatan peternakan galo-galo di desa tersebut. Hal-hal ini kemudian digarisbawahi di dalam paper ini, sedangkan perkembangan peternakan galo-galo Sawahlunto yang dicapai paska kegiatan pengabdian ini juga dijabarkan, termasuk pembinaan kelompok ternak lebah, upaya peternakan terpadu, branding produk madu dan promosi hasil ternak galo-galo.