Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Memo Education Health dan Larvasida Daun Jeruk Limau sebagai Upaya Pencegahan dan Menurunkan Kasus Demam Berdarah Masyarakat Dutohe: Memo Education Health and Lime Leaf Larvicide as an Effort to Prevent and Reduce Dengue Fever Cases in the Dutohe Community Hiola, Dewi Suryaningsi; Siti Hajar Salawali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 9: September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i9.6002

Abstract

Salah satu upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah yaitu gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus yaitu mengurus tempat penampuangan air, menutup tempat penampuangan air, dan mendaur ulang barang bekas, namun yang menjadi permasalahan yaitu masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya melakukan pencegahan penulan DBD. Upaya lanjutan yang dapat lakukan yaitu dengan pelatihan pembuatan Larvasida Daun Jeruk Limau sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengendalikan populasi larva nyamuk yang dapat dibuat oleh masyarakat secara mandiri. Jeruk limau (Citrus hystrix D.C.) mengandung zat seperti naringenin dan hesperidin yang digolongkan sebagai flavonoida. Penelitian lain juga telah menunjukan bahwa hasil ekstraksi senyawa aktif tertinggi terdapat pada daun dan kulit buah. Tujuan pelaksanaan kegiatan memo education health dan pelatihan pembuatan larvasida ini untuk meningkatkan pemaham masyarakat dalam tentang kejadian demam berdarah dengan dapat menciptakan larvasida sendiri yang terbuat dari bahan alami melalui pemanfaatan tanaman dipekarangan rumah. Hasil pelaksanaan terciptanya produk larvasida yang dibuat secara alami dan digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Melakukan Imunisasi Tetanus Toksoid Di Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo: The Relationship Between Knowledge Level and Compliance of Pregnant Women in Receiving Tetanus Toksoid Immunization at Dumbo Raya Public Health Center Gorontalo City Paputungan, Rofika; Hafid, Ridha; Hiola, Dewi Suryaningsi
Jurnal Keperawatan Sumba (JKS) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sumba (JKS)
Publisher : Program Studi Keperawatan Waikabubak, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jks.v3i2.1881

Abstract

Based on the World Health Organization data, it is estimated that the global incidence of tetanus is approximately 0.5-1 million cases, with neonatal tetanus accounting for 50% 0f tetanus-related deaths in developing countries, including Indonesia (Mariyana & Sihombing, 2021). Tetanus toxoid immunization is one of the preventive measures to control the risk factors for maternal and neonatal mortality. This study aims to determine the relationship between the knowledge level and the compliance of pregnant women in receiving tetanus toxoid immunization at Dumbo Raya Public Health Center, Gorontalo City. This study employed a quantitative method with an observational approach. The sample consisted of 40 pregnant women in their first and second trimesters, selected using non-probability sampling. Data collection included questionnaire and checklist. Data analysis was peformed using univariate and bivariate analysis. The findings show that most pregnant women have good knowledge and comply with tetanus toxoid immunization. Chi-square analysis reveals a p-value = 0.002< α = 0.05, indicating a significant relationship between the knowledge level of pregnant women and their compliance with tetanus immunization. This study is expected to serve as input for public health centers to enhance their health promotion efforts related to tetanus immunization among pregnant women. This research has passed the Health Assessment Ethics Commission of Gorontalo State University with Number: 070A/UN47.B7/KE/2024 starting June 20, 2024.
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PASIEN PULANG ATAS PERMINTAAN SENDIRI (PAPS) DI RSUD DR. M.M DUNDA LIMBOTO Abdullah, Siti Muzdhalifah; Wulansari, Ika; Hiola, Dewi Suryaningsih
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i2.11328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor apa saja yang melatarbelakangi pasien pulang atas permintaan sendiri. Jenis penelitian menggunakan data penelitian yang digunakan data masa lampau. Dalam penelitian ini menggunakan buku register pasien rawat inap ; tahun 2023 dan dokumen rekam medik pasien pulang atas permintaan sendiri Variabel yang digunakana dalah umur, jenis kelamin, diagnosis, lama dirawat, dan jumlah pasien pulang paksa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara tidak terstruktur. Cara pengumpulan data dengan metode observasi terhadap buku register pelayanan rawat inap dan metode wawancara tidak terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kejadian Pasien Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) yaitu keputusan PAPS yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lama penyembuhan, keinginan pasien/keluarga, dan masalah biaya menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk pendekatan yang lebih komprehensif dalam perawatan pasien. Rumah sakit dan tenaga medis perlu memberikan edukasi yang lebih baik mengenai proses penyembuhan, serta menawarkan dukungan psikososial bagi pasien dan keluarga mereka. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kebijakan pembiayaan kesehatan yang lebih inklusif untuk mengurangi ketergantungan pada biaya pribadi yang dapat menyebabkan keputusan PAPS.
HUBUNGAN PERAN FAMILY CAREGIVER DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN SELF-CARE PASIEN PASCA STROKE DI KLINIK KINESIA SENTRA REHABILITASI KOTA GORONTALO Ismail, Mirta Della; Pakaya, Nasrun; Hiola, Dewi Suryaningsi; Pomalango, Zulkifli B.; Indra
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11422

Abstract

WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan serta menjadi masalah kesehatan dunia yang signifikan. Kondisi ini sering kali berdampak pada tingkat kemandirian self-care seperti makan/minum, mandi, berpakaian, penggunaan toilet termasuk mengontrol buang air kecil dan besar, berpindah, dan berjalan serta naik turun tangga sehingga hal tersebut membuat penderita stroke memiliki ketergantungan yang meningkat pada orang lain, terutama family caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran family caregiver dengan tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien pasca stroke yang datang berkunjung ke Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 responden dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan peran family caregiver dalam kategori cukup 39 responden (43,3%), kategori baik 29 responden (32,2%), kategori sedang 22 responden (24,4%). Berdasarkan tingkat kemandirian self-care dalam kategori mandiri 52 responden (57,8%), ketergantungan sebagian 36 responden (40,0%), ketergantungan total 2 responden (2,2%). Kesimpulan terdapat hubungan antara peran family caregiver dengan tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo menggunakan uji rank spearman dengan hasil p-value = 0,000 (p-value <0,05). Keterlibatan keluarga dalam memberikan peran seperti latihan fisik, kepatuhan program pengobatan, kebutuhan nutrisi maupun dukungan emosional memiliki dampak positif terhadap tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kesadaran kepada keluarga tentang pentingnya sebuah peran family caregiver dalam merawat pasien pasca stroke.
RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND DIABETIC FOOT CARE MANAGEMENT IN TYPE 2 DM PATIENTS AT THE KOTA UTARA PUBLIC HEALTH CENTER, GORONTALO CITY Sulkifli, Putri Wulandari; Zainuddin, Zainuddin; Hiola, Dewi Suryaningsi
Medical and Health Journal Vol 4 No 2 (2025): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2025.4.2.14883

Abstract

Family support is needed for individuals to overcome the problems they face. Family support has an influence and has a positive impact on DM sufferers, so that with family support it can be a motivation and also a reminder for someone with DM in carrying out foot care management. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and diabetic foot care management in Type 2 DM patients at the North City Health Center, Gorontalo City. This research method uses an analytical survey with a cross-sectional research design. The population of this study was patients with a diagnosis of DMT2 totaling 83 people. The sample consisted of 45 respondents with an accidental sampling technique. The results of the study were analyzed using the chi square statistical test. The results showed 30 respondents with low family support, 15 respondents with high family support, 26 respondents with poor foot care management, and 19 respondents with good foot care management. There is a relationship between family support and diabetic foot care management with a p value of 0.000 (<0.05). Conclusion: high family support can affect good foot care management.
RELATIONSHIP BETWEEN PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE AND ANTENATAL CARE VISITS FOR PREGNANT WOMEN IN THE WORK AREA OF POPAYATO BARAT PUBLIC HEALTH CENTER, POHUWATO DISTRICT, GORONTALO PROVINCE Utina, Djoko Ismanto; Wulansari, Ika; Hiola, Dewi Suryaningsi; Ningtias, Ayu
Medical and Health Journal Vol 4 No 2 (2025): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2025.4.2.14992

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia remains one of the highest in Southeast Asia, indicating unequal access to healthcare services. Antenatal Care (ANC) visits are a crucial indicator in reducing MMR; however, ANC visits coverage in several areas, including Pohuwato Regency, Gorontalo Province, remains below the target. Thus, this research aims to identify and analyze the factors associated with ANC visits in the working area of the UPTD Puskesmas Popayato Barat, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. This research is an analytical survey research utilizing a cross-sectional design. The population consists of all pregnant women in the working area of Puskesmas Popayato Barat, totaling 66 individuals. The sampling method is done through non-probability sampling with a purposive sampling technique, selected based on specific criteria relevant to this research. The sample size is determined using Yamane's formula, resulting in a total of 57 respondents. The analyzed variables include knowledge, family support, healthcare provider support, distance to healthcare facilities, and ANC visits. The data are collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The findings show that there is a significant relationship between pregnant women’s knowledge (p<0.05), family support (p<0.05), and healthcare provider support (p<0.05) with ANC visits. Conversely, distance to healthcare facilities did not show a significant correlation. Transportation barriers, limited support from healthcare providers, and insufficient knowledge among pregnant women regarding the importance of ANC also influenced the low ANC visit coverage. Thus, this research concludes that increasing knowledge, enhancing family support, and strengthening the role of healthcare providers is essential to improve ANC visits, ultimately contributing to the reduction of MMR in Pohuwato Regency.
Penguatan Literasi Anti-Bullying Remaja Melalui Edukasi Komprehensif Berbasis Media Visual Interaktif Salawali, Siti Hajar; Hiola, Dewi Suryaningsi; Auli Irfah; Hunawa, Rachmawaty D; Arsad, Sitti Fatimah Meylandri
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i2.1325

Abstract

Bullying remains a pressing global issue, particularly among adolescents in educational settings. This community service program was designed to enhance students' knowledge and awareness of SMK Tridharma Lab School UNG regarding the definitions, causes, types, impacts, warning signs, prevention strategies, and appropriate responses to bullying. A structured, one-day intervention was conducted using interactive educational methods supported by visual media, including PowerPoint presentations, animated videos, thematic posters, and a practical pocket guidebook. A total of 28 students actively participated in thematic sessions, group discussions, and reflective activities. The effectiveness of the intervention was evaluated using pre- and post-activity questionnaires. The results indicated a significant improvement across all indicators: 95% of participants demonstrated accurate understanding of the concepts, types, and prevention strategies, while 90% showed a solid grasp of the causes and consequences of bullying. These findings emphasize the effectiveness of multimodal, youth-centered educational strategies in fostering anti-bullying literacy. The program highlights the importance of integrating innovative visual media into community engagement efforts to promote safer, more inclusive school environments.
Literasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Dalam Menjaga Vulva Hygiene Hiola, Dewi Suryaningsi; Siti Hajar Salawali; Rachmawaty D. Hunawa; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i1.1333

Abstract

Vulva hygiene is the act of maintaining and preserving the cleanliness and health of reproductive organs for physical and psychological well-being (Hallimil, Rahmawati, and Maulida 2021). World Health Organization 2019 the incidence of reproductive disorders due to poor vulva hygiene in women is 35%. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 2020 found that 3.2 million adolescents have reproductive disorders. Good and correct vulva hygiene behavior is needed to improve women's reproductive health. Low knowledge and independent attitudes of reproductive health can endanger adolescent reproductive health. Efforts to increase knowledge and attitudes are through reproductive health literacy activities. The purpose of reproductive health literacy activities is to increase adolescent knowledge and independent attitudes in maintaining vulva hygiene. The results of the implementation have increased adolescent knowledge and independent attitudes in maintaining vulva hygiene.
Konsumsi Ultra Processed Foods (UPFs) meningkatkan obesitas pada anak usia Sekolah Dasar Suleman, Ibrahim; Mohamad, Rini Wahyuni; Sartika, Sartika; Hiola, Dewi Suryaningsih; Hafid, Ridha
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 11, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.11.1.1-8

Abstract

Pendahuluan: Globalisasi telah mendorong peningkatan konsumsi ultra-processed foods (UPFs), yaitu makanan instan dengan kandungan nutrisi yang tidak seimbang dan berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara konsumsi UPFs dan kejadian obesitas pada siswa SDN 7 Tilong Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 82 siswa kelas IV–VI sebagai sampel. Data konsumsi UPFs dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi kuantitatif, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran berat dan tinggi badan menggunakan standar antropometri anak. Hasil: Hasil menunjukkan 53 siswa (65,9%) tidak mengalami obesitas, namun 49 siswa (59,8%) memiliki frekuensi konsumsi UPFs yang tinggi. Analisis dengan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi UPFs dan obesitas (p = 0,041). Simpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa kebiasaan mengonsumsi UPFs dapat meningkatkan risiko obesitas bahkan pada siswa yang saat ini belum mengalaminya.
Pemberdayaan Keluarga dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Monitoring Tekanan Darah dan Gula Darah Mandiri di Desa Mutiara Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Abdulkadir, Widy Susanti; Suleman, Ibrahim; Hiola, Dewi Suryaningsi; Tungadi, Robert
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34120

Abstract

Aplikasi Kalender Pola Sehat Hipertensi merupakan inovasi digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Mutiara dalam memantau kesehatan—khususnya tekanan darah dan kadar gula—serta mendorong pola hidup sehat guna pencegahan hipertensi dan penyakit tidak menular. Metode pengabdian meliputi: (1) persiapan dan sosialisasi kepada warga mengenai cara mengakses dan memanfaatkan kalender edukasi harian pada aplikasi (https://hulawadu.hulawadu-htc.site/kalender.php) melalui pertemuan langsung serta penyebaran informasi via media sosial, brosur, dan poster; (2) implementasi penggunaan aplikasi tanpa pendaftaran, di mana pengguna memilih tahun dan bulan untuk menerima edukasi harian tentang pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen stres; (3) edukasi bulanan secara daring melalui grup WhatsApp/media sosial yang dipandu tenaga kesehatan dengan sesi tanya jawab; (4) kolaborasi dengan Puskesmas untuk pendampingan penggunaan aplikasi dan pemeriksaan kesehatan rutin; serta (5) pemantauan dan evaluasi melalui analitik sederhana (frekuensi akses dan keterikatan pada materi) dan pelaporan berkala kepada pemangku kepentingan. Hasil pada 40 pengguna menunjukkan 30% pengguna mengakses aplikasi 3 kali/minggu dengan penurunan tekanan darah 5 mmHg pada 60% dan penurunan gula darah 10 mg/dL pada 55% pengguna. Kelompok yang lebih aktif (30% mengakses 4 kali/minggu) menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap edukasi (50%) dengan capaian penurunan tekanan darah (40%) dan gula darah (45%). Temuan ini mengindikasikan korelasi positif antara frekuensi penggunaan, kepatuhan, dan dampak kesehatan. Simpulan: kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemantauan rutin memperkuat efektivitas aplikasi sebagai alat pencegahan hipertensi di masyarakat.