Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Effect of Surgical Mask Use on Oxygen Saturation During Cycling Exercise Among Healthy Adults Sutono, Sutono; Setiyarini, Sri; Achmad, Bayu Fandhi; Kusumawati, Happy Indah; Yuliandari, Kurnia Putri; Hafild, Fanti Aldesia; Ayusti, Anisa Okta; Wulandari, Putri Aulia
NurseLine Journal Vol. 11 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v11i1.60001

Abstract

Abstract Background: Cyclists are often exposed to elevated air pollution, and face masks have been suggested as a means to reduce inhalation of harmful pollutants. However, concerns persist that surgical mask use during cycling may reduce oxygen saturation. Aim: This study aimed to examine the effect of wearing a surgical mask on oxygen saturation during cycling among healthy adults. Methods: This quasi-experimental study used a one-group pretest–posttest design with convenience sampling and included 42 participants who cycled while wearing a surgical mask. Oxygen saturation was measured before and after cycling, and intervention effects were analyzed using a linear mixed model with Bonferroni adjustment to control for participant characteristics. Results: Mean oxygen saturation decreased slightly from 96.7% (SD = 1.4) before cycling to 96.1% (SD = 2.2) after cycling, but the difference was not statistically significant (p = .149). A linear mixed-effects analysis with a Bonferroni adjustment confirmed that neither time nor participant characteristics had a significant effect on oxygen saturation. Conclusions: Wearing a surgical mask while cycling did not cause a significant reduction in oxygen saturation among healthy individuals, suggesting that its use during moderate-intensity cycling is physiologically safe.
Analisis Kelengkapan Pengisian Data Laporan Operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang Jawa Tengah Dewi, Ni Kadek Yulita Sintha; Setiyarini, Sri
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27459

Abstract

Latar Belakang: Laporan operasi harus segera dibuat setelah pembedahan dan dimasukkan dalam rekam kesehatan. Catatan operasi yang terlalu singkat dapat mengakibatkan ketidakjelasan urutan prosedur dan hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan serius terutama bila sampai di pengadilan. Berdasarkan pengamatan saat studi pendahuluan bulan Maret 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang, peneliti menemukan masih banyak terdapat pengisian laporan operasi yang belum lengkap.Tujuan: Mengetahui persentase kelengkapan dan ketidaklengkapan pengisian data laporan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif prospektif melalui deskriptif observasional.Hasil: Hasil penelitian yang berjudul analisis kelengkapan pengisian data laporan operasi di Rumah Sakit Umum Daeran Tidar Kota Magelang adalah kelengkapan pengisian data laporan operasi mencapai 70,08%, ketidaklengkapan mencapai 2,75% dan ketidakterisian mencapai 27,17%. Analisis kuantitatif ke 4 komponen utama yaitu kelengkapan identifikasi 74,67%, autentikasi 90%, pengisian laporan penting 70,46% dan pendokumentasian yang baik 57%. Dari hasil tersebut untuk hasil paling tinggi dan rendah pada komponen identifikasi jenis kelamin 96% dan no register 11%, komponen autentikasi tanda tangan/nama terang dokter ahli bedah 90%, komponen pengisian laporan penting laporan operasi 100% dan nama perawat 34%, pendokumentasian yang baik tanggal operasi 96% dan lama operasi berlangsung 13%.