Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

DAMPAK BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANAMEI TERHADAP ESTIMASI BEBAN LIMBAH PERAIRAN DI DESA WONOCOYO KABUPATEN TRENGGALEK Yusup Saktiawan; Irfany Rupiwardani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya dengan media tambak tidak hanya menguntungkan tapi juga akan berdampak merugikan jika tidak ditangani dengan maksimal. Masalah yang sering terjadi dalam kegiatan budidaya adalah limbah. Nilai efisiensi budidaya dapat ditentukan dari estimasi beban limbah yang berasal dari pakan. Estimasi beban limbah tambak udang semi intensif sangat ditentukan dari pakan yang diberikan selama masa pemeliharaan, rasio konversi pakan yang optimal dan perolehan tingkat produksi udang. Tujuan penelitian yang dilaksanakan di Desa Wonocoya Kabupaten Trenggalek secara umum adalah untuk mengetahui kadar beban limbah nutrien yang berasal dari tambak udang vanamei semi intensif di Desa Wonocoyo Kabupaten Trenggalek. Metode dalam penelitian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer meliputi air sebelum dan sesudah  menerima beban limbah tambak. Penelitian ini mengukur kandungan limbah air tambak dan air sungan di laboratorium. Hasil perhitungan limbah, sarana budidaya udang Desa Wonocoyo di Kabupaten Trenggalek menghasilkan limbah yang memiliki dampak lingkungan yang masih tergolong kecil, namun jika jumlah petak tambah terjadi penambahan maka bisa dipastikan dampak lingkungannya semakin tinggi.
SOSIALISASI BUDAYA K3 (KESEHATAN KESELAMATAN KERJA) DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA DI CV. PAKIS INDAH MALANG Devita Sari; Irfany Rupiwardani; Tiwi Yuniastuti
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah: CV. Pakis Indah merupakan salah satu industri kecil yang belum mengetahui ataupun menerapkan K3, hal ini terlihat dari situasi di pabrik yang tidak ada sama sekali budaya K3, misalnya banyaknya pekerja yang tidak menggunakan APD, tidak adanya poster ataupun tanda-tanda yang terkait K3, serta perilaku pekerja yang menganggap biasa bila terjadi kecelakaan kerja. Lingkungan kerja di pabrik juga sangat panas dan bising. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk peningkatan pengetahuan mitra tentang budaya K3, melakukan identifikasi bahaya di tempat kerja sehingga bisa ditindak lanjuti dengan pembuatan poster dan SOP kerja, serta pengadaan APD. Metode: Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan melakukan sosialisasi budaya K3 dan penyakit akibat kerja. Peningkatan pengetahuan diketahui dari pretest dan post test. Kegiatan identifikasi bahaya dilakukan dengan metode HIRADC. Hasil: Kegiatan sosialisasi menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang dibuktikan dari hasil pretest yaitu 63% peserta berpengetahuan kurang, 19% berpengetahuan cukup, dan 18% berpengetahuan baik. Hasil post test menunjukan bahwa 13% peserta berpengetahuan kurang, 62% berpengetahuan cukup, dan 25 % berpengetahuan baik. Identifikasi bahaya dilakukan dengan metode HIRADC ditemukan terdapat 7 resiko dalam kategori low, 6 resiko kategori medium, dan 11 kategori high.
DAUR ULANG SAMPAH ORGANIK MELALUI PENGOMPOSAN Devita Sari; Irfany Rupiwardani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku mitra tentang sampah dan pengelolaan sampah yang benar. Selain itu membangun fasilitas kompos untuk menunjang kegiatan tersebut yaitu dengan membangun bata terawang sebagai media membuat kompos. Kegiatan ini dianggap perlu karena pengelolaan sampah di STIKES tidak dilakukan sendiri,selama ini hanya dierikan pada pihak ketiga bahkan kadang sampah organik dibakar sehingga menimbulkan polusi. PKM dilakukan beberapa tahapan yaitu pembuatan sarana & prasarana kompos dengan metode bata terawang, membuat alat pencacah sederhana, dan melakukan edukasi dan pelatihan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 15 orang yang terdiri dari petugas kebersihan dan perwakilan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 100%, serta hasil observasi perubahan perilaku menunjukan bahwa para petugas kebersikan mulai melakukan pemilahan sampah dan pengelolaan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan metode bata terawang.