Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA PEKERJAAN PEMOTONGAN BESI Putri, Ailsa Eka Luthfiandrea; Rupiwardani, Irfany; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29734

Abstract

Kejadian kecelakaan kerja di Indonesia berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 sebanyak 347.855 kasus dari pekerja penerima upah, 19.921 kasus dari pekerja bukan penerima upah dan 2.971 kasus dari pekerja jasa konstruksi. Tingginya angka kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh kecerobohan atau kurangnya penerapan keselamatan dalam bekerja. Pekerjaan dengan risiko tinggi seperti pekerjaan las potong atau oxy-cutting berisiko menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja seperti tergores, tertusuk, tertimpa, terkena percikan api dan lain sebagainya. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi bahaya, mengidentifikasi tingkat risiko dan menganalisis pengendalian risiko. Metode yang digunakan yaitu metode HIRARC. Metode ini dipiilih karena mendetail pada setiap proses kerja sehingga pengendalian akan lebih spesifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 38 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian yaitu kuesioner, lembar observasi, lembar rekapitulasi, alat tulis, kamera dan APD peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekerjaan pemotongan besi teridentifikasi 59 potensi bahaya. Penilaian tingkat risiko didapati tingkat low risk 13,6%, moderate risk 59,3% dan high risk  27,1%. Pengendalian risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemotongan besi diantaranya dengan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, adminitratif dan penggunaan APD. Risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemotongan besi di Pasar Besi X dapat dicegah dengan melaksanakan rekomendasi pengendalian risiko sesuai dengan hierarki pengendalian risiko, serta tersedianya alat penunjang keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan yang terpapar panas api seperti APAR, Hydrant dan Kotak P3K.
Evaluasi Pelaksanaan Inspeksi Rumah Sehat Dalam Penanggulangan Tuberculosis (TBC) di Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur Blaang, Fransiska; Rupiwardani, Irfany; Subhi, Misbahul
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.307

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosisi dan masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Penyakit Tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti ventilasi udara, pencahayaan, kepadatan hunian, sanitasi, dan kebersihan rumah. Oleh karena itu, strategi penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan secara medis, tetapi juga melalui intervensi kesehatan lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi risiko penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan inspeksi rumah sehat dalam penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas petugas kesehatan lingkungan, kepala Puskesmas serta tenaga kesehatan terkait. Analisa data  dengan CIPP menggunakan model interaktif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Borong masih fluktuatif dan cukup tinggi. Dukungan sumber daya manusia dinilai cukup memadai, namun pelatihan teknis khusus inspeksi rumah sehat bagi tenaga kesehatan lingkungan masih terbatas. Sarana dan prasarana sudah tersedia, tetapi belum lengkap, dan pendanaan belum dialokasikan secara khusus. Pelaksanaan inspeksi telah dilakukan secara rutin, meskipun frekuensinya masih rendah dan tindak lanjut hasil inspeksi belum optimal. Perbaikan yang di sarankan meliputi peningkatan kapasitas melalui pelatihan teknis, peningkatan frekuensi pelaksanaan kegiatan inspeksi, penyediaan pendanaan khusus, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Determinan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu Rumah Tangga di Wilayah Desa Tumbang Masukih Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah Kurniawan, Aprizal; Rupiwardani, Irfany; Cahyani, Septia Dwi
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clean and healthy living practices in Indonesia are currently still low, which is related to various environmental health issues that are still high in Indonesia. In rural areas, especially in Tumbang Masukih Village, public awareness of the importance of practicing clean and healthy living is still minimal. Geographically, Tumbang Masukih Village is located in a highland area adjacent to a major river, with water from this river supporting daily water needs such as cooking, washing, and other activities. Therefore, community knowledge about the implementation of PHBS is of great importance. The objective of this study is to analyze the determinants of clean and healthy living behavior (PHBS) among housewives in the Tumbang Masukih Village area of Gunung Mas District, Central Kalimantan Province.The research method used was quantitative research with a cross-sectional approach. The research population consisted of 107 housewives who did not work in Tumbang Masukih Village, with a sample of 52 housewives selected using random sampling. The research instrument used a questionnaire with chi-square statistical data analysis.The results showed a relationship between the independent and dependent variables. This is evidenced by the p-value of each variable being < α (0.05), indicating a significant and meaningful relationship between education, attitude, knowledge, and social support toward clean and healthy living behavior. The conclusion from this study is that there are determinants of clean and healthy living behavior (PHBS) among housewives in the Tumbang Masukih Village area of Gunung Mas District, Central Kalimantan Province.
Studi Prevalensi Dan Tingkat Cemaran Boraks Pada Produk Kerupuk Umkm Kec. Sidayu Terhadap Keamanan Pangan Di Pasar Sidayu Gresik Zahrotut Taqiyah; Ike Dian Wahyuni; Irfany Rupiwardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boraks merupakan senyawa kimia turunan dari logam berat boron (B) yang biasanya digunakan sebagai bahan anti jamur, untuk pengawet kayu, dan sebagai antiseptik pada produk kosmetik. Boraks sering digunakan oleh para pedagang yang menginginkan keuntungan lebih dalam memproduksi makanan. Salah satunya adalah kerupuk untuk mempertahankan rasa renyah ini seringkali produsen menambahkan bahan tambahan pangan berupa boraks atau sering disebut bleng padahal penggunaan boraks dilarang dalam makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  prevalensi dan tingkat cemaran  boraks pada produk kerupuk UMKM Kec. Sidayu terhadap keamanan pangan di Pasar Sidayu gresik. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif suatu metode penelitian yang bergerak pada pendekatan kuantitatif sederhana dengan alur induktif. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan 20 sampel kerupuk yang paling laku dijual pada  pedagang kerupuk di Pasar Sidayu Gresik. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2026. Hasil penelitian Prevalensi Cemaran boraks pada produk kerupuk UMKM yang beredar di Pasar Sidayu Gresik sebesar 85% berdasarkan 20 sampel yang di periksa 17 diantaranya mengandung boraks sementara 3 lainnya tidak terdeteksi boraks. Kadar boraks tertinggi ditemukan pada sampel K10 dengan kadar boraksnya mencapai 762,6 mg/l dan kadar boraks terendah ditemukan di sampel K16 sebesar 86,2 mg/l. Berdasarkan tabel hasil uji Independent Sample T-Test dengan nilai signifikansi <0,05 yang artinya H1 diterima yaitu terdapat perbedaan kadar cemaran boraks dalam kerupuk dipasar sidayu
Analisis Determinan Yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Duduksampeyan Gresik Mangayu Mangayu; Irfany Rupiwardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara, karena berbagai faktor lingkungan, iklim, dan kepadatan penduduk yang mendukung siklus hidup nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Pada Minggu ke-15 2024, Jawa Timur menyumbang 3.638 kasus DBD dari total nasional 62.001 kasus angka ini menunjukkan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi kasus yang cukup besar terhadap beban penyakit DBD. Tujuan penelitian ini adalah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Duduksampeyan Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasi dengan pendekatan cross sectional, dengan melibatkan 145 responden dan analisis data dilakukan dengan uji chisquare. Hasil penelitian diperoleh Faktor lingkungan biologi yang mempengaruhi kejadian DBD di Wilayah Puskesmas Duduksampeyan adalah keberadaan jentik (sig = 0,005) dan tempat pengelolaan sampah (sig = 0,003) sementara faktor lingkungan fisik dan kimia tidak mempengaruhi kejadian DBD di Wilayah Puskesmas Duduksampeyan yaitu Drainase (sig = 1,000), Kepadatan Hunian (sig = 0,301), Tempat Penampungan Air (sig = 0,406), Lingkungan rumah sehat memiliki (sig = 0,368).
The Impact of the Work Environment on Fatigue of Production Workers at PT X: External Factor Analysis Pradita, Sekar Ayu Lintang; Cahyani, Septia Dwi; Rupiwardani, Irfany
PROMOTOR Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i1.1843

Abstract

The acceleration of industrial and economic growth, along with increasing population mobility, has contributed to the continuous expansion of business activities each year. This development pushes companies in Indonesia to advance toward industrialization, often resulting in extended working hours to meet production demands. Consequently, work fatigue has become a common issue in industrial environments, influenced by various factors, including external environmental conditions. This study aims to analyze the relationship between external environmental factors and work fatigue among production workers at PT X. The research employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The study involved 49 respondents from the erema production unit. Data were collected through interviews using the IFRC questionnaire to measure subjective fatigue levels, complemented by direct workplace observations. Bivariate analysis was conducted using binary logistic regression, while multivariate analysis employed ordinal logistic regression. The results indicated that environmental temperature and lighting significantly affected work fatigue, whereas working hours, workload, humidity, and noise showed no significant relationship. Among all variables, lighting was identified as the most dominant factor associated with work fatigue (p-value = 0.011; P < 0.05)