Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR PADA PENAMPUNGAN MATA AIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA DONOK KARTIKA, INTAN WEDY; RUPIWARDANI, IRFANY; SARI, DEVITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sumber air bersih masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kota Donok sebagian besar (87%) adalah air dari penampungan mata air. Tahun 2020 diketahui tiga dari empat penampungan mata air memiliki kualitas mikrobilogi yang tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai Permenkes No.2 tahun 2023. Kualitas air yang kurang bersih tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobilogi air pada penampungan mata air. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu sebanyak 4 penampungan mata air. Analisa hasil penelitian untuk mengetahui pengaruhnya menggunakan uji Chi-squre. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan penelitian pemeriksaan kualitas mikrobiologi didapatkan bahwa: 3 dari 4 PMA tidak memenuhi syarat kesehatan dengan jumlah bakteri e.coli ≥76 MPN/100 ml dan coliform ≥116 MPN/100 ml. Berdasarkan hasil uji_Chi-square & kondisi fisik penampungan mata air ada pengaruh terhadap kualitas mikrobiologi penampungan mata air (p = 0,046) dan jarak sumber pencemar tidak ada pengaruh terhadap kualitas mikrobiologi penampungan mata air (p = 0,248). Kesimpulan: Dapat disimpulkan faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobiologi pada penampungan mata air adalah kondisi fisik penampungan mata air.
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Khusus Minyak Pelumas (Oli) Bekas Pada Bengkel Motor Di Kota Malang Roto, Mariana; Rupiwardani, Irfany; Yohanan, Agus
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v6i2.377

Abstract

Bengkel kendaraan roda dua di Kota Malang merupakan salah satu usaha yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal ini dapat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan, salah satunya yaitu pencemaran akibat oli bekas. Berdasarkan kriteria limbah yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup, oli bekas termasuk kategori limbah B3 karena mengandung bahan berbahaya dan beracun yang berupa logam berat seperti belerang, kromium, sulphur, nitrogen chlorine, bromine dan senyawa teroksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun khusus minyak pelumas (oli) bekas pada bengkel motor di kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi yang diteliti adalah 2 bengkel dengan informan yang diambil sebanyak 7 orang di bengkel AHHAS Surya Bangkit Motor dan 3 orang di bengkel Yamaha BSM yang terdiri dari pengelola bengkel, kepala mekanik dan pekerja mekanik dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan limbah oli bekas pada bengkel AHHAS sudah cukup sesuai dari segi input dan proses sedangkan di bengkel Yamaha BSM masih belum sesuai karena hampir sebagian input dalam menunjang proses pengelolaan limbah oli bekas belum terlalu lengkap dan tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan limbah oli bekas yang ada di bengkel AHHAS Surya Bangkit Motor sudah sesuai dengan peraturan yang ada sedangkan bengkel Yamaha BSM masih belum sesuai karena dari segi input dan proses masih banyak yang belum dilengkapi dan tidak memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang ada.Kata kunci: Pengelolaan, Limbah B3, Minyak Pelumas Bekas
Pengaruh Sanitasi Rumah dan Perilaku Penderita Terhadap Kejadian TB-Paru di Puskesmas Janti Kota Malang Lasong, Heribertus; Yohanan, Agus; Rupiwardani, Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v6i2.378

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Pada dasamya kuman penyebab TB paru dapat menyerang organ tubuh lain, akan tetapi sebagian besar menyerang paru-paru. Jumlah kasus TB paru di Puskesmas Janti Kota Malang sebanyak 200 kasus dari tahun 2019 s/d 9 April 2022 dan yang belum sembuh sebanyak 25 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sanitasi rumah dan perilaku penderita dan menganalisa pengaruh sanitasi rumah dan perilaku penderita terhadap kejadian TB paru di Puskesmas Janti Kota Malang. Penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang diambil adalah 25 responden penderita TB paru yang belum sembuh dengan tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat rumah sehat sebanyak 21 rumah responden (84%), rumah tidak sehat sebanyak 4 rurnah responden (16%), sedangkan responden berperilaku baik sebanyak 24 responden (96%) dan perilaku kurang sehat sebanyak 1 responden (4%). Hasil uji regresi linear ganda menunjukan bahwa ada pengaruh yang sangat rendah antara sanitasi rumah dan perilaku penderita terhadap kejadian TB Paru di Puskesmas Janti Kota Malang. Disarankan melakukan kegiatan inspeksi sanitasi rumah dan memberikan konseling, imformasi, edukasi (KIE) dan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat terutama diwilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang.Kepustakaan   : 39 kepustakaan (2012-2021)Kata Kunci     : Kejadian TB paru, Sanitasi rumah, Perilaku penderita 
Potensi Nilai Ekonomi Budidaya Maggot sebagai Biokonversi Sampah Rumah Tangga menggunakan Analisis Break Even Point (BEP) Ounga, Elfrida; Rupiwardani, Irfany; Saktiawan, Yusup
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i1.517

Abstract

Currently, waste is a big problem in Indonesia. The increasing number of population has an effect on the waste that will be produced. Waste has different economic values according to the composition of the waste. Prevent waste generation in TPA by increasing sales value so as to reduce waste. The purpose of this study was to analyze the magnitude of the potential economic value of maggot cultivation as household waste bioconversion using BEP (Break Even Point) analysis. The design of this research is descriptive quantitative with the BEP (Break Even Point) method. Research data obtained by way of observation and in-depth interviews. The informants in this study consisted of main informants and supporting informants. The results showed that household organic waste generated an average of 5-8 kg per day which was deposited into the waste bank. The potential for aquaculture bioconversion is shown by the ratio of 1 kg of maggot to consuming 2-5 kg per day of organic waste. BEP analysis shows that maggot cultivation is said to break even if it is able to sell 51 kg of maggot.Saat ini sampah menjadi salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia. Jumlah penduduk yang semakin meningkat berpengaruh pada sampah yang akan dihasilkan. Sampah memiliki nilai ekonomi yang berbeda-beda sesuai dengan komposisi sampah. Mencegah timbulan sampah di TPA dengan menambah nilai jual sehingga dapat mereduksi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis besarnya potensi nilai ekonomis budidaya maggot sebagai biokonversi sampah rumah tangga menggunakan analisis BEP (Break Even Point). Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode BEP (Break Even Point). Data penelitian diperoleh dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah organik rumah tangga mencapai rata-rata 5-8 kg per hari yang disetorkan ke bank sampah. Potensi dari biokonversi budidaya ditunjukkan dengan perbandingan 1 kg maggot menghabiskan 2-5 kg per hari sampah organik. Analisis BEP menunjukkan budidaya maggot dikatakan impas jika mampu menjual 51 kg maggot.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH SAKIT PELABUHAN JAKARTA Naharuddin; Nasharuddin Mas; Irfany Rupiwardani
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 4 No. 4: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jemba.v4i4.10795

Abstract

The purpose of this study was to analyze the influence of organizational culture and training on employee performance with job satisfaction as a mediating variable in increasing the income of the Jakarta Port Hospital. The population in this study were all employees of the Jakarta Port Hospital totaling 839 employees. Because the population size can be identified, the Slovin formula can be used to determine the sample size of the population, which is 89 employees. The data analysis technique used in this study was Partial Least SquareStructural Equation Modeling (PLS-SEM) using smartPLS software version 4. The results showed that organizational culture significantly influenced employee performance. Training significantly influenced employee performance. Organizational culture significantly influenced job satisfaction. Training significantly influenced job satisfaction. Job satisfaction significantly influenced employee performance. Job satisfaction mediates the influence of organizational culture on employee performance. Job satisfaction mediates the influence of training on employee performance. Employee performance significantly influenced Hospital income.
FAKTOR RISIKO ACUTE FATIGUE PADA PENGEMUDI BUS DENGAN VARIABEL FAKTOR INDIVIDU Asmimi, Julia Asmimi; Rupiwardani, Irfany; Susanto, Beni Hari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46035

Abstract

Kelelahan akut (acute fatique) pada pengemudi bus merupakan kondisi yang dapat membahayakan keselamatan kerja dan lalu lintas. Pengemudi yang mengalami kelelahan cenderung memiliki tingkat kewaspadaan dan konsentrasi yang menurun, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan akut pada pengemudi bus di PT X 8X. Desain penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional , melibatkan 40 pengemudi aktif sebagai responden yang diambil secara total sampling . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Fatigue Assessment Scale (FAS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan akut dengan faktor individu seperti usia (p=0,001), status gizi (p=0,032), riwayat penyakit (p=0,008), dan kebiasaan merokok (p=0,041). Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik individu memainkan peran penting dalam mempengaruhi tingkat kelelahan akut pada pengemudi bus. Konsumen dengan usia lebih tua, status gizi yang kurang baik, riwayat penyakit tertentu, serta kebiasaan merokok khususnya perokok berat cenderung memiliki risiko kelelahan yang lebih tinggi.
Assessment of Sanitation Inspection Results of Refilled Drinking Water Depots in the Working Area of Tambak Wedi Public Health Center, Surabaya City, in 2020–2022 Muslim, Muhammad Hanif; Rahadian Wicaksono1, Rizky; Subhi, Misbahul; Joegiantoro, Rudy; Rupiwardani , Irfany
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i02.867

Abstract

DAMIU is a business entity that manages drinking water for public consumption needs in bulk form and not in bottled form. Based on the profile of the Surabaya City Health Service for 2019-2021, Tambak Wedi Community Health Center is included in the top 10 in the category of low levels of DAMIU sanitation inspection results for 3 years, namely from 2019-2021. Based on data from the Surabaya City Health Service, in 2019 53.85% did not meet the requirements. In 2020, 44.44% did not meet the requirements. In 2021, 54.44% do not meet the requirements. This research aims to determine the evaluation of the implementation of DAMIU sanitation inspections in the Tambak Wedi Health Center Work Area. This research is descriptive research using quantitative and qualitative research methods. The data obtained was then analyzed and evaluated using a management information system approach by evaluating the input, process, output and outcome variables of management sanitation inspection activities. The research results showed that the input components which included: work plans received a good category, policies received a good category. Human resources include: head of community health center in good category, sanitarian in good category, budget in good category, inspection method in good category, facilities in good category. Process components include: implementation planning obtained a good category, implementation of sanitation inspections obtained a good category, implementation results obtained a good category, employee development in the poor category, raw water processing in a good category, behavior of handlers, cleaning of gallon/outlets in a good category, periodic laboratory examinations in a good category. output component: evaluation of the implementation of inspections in the good category. The outcome component (quality of refillable drinking water) is in the poor category. So there is a need for intensity in training DAMIU employees and increasing the number of health center sanitarian personnel.
Analysis of Factors Affecting Work Productivity Rupiwardani, Irfany; Sari, Devita; Wahyuni, Ike Dian
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.2678

Abstract

Subur Makmur Istana Embroidery Malang is one of the non-formal businesses or MSMEs in Malang City in the field of convection, with the main product being mukena or embroidered clothes. The aim of this research is to analyze the factors that influence work productivity. The sampling technique used was total sampling with a sample size of 35 workers. Cross sectional research design, statistical analysis using logistic regression tests. The research instruments used in this study were questionnaires, observation sheets, fatigue instruments using Subjective feelings of fatigue from the Japan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Measurement of the physical work environment using a luxmeter for light measurement, and a sound level meter to measure noise. The research results show that there is a significant influence between age, work fatigue, motivation, length of service, lighting, and wages on work productivity. Meanwhile, the noise variable has no effect on work productivity, because for workers the noise generated by sewing, embroidery and cutting machines is considered not to disturb them while working.
PERBEDAAN PENINGKATAN UNSUR HARA KASGOT PADA SAMPAH ORGANIK Larasati, Putri; Saktiawan, Yusup; Rupiwardani, Irfany
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30777

Abstract

Penumpukan sampah organik yang terjadi di Kota Malang paling banyak disebabkan oleh limbah sisa rumah tangga yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan peran lalat tentara hitam atau biasa disebut dengan larva blacksoldier fly (BSF) atau sering disebut maggot. Pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga memerlukan bioaktivator atau yang sering disebut EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi, sebagai penekan patogen dan menghilangkan bau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan unsur hara kasgot pada sampah organik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pre Test – Post test control design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bekas maggot (kasgot). Sampel penelitian ini adalah sebagian dari bekas maggot. Metode analisis data yang digunakan yaitu independent sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kasgot pada semua jenis perlakuan telah memenuhi SNI dengan syarat semua perlakuan berada di atas nilai SNI pada semua parameter. Namun, penambahan ampas kopi pada sampah rumah tangga dalam proses pengomposan menggunakan maggot tidak signifikan untuk meningkatkan unsur hara makro pada kasgot karena hasil akhir pemeriksaan pupuk kasgot memiliki nilai signifikansi sebesar 0,773 pada kelompok P1 & P2, dan 0,901 pada kelompok P3 & P4 dimana nilai tersebut lebih dari 0,05.
PENGOLAHAN LIMBAH B3 BOTOL INFUS DENGAN METODE DESINFEKSI KIMIAWI MENGGUNAKAN KALSIUM HIPOKLORIT (Ca(CIO)2) DI RUMAH SAKIT BAPTIS BATU Aryani, Ivan Tedy; Saktiawan, Yusup; Rupiwardani, Irfany
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27461

Abstract

Pengolahan limbah medis bertujuan mengubah karakteristik biologis dan/atau kimia limbah sehingga potensi bahayanya terhadap manusia berkurang atau tidak ada. Disinfeksi didefinisikan sebagai proses pengurangan jumlah mikroorganisme yang memiliki tingkat bahaya tinggi, ke tingkat yang lebih rendah, pada permukaan yang terindikasi kontaminasi oleh mikroorganisme dengan menggunakan bahan kimia yakni disinfektan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengolahan limbah B3 botol infus dengan metode desinfeksi kimia menggunakan kalsium hipoklorit (Ca(CIO)2) di Rumah Sakit Baptis Batu. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu data yang besarnya semua variabel digambarkan dalam bentuk kategorik yang akan diperoleh korelasi  data variabel bebas dan variabel terikat dibandingkan pada waktu yang sama dengan menggunakan lembar checklist. Metode digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi melalui lembar checklist pengelolaan limbah B3 botol infus di  Rumah Sakit Baptis Batu. Berdasakan hasil penelitian Rumah Sakit Baptis Batu menghasilkan total limbah B3 berupa botol infus seberat 173,5 kg. Proses pengolahan limbah ini dilakukan dengan metode desinfeksi kimia menggunakan kalsium hipoklorit (Ca(CIO)2), yang telah memperhatikan langkah-langkah penanganan limbah medis untuk mencegah potensi bahaya bagi petugas, pasien, pengunjung, dan masyarakat sekitar. Hasil uji ALT (Pour Plate) menunjukkan bahwa penggunaan Ca(CIO)2 pada botol infus dengan konsentrasi 3% maupun 5% menghasilkan jumlah kuman yang minim, yaitu 0 CFU/cm2, menandakan efektivitas metode tersebut dalam mengolah limbah B3 botol infus dengan mengurangi risiko kontaminasi