Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN STANDARDISASI PEMBUATAN KAPAL BERBASIS FIBERGLASS REINFORCED PLASTIC (FRP) PADA GALANGAN KAPAL TANJUNG BENOA Putra, I Putu Yoga Iswara; Jaya, Made Mahendra; Azis, Muh. Arkam
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.257-265

Abstract

Galangan kapal berbasis fiberglass dalam memproduksi kapal umumnya menggunakan kebiasaan turun-temurun tanpa dilandasi dengan standar pembuatan kapal yang sudah ditetapkan. Standar pada aktivitas galangan kapal dinilai perlu untuk diterapkan agar kapal yang diproduksi memiliki kualitas dan aman dalam pengoperasiannya. Kurangnya pemahaman standar baku pembuatan kapal dikhawatirkan akan menyebabkan kapal yang dihasilkan tidak maksimal atau tidak laik operasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesesuaian kegiatan proses pembuatan kapal dan penyimpanan bahan baku berdasarkan Biro Klasifikasi Indonesia pada galangan kapal fiberglass. Metode analisis yang digunakan adalah analisis skoring data tunggal. Berdasarkan 2 bagian aturan yang tertuang pada peraturan Biro Klasifikasi Indonesia part 3 volume V tahun 2021 tentang Rules for Fiberglass Reinforced Plastic Ships sejumlah 20 pernyataan diperoleh hasil, yaitu sebesar 10% kegiatan masuk dalam kriteria tidak sesuai, 30% masuk dalam kriteria sesuai dan 60% kegiatan di galangan kapal masuk dalam kriteria sangat sesuai, sementara hasil skoring dengan menggunakan kuesioner standardisasi part 3 volume B Guidance for Certification of FRP Fishing Vessel less than 12 m dengan jumlah 10 pernyataan, diperoleh hasil sebesar 10% kegiatan yang masuk dalam kriteria tidak sesuai, 20% masuk dalam kriteria sesuai dan 70% kegiatan di galangan kapal masuk dalam kriteria sangat sesuai. Kata kunci: galangan kapal, kapal fiberglass, standardisasi
USED OF FISHING TOOLS AND FISHING AID IN KENDARI OCEAN FISHERY PORT Suratna, Suratna; Khikmawati, Liya Tri; Jaya, Made Mahendra; Rahman, Alfian Fatur
Jurnal Segara Vol 19, No 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v19i2.14564

Abstract

Fishing Gear is equipment used by fishermen to catch fish and other marine animals. The operation of the fishing gear itself is not always alone, some fishermen use fishing aids to increase the effectiveness and efficiency of fishing activities. Some types of Fishing aids commonly used by fishermen are lamps and fish aggregating devices (FADs) used to collect fish and power blocks/axles, or line haulers used by fishermen to facilitate the operation of the fishing gear. This study aims to find out what fishing gear and fishing aids are in Kendari and analyze their compliance with existing regulations. The research activities were carried out for 2 months, namely from November to December 2023 at the Kendari Fisheries Port. The type of data collected is qualitative data including construction data from each API in Kendari through direct observation. The data collected is then analyzed descriptively. Based on the data obtained, the types of Fishing Gear used by vessels based at the Kendari PPS are 5 (five) fishing gears, consisting of Tuna Hand Line, Huhate, Purse Seine, Hand Line, Squid Fishing. This fishing gear is an active fishing gear. Fishing aids used by fishermen at PPS Kendari include LED lights, Pakurung and fish aggregating devices. There are still violations related to the use and operation of fishing gear (purse seines), as well as the installation of fish aggregating devices. To avoid violations of the use of fishing gear and fishing aids, currently there is still a need for supervisory officers and equipment support using technology.
ZONASI POTENSI SUMBERDAYA PESISIR DI WILAYAH KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK Made Mahendra Jaya; Rakhma Fitria Larasati; Angkasa Putra; Sarifah Aini
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.373

Abstract

Pesisir Kecamatan Munjungan merupakan kawasan yang memiliki sumberdaya alam bernilai ekonomis tinggi, sehingga mempunyai potensi untuk dapat dikembangkan. Informasi terkait dengan penataan zonasi pada kawasan pesisir di desa-desa pesisir yang ada di kecamatan Munjungan masih kurang dan belum didukung oleh penelitian ilmiah sebelumnya. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui zonasi potensi sumberdaya pesisir di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara serta melakukan tracking. Kemudian dipadukan dengan data pengamatan citra satelit dan dilakukan overlay. Daerah Kecamatan Munjungan memiliki 11 potensi yaitu potensi pemukiman, hutan, sawah, tanah terbuka, perkebunan, pariwisata, peternakan, perikanan tangkap dan budidaya, pulau kalong, terumbu karang dan mangrove. Luas Kawasan yang paling berpotensi adalah hutan dengan persentase 73,94% (6368 Ha) kemudian sawah sebesar 8,2% (674 Ha), perkebunan sebesar 6,87% (565 Ha), pemukiman sebesar 6,86% (487 Ha), tanah terbuka sebesar 3,48% (286 Ha), pariwisata sebesar 0,32% (27 Ha), konservasi kalong sebesar 0,1% (9 Ha), mangrove sebesar 0,08% (7 Ha), serta terumbu karang sebesar 0,07% (6 Ha).
KARAKTERISTIK ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KENDARI (PPS) SULAWESI SELATAN Mahendra Jaya Made; Yulia Estmirar Tanjov; Rakhma Fitria Larasati; Iptu Gatot; Aditya Bramana
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.461

Abstract

Jaring pukat cincin (purse seine) merupakan sebuah alat tangkap ikan berbahan jaring yang dioperasikan dengan metode melingkari gerombolan ikan, yang akan membentuk mangkuk pada proses pengoperasiannya. Purse seine yang digunakan oleh nelayan Kendari mempunyai karateristik tersendiri pada konstruksi purse seine dibandingkan dengan kapal Slerek di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik alat tangkap purse seine yang ada di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. Pengumpulan data diperoleh dengan melakukan perhitungan dan pengukuran secara langsung terkait dengan konstruksi alat tangkap purse seine. Selain itu, pengumpulan data terkait dengan alat tangkap purse seine juga dilaksanakan menggunakan metode wawancara. Karakteristik alat tangkap purse seine didasarkan melalui analisis parameter teknis alat tangkap. Prinsip perhitungannya yakni dengan menentukan rasio antara daya tenggelam dengan daya apung komponen yang menyusun jaring purse seine. Pukat cincin yang digunakan nelayan di PPS Kendari pada umumnya memiliki dimensi panjang 400 meter dan dalam 60 meter. Sehingga dapat diklasifikasikan termasuk ke dalam golongan pukat cincin berukuran sedang. Nilai rasio antara daya apung dengan daya tenggelam yang dimiliki oleh jaring ini sebesar 1,81. Nilai rasio ini masih tergolong baik. Ciri khas alat tangkap di daerah ini adalah penggunaan cincin, yang mana cincin tersebut memiliki 2 fungsi yakni sebagai pemberat dan sebagai tempat lewatnya tali kerut.
PENGARUH PERENDAMAN KITOSAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KEKUATAN PUTUS SERTA KEMULURAN TALI SERAT DAUN NANAS UNTUK MATERIAL ALAT PENANGKAP IKAN Muth Mainnah; Made Mahendra Jaya; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.468

Abstract

Pemanfaatan serat daun nanas dan kitosan sebagai pengawet adalah salah satu langkah pengembangan material alat tangkap yang ramah lingkungan, dengan memanfaatkan limbah daun nanas dan cangkang kerang, udang, kepiting, yang biasanya langsung dibuang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kitosan sebagai pengawet dalam menambah kekuatan putus tali serat daun nanas agar dapat digunakan sebagai material alat penangkap ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan 2 (dua) variabel uji. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif yang disajikan pada tabel sederhana dan dikaji berdasarkan tinjauan pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian terbaik dari uji kekuatan putus tersebut diperoleh dari tali daun nanas yang direndam di dalam kitosan berkonsentari 1% dalam waktu 45 menit. Kekuatan putus tali dengan perlakuan tersebut adalah sebesar 183,7497 kgf/cm2. Rata-rata kekuatan putus tali serat daun nanas dengan kitosan lebih kuat dibandingkan tali tanpa kitosan (172,0734 > 152,4089 kgf/cm2). Berdasarkan uji kekuatan putus dan kemulurannya, tali serat daun nanas memiliki potensi untuk digunakan sebagai material alat penangkapan ikan.
OBSERVASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR Larasati, Rakhma Fitria; Jaya, Made Mahendra; Mahardi, I Gusti Ngurah Kadek Hary; Putra, Angkasa; Bramana, Aditya; Aini, Sarifah; Hamdani, Hamdani; Ariana, Made
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.203-210

Abstract

Daerah penangkapan ikan di perairan Laut Jawa dan Selat Makassar merupakan daerah tangkapan yang penting bagi nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses penentuan Daerah Penangkapan Ikan (DPI), menjelaskan hasil observasi suhu dan salinitas perairan di setiap DPI yang telah ditentukan, serta mengidentifikasi jenis hasil tangkapan, dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Tirta Putra Kencana I (alat tangkap purse seine). Penelitian ini dilakukan di perairan Laut Jawa dan di Selat Makasar, mulai dari bulan Desember tahun 2022 hingga bulan April 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, termasuk kegiatan penentuan DPI dan pengukuran suhu, serta salinitas di setiap lokasi DPI. Penentuan DPI dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa syarat, seperti wilayah perizinan penangkapan ikan, ketidakgangguan terhadap pelayaran niaga, kondisi perairan yang aman, dan minim pengaruh cuaca buruk pada daerah tersebut. Hasil pengukuran suhu dan salinitas menunjukkan bahwa rata-rata perairan Laut Jawa dan Selat Makassar memiliki karakteristik yang serupa. Namun, DPI yang berdekatan dengan daratan menunjukkan suhu yang lebih rendah dan kadar salinitas yang lebih tinggi. Jenis hasil tangkapan didominasi oleh ikan layang (Decapterus macrosoma dan Decapterus russelli) yang mendiami perairan laut lepas, diikuti oleh ikan siro (Sardinella sp.) yang ditemui di wilayah pantai. Komoditas ikan pelagis besar lebih cenderung tertangkap di wilayah penangkapan di sebelah barat.
PENILAIAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN LEMURU MELALUI PENDEKATAN EKOSISTEM DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN: PENILAIAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN LEMURU MELALUI PENDEKATAN EKOSISTEM DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN Larasati, Rakhma Fitria; Sari, Iya Purnama; Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Satyawan, Noar Muda; Tanjov, Yulia Estmirar; Mainnah, Muth; Aziz, Muh. Arkam; Suhery, Noveldesra; Sarasati, Wulandari; Suratna, Suratna
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 1 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.22-32

Abstract

Lemuru adalah salah satu jenis ikan yang memberikan kontribusi besar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Potensi sumber daya perikanan lemuru melimpah dan bernilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai performa status domain sumber daya ikan dengan pendekatan ekosistem. Penelitian dilaksanakan selama tujuh bulan terhitung dari bulan Januari sampai Juli 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni pendekatan analisis multi kriteria dengan penilaian dan visualisasi indeks komposit dengan model bendera. Enam indikator pada domain sumber daya ikan (SDI) yang diteliti yakni tren CPUE baku, ukuran ikan lemuru, proporsi juvenile yang ditangkap, komposisi spesies hasil tangkapan, range collapse sumber daya ikan, dan spesies endangered, threatened, and protected (ETP). Indikator pada domain SDI menandakan bahwa tren CPUE baku menurun, tren ukuran ikan lemuru relatif tetap, proporsi ikan yuwana yang tertangkap 53%, komposisi spesies hasil tangkapan yakni proporsi ikan target lebih banyak, range collapse sumber daya ikan untuk daerah penangkapan ikan relatif tetap tergantung spesies target, dan untuk spesies ETP tertangkap namun dilepas. Hasil akhir penilaian status sumber daya ikan lemuru yang berbasis di PPN Pengambengan mendapatkan nilai komposit sebesar 70 sehingga masuk dalam kategori baik.
KETERKAITAN MUSIM HUJAN DAN MUSIM ANGIN DENGAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU YANG BERBASIS DI PPN PENGAMBENGAN Noveldesra Suhery; Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Sarasati, Wulandari; Tanjov, Yulia Estmirar; Larasati, Rakhma Fitria; Azis, Muh. Arkam; Purwanto, Agus; Sari, Iya Purnama; Mainnah, Muth; Satyawan, Noar Muda
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 1 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v14i1.44383

Abstract

Musim penangkapan ikan seringkali dikaitkan dengan kondisi iklim dan cuaca seperti hujan dan musim angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara musim hujan dan musim angin dengan musim penangkapan ikan lemuru di perairan Selat Bali. Data yang digunakan adalah data produksi bulanan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan periode Januari 2015 hingga Oktober 2022. Selain itu, data curah hujan, data arah dan kecepatan angin didapatkan dari data harian stasiun klimatologi BMKG Jembrana pada periode data yang sama. Masing-masing komponen data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Selanjutnya dihitung indeks musim hujan, musim angin kencang dan musim penangkapan dengan metode persentase rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan periode musim hujan terjadi pada bulan Oktober hingga Maret dan musim kemarau pada bulan Juni hingga September. Arah angin dominan adalah arah tenggara (150 derajat) dengan nilai resultan 62%. Musim angin tenggara (muson timur) terjadi pada bulan Juni – September dan musim angin barat daya (muson barat) pada bulan Desember – Maret. Diantara dua musim utama tersebut terdapat musim peralihan yaitu bulan April-Mei dan Oktober-November. Musim penangkapan ikan lemuru terjadi pada bulan September, Oktober, November, Desember dan April. Hasil uji beda Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan musim penangkapan ikan lemuru pada musim muson barat dan muson timur dengan musim peralihan.Kata kunci: musim hujan, musim angin muson, musim penangkapan lemuru
Community Structure, Abundance and Ecological Index of Phytoplankton in Jembrana Coastal Waters, Bali Satyawan, Noar Muda; Rakhma Fitria Larasati; Made Mahendra Jaya; Iya Purnama Sari; Yulia Estmirar Tanjov; Muh. Arkam Azis
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 5 (2024): September 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i5.7523

Abstract

Phytoplankton is an important component in aquatic ecosystems. Apart from producing oxygen, phytoplankton also act as primary producers in the food chain. Bali Sardinella (Lemuru) is an important fishery commodity in the Bali Strait, which is known to eat plankton (Plankton Feeder), so its existence depends on the distribution of plankton. This descriptive research aims to determine the community structure, abundance and ecological index of phytoplankton in the coastal waters of Jembrana Regency. Sampling was conducted in July 2023 at five observation stations in the coastal waters of Jembrana Regency (Pengambengan Beach, Perancak Beach and Delod Berawah Beach). Around 250 litres of seawater was filtered by a plankton net measuring 35 mm. The filtered samples collected in a 100 ml collecting bottle were then transferred to a 120 ml sample bottle and preserved in 4% formalin. The samples obtained were taken to the laboratory for observation under a microscope. This research shows that 66 types of phytoplankton were found to belong to 5 classes in the waters of Jembrana, Bali. The Bacillariophyceae class were found with the highest number of species (44 species), followed by the Dinophyceae (19 species), Chlorophyceae (1 species), Cryptophyceae (1 species), and Cyanophyceae (1 species). Based on the results of calculating phytoplankton abundance, various abundance values ​​were obtained at each observation station. Station 2 has the highest abundance of phytoplankton with 297 individuals/l followed by Station 1 (221 individuals/l), Station 4 (130 individuals/l), Station 3 (127 individuals/l), and Station 5 (36 individuals/l). The species Diversity Index (H') ranges from 2.61 - 2.83, the Dominance Index (C) ranges from 0.07 - 0.13, and the Evenness Index (e) ranges from 0.72 - 0.95. The ecological index value shows that the phytoplankton community in Jembrana coastal waters included in the moderate diversity category is not dominant and evenly distributed. The ecological index value shows that the water quality is categorized as moderately polluted.
KEANEKARAGAMAN, KERAPATAN DAN PENUTUPAN JENIS LAMUN DI PANTAI KASTELA, TERNATE SELATAN, MALUKU UTARA Rakma Fitria Larasati; Made Mahendra Jaya; Angkasa Putra; Anthon Anthonny Djari; Kharisma Sako; Anis Khairunnisa; Diklawati Jatayu; Sarifah Aini; Herianto Suriadin
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 5 No 2 (2022): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu K
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v5i2.128

Abstract

Kastela coastal waters are one of the tourist attractions in the coastal area of ​​Ternate city where seagrass is found. Information related to diversity, density and, the diverse cover is still lacking and has not been supported by previous scientific research, especially in the area of ​​Kastela Beach. Therefore, this study was conducted to determine the diversity, density and, cover of seagrass species on the Kastela coast, South Ternate. Seagrass diversity in Kastela Beach includes 6 types of seagrass, namely: Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium and, Enhalus acoroides. Based on the Shannon-Wienner index, the diversity of seagrass on the beach is classified as moderate with a value of 1.42 (station 1), 1.46 (station 2), 1.29 (station 3). Seagrass species Thalassia hemprichii has the highest density among seagrass species found on Kastela Beach with a density value of 580.27 individuals/m². At station 1, 358.27 individuals/m². At station 2, and station 3 it was dominated by Halodule pinifolia species as many as 326.53 individuals/m². For total seagrass closure at each station, especially station 1 and station 2, it was classified as rich or healthy (>60 %), where the value of station 1 was 124.16%/m², and station 2 was 95.2%/ m². Station 3 is classified as less healthy or less rich with a value of 59.79%/m².