Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EKSTRAKSI GELATIN SISIK IKAN BETOK (Anabas testudineus) DARI KABUPATEN ACEH TAMIANG MENGGUNAKAN ASAM SITRAT Yulian, Muammar; Zulfahmi, Ilham; Afdhaly, Luthvia
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4126

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang paling banyak mendapatkan perhatian dalam kehalalannya di Indonesia. Gelatin dapat diperoleh dari limbah ikan berupa kulit, tulang, sisik dan sisa lainnya. Sisik ikan betok memiliki nilai proporsi dan nilai proksimat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tulang ikan betok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gelatin yang dihasilkan sisik ikan betok (Anabas testudineus) berdasarkan parameter rendemen, organoleptik, nilai pH, viskositas dan kandungan mikroba sesuai dengan standar mutu SNI dan GMIA. Gelatin dihidrolisis menggunakan variasi konsentrasi asam sitrat (3%, 6% dan 9%) dan variasi lama perendaman selama (36 jam, 48 jam dan 60 jam). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan analisis data secara deskriptif. Hasil optimum ekstraksi gelatin dari sisik ikan betok adalah menggunakan konsentrasi asam sitrat 6% dengan lama perendaman 60 jam, dimana menghasilkan karakteristik gelatin dengan rendemen 18,90%, organoleptik berupa lembaran berwarna sedikit kekuningan dan tidak berbau, nilai pH 4,80, viskositas 6,00 cP serta kandungan mikroba 7,0 x 10-2 cfu/g. Hasil karakteristik gelatin yang diperoleh telah memenuhi standar mutu gelatin berdasarkan SNI 01-3735:1995, SNI 8622:2018 dan GMIA 2019.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT KABUPATEN BENER MERIAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI SEBAGAI ENERGI BARU TERBARUKAN Yulian, Muammar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i4.49665

Abstract

Energy is one of the primary needs in supporting various activities. Most of the energy we use comes from fossil energy. Therefore fossil energy source was known to be limited and not environmentally friendly, so an alternative energy source or known as renewable energy is needed, such as bioethanol. Coffee pulpas raw material is a by-product from the coffee processing industry that can be used for bioethanol production. Through community engagement, it is hoped that the community can utilize and process coffee skin waste more optimally, from previously only composting to something that has added value, such as bioethanol. The community engagement took place on Mupakat Jadi Village, Bukit District, one of the main coffee-producing villages in Bener Meriah Regency. The process of processing coffee skin waste into bioethanol is carried out by involving the active participation of the community and carried out by laboratory procedures that have been modified in such a way that they are simple and easy to apply by the general public. This process begins with collecting coffee skin waste, then drying and grinding the skin waste, next that it is fermentation using vinegar and yeast, the fermentation process lasts for 24 hours so that ethanol was forming.
PERBANDINGAN RENDEMEN, VISKOSITAS, KEKUATAN GEL GELATIN DARI IKAN AIR LAUT DAN IKAN AIR TAWAR Hayyun; Yulian, Muammar; Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang banyak ditemukan pada tulang dan kulit hewan seperti ikan, sapi dan babi. Kolagen merupakan protein berupa serat yang terdapat pada jaringan ikan. Gelatin yang diperoleh dari bahan baku ikan biasanya diekstraksi dengan menggunakan perendaman dalam larutan asam. Proses asam biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan proses perendaman basa/alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (rendemen, viskositas, dan kekuatan gel) gelatin dari ikan air laut dan air tawar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pengumpulan dan skrining data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai karakteristik gelatin yang paling bagus terdapat pada ikan air tawar (patin) dengan menghasilkan rendemen 6,14%, viskositas 3,83 cP, dan kekuatan gel 364,19 bloom. Sedangkan ikan air laut (kakap merah) mendapatkan rendemen 4,93%, viskositas 17,4 cP, kekuatan gel 312,5 bloom.
ANALISIS KUALITAS SEDIAAN BALSAM STIK DARI Na-ALGINAT Sargassum plagiophyllum DENGAN VARIASI JENIS ESSENTIAL OIL Harahap, Muhammad Ridwan; Yulian, Muammar; Novita, Firda
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2469

Abstract

Balsam merupakan salah satu obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebagai obat luar yang dapat meredakan nyeri sendi, flu, pembengkakan dan gatal-gatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas balsam stik alginat dengan variasi penambahan jenis essential oil dari minyak gandapura dan peppermint oil. Pembuatan balsam stik menggunakan bahan dasar Na-alginat yang berfungsi mengurangi penggunaan lemak, dan menggunakan variasi essential oil untuk memberikan aroma, analgesik dan sensasi panas pada balsam stik. Hasil uji organoleptik pada balsam dengan tekstur padat, hal ini menandakan penggunaan Na-alginat mampu menghasilkan tekstur yang baik dalam pembuatan balsam stik. Hasil uji pH pada sampel balsam stik dengan penambahan minyak gandapura adalah 5,49 dan penambahan peppermint oil 5,07. Untuk uji iritasi pada kedua sampel balsam stik tidak adanya gejala iritasi yang ditimbulkan terhadap 30 panelis. Uji cemaran mikroba pada sampel balsam stik variasi minyak gandapura mendapatkan hasil Angka Lempeng Total (ALT) 18 x 102, Angka Kapang Khamir (AKK) <10, dan negatif pertumbuhan bakteri S.aureus, sedangkan hasil uji cemaran mikroba pada balsam stik variasi peppermint oil untuk angka lempeng total (ALT) 3,6 x 103, angka kapang khamir (AKK) <1 x 103 dan negatif pertumbuhan bakteri S.aureus. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas balsam stik yang dihasilkan dari penambahan bahan na-alginat dapat memiliki tekstur yang baik dan sangat cocok untuk dijadikan sediaan balsam stik.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL ASAM SUNTI DARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP Salmonella Spp. DAN Staphylococcus aureus Yulian, Muammar; Bhernama, Bhayu Gita; Maisarah, Siti
AMINA Vol. 4 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i2.5474

Abstract

Asam sunti merupakan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) segar yang difermentasi dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari dan penggaraman kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol asam sunti dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% asam sunti terhadap bakteri Salmonella Spp. dan Staphylococcus aures. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan adalah metode cakram disk (Kirby-Bauer). Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol asam sunti mengandung alkaloid, triterpenoid, flavonoid, dan tanin. Berdasarkan hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak etanol asam sunti pada Salmonella Spp. dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% yaitu 6.08 mm; 7.03 mm; 7.11 mm; dan 8.25 mm. Sedangkan pada Stapylococcus aureus dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% yaitu 6.29 mm; 9.52 mm; 9.64 mm; dan 11.72 mm. Berdasarkan hasil uji ekstrak etanol asam sunti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram negatif dan Gram positif. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan daya hambat lemah ekstrak ini terhadap bakteri Salmonella Spp. dan daya hambat kuat terhadap Stapylococcus aureus.
UJI MUTU DAN KEAMANAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averhoa Bilimbi L) Ardila, Nita; Yulian, Muammar; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol. 4 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i2.5478

Abstract

Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari kerusakan akibat sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu dan keamanan krim tabir surya berbahan aktif ekstrak daun belimbing wuluh (Averhoa Bilimbi L). Pembuatan krim tabir surya ekstrak daun belimbing wuluh menggunakan formulasi 3%, 6% dan 9%. Pengujian yang dilakukan berupa uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi dan cemaran mikroba. Hasil pengujian organoleptik pada ke empat formulasi menunjukkan bentuk semi padat yang baik dalam pembuatan krim tabir surya. Pada pengujian homogenitas menunjukkan tekstur yang homogen tanpa adanya butiran-butiran halus, untuk pengujian daya sebar dan daya lekat menunjukan hasil yang baik, pada daya sebar hasil yang didapatkan tidak kurang dari 7 cm. Pengujian daya lekat hasil yang didapat tidak kurang dari empat detik. Pengujian iritasi pada ke empat sampel krim tabir surya tidak terdapat gejala reaksi iritasi yang menimbulkan terhadap 20 panelis. Uji cemaran mikroba pada ke empat formulasi sampel krim tabir surya mendapatkan hasil uji ALT memenuhi persyaratan BPOM No 12 Tahun 2019 yaitu tidak melebihi 103, angka kapang dan khamir (AKK) <10 dan negatif pertumbuhan bakteri S aureus. Kesimpulan dari penelitian ini krim tabir surya yang dihasil dari penambahan ekstrak daun belimbing wuluh memiliki mutu dan keamanan yang baik dan juga tekstur yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai sediaan krim tabir surya.
UTILIZATION OF ARECA NUT (Areca catechu L.) SHELL WASTE FOR CELLULOSE ACETATE MEMBRANES Bhernama, Bhayu Gita; Hulwah Nadhila; Jihan Amalia; Febrina Arfi; Muammar Yulian
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 2 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v2i2.5788

Abstract

The skin of the betel nut contains 65.8% cellulose, the seeds of the fruit contain 53.20% cellulose fiber. The aim of the research is to synthesize cellulose acetate membranes from betel nut shell waste. The research method was cellulose isolation using soxhletation, bleaching, delignification and hydrolysis methods, synthesis of cellulose acetate and cellulose acetate membranes with variations of 9 and 10% PEG. The cellulose content of banana peel is 28.09% with β cellulose type and monoclinic crystal form. The tensile test results for PEG 9% were 1.4437 Mpa and PEG 10% were 1.2429 Mpa. The swelling test results of PEG 9% were 150.7% and PEG 10% were 196%. It was concluded that betel nut shell waste can be synthesized into cellulose acetate membranes.
Physicochemical Properties of Halal Alternative Gelatin from Parrotfish (Scarus quoyi) Scales Optimized by Response Surface Methodology Yulian, Muammar; Reza, Muhammad; Ramadani, Nofa; Hamama, Rosi; Fadhilah, Raudhatul; Akmal, Yusrizal; Abass, Kasim Sakran; Paujiah, Epa; Hajisamae, Sukree; Zulfahmi, Ilham
Indonesian Journal of Halal Research Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijhar.v7i2.38678

Abstract

The increasing demand for halal-friendly gelatin, combined with concerns over health risks associated with mammalian sources, has created a need for alternative raw materials. Fish scales from local species, such as parrotfish, offer a sustainable and promising option that has yet to be extensively explored. The study aims to investigate the physicochemical properties of gelatin extracted from the scales of the parrotfish (Scarus quoyi) scales. Response Surface Methodology (RSM) was employed to determine the optimal concentration of hydrochloric acid (HCl) and immersion time to maximize yield and quality. Physicochemical properties, including yield, moisture content, ash content, pH, and viscosity, were evaluated, and the structural characteristics of the gelatin were analyzed using Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). All processing steps were conducted in compliance with Halal Critical Control Points (HCCPs) to ensure the final product remained free from cross-contamination with non-halal substances. Response surface methodology optimization identified 4% HCl concentration and 29.4 hours of immersion as optimal conditions. These conditions produce gelatin with a yield, moisture, ash, pH, and viscosity are 14.5%, 4%, 0.48%, 4.15, and 1.78 cP, respectively. FTIR analysis confirmed that the extracted gelatin exhibited absorption peaks consistent with those of commercial gelatin, indicating a functional group similarity. Compared to gelatin from other fish species, parrotfish gelatin demonstrated a competitive yield and notably low moisture content, thereby enhancing its stability and storage potential. These findings highlight the potential of parrotfish scales as a sustainable source of halal gelatin, contributing to waste reduction and offering a viable alternative to mammalian gelatin.