Claim Missing Document
Check
Articles

Found 76 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

MEMAHAMI MEKANISME CROWDFUNDING DAN MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM PLATFORM Kitabisa.com March Hot Asi Sitanggang; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.151 KB)

Abstract

The development of the internet is more massive with the discovery of web 2.0 facilities gave birth to a new phenomenon of crowdsourcing. Anyone can participate openly through the internet. One of the phenomenon that is the trend in the present is the crowdfunding phenomenon of raising funds openly involving the public by utilizing internet facilities. One of the most popular crowdfunding in Indonesia is crowdfunding donation based on Kitabisa.com. This research is qualitative descriptive type using two stages. The first stage is to know from the side of technology/platform by using the approach of website content analysis. The second stage is to know the motivation of donors in participating in crowdfunding using phenomenology approach. The purpose of this research is to know how crowdfunding mechanism in Indonesia in general and what factors influence people in donating. This research uses altruism theory, gotongroyong culture and social learning theory. Research subject is Kitabisa.com website and six people who have been involved in donation at Kitabisa.com at least twice the funding. The results of this study found that the development of the Internet in the era of web 2.0 brings new alternatives to the funding system. In general, crowdfunding in Indonesia using donation based. In the process of hooking the donors Kitabisa.com as platfrom adopt culture and values in Indonesian society. The individual's motivation in donating is influenced by empathy motivation, cultural motivation, and religious teachings motivation. Kitabisa.com leads the empathy of website visitors by presenting campaigns about humanity, poverty, and health as a content of comodification in Kitabisa.com. With the platform Kitabisa.com can be connected between fundraisers with donors.
Memahami Pengelolaan Pengungkapan Informasi Pribadi di Media Sosial di Kalangan Dewasa Dini Arina Sekar Ayu Pertiwi; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.376 KB)

Abstract

This study aims to understand the management of privacy in young adult social media users (18-29), the reasons behind it and how privacy management is carried out on social media. This research is motivated by the emergence of the phenomenon of young adults social media users who have a lot of personal information about them that can be accessed online. While in fact there are many privacy threats that can be experienced by users, such as online harassment, identity theft, and sexual harassment. This study used a sequential mixed method where researcher executed the stage of quantitative research and the qualitative research stage separately. The main theory used in this study is Communication Privacy Management Theory. Data collection techniques were performed by distributing online quantitative questionnaires, and in-depth interviews. This research was conducted on 250 young adult social media users to obtain quantitative data and five young adult social media users to obtain qualitative data. This study found that social media users’ privacy management were shaped by: (1) the views of social media users towards personal information, (2) the perceived benefits of sharing information in social media for users, (3) the technical understanding of the features of privacy settings, (4) the views of users if other users could be trusted or not, and (5) the perception about the possibility of privacy violations and optimistic bias. The majority of individuals revealed that they had their own preferences about personal information that they would not share, so it could be said that the management of private disclosure was a way of regulating privacy, even though this arrangement had its own level depending on the level of privacy desired by the individual. Social media users also use the 'hide story from' feature, 'blocked accounts', 'only certain users', and 'private' profiles for audience segmentation as a manifestation of privacy management on social media.
Peran Koordinator Redaksi Dalam Pengelolaan Kanal Event di Website Phinemo.com The Role of Editorial Coordinator in Management of Event Section in Phinemo.com Website Syaiful Millah; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.434 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi khususnya dibidang informasi dan komunikasi mengakibatkan kemunculan media online yang mengacu pada perusahaan media massa dengan memanfaatkan teknologi internet. Media online sendiri berkembang sangat cepat dan masif, memungkinkan masyarakat untuk mengakses berbagai informasi dengan mudah dan cepat. Salah satu topik di media online yang menjadi primadona banyak kalangan masyarakat adalah mengenai pariwisata atau traveling. Menurut laporan Kementrian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat pemerintah melakukan berbagai strategi untuk mempromosikan sumber daya yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan menyuguhkan event-event wisata yang mengangkat kebudayaan daerah setempat. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui terkait event wisata yang ada di berbagai daerah di Indonesia, ditambah lagi tidak banyak media yang berfokus menyuguhkan informasi mengenai hal tersebut. Untuk itu, kami melakukan kerjasama dengan media online Phinemo.cm yang merupakan media online dengan fokus bahasan mengenai traveling. Kerjasama dilakukan dengan mengelola sebuah kanal bertema event wisata yang dikemas dalam bentuk berita feature dengan gaya bahasa yang lugas dan santai. Pengelolaan ini sendiri mencakup bidang redaksi, multimedia dan juga media sosial. Hingga akhir periode, total akumulasi viewers yang didapatkan adalah 81.353 dari target yang ditentukan sebanyak 50.000. Total artikel yang diunggah ke website sebanyak 150 dengan jumlah target yang sama. Artikel yang dihasilkan telah melalui proses editing sesuai dengan standar keredaksian. Pemberitaan mengenai event wisata memiliki peluang yang cukup besar untuk bersaing dengan konten lain di media online, terlebih ada banyak kegiatan wisata yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia.
HUBUNGAN KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE REALME Hesa Dhiaokto Hasabi; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diharapkan melalui penelitian ini, dapat mengidentifikasi hubungan diantara kualitas produk dan citra merek pada keputusan pembelian smartphone Realme. Pada penelitian ini, Lavidge Steiner Model digunakan dalam menjelaskan variabel X1 yaitu kualitas produk terhadap variabel Y yaitu keputusan pembelian dan teori Reasoned Action digunakan untuk menjelaskan variabel X2 terhadap Y. Pada penelitian ini, non-probability sampling akan menjadi teknik untuk mengambil sampel menggunakan purposive sampling. Sedangkan target yang ingin diteliti adalah masyarakat Kota Semarang yang memiliki smartphone Realme dengan rentang usia antara 17-35 tahun. Sedangkan, analisis yang dipergunakan yaitu regresi linear sederhana untuk menguji keduanya. Hasil uji membuktikan bahwasanya adanya hubungan diantara variabel kualitas produk dan keputusan pembelian dengan nilai signifikansi 0,000 dan variabel citra merek juga menunjukkan adanya hubungan terhadap keputusan pembelian dengan signifikansi 0,000.
Pengelolaan Komunikasi Mantan Narapidana dalam Berinteraksi dengan Masyarakat Alma Lathifia Adzani; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah kebebasannya mantan narapidana akan menghadapi kesulitan untuk dapat kembali di masyarakat karena statusnya sebagai mantan narapidana. Stigma itu sendiri merupakan ciri negatif yang melekat pada diri seseorang yang diberikan oleh masyarakat. Stigma yang berkembang di masyarakat juga memunculkan perbedaan perlakuan atau diskriminasi yang dilakukan oleh masyarakat pada mantan narapidana. Oleh karena itu, mantan narapidana perlu untuk mengelola komunikasi agar dapat berinteraksi kembali dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan komunikasi mantan narapidana dengan lingkungan masyarakat tempat tinggalnya dalam mengatasi stigma. Penelitian ini menggunakan landasan Teori Stigma Management Communication oleh Meisenbach. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam yang melibatkan delapan orang mantan narapidana yang masa penahanannya selama kurang lebih satu tahun dalam penjara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan jika setelah kebebasannya, mantan narapidana merasakan adanya stigma dan mengalami kesulitan akibat stigma yang melekat pada dirinya. Stigma yang dirasakan oleh informan membuat informan merasa rendah diri saat berinteraksi dengan masyarakat terutama yang dikenal dekat. Beberapa dari informan juga mengalami diskriminasi seperti pengacuhan atau sikap tidak peduli saat berinteraksi, kesulitan pencarian kerja, hingga perbedaan di lingkungan lembaga sosial. Dampak dari sikap pengacuhan yang diberikan masyarakat membuat informan hanya melakukan interaksi dengan masyarakat yang menunjukan respon positif saat diajak berinteraksi. Selama melakukan interaksi dengan masyarakat informan mengatur caranya dalam berkomunikasi dan yang memulai terlebih dahulu saat berinteraksi. Selain itu, tiga dari delapan informan memilih untuk menarik diri dari lingkungan bermasyarakat karena merasa rendah diri terhadap statusnya sebagai mantan narapidana. Seluruh informan juga sepakat menyembunyikan status mantan narapidana saat berinteraksi dengan orang lain yang tidak mengetahui perihal kondisinya. Dalam berkomunikasi dan berinteraksi mantan narapidana juga mengalami hambatan semantic seperti pengulangan kata-kata dan ragu-ragu saat berbicara, serta hambatan psikologis karena adanya perbedaan status sebagai mantan narapidana.
Implementasi Cyber Public Relations dalam Penyampaian Berita di Website Pemerintah Daerah (Analisis Tematik dalam Berita Website Pemerintah Daerah) Tita Adi Tiyawati; S. Rouli Manalu; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat kinerja humas di kalangan manapun harus dapat melaksanakan tugas dengan memanfaatkan internet sebagai wujud aktivitas humas secara online yang disebut dengan Cyber Public Relations. Keadaan ini menjadi suatu tantangan bagi humas pemerintah daerah dalam menjalankan tugas dan fungsi melalui media online. Salah satu jenis dalam Cyber Public Relationsyang ada di pemerintah daerah adalahberita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan cyber public relations dalam penyampaian berita dan mengetahui ada atau tidaknya tanggapan dari publik dalam kolom komentar di kanal berita website pemerintah daerah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini excellence in public relations theory dan Teori Effendy mengenai model komunikasi. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan artikel berita dalam website pemerintah daerah. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian adalah tujuan humas pemerintah dengan menggunakan teknik analisis tematik yang merujuk pada model jalur pengkodean menurut Johnny Saldana. Hasil penelitian pada penerapan cyber public relationsini telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan tujuan humas pemerintah. Penyampain berita yang dilakukan oleh humas pemerintah daerah masuk dalam kriteria tujuan humas pemerintah, walaupun tidak secara keseluruhan kriteria tersebut ada di dalam berita pemerintah daerah. Setiap berita dari pemerintah daerah memiliki 3-6 kriteria tujuan humas pemerintah. Selain itu, aktivitas humas pemerintah daerah menunjukkan perilaku yang bersifat menyebarkan informasi tanpa ada tanggapan masyarakat. Karena dalam kanal berita website pemerintah daerah tidak terdapat kolom komentar sehingga model komunikasi yang digunakan bersifat satu arah.
TRANSNATIONAL COMPARATIVE FRAMING ANALYSIS OF SOUTH CHINA SEA CONFLICT IN SOUTHEAST ASIAN ONLINE MEDIA COVERAGE Paundria Dwijastuti; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study is to analyze the framing of the South China Sea conflict. This research focused on forty publications of four online media in Southeast Asia; The Jakarta Post, The Inquirer Philippine, The Star Online, and VietnamPlus as the representatives of the media on the coverage of the South China Sea dispute. The approach used in this study is a framing analysis, specifically with Guo’s method of the Transnational Comparative Framing Model. Basing on the theories of peace and war journalism, this study hypothesized that the four online media in Southeast Asia incline toward war journalism. This result of the framing analysis found that the media in Southeast Asia affirm the main assumption of the research, showing that the media in Southeast Asia opted for the war journalism in covering the news about the South China Sea conflict. There are four main indicators which represent the war journalism which include: elite-oriented, victory-oriented, propaganda-oriented, and partisan coverage. This study also showed that the media in Southeast Asia mostly cover the conflict through the lens of territorial dispute frame. This study affirmed the applicability of the theories and findings previous studies. From a media perspective, this study emphasized the need to take into account the importance of peace journalism practice during a conflict.
PENGARUH PEER PRESSURE, KELUARGA YANG MEROKOK, SIKAP PADA PERILAKU MEROKOK, DAN TERPAAN IKLAN ROKOK TERHADAP KEINGINAN MEROKOK PADA REMAJA Naafisa Maulida Pratama; Tandiyo Pradekso; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok merupakan benda populer untuk dikonsumsi masyarakat, terutama remaja yang mana jumlahnya kian meningkat hingga mencapai 19,4 persen. Di sisi lain, rokok bagi remaja memiliki dampak yang mematikan jika dibandingkan dampak perokok usia dewasa, yakni diantaranya seperti kerusakan jaringan otak, penggumpalan darah, penurunan daya tangkap, kesecamasan berlebih hingga depresi. Guna mendapatkan penyelesaian atas permasalahan tersebut, maka perlu untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab remaja merokok. Terdapat beberapa asumsi faktor yang menjadi penyebab remaja merokok, yakni diantaranya seperti peer pressure, keluarga yang merokok, sikap pada perilaku merokok, dan terpaan iklan rokok sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer pressure, keluarga yang merokok, sikap pada perilaku merokok, dan terpaan iklan rokok terhadap keinginan merokok pada remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah planned behavior theory dengan asumsi bahwa seseorang akan memiliki keinginan untuk berperilaku sesuai dengan informasi yang diambil seseorang mengenai perilaku tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kemudian adapun teori yang digunakan lainnya, yakni embodied motivated cognitive theory, yang mana menjelaskan bahwa ketika seseorang terpapar oleh iklan, seseorang akan mencoba memahami dan menanggapi pesan yang ditampilkan di dalam iklan sehingga seseorang kemudian memiliki keinginan untuk melakukan hal serupa yang ditunjukan di dalam iklan. Dalam menentukan sampel, penelitian ini nmenggunakan teknik non-probability sampling. Jumlah sampe yang diteliti sebanyak 100 orang dengan karakteristik pelajar SMA Negeri 1 Ungaran, baik laki-laki maupun perempuan, dan berdomisili di Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh peer pressure, keluarga yang merokok, dan sikap pada perilaku merokok memiliki nilai signifikansi sebesar 0,023 yang berarti bahwa variabel peer pressure, keluarga yang merokok, dan sikap pada perilaku merokok memiliki berpengaruh terhadap keinginan merokok pada remaja. Selanjutnya pada variabel terpaan iklan rokok nilai signifikansi yang didapatkan sebesar 0,108 yang berarti tidak didapati pengaruh variabel terpaan iklan rokok terhadap keinginan merokok pada remaja.
INTENSITAS KOMUNIKASI ORANG TUA DAN PEER GROUP SUPPORT TERHADAP TINGKAT KETERBUKAAN MENCERITAKAN PENGALMAAN CYBERBULLYING Tjen Maurilia Zerlina; Sunarto Sunarto; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet technology become something that cannot be avoided in the current era. Unfortunately, the existence of the internet and technology also creates a new problem, namely cyberbullying. Cyberbullying is a problem that has not been completely resolved. UNICEF itself even states that the impact of cyberbullying greatly affects the mental, emotional, and physical aspects of individuals. This is something that cannot be eliminated directly. However, this can be minimized by raising awareness by various parties. This study used social penetration theory to explain each variable. On the other hand, this study also used a schema of relationships within the family to support the main theory. The sampling technique was purposive-sampling. The sample was 150 people with characteristics of people aged 16-25 years who had been victims of cyberbullying, lived in Semarang and actively used social media.. Tests in this study used multiple linear regression. The results showed that the influence of the intensity of parental communication on the level of openness in telling the cyberbullying experience was 26.6%. Meanwhile, the intensity of peer group support on the level of openness tells about the experience of cyberbullying by 5.7%. The intensity of parental communication and peer group support on the level of openness tells of the cyberbullying experience of 29.1%. with all the significance of the three variables below 0.01. This means, this study had an influence with different strengths on each variable.
HUBUNGAN TINGKAT KOMPETENSI LITERASI DIGITAL DAN INTENSITAS KONSUMSI MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT KERENTANAN GENERASI MILENIAL DALAM MEMPERCAYAI INFORMASI PALSU TENTANG COVID-19 Sarah Nabila; S. Rouli Manalu; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran informasi palsu tentang COVID-19 beredar luas di media sosial dan diidentifikasi menjadi ancaman baru bagi dunia. Beberapa temuan mengungkapkan bahwa kualitas kemampuan literasi digital pada generasi milenial di Indonesia masih rendah dan berkontribusi terhadap penyebaran informasi palsu. Hal ini kemudian dapat mendorong kerentanan generasi milenial dalam mempercayai informasi palsu khususnya tentang COVID-19. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kompetensi literasi digital dan intensitas konsumsi media sosial terhadap tingkat kerentanan generasi milenial dalam mempercayai informasi palsu tentang COVID-19. Penelitian ini didasarkan pada analisis data kuantitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan non-probabilty sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 300 orang dewasa, berusia 22 – 44 tahun, berdomisili di Indonesia yang aktif menggunakan media sosial, dan pernah mengkonsumsi informasi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kompetensi literasi digital dan tingkat kerentanan generasi milenial dalam mempercayai informasi bohong tentang COVID-19. Selanjutnya, terdapat hubungan antara intensitas konsumsi media sosial dan tingkat kerentanan generasi milenial dalam mempercayai informasi bohong tentang COVID-19. Studi ini juga menegaskan bahwa terdapat hubungan antara kompetensi literasi digital dan intensitas konsumsi media sosial dengan tingkat kerentanan generasi milenial dalam mempercayai informasi palsu tentang COVID-19.
Co-Authors ., Sa’adatina Adi Nugroho Afifah Azzahra Agus Naryoso Alifah Erti Puspaningrum Alma Lathifia Adzani Alya Husni, Asyifa Alyanissa R.S., Vania Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amellia Syaloom Amida Yusriana Annastasia Ediati Ariabryna Batari Nadyasworo Arina Sekar Ayu Pertiwi Avian Savitri, Lulu Ayu Kurnia S, Ayu Ayu Mila Ningrum Azzahrani, Safira Bulandari, Devita Christy Ofeelia, Meyndi Cornelia Larasati Anggraeni Desynta Kurnia Hapsari Dewi Anggraini, Elysia Dhea Ayu Fairuzha Dian Veronika Sakti Kaaloeti Djoko Setyabudi Elisa, Nova Erica Pinasthika, Emilia Gabby Aurelia Gracella Rosaline, Maria Hanafi, Sekar Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendra Try Ardianto Hesa Dhiaokto Hasabi Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Faza, Kayla Khairani, Yulia Khatarina Ika Pramelianti Krisan Putri, Florentina Krisanti Cahyaningtyas, Yulia Kukuh Mujiono Kushandajani . Laila Kholid Alfirdaus Lintang Ratri Rahmiaji Lisa Adelin Putri Lusi Alisah Lusia Wibowo, Marvela March Hot Asi Sitanggang Miratus Sholekhah, Ana Moghni Labib, Ridho Muhammad Irzal Adiakurnia Mumtaz, Tsaniyatul Naafisa Maulida Pratama Naomi Feby Yolanda Br Saragih Naura Iftika Ramadhanti Nosiva Rini, Lilis Novel C Damarjati, Dimas Nur Fadila, Jihan Nurinda Zahra Nurindah Zahra Harya Puspa Nurul Hasfi Nurul Hidayah Nyoman Bagus Wibisana Ova Adelia Paundria Dwijastuti Pertiwi, Bunga Primada Qurrota Ayun Puspa Ningrum, Kumala Putri Dwikurnia, Josephine Putri Pangestu, Tiara Rachma Fitriani, Areta Rafky Muhammad Rahayu, Kusnurul Rahma Az Zahra Laksmitha Rahmanuz Zidan, Aimar Raihan Atha Naufal Wardhana Raihan Muhammad, Athar Ramadhinda, Azzahra Rania Rizki Zulkarnain Regita Pratitis, Penthasuci Rindiana Kiswari Sakti Kaloeti, Dian Veronika Sarah Nabila Saviera Maharani Doniyar Septiana Devi Permatasari Sheila Rafa Azzahra Shela Kusumaningtyas Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Surraya Ulfa, Nurist Syaiful Millah Tahamata, Valentino Marcel Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Tazkia Irsyad, Raihana Tita Adi Tiyawati Tjen Jocelyn Ivana Tjen Maurilia Zerlina Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vania Malinda Wildan Namora Ichsan Setiawan Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yohanes Thianika Budiarsa Zakira, Tuhfah Zelda Elsa Khabibah