Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS MEDIA POSTER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SANITASI DASAR DI SDN 01 WONOSOCO UNDAAN KUDUS David Laksamana Caesar; Bagas Aji Prasetya
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2020): J-KESMAS Volume 6, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v6i1.655

Abstract

Basic sanitation is the minimum facility needed to provide a healthy residential environment with health requirements which include the provision of clean water, toilet facilities, waste disposal, and wastewater disposal. Sanitary conditions that do not health requirements, provide opportunities for the development of diseases such as skin diseases, helminthiasis, and even diseases that can become epidemics and cause death such as diarrhea, dysentery, and so forth. To achieve optimal health status, it is necessary to have a comprehensive health program by implementing health promotion strategies. Poster media is one of the most effective media used in health promotion. This research aims to see the effectiveness of poster media in improving basic sanitation knowledge in SDN 01 Wonosoco. This type of research is an experimental study with a One Group Pretest Posttest research design. The number of samples in this study was 35 respondents. The instruments in this study used questionnaires and posters. Bivariate analysis using Paired Sample T-Test. The average pretest score on Basic Sanitation knowledge was 55.46, while the post-test average score of knowledge was 88.71. The results of the bivariate analysis revealed that there were significant differences between the pretest and posttest scores on the Basic Sanitation knowledge of SDN 01 Wonosoco students with a p-value of knowledge 0,0001 and a percentage value of 59.95. The poster media is effective in increasing students' knowledge about Basic Sanitation at SDN 01 Wonosoco
The Effectiveness of Health Education with Flip Chart Media on Student's Knowledge of Basic Sanitation for Islamic Boarding Schools Dewi, Ervi Rachma; Caesar, David Laksamana
Journal of Health Education Vol 7 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v7i1.42715

Abstract

Background: Islamic boarding school sanitation is a public health effort that focuses on monitoring the physical structure, where people use it as a shelter which affects the degree of human health. If monitoring activities are not carried out at the Islamic Boarding School, it can increase the risk or the emergence of a disease, such as diarrhea, ARI, and scabies. Based on a preliminary survey conducted at Raudlatuth Thullab Islamic Boarding School, the sanitation inspection activity obtained a score of 1,950, which means that sanitation problems are still found at the Islamic Boarding School. The standard score that meets the requirements for Islamic boarding schools is in the range of 2,130 - 3,550. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of health education using flip chart media on increasing students' knowledge about basic sanitation at Islamic boarding schools. Methods: This research is a type of pre-experimental research with a one-group pretest-posttest design. The number of samples in this study was 32 students who lived in Raudlatuth Thullab Islamic Boarding School. Results: The results of this study indicate that Health Promotion using flip chart media is effective in increasing students' knowledge about basic sanitation at Raudlatuth Thullab Islamic Boarding School. Conclusions: Health Promotion using flip chart media has a role in increasing students' knowledge of Islamic boarding school basic sanitation, so it is hoped that proper basic sanitation can reduce the incidence of infectious diseases in Islamic boarding schools.
Analisis Potensi dan Penilaian Risiko Bahaya Lingkungan Kerja di Perusahaan Furniture Jepara David Laksamana Caesar; Fitriani Sholikhah; Muhammad Husni Mubaroq
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.103-114

Abstract

Potensi bahaya lingkungan kerja yang tidak terkendali dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja. Kasus kecelakaan kerja ini menimbulkan kerugian yang cukup besar sehingga perlu dilakukan analisis potensi bahaya dan penilaian risiko. Perusahaan furniture merupakan jenis usaha yang mempunyai potensi bahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan penilaian risiko yang ada di perusahaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik, dengan rancangan penelitian mix metodh. Dengan menggunakan teknik purposive sampling di dapatkan sejumlah 7 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan semi kuantitatif. Hasil penelitian diketahui setiap tahapan proses produksi yang ada memiliki potensi bahaya yang terdiri dari potensi bahaya mekanik, kimiawi, fisik dan ergonomi. Dari potensi bahaya tersebut memiliki level risiko dari yang terendah hingga ekstrim. Memiliki level risiko low yang berjumlah 3 potensi bahaya, memiliki level risiko moderate yang berjumlah 1 potensi bahaya, memiliki level risiko high yang berjumlah 6 potensi bahaya, memiliki level risiko very high yang berjumlah 5 potensi bahaya dan memiliki level risiko extreme yang berjumlah 6 potensi bahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di perusahaan furniture diketahui bahwa potensi bahaya yang ada adalah potensi bahaya kecelakaan kerja meliputi bahaya mekanik, fisik, kimiawi dan ergonomi dengan penilaian level risiko dari yang terendah hingga ekstrim.
Analisis Higiene Penjamah Makanan dan Sanitasi Rumah Makan di Sekitar Kampus ITEKES Cendekia Utama Kudus David Laksamana Caesar Caesar; Aulia Yunawati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 02 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i02.1058

Abstract

Hygiene sanitasi makanan merupakan upaya pengendalian mutu makanan yang harus dilakukan setiap usaha makanan dan minuman. Salah satu komponen dalam hygiene sanitasi makanan yang tidak dapat dipisahkan adalah perilaku penjamah makanan. Keamanan pangan sangat bergantung pada hygiene sanitasi dan penjamah makananya. Rumah Makan sekitar kampus berpotensi menimbulkan keracunan dan gangguan kesehatan lain jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui gambaran perilaku penjamah makanan dan sanitasi rumah makan di sekitar kampus ITEKES Cendekia Utama Kudus. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional. Jumlah sampel dalam penelitian 30 rumah makan yang terlektan dilingkungan kampus. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan 70% responden memiliki pengetahuan tentang penjamah makanan cukup baik, 76,7% responden memiliki sikap tentang penjamah makanan cukup baik, dan 50% responden memiliki praktik penjamah makanan yang cukup baik. Hygiene sanitasi rumah makan sekitar kampus menunjukan 43,3% memenuhi syarat, dan 56,7% tidak memenuhi syarat.
Edukasi Dampak Penggunaan Smartphone pada Remaja David Laksamana Caesar; Abdul Wachid; Ervi Rachma Dewi; Muhammad Husni Mubaroq; Eko Prasetyo
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.114

Abstract

Prosentase penggunaan smartphone pada kalangan remaja dan anak usia sekolah sangat tinggi. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2017 menunjukan > 43% remaja telah menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat memberikan dampak yang negative pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di tiga sekolah menengah di Jawa Tengah. Jumlah responden kegiatan sebanyak 450 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah ceramah dan diskusi, dengan menggunakan instrument slide presentasi dan video edukasi. Hasil kegiatan menunjukan siswa sangat tertarik dengan informasi yang diberikan oleh penyaji. Terdapat umpan balik dari siswa berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan dampak penggunaan smartphone, serta berbagai macam mitos dan faktanya. Harapanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menjadikan siswa lebih bijaksana dalam menggunakan smartphone.
EFEKTIVITAS ISI PIRINGKU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI PADA ANAK Ayuningtiyas, Aisyah Nilam; Ni'mah, Dzurrotun Putri; Setiyowati, Mellya Ayu; Ni'mah, Nazilatun; Caesar, David Laksamana
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2023): J-KESMAS Volume 9 Nomor 2, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v9i2.4878

Abstract

Stunting in Indonesia is a serious threat that requires appropriate handling. Based on data from the Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI) in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia reached 21,6%. This means that around one in four children under five (more than eight million children) in Indonesia is stunted. The figure is still higher than the threshold set by WHO, namely 20%. (SSGI, 2022). The type of research used is quantitative. This research design is pre-experimental with a one-group pretest and posttest design. The total sample used in this research was 65 respondents. The research results showed a significant difference in the average student knowledge scores before and after intervention using the ISI PIRINGKU method with a p-value of 0.0001. This means that the ISI PIRINGKU method is effective in increasing students' knowledge about nutrition
FAKTOR-FAKTOR DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI KABUPATEN PATI Rachma Dewi, Ervi; Caesar, David Laksamana; Pujiati, Eny
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i1.4999

Abstract

AIDS merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat menurunya kekebalan tubuh, yang disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat turunnya kekebalan tubuh tersebut, maka seseorang akan rentan terinfeksi berbagai penyakit. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati pada tahun 2022 kasus HIV/AIDS ditemukan sebanyak 221 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik pada remaja tentang pencegahan penyakit HIV/AIDS. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif analitik dengan populasi sampel dalam penelitian ini adalah siswa MA Negeri 02 Pati berjumlah 91 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner niat, pengetahuan, dan sikap serta dukungan keluarga. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui frekuensi dan prosentase setiap variabel. Hasil penelitian pada 91 siswa di MA Negeri 02 Kabupaten Pati menunjukan, siswa yang memiliki niat positif melakukan pencegahan HIV/AIDS sejumlah 63,8%, pengetahuan responden dengan kategori baik berjumlah 64,8%, dan yang memiliki sikap dengan kategori baik berjumlah 51,6%, dan yang mendapat dukungan keluarga dalam pencegahan HIV/AIDS sejumlah 76,1%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa remaja di MA Negeri 02 Kabupaten Pati mempunyai niat, pengetahuan, dan sikap serta dukungan keluarga dengan kategori baik dalam melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS.
EFEKTIFITAS SISTEM INFORMASI FITOFARMAKA (SIFITA) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN APOTEKER DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE HOT FIT Suwarni, Sri; Dasperi, Sazzalina Binti; Toyo, Eleonora Maryeta; Rahmawaty, Annis; Caesar, David Laksamana; Atmodjo, Timmy Gondo
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.342

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan dan Sistem informasi menjadi kesehatan yang memudahkan dalam pelayanan kefarmasian merupakan langkah strategis untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Efektifitas pelayanan yang didukung oleh sistem informasi dapat dianalisis dengan metode HOT Fit (Human Organization Technology Benefit). Terdapat SIFITA Sistem Informasi Fitofarmaka https://fitofarmaka.sijahe.com/ yang berisi informasi tentang fitofarmaka dan sediaan-sediaan fitofarmaka. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektifitas sistem informasi fitofarmaka (SIFITA) dalam meningkatkan pengetahuan apoteker di Kota Semarang dengan metode HOT Fit. Penelitian survei data kuantitatif menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data pada responden apoteker yang praktik pelayanan kefarmasian di Kota Semarang. Sampel sejumlah 381 apoteker dari Kota Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik Chi square dan dilanjutkan dengan mengetahui kekuatan hubungan. Hasil penelitian bahwa SIFITA (Sistem Informasi Fitofarmaka) disurvei dengan metode HOT Fit (Human Organization Technology Benefit) dinilai efektif sebagai sistem informasi yaitu 92,13% menilai positif efektif dari aspek human, aspek organization 98,95% kemudian aspek technology 96,14% dan mempunyai persentase benefit 99,29%. Terdapat perbedaan signifikan pada peningkatan pengetahuan fitofarmaka dan sediaan fitofarmaka dengan p=0,000 namun kekuatannya moderat. Sistem tidak mampu memberikan kepercayaan diri untuk merekomendasi sediaan fitofarmaka secara signifikan p=0,582 artinya tidak ada perbedaan signfikan antara kepercayaan diri apoteker dalam merekomendasikan sediaan fitofarmaka sebelum dan sesudah di dukung dengan SIFITA dan hubungan yang sangat lemah dalam memberikan perbedaan kemampuan merekomendasi ke pasien.
The Correlation between Junk Food Consumptive Behavior and the Nutritional Statuses of Primary School Learners Rachma Dewi, Ervi; David Laksamana Caesar; Nadia Siti Nurfatma
Journal of Global Research in Public Health Vol. 8 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v8i2.478

Abstract

The nutritional status of elementary school children is very important to improve because it will determine the quality of life of children and also affect the nation's future development process. Abnormal nutrition in children will inhibit growth, lower intelligence levels, and weaken the immune system. Most of the behavior of millennial generation children is the habit of eating unbalanced food such as fast food (junk food) which will have an impact on children's nutritional status. This study head to determine the correlation between junk food consumption behavior and nutritional status at SDN Pati Kidul 05. Method this research is Observational analytics with cross-sectional research design, and quantitative research type. The population used was all students in grades IV and V with a sample of 50 students taken using a saturated sampling technique. The research instrument was a questionnaire of knowledge, attitudes, practices, body scales, and microtoise. The statistical analysis used is the chi-square test. The study showed that there was no significant correlation between knowledge and the nutritional status of children at SDN Pati Kidul 05 using the chi-square test to obtain a p-value = 0.459. There was no significant correlation between attitude and nutritional status of children at SDN Pati Kidul 05 using the chi-square test to obtain a p-value = 0.375. There is no significant correlation between practice and the nutritional status of children at SDN Pati Kidul 05 using the chi-square test to obtain a p-value = 0.706. The results of the study show that there is no significant correlation between knowledge, attitude, and practice with the nutritional status of children.
Implementation of Occupational Safety and Health (OSH) Office Program in Community Health Center Eko Prasetyo; Ulya, Tis’aTul; David Laksamana Caesar; Ervi Rachma Dewi; Livana PH
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 3 (2025): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i3.812

Abstract

Background: Office OSH includes all activities that guarantee and protect the safety and health of employee work so that they do not experience work accidents or diseases related to their work at work. Purpose: To determine the description of office OSH policies, work safety standards, work health standards, office work environment health and office ergonomics at the Ngembal Kulon Health Center, Kudus Regency. Methods: This study is study qualitative with use method descriptive. Technique purposive sampling sample selection and this data collection technique uses interview techniques, observation, and documentation with informant as much as 6 person. The main instrument used in this study was an interview guide on the implementation of office OSH standards at the community health center. Results: The policy OSH in health center still not optimal. Occupational safety standards aspect, that have not been met include hydrants, fire alarms, and box first aid kits. Occupational health standards aspect, are quite good with the implementation of fitness exercises, mental health screening, routine check-ups, and support for exclusive breastfeeding programs for employees. Environmental health standards aspect, the fulfillment of waste management, vector control, and sanitation. Ergonomic standards aspect, the lack of socialization about ergonomic work postures for officers in the health centre. Conclusion: Office OSH is still not optimal based on Permenkes No. 48 of 2016. Need support from District Health Office as the supervisor of implementation OSH offices at health centre. This is very important because it has implications for protection of health workers, patients, and work environment.