Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Correlation between Junk Food Consumptive Behavior and the Nutritional Statuses of Primary School Learners Rachma Dewi, Ervi; David Laksamana Caesar; Nadia Siti Nurfatma
Journal of Global Research in Public Health Vol. 8 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v8i2.478

Abstract

The nutritional status of elementary school children is very important to improve because it will determine the quality of life of children and also affect the nation's future development process. Abnormal nutrition in children will inhibit growth, lower intelligence levels, and weaken the immune system. Most of the behavior of millennial generation children is the habit of eating unbalanced food such as fast food (junk food) which will have an impact on children's nutritional status. This study head to determine the correlation between junk food consumption behavior and nutritional status at SDN Pati Kidul 05. Method this research is Observational analytics with cross-sectional research design, and quantitative research type. The population used was all students in grades IV and V with a sample of 50 students taken using a saturated sampling technique. The research instrument was a questionnaire of knowledge, attitudes, practices, body scales, and microtoise. The statistical analysis used is the chi-square test. The study showed that there was no significant correlation between knowledge and the nutritional status of children at SDN Pati Kidul 05 using the chi-square test to obtain a p-value = 0.459. There was no significant correlation between attitude and nutritional status of children at SDN Pati Kidul 05 using the chi-square test to obtain a p-value = 0.375. There is no significant correlation between practice and the nutritional status of children at SDN Pati Kidul 05 using the chi-square test to obtain a p-value = 0.706. The results of the study show that there is no significant correlation between knowledge, attitude, and practice with the nutritional status of children.
Implementation of Occupational Safety and Health (OSH) Office Program in Community Health Center Eko Prasetyo; Ulya, Tis’aTul; David Laksamana Caesar; Ervi Rachma Dewi; Livana PH
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 3 (2025): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i3.812

Abstract

Background: Office OSH includes all activities that guarantee and protect the safety and health of employee work so that they do not experience work accidents or diseases related to their work at work. Purpose: To determine the description of office OSH policies, work safety standards, work health standards, office work environment health and office ergonomics at the Ngembal Kulon Health Center, Kudus Regency. Methods: This study is study qualitative with use method descriptive. Technique purposive sampling sample selection and this data collection technique uses interview techniques, observation, and documentation with informant as much as 6 person. The main instrument used in this study was an interview guide on the implementation of office OSH standards at the community health center. Results: The policy OSH in health center still not optimal. Occupational safety standards aspect, that have not been met include hydrants, fire alarms, and box first aid kits. Occupational health standards aspect, are quite good with the implementation of fitness exercises, mental health screening, routine check-ups, and support for exclusive breastfeeding programs for employees. Environmental health standards aspect, the fulfillment of waste management, vector control, and sanitation. Ergonomic standards aspect, the lack of socialization about ergonomic work postures for officers in the health centre. Conclusion: Office OSH is still not optimal based on Permenkes No. 48 of 2016. Need support from District Health Office as the supervisor of implementation OSH offices at health centre. This is very important because it has implications for protection of health workers, patients, and work environment.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PBF ALAT KESEHATAN DI PT PENTA VALENT SEMARANG DENGAN METODE END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) Aulia Wahyu Agustya; Sri Suwarni; Ratna Wulandari; Eleonora Maryeta Toyo; David Laksamana Caesar; Ifany Chairunissa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/mrb3ns34

Abstract

Alat kesehatan termasuk dalam kategori perbekalan farmasi yang berbentuk instrumen dan tidak mengandung zat aktif obat. Proses distribusinya diawasi oleh pemerintah, termasuk pengendalian mutu, guna memastikan bahwa produk yang beredar selalu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Salah satu sarana yang mendukung proses distribusi tersebut adalah sistem komputerisasi, sebagaimana diatur dalam pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan pengguna serta menilai efektivitas Sistem Informasi PBF Alat Kesehatan di PT. Penta Valent Semarang dengan menggunakan pendekatan End User Computing Satisfaction (EUCS). Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 17 responden yang merupakan pengguna Sistem Informasi PBF Alat Kesehatan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, yang disusun berdasarkan lima dimensi utama dalam metode EUCS dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menilai aspek isi (content), keakuratan (accuracy), tampilan (format), ketepatan waktu (timeliness), dan kemudahan penggunaan (ease of use) dari sistem informasi yang digunakan di PT. Penta Valent Semarang. Tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem informasi menunjukkan hasil sebagai berikut: dimensi isi sebesar 76,86%, dimensi keakuratan 77,25%, tampilan 76,47%, kemudahan penggunaan 75,68%, dan ketepatan waktu 77,64%. Rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan pengguna adalah sebesar 76,78%, yang termasuk dalam kategori puas.
Optimalisasi Permainan Tradisional Ular Tangga untuk Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Sekolah Dasar Dewi, Ervi Rachma; Caesar, David Laksamana; Arifan, Ahmad Dafa; Kumala, Dewi; Lakhmudien, Lakhmudien
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i3.70

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah sangat penting dilakukan dalam upaya mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Terdapat delapan indikator PHBS di sekolah yang harus diterapkan peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS dengan permainan tradisional ular tangga. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan koordinasi terkait data permasalahan PHBS, penyusunan media ular tangga dilengkapi dengan pertanyaan dengan sasaran anak sekolah dasar kelas 4 dan 5, dan pelaksanaan permainan tradisional ular tangga. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah didapatkan permasalahan PHBS antara lain kesadaran siswa dalam mencuci tangan setelah bermain masih rendah dan masih banyak siswa yang jajan sembarangan. Sehingga dirancang edukasi kesehatan menggunakan media permainan tradisional ular tangga yang berisi pertanyaan tentang PHBS sebanyak 23 pertanyaan. Pada pelaksanaan permainan ular tangga PHBS siswa sangat antusias, selain itu siswa bermain sportif, percaya diri, dan berani. Simpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapatnya ular dan tangga memungkinkan ada pertanyaan yang diulang-ulang pada siswa, sehingga hal ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS.
Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa Sekolah Dasar Caesar, David Laksamana; Dewi, Ervi Rachma; Mubaroq, M. Husni; Irawan, Adytia Fery; Suryaningtyas, Amanda Fitria; Kurniasari, Annisa; Muayana; Yunanda, Shelvia
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i2.652

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku seseorang yang mengutamakan Kesehatan untuk mencapai kehidupan yang lebih berkualitas. Banyak kegiatan yang merupakan bagian dari PHBS, salah satunya adanya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Perilaku CTPS pada siswa sekolah dasar menjadi salah satu upaya untuk mencetak generasi yang cerdas dan sehat, yang terbebas dari berbagai penyakit menular, salah satunya adalah diare. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui Gerakan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kegiatan ini dilakukan pada siswa sekolah dasar di Desa Kandangmas yaitu pada SDN 2 Kandangmas dan SDN 4 Kandangmas. Jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 158 siswa yang terdiri dari siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3. Beberapa metode kegiatan yang digunakan antara lain ceramah, pemutaran video, simulasi, ice breaking, dan diskusi. Hasl kegiatan menunjukan, kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengkombinasikan berbagai macam metode ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang cuci tangan pakai sabun. Selain aspek pengetahuan, siswa juga sudah bisa mempraktikan Gerakan cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Meningkatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi Masyarakat Kabupaten Kudus: Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Meningkatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi Masyarakat Kabupaten Kudus Dewi, Ervi Rachma; Ulfa, Maria; Caesar, David Laksamana; Prasetyo, Eko; Wachid, Abdul; Mubaroq, Muhammad Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/7cdb8h62

Abstract

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tertuang pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 01.07/Menkes/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun. Program ini dilaksanakan serentak di seluruh puskesmas di Indonesia mulai bulan Februari 2025. Sasaran kegiatan PKG adalah bayi baru lahir (2 hari), balita, dan anak usia pra sekolah (1-6 tahun), usia sekolah dan remaja (7-17 tahun), dewasa (18-59 tahun), dan usia lanjut (>60 tahun). Program ini diinisiasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kemampuan untuk mendeteksi masalah sejak dini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memperluas informasi tentang PKG sehingga dapat meningkatkan cakupan PKG di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah koordinasi dengan puskesmas, pemetaan media sosial dan target sasaran, serta penyusunan media dan penyebaran informasi PKG, dengan target seluruh warga Kabupaten Kudus. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah telah disusun media poster digital dan video edukasi PKG, selanjutnya media tersebut dipublikasikan melalui media sosial WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Youtube.
IMPROVING THE ADOLESCENTS’ CAPACITY WITH VIDEO AND DISASTER MITIGATION SIMULATION-BASED TRAINING Dewi, Ervi Rachma; Caesar, David Laksamana; Ulfa, Maria; Wachid, Abdul; Aziza, Naisya Zaidatul
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i4.2514

Abstract

High cliffs in the mountainous area surround the village of Rahtawu make the area more vulnerable and prone to natural disasters. This community service empowered the youth in Rahtawu Village regarding disaster mitigation with interactive training method-based videos and disaster response simulations. The respondents to the community service activity consisted of 55 adolescents from four hamlets in Rahtawu Village. The stages of the community service activities included pre-test, video-based training, disaster mitigation simulation, and post-test. The questionnaire contains 20 questions about adolescents' knowledge and attitudes regarding disasters, disaster prevention, and the role of adolescents during disasters. The community service activity resulted in an increase in knowledge and attitudes both before and after the intervention, taking the form of video-based training and disaster mitigation simulations. The adolescents were very enthusiastic about following each discussion topic. Adolescents Understood the importance of disaster mitigation. The researchers expect these adolescents can spread knowledge about disaster mitigation in their surroundings.
Training of Pakwalisanak Cadres (Guardians of Clean Water and Adequate Sanitation) to Accelerate Stunting Reduction in Demak Regency Prasetyo, Eko; Caesar, David Laksamana; Cahyanti, Luluk
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i6.7480

Abstract

Nutritional problems in toddlers are a public health problem that is still relatively high in Indonesia. Several factors cause the incidence of stunting, apart from the mother's lack of knowledge about nutrition before and during pregnancy, as well as inappropriate child rearing patterns, namely lack of access to clean water and proper sanitation. Objective: Carrying out training for Pakwalisanak cadres (Fathers of Clean Water and Adequate Sanitation) to accelerate the reduction of stunting in Demak Regency Method: The method of community service in this activity is in the form of training. The method of implementing this service program includes counseling and discussions about the importance of clean water and proper sanitation, as well as the formation of Pakwalisanak cadres (Fathers of Clean Water Guards and Decent Sanitation) to accelerate the reduction of Stunting in Demak Regency. Results: Community service activities, training and formation of pakwalisanak cadres, were attended by 20 participants from 10 Stunting locus villages in Demak Regency. All participants were very enthusiastic about taking part in the training, discussions and formation of Pakwalisanak Cadres and were committed to reducing stunting in Demak Regency. Conclusion: Community service activities in the form of training and formation of Pakwalisanak cadres are very useful for accelerating the reduction of stunting in Demak Regency.
Pemberdayaan Siswa sebagai Kader Simantik (Siswa Pemantau Jentik) dalam Upaya Sekolah Bebas Nyamuk Dewi, Ervi Rachma; Caesar, David Laksamana; Jamaludin, Jamaludin; Almayda, Akbar Raihan
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.7

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) telah menyebar luas ke seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Penyakit ini sering muncul sebagai kejadian luar biasa (KLB) dengan angka kesakitan dan kematian yang relatif tinggi.  Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menemukan 48 kasus DBD pada awal 2024 di 19 Puskesmas yang tersebar di Kota Kretek. Mayoritas kasus DBD menyerang anak-anak usia 5 sampai dengan 15 tahun. Penyebaran penyakit DBD diduga terjadi saat anak beraktivitas di sekolah. Tujuan pengabdian masyarakat ini agar terbentuk kader Simantik dan terwujudnya sekolah bebas nyamuk.  Metode dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan ceramah dengan media power point, pelatihan praktik pemantauan jentik dengan menggunakan form pemantauan jentik dan evaluasi pemahaman peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di 10 SD di wilayah Kecamatan Mejobo dengan jumlah peserta 150 siswa. Seluruh siswa mengikuti serangkaian kegiatan pemberdayaan dengan antusias dan pada saat evaluasi seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan dari fasilitator. Simpulan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi sosialisasi dengan metode ceramah mengenai sekolah bebas nyamuk dan penyakit DBD.  Selanjutnya dilakukan pelatihan praktik pemantauan jentik di lingkungan sekolah dan diakhiri dengan diskusi.  
HUBUNGAN SARANA PRASARANA UKS DENGAN PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH SD/MI DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI Wachid, Abdul; Dewi, Ervi Rachma; Caesar, David Laksamana; Rusmini, Rusmini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2911

Abstract

Abstrak Sarana prasarana UKS merupakan berbagai macam peralatan kesehatan yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah. Hal tersebut dikarenakan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) menjadi salah satu ruangan yang wajib dimiliki oleh sekolah selain daripada ruang kelas.  Hasil observasi awal dari 10 guru UKS diperoleh sebanyak 6 (60%) guru UKS menyatakan tidak pernah melaksanakan pemeriksaan UKS yaitu (1) Mengukur tinggi badan / TB; (2) Mengukur berat badan / BB; (3) Pemeriksaan ketajaman penglihatan; (4) Pemeriksaan pendengaran; (5) Deteksi dini penyimpangan mental emosional; (6) Pengukuran kesegaran jasmani. Sebanyak 4 (40%) guru UKS pernah melaksanakan pemeriksaan UKS ketika sakit dengan diberikan obat penurun rasa sakit kepala dan pemberian minyak kayu putih saat pingsan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sarana prasarana UKS dengan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah SD/MI di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode explanatory research dengan pendekatan cros sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 27 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Pedoman observasi yang digunakan sarana prasarana menggunakan 10 item pertanyaan dan pelaksanaan UKS menggunakan 9 pertanyaan. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil penelitian  berdasarkan sarana prasarana UKS diperoleh paling banyak sarana prasarana UKS baik sebanyak 19  responden (70,4%) dan berdasarkan pelaksanaan UKS SD/MI diperoleh paling banyak responden melaksanakan UKS baik sebanyak 17 responden (63,0%). Hasil uji analisis Fisher's Exact Test (table (2x2) didapatkan nilai ? value 0,005 kurang dari 0,05 dan hasil nilai OR yaitu 11,250. Hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan sarana prasarana UKS dengan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah SD/MI di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati.