Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sifat fisik, Organoleptic dan Aktivitas Antioksidan Sosis Ayam dengan Penambahan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata l.): Physical, Organoleptic and Antioxidant Quality of Chicken Sausage with Soursop Leaf Extract (Annona muricata l.) Addition Arif Ismanto; Sitiani Subaihah
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v10i1.84

Abstract

This study aims to determine the effect of adding soursop leaf extract (SLE) at level 0 (control), 2, 4, and 6% (the weight of SLE /the weight of the dough) on the physical, organoleptic and antioxidant qualities of chicken sausages. A Completely Randomized Design (CRD) was used in this study. Data analysis was performed using analysis of variance (ANOVA) and further tested using the Least Significant Difference Test (LSD). The results showed that differences in SLE levels did not significantly affect the physical quality of chicken sausages, but did change the color, aroma, texture, and taste. The color, smell, texture, and taste of chicken sausage with the addition of 6% SLE showed results that appeared to be greener, had a stronger soursop aroma, more elastic, and tasted more bitter than the other treatments (P <0.05). The lowest antioxidant activity was shown by SLE 0% in both the dough (39.78%) and cooked sausage (17.10%). The highest antioxidant activity was SLE 6%, with antioxidant activity of 57.63% in the dough and 37.43% in cooked sausages. The addition of chicken sausage does not affect physical quality but has a significant impact on the soursop leaf extract test on organoleptic color, aroma, texture, and taste. The best organoleptic quality is demonstrated at 4% SLE. The addition of soursop leaf extract level is accompanied by increased levels of antioxidants both in the dough and in cooked sausage.
HIBAH BINA DESA PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN ECENG GONDOK SEBAGAI PAKAN TERNAK DAN INDUSTRI KERAJINAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LEMPAKE Nursyam Nursyam; Akmal Dzuhri; Nova Andreanto Putro; Ratna Ratna; Lulu Khizanatusani; Sri Maryati; Luthfika Zyahratul Ula; Nirmala Anggraini; M. Alam Syah; Riyo Wijaya; Fauzin Fauzin; Mujiantoro Mujiantoro; Emillia Poni Yang Dalah; Marianus Ermen; Fitri Ismiyati Ramadani; Arif Ismanto
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 4, No 1 (2018): AL IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.721 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v4i1.1509

Abstract

The aim of the Village Development Grant Program is to make efforts to empower the Lempake village community to use water hyacinth processing technology as animal feed and home industry in order to reduce sedimentation of Benanga reservoirs and increase the productivity of the community of Lempake village. Factors that trigerring this activity are the low of knowledge and skill data of comunity to optimize the potention of water hyacinth that become one of the keys in the reservoir in the kelurahan where the activity is located. Target Activities This Village Development Grant is a PKK group from the Lempake Village and the Subur Livestock Group. The main method in this activity is training and monitoring. Water hyacinth processing training produces several types of crafts (bags, tissue boxes and pillows) and the formation of community business groups, Egona Mulawarman. Meanwhile, to train feed cattle, water hyacinth using to make silage. The working relationships that exist include the City of Samarinda Industry Agency, and the Samarinda City Agriculture Service.Keywords : Empowerment, Water Hyacinth, Village Development Grants Program, handicrafts and silage.
Perbandingan Karakteristik Fisik, Kimia dan Sensoris Minuman Herbal Tiwai (Eleutherine americana Merr) pada Berbagai Metode Pengeringan Bernatal Saragih; Hanip Hanip; Aswita Emmawati; Maulida Rahmawati; Frederic Morado Saragih; Arif Ismanto
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.024 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i3.750

Abstract

Minuman herbal menjadi semakin penting setelah senyawa-senyawa metabolitnya diperoleh fungsinya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap profil FTIR, sifat fisiko kimia, antioksidan dan sensori minuman herbal tiwai. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 3 perlakuan yaitu pengeringan dengan oven, matahari dan pengeringan dengan sangrai. Data dianalisis sidik ragam dan uji lanjut BNT (taraf 5 %). Hasil dari FTIR serapan ikatan O-H diperoleh pada bilangan gelombang 3261-3270 cm-1, serapan ikatan O-H merupakan pembentuk senyawa fenol/flavonoid yang merupakan antioksidan pangan.  Metode pengeringan minuman herbal tiwai berpengaruh tidak nyata terhadap sifat sensoris hedonik dan mutu hedonik warna, aroma maupun rasa. Pembentukan warna minuman herbal tiwai paling cepat dengan metode pengeringan oven yaitu 3.67 menit. Intensitas warna tertinggi terdapat pada pengeringan sangrai dengan nilai 0.563. Aktivitas antioksidan tertinggi juga dihasilkan pada pengeringan sangrai 185,24 ppm.
UjiEfektivitas Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americanaMerr),MangroveAvicennia marina, dan MangroveSonneratia albaTerhadapSalmonella typhimuriumSecara In Vitro Yani Nehemia; Arif Ismanto; Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v2i2.3689

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui uji efektivitas ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba terhadap bakteri Salmonella typhimurium dengan konsentrasi yang berbeda untuk mendapatkan dosis yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri sebagai alternatif pengganti antibiotik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan pada penelitian adalah ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba dengan konsentrasi p0 Aquades (kontrol negatif), p1 20 mg/100 mL, p2 40 mg/100 mL, p3 60 mg/100 mL, p4 80 mg/100 mL dan antibiotik Cefadroxil konsentrasi 0,5 g/100 mL (kontrol positif). Data dianalisis menggunakan sidik ragam/Anova dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada konsentrasi ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba tidak berpengaruh nyata terhadap p0  Aquades  (kontrol negatif), tetapi sangat berbeda nyata terhadap p5 antibiotik Cefadroxil (kontrol posotif). uji efektivitas dari ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, dan mangrove Sonneratia alba yang paling efektif dalam menghambat bakteri Salmonella typhimurium adalah pada ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr). Dengan konsentrasi p4 80 mg/100 mL dengan zona bening 1,0 mm, p3 60 mg/100 mL zona bening 0,8 mm dan p2 40 mg/100 mL zona bening 0,6 mm. Akan tetapi hasil ini tidak efektif jika dibandingan pada zona bening antibiotik Cefadroxil dengan diameter zona bening 21,333±1,154 mm. Kata kunci : Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr), mangrove Avicennia marina, mangrove Sonneratia alba, Salmonella typhimurium
Evaluasi Inseminasi Buatan (IB) Program Upsus Siwab Di Kabupaten Berau Marianus Ermen; Fikri Ardhani; Arif Ismanto
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i1.5531

Abstract

Upaya pemerintah dalam mencapai swasembada daging dengan cara membuat sejumlah kebijakan. Salah satunya yaitu mendorong pertumbuhan populasi ternak sapi dan kerbau melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan inseminasi buatan program Upsus SIWAB  di Kabupaten Berau. Penelitian ini dilaksanakan di  Kecamatan Gunung Tabur dan Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau pada bulan Januari 2020 dan Laboraturium Reproduksi dan Pemuliaan Ternak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara dengan alat bantu kuisioner. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau dan inseminator. Variabel yang diukur adalah inseminasi buatan mencakup S/C, CR dan CI, kebuntingan, dan kelahiran. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, t-test dan analisis regresi pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa pada Kecamatan Gunung Tabur  nilai rata-rata S/C 1-2 kali, nilai rataan CR adalah 75 %, CI kategori ideal  karena daerah tersebut mencapai rata-rata 12-13 bulan. Sedangkan pada Kecamatan Teluk Bayur nilai rata-rata S/C dibawah 3 kali, CR 70 %, CI rata-rata 14 bulan.  Keberhasilan inseminasi buatan program Upsus SIWAB di Kabupaten Berau sudah cukup baik, hal dapat dilihat dari S/C, CR dan CI pada Kecamatan Gunung Tabur dan Kecamatan Teluk Bayur; di Kecamatan Gunung Tabur Servis Per Conception (S/C) sangat baik yang rata-rata menunjukkan di bawah 3 kali inseminasi, Conseption Rate (CR) sangat baik karena diperoleh 75 %, sedangkan Calving Interval (CI) kategori ideal di karenakan CI yang mencapai rata-rata 12-13 bulan. Sedangkan di Kecamatan Teluk Bayur angka Servis Per Conception (S/C) sangat baik karena  rata-rata menunjukkan dibawah 3 kali inseminasi, Conseption Rate (CR) juga bagus karena diperoleh 70%, sedangkan Calving Interval (CI) tidak ideal di karenakan dengan tingginya Cl yang mencapai rata-rata 14 bulan. Kata kunci : Upsus SIWAB, inseminasi buatan, Berau
Efek Penambahan Fosfat Pengganti Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Daging Sapi (Longisimus Lumborum) Ari Wibowo; Suhardi Suhardi; Arif Ismanto; Hamdi Mayulu
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v2i2.3688

Abstract

Pengaruh penambahan fosfat pengganti ( 3% MSG + 0,75% NaOH + 2.5% NaCl),fosfat terhadap sifat fisik dan kimia daging sapi (longisimus lumborum) yang diberikanperlakuan tumbling dan kontrol (tanpa tumbling). Hasil observasi menunjukanpeningkatan nilai pH yang diikuti dengan menurunnya tingkat kekerasan pada dagingyang diberikan penambahan fosfat dan fosfat pengganti (p<0,05). Sedangkan padadaging matang yang diberikan perlakuan penambahan dan pengganti secara signifikanmenunjukan nilai expressible drip yang rendah atau memiliki daya ikat air yang lebihtinggi dibandingkan kontrol, meskipun kontrol menunjukan nilai redness index yang lebihtinggi (p<0,05), tetapi untuk daging sapi yang diberikan perlakukan penambahanpengganti dan menunjukan memiliki kandungan metmyoglobin yang lebih rendah padaeksudat dari daging segar dibandingkan kontrol (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitianini bahwa penambahan pengganti pada daging sapi (Longisimus lumborum) dapatmencegah terjadinya proses oksidasi pada myoglobin yang terdapat didalam dagingtetapi tidak pada area permukaan otot/daging. Oleh sebab itu penambahan 3% MSG +0,75% NaOH + 2,5% NaCl bisa diapilkasikan sebagai bahan pengganti pada dagingsegar ataupun daging masak dikarenakan kemampuannya untuk meningkatkan dayaikat air, keempukan daging, dan stabilitas oksidatif pada myoglobin
Komposisi Kimia, Karakteristik Fisik dan Nilai Organoleptik Nugget Itik Manila (Cairinamoschata) yang diberi Pakan Limbah Pasar Samarinda Yanur Rahman; Arif Ismanto
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v3i2.6858

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia, kualitas fisik, organoleptik, dan daya terima terhadap nugget daging itik yang diberi pakan limbah Pasar Segiri.  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman untuk uji komposisi kimia dan Laboratorium Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman untuk uji kualitas fisik serta organoleptik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Searah dengan faktor perlakuan adalah daging itik yang diberi pakan komersil dan limbah dari Pasar Segiri. Perlakuan terdiri atas empat level yaitu: P1 (pakan komersil), P2(limbah pasar segiri dengan level 4%), P3 (limbah pasar segiri dengan level 8%), P4 (limbah pasar segiri dengan level 12%), P5(limbah pasar segiri dengan level 16%), P6(limbah pasar segiri dengan level 20%).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji mutu hedonik (tekstur, rasa, dan kadar air) tidak memiliki pengaruh nyata, sementara pada uji kualitas fisik, nilai pH tidak berpengaruh nyata namun pada susut masak dan daya ikat air memiliki pengaruh nyata. Uji organoleptik menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, dan tekstur, namun berpengaruh nyata terhadap aroma. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah pasar sebagai pakan tidak berpengaruh terhadap kualitas nugget daging itik manila.Kata kunci: Itik manila, limbah pasar, karakter kimia, organoleptik
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PETERNAKAN KAMBING DI KECAMATAN SAMARINDA UTARA Yakob Esa Pirade; Arif Ismanto
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v1i1.2442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan kambing dikecamatan samarinda utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai dengan bulan September 2017 di Kecamatan Samarinda Utara. Metode pengambilan sempel dilokasi penelitian yaitu rumus slovin dan metode random sampling. hal ini dilakukan berdasarkan kriteria jumlah masyarakat yang relative umur 15 sampai 65 ke atas, jumlah responden sebanyak 72 orang. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder, selanjutnya data di analisis dengan menggunakan metode pengukuran skala persepsi yaitu dengan menggunakan metode Likert (metode skoring). Hasil penelitian ini menunjukan persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan kambing dikecamatan samarinda utara adalah netral dengan skor 4020 dan skor rata-rata 55,81. Persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan kambing sangat penting dilakukan untuk mengetahui tanggapan masyarakat yang dapat merugikan warga sekitar terutama yang hidup berdampingan dengan peternakan kambing. Persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan kambing dikecamatan samarinda utara  adalah netral. Dengan adanya peternakan kambing cukup membantu masyarakat dalam hal  ketersediaan daging dan pupuk.
Daya Terima dan Nilai Sensoris Steak Daging Kambing yang Direndam Dalam Ekstrak Asam Jawa dan Belimbing Wuluh Bunga Ajeng Fathonah; Muh Ichsan Haris; Arif Ismanto
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i1.5198

Abstract

Steak merupakan makanan yang berasal dari benua eropa. Bahan utama dari steak yaitu daging yang di potong seperti daging sapi, kambing, ayam dan ikan. Daging kambing memiliki kelemahan pada aromanya yang khas yaitu bau perengus, sehingga mempengaruhi pandangan masyarakat akan mengkonsumsi daging kambing, oleh karena itu perlunya perkembangan kuliner yang dapat memberikan berbagai produk atau inovasi baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada daging, meningkatkan daya terima serta cita rasa pada kualitas organoleptik.Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman pada bulan Juni 2020. Metode yang digunakan terdiri dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan dengan faktor bahan perendam ekstrak buah asam jawa dan belimbing wuluh pada uji sensoris. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Duncan pada taraf 5%.Penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman dengan esktrak buah asam jawa dan belimbing wuluh berpengaruh nyata terhadap nilai sensoris steak daging kambing  dengan skor rata rata 3 (agak suka). Hasil yang didapatkan dari nilai daya terima menunjukkan nilai berpengaruh nyata pada produk steak daging kambing menggunakan perendaman ekstrak belimbing wuluh lebih disukai dengan skor 74.40 % yang berarti sangat suka.Perlakuan dengan perendaman ekstrak buah belimbing wuluh merupakan perlakuan terbaik karena memiliki presentase daya terima 74.40 % dengan skor uji sensoris rataan 3.
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereuspolyrizus) sebagai Pewarna pada Sosis Daging Ayam Ismanto, Arif; Lejab, Petrus Muda; Manullang, Julinda Romauli
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i2.13474

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami pada sosis daging ayam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pada penelitian ini adalah waktu pembuatan ekstraksi (jam) terdiridari 4 perlakuan yaitu 8 jam (P1), 9 jam (P2), 10 jam (P3) dan 11 jam (P) dandiulang sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh nyata terhadap waktu ekstrasi buah naga dengan warna, aroma dan rasa sosis ayam namun terdapat pengaruh terhadap tingkat kekenyalan sosis ayam dan semakin lama waktu pembuatan ekstraksi maka terjadi penurunan derajat putih karena waktu ekstraksi atau perendaman dalam etanol sangat berpengaruh dalam menghasilkan ekstrak pigmen antosianin yang terkandung dalam kulit buah naga. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami pada sosis daging ayam memiliki nilai intensitas warna merah berkisar 4,78-6,82, dengan nilai intensitas warna merah sosis kontrol 4,46. Hal ini membuktikan bahwa perlakuan penambahan ekstrak kulit buah naga merah meningkatkan intensitas warna merah sosis daging ayam yang dihasilkan.