Eka Saptaning Pratiwi
Early Childhood Islamic Education Program, STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Upaya Peningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Mewarnai di Kelompok Bermain Cut Nya’ Dien Bojonegoro Novi Dyah Ayu Putri; Eka Saptaning Pratiwi; Sriyanti
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 6 No 1 (2026): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/w70e0c67

Abstract

This study aims to describe efforts to improve children's fine motor skills through coloring activities at the Cut Nya' Dien Playgroup in Bojonegoro. This study uses a qualitative case study approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that efforts to improve children's fine motor skills are carried out through nine steps, such as providing media, planning, implementation, individual and group approaches, fun methods, guidance, evaluation, and appreciation. Through this study, the researchers saw that using these 9 strategies is very effective in helping develop children's fine motor skills at the playgroup age level.
Analysis of Educational Philosophy on Research and Technology Development at Pesantren: George R. Knight's Perspective Ahmad Syauqi Fuady; Miftakhur Rizki; Eka Saptaning Pratiwi
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v9i1.38380

Abstract

The development of research-based science and technology presents challenges for pesantren in integrating religious and scientific knowledge in a coherent manner. Such integration requires not only curricular adaptation but alse a clear educational philosophy as a foundation for guiding educational practice. This study aims to: (1) examine the construction of educational philosophy, including its metaphysical, epistemological, and axiological dimensions in the integrative development of science-technology research; and (2) analyze the educational goals and institutional governance that support this development at MBS Al-Amin Bojonegoro. This qualitative case study employed document analysis and semi-structured interviews with key institutional actors. Peer debriefing was conducted to strengthen the credibility and validity of the data.  Data were analyzed through five stages: data collection, coding, categorization, interpretation, synthesis and reporting using George R. Knight framework as an analytical lens.. The findings show that the development of science and technology research is grounded in two main paradigms, namely Nushusisasi Sains (Scripturalization of Science) and Saintifikasi Nushush (Scientification of Scripture). These paradigms position knowledge as originating from Allah Swt. and emphasize its ethical orientation toward human well-being. The integration of religion and science-technology is further reflected in its institutional governance, including curriculum structure, teacher development, and research-based learning process. This study contributes by providing a structured philosophical analysis of science -religion integration using George R. Knight’s framework and by showing how philosophical assumptions shape educational governance and research development in pesantren.
Integrating Humanist Values in Early Childhood Education to Develop a Peace-Loving Generation: A Systematic Literature Review Nurul Qomariah; Eka Saptaning Pratiwi; Tri Utami; Mila Faila Shofa
ABNA Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 7 No. 1 (2026): ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/abna.v7i1.14377

Abstract

Perubahan sosial yang dipengaruhi oleh globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan pola interaksi masyarakat telah memunculkan berbagai tantangan dalam pembentukan karakter anak, termasuk menurunnya sikap empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai humanisme sejak usia dini sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang cinta damai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai humanisme dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta kontribusinya dalam menumbuhkan karakter cinta damai pada anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 10 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2018–2025 dipilih melalui proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan analisis konten tematik melalui tahap reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai humanisme diintegrasikan dalam PAUD melalui kurikulum, kegiatan pembelajaran, keteladanan guru, serta budaya sekolah. Integrasi nilai-nilai tersebut berkontribusi terhadap pengembangan karakter cinta damai yang ditandai dengan meningkatnya toleransi, kemampuan penyelesaian konflik secara konstruktif, tanggung jawab sosial, dan hubungan interpersonal yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai humanisme dalam PAUD merupakan strategi efektif untuk membentuk generasi yang cinta damai dan memperkuat harmoni sosial sejak usia dini. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan praktik pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada pembangunan budaya damai. Kata Kunci : Nilai humanisme, Pendidikan anak usia dini, Pendidikan cinta  damai Social changes influenced by globalization, technological developments, and changes in societal interaction patterns have given rise to various challenges in the development of children's character, including a decline in empathy, tolerance, and social responsibility. This situation emphasizes the importance of strengthening humanist values ​​from an early age as a foundation for developing a peace-loving generation. This study aims to analyze the integration of humanist values ​​in early childhood education and its contribution to fostering a peace-loving character in children. The study used a qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. A total of 10 scientific articles published in the 2018–2025 period were selected through a process of identification, screening, and selection based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using thematic content analysis through the stages of data reduction, categorization, interpretation, and synthesis of findings. The results show that humanist values ​​are integrated in PAUD through the curriculum, learning activities, teacher role models, and school culture. The integration of these values ​​contributes to the development of a peace-loving character characterized by increased tolerance, the ability to resolve conflicts constructively, social responsibility, and harmonious interpersonal relationships. This study concludes that integrating humanist values ​​into early childhood education is an effective strategy for developing a peace-loving generation and strengthening social harmony from an early age. These findings have implications for developing more humanistic educational practices that foster a culture of peace. Keywords: Humanistic values, Early childhood education, Peace education
Implementasi Shalat Dhuha Dalam Pengembangan Karakter Religus Anak Di TK Kartika IV-47 Bojonegoro Novi Dyah Ayu Putri; Eka Saptaning Pratiwi
At-Thufail Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2023): At-Thufail : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammdiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/pnknpj63

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran secara mendalam mengenai bagaimana penerapan shalat dhuha dalam mengembangkan karakter religius anak usia dini di TK Kartika IV-47 Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan enis studi kasus. Teknik pengupulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan shalat dhuha dalam mengembangkan karakter religius anak di TK Kartika IV-47 dilakukan setiap hari pukul 08.00 – 09.00 WIB yang diikuti oleh semua peserta didik dari kelompok A dan kelompok B. Penerapan tersebut dilakukan setiap hari dengan tujuan agar anak-anak lebih cepat menghafal do’a ketika shalat dan surat-surat pendek. Setelah kegiatan shalat dhuha selesai anak-anak diminta untuk menghafalkan surat-surat pendek beserta do’a-do’a harian guna mendukung pengembangan karakter religius anak.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DI PAUD Nurul Qomariah Nurul; Eka Saptaning Pratiwi; Hidayatu Munawaroh
At-Thufail Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2024): Ath-Thufail: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 1 Nomor 2 Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammdiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/yg93qk53

Abstract

Kondisi bangsa di dunia beberapa tahun terakhir ini dihadapkan pada kemerosotan moral padamasyarakat, sehingga tidaklah heran kemudian timbul berbagai kasus yang berkenaan dengan hal tersebut,seperti perundungan, tawuran, perusakan lingkungan dan lainnya, mulai dari kalangan anak usia dini yangdapat menjadi pelaku atau pun sebagai korban hingga orang dewasa lanjut usia. Hal inilah yang membuatpara ahli pendidikan prihatin dengan kondisi bangsa dan kemudian memunculkan pendidikan karaktersebagai jawaban atas permasalahan tersebut, dengan tujuan untuk memperbaiki nilai-nilai moral padamasyarakat yang dimulai dengan mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, tidak terkecualidi lembaga PAUD sebagai lembaga formal pertama yang meletakkan pondasi karakter bagi anak usia dini.Implementasi pendidikan karakter termanage dalam pembelajaran dan pembiasaan anak-anak sekolah,dengan harapan dapat membentuk karakter melalui aktivitas mereka di sekolah. 
Stimulasi Aspek Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Pembelajaran Eka Saptaning Pratiwi
At-Thufail Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2024): Ath-Thufai: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2 Nomor 1, September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammdiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/aw8na768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengembangan sosial emosional melalui kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang merupakn sebuah rumusan untuk memotret dan mengeksplorasi kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan aspek sosial emosional anak usia dini. Penelitian dilakukan di TK ABA 1 Sugihwaras Bojonegoro pada kelompok usia 4-5 tahun pada bulan September 2022. Hasil penelitian menggambarkan kegiatan pembelajaran pada tema tanaman bertujuan mengembangkan aspek sosial emosional yang berfokus pada melatih kesabaran anak, Kerjasama dengan teman, serta melatih anak untuk berbagi.
Self Assessment Kemampuan Literasi Digital Guru Paud Eka Saptaning Pratiwi; Nurul Qomariah
At-Thufail Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2025): Ath-Thufai: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2 Nomor 2, Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammdiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/ranxmr35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengidentifikasi hasil (1)self assessment kemampuan literasi digital guru PAUD, (2) permasalahan pembelajaran saat memanfaatkan media pembelajaran sebagai sumber dan media pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 guru PAUD yang tersebar di enam lembaga pendidikan anak usia dini di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilakukan selama bulan Februari sampai April 2025. Hasil menunjukkan refleksi self assessment para guru PAUD telah memanfaatkan teknologi dan media digital dalam pembelajaran, namun tidak pernag merancang media digital secara mandiri dan disebarluaskan. Permasalahan dalam pembelajaran dalam memanfaatkan media dan sumber dari teknologi dan media digital barasal dari ketidakpahaaman guru dalam mengidentifikasi tahap perkembangan anak dan gaya belajar anak usia dini. Kesimpulan dari penelitian ini (1) guru PAUD sudah memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai indikator kemampuan literasi digital, (2) guru PAUD belum bisa mengimplementasikan pembelajaran dengan baik saat memanfaatkan media dan teknologi digital dikarenakan kurang memahami teori perkembangan anak usia dini dan gaya belajar anak usia dini.
Implementasi Metode Bermain Warna untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini di BA AL-FAJAR Balenrejo Aulia Singa Zanki; Eka Saptaning Pratiwi
At-Thufail Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2025): Ath-Thufai: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 3 Nomor 1 September 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammdiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/pyvaq036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bermain warna dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di BA Al-Fajar Balenrejo. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 anak Kelompok A, terdiri dari 15 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak dari prasiklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, persentase ketuntasan anak mencapai 41,6%. Setelah diterapkan metode bermain warna pada siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 70,8%. Pada siklus II, ketuntasan mencapai 87,5%, melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 75%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bermain warna efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di BA Al-Fajar Balenrejo. 
An analysis of the curriculum development to improve literacy skills in islamic elementary school based on hilda taba’s framework Ahmad Syauqi Fuady; Eka Saptaning Pratiwi; Miftakhur Rizki; Sofan Sulong
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 4 (2026): August
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i4.922-936

Abstract

Literacy is an important skill and the foundation for students. Therefore, the school needs to develop a curriculum (planning, implementation, and evaluation) to develop students' literacy skills. This study aims to understand curriculum development to improve literacy skills in Islamic elementary schools. Using a qualitative research approach with a case study design, this study gathers information through interviews with two key informants, analysis of curriculum documents, and observation. The research analysis includes five stages: data collection, coding, data reorganization, data interpretation, and the presentation of findings. Hilda Taba's curriculum development theory serves as a framework for analyzing research data. The results indicate that: (1) the curriculum planning stage is carried out by identifying student needs and exploring community aspirations; (2) the implementation stage of the Madrasah Literacy Movement is realized in the form of a 15-minute daily reading movement, library visits, reading corners, and integration into Indonesian language learning; (3) an evaluation stage once a year to measure the results of curriculum implementation and provide report card for co-curricular activities each semester. The conclusion of this study shows that curriculum development is carried out in a bottom-up manner (grassroots approach) and emphasizes the pivotal role of teachers, as outlined by Hilda Taba.