Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penggunaan Media Audio Visual dalam Menstimulus Perkembangan Moral Anak Amalia Nur Aini; Robingatin Robingatin; Ariani Gita
Borneo Journal of Primary Education Vol 1 No 2 (2021): Borneo Journal of Primary Education, 1(2), Juni 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.561 KB) | DOI: 10.21093/bjpe.v1i2.4901

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya menstimulus perkembangan moral anak sejak dini dengan menggunakan media audio visual. Perkembangan moral merupakan perubahan tingkah laku anak berdasarkan standar benar dan salah perilaku seseorang. Salah satu kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan moral anak yaitu memanfaatkan media audio visual sebagai alat untuk menayangkan film yang menarik bagi anak-anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media audio visual dalam menstimulus perkembangan moral anak di TK Labbaika Samarinda Sebrang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskritif kualitatif. Lokasi penelitian ini di TK Labbaika Samarinda Sebrang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru kelas, dan guru pendamping kelas. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah kerja Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Penggunaan media audio visual dalam menstimulus perkembangan moral anak sudah dilaksanakan dengan sangat baik dan upaya yang dilakukan guru untuk mengembangkan moral anak ini cukup kreatif dan menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline, menggunakan media audio visual untuk memutar film yang menarik bagi anak. Pada saat kegiatan ini berlangsung anak sudah dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang tidak baik. Anak-anak dapat mengingat kembali kejadian yang dilihat ketika menonton film, diakhir pembelajaran guru meminta anak untuk menceritakan kembali tentang apa yang dilihat tadi. Pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak, yang dicantumkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan yang telah ditetapkan oleh guru-guru. Tindak lanjut yang dilakukan guru setelah kegiatan yaitu menanyakan perasaan anak, menanyakan tentang kegiatan hari ini dan memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan apa yang dilihat tadi.
Kegiatan Pengenalan Konsep Bilangan Anak Kelompok A Pada Masa Pandemi Covid-19 Zakiyah Ulfa; Robingatin Robingatin; Rahmawati Rahmawati
Borneo Journal of Primary Education Vol 1 No 3 (2021): Borneo Journal of Primary Education, 1(3), Oktober 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.537 KB) | DOI: 10.21093/bjpe.v1i3.4902

Abstract

Latar belakang penelitian karena mengingat pentingnya pengenalan konsep bilangan bagi anak usia dini. Mengenalkan dan menanamkan konsep bilangan yang dilakukan oleh guru di TK Al Munawwarah Loa Janan dilakukan dengan 2 kegiatan pembelajaran yakni secara online dan offline yakni dengan kegitan yang bervariasi diantaranya dengan pembiasaan atau runitas, spontanitas, keteladanan, yakni dengan kegiatan continue, teratur dan terprogram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengenalan konsep bilangan pada AUD TK Al Munawwarah Loa Janan serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengenalan konsep bilangan AUD di TK Al Munawwarah Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak kelas A usia 4-5 tahun yang berjumlah 13 anak, 8 laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan model interaktif yang terdiri dari tiga hal utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari pengenalan konsep bilangan TK Al-Munawwarah Loa Janan, pembelajaran secara offline dilaksanakan pada minggu ke 1 dan 3 dimulai dari kegiatan yang bervariasi diantaranya seperti pengenalan konsep lambang bilangan dengan bernyanyi, pengenalan konsep lambang bilangan dengan mewarnai, pengenalan konsep lambang bilangan dengan menebalkan angka. Sedangkan pembelajaran secara online dilaksanakan pada minggu ke 2 dan ke 4 setiap bulannya tentunya kegiatan tersebut dilakukan secara continue, teratur dan terprogram. Tujuannya adalah agar anak terbiasa dan secara otomatis kognitif mereka akan lambang bilangan mudah dikenali atau menjadi terstimulasi pada kognitif mereka. Adapun, Faktor yang menjadi pendukung dalam pengenalan konsep bilangan pada AUD di TK Al - Munawwarah Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara adalah faktor kerja sama antara guru dan orang tua dan pengetahuan dari guru dan orang tua. Adapun, yang menjadi faktor penghambat meliputi perasaan anak yang berubah, faktor lingkungan, serta sarana prasarana yang minim.
Implementasi metode read aloud dalam mengembangkan kosa kata anak di kelompok A TK Mentari Loa Janan Mariana, Annisa Dwi; Robingatin, Robingatin; Sunanik, Sunanik
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v9i1.1430

Abstract

This research is motivated by the importance of developing children's vocabulary in their language skills. The choice of method for implementation is also no less important. It is hoped that choosing the read aloud method will provide a pleasant atmosphere and be able to facilitate children in acquiring vocabulary. This method is a means that can provide a wide variety of vocabulary to children. The aim of this research is to determine the implementation of the read aloud method in developing the vocabulary of children in group A. This research is field research with a qualitative approach. Data was collected through observation, interviews and documentation. The subjects in this research were the Principal and Teacher of Mentari Loa Janan Kindergarten. The validity of the data was tested through triangulation of sources, techniques and time. Data analysis refers to the work steps of Miles, Huberman, and Saldana involving data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research relate to the implementation of the read aloud method applied by teachers in developing children's vocabulary. Planning consists of selecting books that suit the learning theme and pre-reading the books. The implementation consists of creating a pleasant atmosphere, showing and introducing the book cover, actively interacting with the children, asking questions to the children and discussing about 4-5 new vocabulary words in the book. Evaluation is carried out by asking children about the story they have just read, including the content, concepts and vocabulary. Assessment of vocabulary development itself is carried out by paying attention to children's conversations and language use. Although the research results provide an overview of the implementation of the read aloud method, further research is still needed to evaluate the long-term impact on children's vocabulary development. This can be a basis for developing more concrete recommendations to increase the effectiveness of using the read aloud method in the context of vocabulary development for children in group A.
Implementation of Project Based Learning in Improving Early Childhood Interpersonal Intelligence Puspitasari, Tri Endah; Robingatin, Robingatin; Muadin, Akhmad
Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/itqan.v14i1.1521

Abstract

This research study investigates the implementation of Project Based Learning (PBL) to enhance early childhood interpersonal intelligence. The study explores the steps involved in planning PBL and presents specific strategies for its implementation in early childhood settings. This study used a qualitative approach with data collection techniques in the form of semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation. Data analysis used Milles, Huberman, and Saldana's interactive data analysis, namely: data condensation, data display, and conclusion. The research findings show that the implementation of PBL has a positive impact on students' interpersonal intelligence by promoting interaction, collaboration, and problem-solving skills. Strategies such as the division of diverse groups, assigning different roles, encouraging group discussions, providing peer feedback, and facilitating reflection, and evaluation were found to be effective in fostering interpersonal skills. Evaluation of PBL implementation involved formative and summative assessments, which allowed observation of student participation, feedback on interpersonal skills, assessment of project outcomes, and collecting feedback from students, parents, and teachers. The comprehensive evaluation process supports the effectiveness of PBL in improving early childhood interpersonal intelligence. The implications of this study highlight the importance of incorporating established educational theories and research findings into PBL planning, strengthening the theoretical foundation, and providing evidence-based support for the effectiveness of PBL in fostering early childhood interpersonal intelligence. The findings contribute to the field of early childhood education by providing practical guidance for educators who want to improve students' interpersonal skills through a project-based learning approach.
Media Gerak dan Lagu dalam Menanamkan Nilai-nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini Muchsinun, Amalia; Robingatin, Robingatin; Afendi, Achmad Ruslan
AS-SABIQUN Vol 5 No 4 (2023): JULI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v5i4.3569

Abstract

This research is motivated by the importance of instilling religious and moral values in children to protect them from the threat of moral degradation that occurs along with modernization. To achieve this goal, one of the approaches used is learning to use motion media and songs. This study aims to discover the stages passed and the benefits of using motion media and songs in learning to instill religious and moral values in early childhood. The type of research used in this research is qualitative with a case study approach. The location of this research is in Al-Hikmah Kindergarten and Al-Quds Kindergarten, Samarinda City. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is a single-site analysis by condensing data, making data displays, and verifying and drawing conclusions. The results showed that at TK Al-Hikmah, the planning stage was carried out by recruiting teachers who were competent and had a strong Islamic background. The implementation stage is carried out by singing songs about getting to know angels, getting to know the 25 Prophets, and getting to know the obligatory nature of Allah. The results obtained in the kindergarten are forming new positive behaviors or habits in children. As for the Al-Quds Kindergarten, the planning stage is carried out by strictly selecting teachers and preparing songs to be sung with children. The implementation stage is carried out by singing songs that recognize body parts and prepositions in Arabic and clap ablution. The perceived benefits are that it can stimulate children's motor movements and help to introduce religious and moral aspects to children.
Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual Keagamaan pada Peserta Didik Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Di SMK Sebatik Tapal Batas Indonesia-Malaysia Rahmat, Rahmat; Robingatin, Robingatin; Setiawan, Agus
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 4(1), Februari 2023
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jtikborneo.v4i2.6635

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah bentuk perhatian lembaga pendidikan dan peran guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai spiritual islam terhadap pelajar tenaga kerja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses, strategi dan implikasi dari bentuk pembelajaran yang ada di sekolah terhadap pelajar tenaga kerja Indonesia. Adapun jenis penelitian ini adalah jenis peneltian kualitatif pendekatan studi fenomenologi dengan tekhnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yaitu mempersiapkan data, proses coding, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru agama dan staf, pembina, pengasuh serta pelajar anak tenaga kerja Indonesia. Dan uji keabsahan datanya melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai spiritual terhadap anak tenaga kerja Indonesia di SMKS Mutiara Bangsa Sebatik dan SMKN 01 Sebatik Barat. Prosesnya dengan menggunakan 3 (tiga) tahapan yaitu ; 1) Tahap transformasi, lewat khutbah sholat jum’at, khotbah sholat ied, kultum atau ceramah agama, dan peringatan Hari Besar Islam (PHBI), 2) Tahap transaksi, melalui budaya 5S ( senyum, sapa, salam, sopan dan santun) dan menutup aurat,3) Tahap transinternalisasi, transinternalisasi ini semua guru di SMKS Mutiara Bangsa maupun SMKN 01 Sebatik Barat merasa harus merealisasikan serangkaian kegiatan berupa budaya religi dan program keasraamaan secara baik dan sepenuh hati. realisasinya tidak terbatas pada lingkungan sekolah saja melainkan di luarpun seorang guru tetap memegang teguh nilai-nilai apa yang telah disampaikan sebelumnya.
THE IMPACT OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN IMPROVING NUMBER AND LETTER LITERACY IN EARLY CHILDHOOD Sit, Masganti; Halimah, Siti; Robingatin, Robingatin; Hasnida, Hasnida; Lita, Lita
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 3 No. 1 (2024): Third International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Number and letter literacy skills are very important for early childhood. These two skills help children in successful learning at the next level of education. On the other hand, the development of various artificial intelligence applications in learning numbers and letters can be utilized by teachers to improve both skills. This research aims to analyze the impact of artificial intelligence in developing letter and number literacy in early childhood. This research uses a literature review approach sourced from articles that have been published in reputable international journals that examine the relationship between the use of applications in developing literacy of numbers and letters in early childhood. The results show that various artificial intelligence applications have been used to improve number and letter literacy in early childhood. However, the appropriate use needs to be studied in the future.
STRATEGI GURU DALAM MEMOTIVASI BERPIKIR KRITIS PADA ANAK USIA DINI DI TK KOTA SAMARINDA Azizah, Noor; Robingatin, Robingatin; Kusasi, Kusasi
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 7, No 2: Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v1i2.2411

Abstract

This research is motivated by the current education system, which tends to emphasize that critical thinking is only developed and taught at higher levels of education but less so in early childhood. Therefore, it is important to instill and motivate critical thinking skills from an early age. This research aims to: (1) describe the development of critical thinking in early childhood in Samarinda; (2) describe the strategies used by kindergarten teachers to motivate critical thinking in early childhood in Samarinda; and (3) describe the supporting and inhibiting factors in motivating critical thinking in early childhood. This research investigates the strategies used by kindergarten teachers in Samarinda to motivate critical thinking in early childhood, specifically at three schools: Islamic Center Kindergarten, Ittihad Kindergarten, and Fastabiqul Khairat Kindergarten. This research is a qualitative descriptive study that uses data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data condensation, data presentation, conclusion drawing and verification, and data validity testing using data triangulation. The results of this research are as follows: (1) In the development of critical thinking, children were found to have a strong sense of curiosity, often ask deep questions, can analyze information, are willing to explore ideas, actively participate in learning, and can solve problems independently. Teacher strategies to motivate critical thinking in young children demonstrate a variety of approaches to stimulating critical thinking. Each strategy has its own unique benefits. Educators have a variety of tools and techniques that they can use to stimulate critical thinking in children. Combining diverse strategies can provide a richer and deeper learning experience. Supporting factors in motivating critical thinking in children include parental support, collaboration with other teachers, adequate resources, good communication between mothers and children, the use of creative teaching strategies, and positive encouragement. However, there are also inhibiting factors that need to be considered, such as time constraints, lack of training in teaching critical thinking, excessive academic pressure, miscommunication with parents, and constraints in the learning environment.
Pelatihan Penggunaan Smart Application Creator untuk Membuat Media Pembelajaran Interaktif di TK Nasional KPS Hartanti, Wuri; Idris, Husni; Robingatin, Robingatin
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 6 No 2 (2024): 2024 Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tarsius.v6i2.1172

Abstract

Guru-guru di TK Nasional KPS belum dapat mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan Smart application creator. Guru di TK Nasional KPS dapat menggunakan laptop untuk kegiatan menunjang pembelajaran, seperti: membuat perangkat pembelajaran, membuat administrasi, namun belum dapat membuat media berbasis digital. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberi pelatihan membuat media pembelajaran. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini guru TK Nasional KPS sebanyak 10 orang.Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan kegiatan observasi dan wawancara kebutuhan guru-guru di TK Nasional KPS Balikpapan. Melalui analisis kebutuhan dapat ditentukan bahwa kebutuhan akan keterampilan membuat media pembelajaran sendiri sangat diperlukan. Pelatihan ini dilaksanakan dalam beberapa metode yaitu presentasi materi Smart application creator oleh Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, tanya jawab, dan praktik. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan para guru di TK Nasional KPS sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pelatihan penggunaan Smart application creator untuk membuat media pembelajaran interaktif. Secara keseluruhan dapat disimpulkan, bahwa kegiatan pelatihan penggunaan Smart application creator untuk membuat media pembelajaran interaktif kepada guru TK Nasional KPS terlaksana dengan baik. Berdasarkan hasil pretest dan posttest menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam menggunaan aplikasi Smart application creator yang difungsikan untuk membuat media pembelajaran interaktif.
Implementasi Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Robingatin, Siti
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2015): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v3i1.241

Abstract

Islamic School Network Integrated Curriculum (JSIT) is a curriculum that integrate curriculum with the curriculum of the National Local Content that based on Islamic education, which includes the National curriculum, the curriculum of Islamic education, Scouting curriculum, and skilled curriculum. Purpose of this study is describing the implementation of the curriculum of Islamic Schools Network Integrated (JSIT) in Junior High School Islam Daarussalaam North Sangatta East Kutai realized in school programs and find the factors supporting and hindering the implementation of the curriculum of Islamic Schools Network Integrated Integrated Islamic (JSIT) in Islamic Integrated Junior High School Daarussalaam North Sangatta  East Kutai. Research design of this study is a qualitative research. The main data sources obtained through interviews, observation, and documentation. And data analysis technique obtained from data reduction, data presentation and verification of data by performing triagulasi data. The results of this study that the implementation of the curriculum of Islamic Schools Integrated Network Islamic in Integrated Junior High School (SMPIT) Daarussalaam North Sangatta East Kutai showed the indications on the Internalization of Islamic values in all subjects, local content and program curriculum. Some factors Supported implementation of curriculum Islamic Integrated School Network ISAM (JSIT) are the role of parents both morally and materially. National Education affair minister monitored and evaluated as well as the social environment that religious and strategic place while inhibiting factor Human Resources who lack an understanding of the Integrated Islami Curriculum School (JSIT) and inadequate infrastructure.