Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Program Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun Sebelum Konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri Inpres Kotaraja, Kota Jayapura Syaharuddin Nur; Anneke Yacob; Faridha Almira; Fika Daulian; Ilmidin Ilmidin; Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Ulfa Rahmadani; Vrensca Rupilu; Wilma Florensia
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7183

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) in elementary schools aims to improve children’s nutritional status, but its success largely depends on clean and healthy living behaviors (PHBS), especially the habit of handwashing before eating. This community service activity aimed to educate first-grade students at SD Negeri Inpres Kotaraja, Kota Jayapura, about the importance of washing hands with soap before consuming MBG meals. The methods used included simple counseling, demonstration of the six-step handwashing technique, and supporting media such as songs, posters, and educational games. Direct observations were conducted to assess student engagement and behavior changes before mealtime. The results showed that students were enthusiastic in participating and began to develop the habit of handwashing before eating. This program received support from teachers and parents and was considered effective in fostering healthy behavior habits from an early age. This education is expected to support the sustainable success of MBG implementation and increase awareness of PHBS in the school environment.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) Education, Handwashing with Soap (HWWS), Free Nutritious Meal Program (MBG), Elementary School, Child Health Empowerment
Pengaruh Postur Kerja terhadap Gangguan Muskuloskeletal pada Pekerja Indonesia; Meta Analisis Ilmidin Ilmidin; Rendi Ariyanto Sinanto; Roviana Nurda Agustina; Riza Nabila; Astika Candra Nirwana
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11120

Abstract

Lebih dari 40% populasi didunia atau sekitar 1,75 miliar menderita gangguan muskuloskeletal atau yang biasa dikenal dengan Musculoskeletal disorder (MSDs), MSDs sendiri sudah memberikan kekhawatiran sendiri pada para pekerja karena dapat membahayakan jika sudah kronis dan membutuhkan biaya yang mahal untuk perawatannya. Postur kerja adalah salah satu faktor risiko dalam MSDs. Beberapa penelitian memang menemukan banyak faktor risiko dari MSDs, namun beberapa lainnya juga mengatakan tidak adanya hubungan pada satu atau lebih faktor risikonya. Tumpang tindih hasil penelitian tersebut membuat peneliti ingin lebih mengetahui pengaruh pada postur kerja terhadap kejadian MSDs dikalangan pekerja Indonesia. Metode penelitian ini adalah sistematik literatur riview yang bersifat meta analisis dengan melaporkan pencarian dan pemilihan artikel menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA), pengolahan data penelitian ini menggunakan aplikasi Jamovi. Hasil pelaporan artikel yang dimasukan pada penelitian ini sebanyak 21 artikel dengan temuan nilai keseluruhan effect size atau pengaruh postur kerja terhadap MSDs sebesar 0,418 dan nilai p value sebesar <.001, artinya postur kerja berpengaruh sedanga terhadap kejadian MSDs, nilai heterogen pada penelitian ini sebesar 76,49% yang berarti bahwa nilai heterogennya tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan oleh pekerja dan perusahaan untuk lebih memperhatikan kondisi dan lingkungan pekerjaannya dalam menunjang postur kerja yang lebih baik kedepannya.
Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal dengan Menggunakan Desain Ergonomi sebagai Percontohan pada Penjual Minuman Dingin Kota Jayapura Ilmidin, Ilmidin; Nur, Syaharuddin; Manalu, Etty Octaviani; Pamungkas, Iqbal Bayu; Robaha, Chorano Elsada
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.922

Abstract

Penjualan minuman dingin di wilayah Kota Jayapura memiliki potensi pada perekonomian yang dapat menopang ekonomi mandiri pelaku usaha. Peningkatan kesejahteraan usaha mikro kecil tidak hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi saja, namun jauh dari itu, implementasi modal kesehatan dan keselamatan juga perlu ditingkatkan untuk melindungi para pelaku usaha dan pekerjanya. Berdasarkan analisis, pelaksana menemukan bahwa tindakan untuk memperbaiki postur kerja diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi ergonomis pekerjanya, sehingga tidak menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSD) kedepannya. Metode pengabdian ini didasarkan pada tiga langkah yaitu sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi dan inovasi (pembuatan gerobak dan tempat galon yang sesuai dengan antropometri penjual). Sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan mendatangi satu-satu pejual minuman dingin sepanjang jalan Kampwolker Kelurahan Yabansai, Kecamatan Heram, Kota Jayapura. Pembinaan dan pelatihan ini berupa cara menjaga postur agar tetap netral saat mengangkat, mendorong, menarik, maupun menurunkan barang yang ada disekitar mitra, area jangkauan mitra yang fleksibel, dan sikap berdiri sambil duduk yang perlu diterapkan oleh penjual minuman dingin. Tidak lupa, pengabdi juga melakukan pelatihan mengenai pelayanan yang baik dan ramah untuk membuat pelanggan nyaman berbelanja, termasuk pada pengaturan ergonomi di lingkungan penjualan mereka. Pelaksanaan pre test dan post test mendapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 8,5 dari hasil pre test sebesar 60,7 dan hasil post tes sebanyak 69,2. Artinya terdapat peningkatan pengetahuan pada penjual minuman dingin setelah dilaksanakan pelatihan. Sebelum pembuatan gerobak, pengabdi melakukan pengukuran antropometri pada penjual sehingga pada saat gerobak digunakan, penjual merasa nyaman dan aman terhindar dari MSD.
Analisis Implementasi dan Kendala dalam program MBG pada pendidikan SD, SMP dan SMA Negeri di Kota Jayapura Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Ulfa Rahmadani; Ilmidin Ilmidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52057

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang diluncurkan pemerintah sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan kendala pelaksanaan program MBG pada jenjang SD, SMP, dan SMA Negeri di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh sekolah negeri di lima distrik Kota Jayapura, yaitu Abepura, Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Heram, dan Muara Tami. Sampel penelitian berjumlah 158 responden yang terdiri dari dua guru per sekolah, dipilih dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program MBG di Kota Jayapura berjalan dengan baik pada aspek perencanaan dan koordinasi antarinstansi, namun masih terdapat kendala dalam aspek distribusi pangan, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta pengawasan mutu gizi di sekolah-sekolah tertentu. Faktor geografis dan logistik di wilayah timur Indonesia turut menjadi hambatan utama dalam efektivitas pelaksanaan program. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana lokal, serta adaptasi kebijakan berbasis konteks wilayah guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat program MBG di masa mendatang.
Wash Fit As A Complementary Tool For Industrial Hygiene In Primary Health Care Facilities: Case Study Reza Jonatan; Galio RD Burdames; Ilmidin Ilmidin; Reza Hendrawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52065

Abstract

Reliable water, sanitation, hygiene and waste services in health-care facilities (HCFs) are foundational to quality of care, infection prevention and control (IPC), and the Sustainable Development Goals (SDGs 3 and 6). In Jayapura, Papua Province, gaps in water, sanitation, hygiene (WASH), waste management in primary health centers (PHCs) compromise infection control, occupational safety, and quality of care. The WASH Facility Improvement Tool (WASH FIT), developed by WHO/UNICEF, offers a structured, risk-based approach to assess and improve these conditions. This study aims to evaluate the effectiveness of WASH FIT and promote the tool to mainstream WASH in the industrial hygiene context to improve health, safety, and environmental standards. An assessment using WASH FIT as a tool was conducted across 10 PHCs in Papua, combining scoring of key indicators (water, sanitation, hygiene, energy, waste, management) with structured observations, and technical documentation. WASH FIT assessment revealed significant shortcomings in key WASH indicators. Average scores were moderate to low: sanitation 55%, hygiene 66%, waste management 58%, and less than 60% had functional medical waste management systems. WASH FIT has proven to be an effective framework to improve occupational health standards in PHCs. Integrating WASH within an industrial hygiene lens offers a pathway to resilient systems in the broader context.
Asosiasi antara Konsumsi Kopi dan Buah Pinang secara Independen dengan Frekuensi Nyeri Punggung Bawah pada Mahasiswa Ilmidin Ilmidin; Semuel Piter Irab; Apriyana Irjayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52161

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan umum yang banyak dialami secara global dan dapat berkembang menjadi kondisi yang menyebabkan kecacatan jika tidak dicegah sejak dini, terutama pada kelompok mahasiswa yang memiliki aktivitas fisik dan postur belajar yang kurang ergonomis. Konsumsi kopi dan kebiasaan mengunyah pinang sering diasosiasikan secara tidak langsung dengan kejadian LBP, namun bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan secara terpisah antara konsumsi kopi dan kebiasaan mengunyah pinang dengan kejadian LBP pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan uji Chi-Square Independent melalui aplikasi Jamovi. Pengukuran LBP dilakukan menggunakan Nordic Body Map (NBM) yang telah dimodifikasi. Interpretasi kekuatan hubungan dilakukan menggunakan koefisien Cramer V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian LBP, baik dalam tujuh hari terakhir (α=0.501) maupun satu bulan terakhir (α=0.058). Sebaliknya, kebiasaan mengunyah pinang menunjukkan hubungan signifikan terhadap LBP dalam tujuh hari (α=0.021) dan satu bulan (α=0.002). Koefisien Cramer V menunjukkan hubungan lemah antara mengunyah pinang dan LBP selama tujuh hari (0.180) maupun satu bulan (0.228). Tingginya prevalensi LBP pada mahasiswa menegaskan pentingnya pencegahan dini melalui edukasi dan promosi kesehatan oleh pihak universitas di Kota Jayapura
Smoking and Occupational Risks Among Traditional Divers in Lake Sentani Medyati, Novita; Yufuai, Agustina Regina; Padang, John Toding; Ilmidin, Ilmidin
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): January Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v10i1.6580

Abstract

Smoking among workers, especially traditional divers, is a factor that can contribute to health problems. This study aims to determine the perceptions and occupational risks of traditional divers regarding the activity of diving while smoking. This study is a qualitative study of traditional diver fishermen around Lake Sentani, Jayapura Regency. The research instrument was an interview guide to obtain data related to diver characteristics, smoking habits, work methods, and dive duration, as well as tools to record the interview process (tape recorder). Furthermore, the data were analyzed using Colaizzi analysis. Based on the results of the study, four main themes have been identified that describe the perception of traditional divers regarding smoking activities, namely diving as a form of assimilation of livelihood traditions to meet family food needs, consumption of hand-rolled cigarettes while diving as a function to obtain warmth and bodily pleasure, lack of knowledge and understanding of the dangers of consuming hand-rolled cigarettes while diving, and safety while diving.   Kata kunci: Merokok, Penyelam, Risiko Kerja.
The Relationship Between Personal Hygiene and Soil Transmitted Helminths in Students of State Elementary School Inpres 1 Apo, Jayapura City Hukubun, Mersi Diana; Irjayanti, Apriyana; Pamangin, Lisda Oktavia; Ilmidin, Ilmidin
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v13i1.24219

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) remains a health problem found in tropical countries, especially Indonesia, where humidity supports the development of worm parasites. This study aimed to determine the relationship between personal hygiene and worm infections among students of SD Negeri Inpres 1 Apo, Jayapura City. This analytical observational study used a cross-sectional design with a population of 167 and a sample of 97 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Inclusion criteria were fifth and sixth grade students willing to participate and submit faecal samples; absent or sick students were excluded. Data were collected using questionnaires and faecal examinations through the direct method at the Jayapura Health Polytechnic Laboratory. Data were analysed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test (α < 0.05). Results showed that most respondents were 11 years old (45.4%), female (55.7%), class VI B students (24%), and 47.4% tested positive helminth infection. Bivariate analysis found no significant relationship between knowledge, handwashing, footwear use, nail hygiene, snack hygiene, or defecation habits and helminth infection (p > 0.05). Although no significant association was found, good personal hygiene remains essential to prevent STH. Education from schools and parents is crucial to improve children’s hygiene practices.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN ALKOHOL DI KOTA JAYAPURA Rahmadani, Ulfa; Nur, Syaharuddin; Ilmidin, Ilmidin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38110

Abstract

Abstrak: Konsumsi alkohol di kalangan remaja merupakan persoalan serius kesehatan masyarakat karena berdampak negatif terhadap aspek fisik, mental, dan sosial. Masa remaja yang penuh rasa ingin tahu serta pengaruh lingkungan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam pencegahan konsumsi alkohol, meliputi soft skill (pengambilan keputusan, komunikasi, dan penolakan terhadap pengaruh negatif teman sebaya) serta hard skill (pemahaman risiko kesehatan dan strategi pencegahan). Kegiatan melibatkan 30 siswa SMA di Kota Jayapura melalui metode penyuluhan interaktif, kuis, dan kampanye “Saya Hebat Tanpa Alkohol”. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 10–15 pertanyaan terkait pengetahuan, sikap, dan keterampilan pencegahan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 34,8% dan perubahan sikap positif sebesar 33,4%. Lebih 80% peserta aktif berpartisipasi dalam kampanye yang mencerminkan peningkatan kesadaran dan komitmen terhadap perilaku sehat. Kegiatan ini memperkuat komitmen remaja untuk menjauhi alkohol serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.Konsumsi alkohol di kalangan remaja merupakan persoalan serius kesehatan masyarakat karena dampak negatifnya secara fisik, mental, dan sosial. Masa remaja yang penuh rasa ingin tahu dan pengaruh lingkungan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan remaja melalui peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan terhadap bahaya alkohol. Kegiatan pengabdian melibatkan 30 siswa SMA di Kota Jayapura menggunakan metode penyuluhan interaktif, kuis edukatif, serta kampanye “Saya Hebat Tanpa Alkohol”. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan sebesar 34,8% dan perubahan sikap positif sebesar 33,4%. Selain itu, lebih dari 80% peserta aktif berpartisipasi dalam kampanye, yang mencerminkan peningkatan softskill dan kesadaran diri terhadap perilaku sehat. Kegiatan ini memperkuat komitmen remaja untuk menjauhi alkohol serta membangun lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.Abstract: Alcohol consumption among adolescents is a serious public health concern due to its negative impacts on physical, mental, and social aspects. Adolescence, characterized by curiosity and strong environmental influences, increases vulnerability to risky behaviors. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge, attitudes, and skills in preventing alcohol consumption, including soft skills (decision-making, communication, and refusal skills against negative peer influence) and hard skills (understanding health risks and prevention strategies). The program involved 30 high school students in Jayapura City through interactive counseling, quizzes, and the “I Am Great Without Alcohol” campaign. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments consisting of 10–15 questions related to knowledge, attitudes, and prevention skills. The results showed an increase in knowledge by 34.8% and positive attitude changes by 33.4%. More than 80% of participants actively engaged in the campaign, reflecting improved awareness and commitment to healthy behavior. This activity strengthened adolescents’ commitment to avoiding alcohol and supported the creation of a healthy and productive school environment.Alcohol consumption among adolescents is a serious public health concern due to its negative physical, mental, and social impacts. The curiosity characteristic of adolescence and environmental influences increase vulnerability to such risky behaviors. This community service aims to empower adolescents by increasing their knowledge and preventive attitudes toward the dangers of alcohol. The program involved 30 high school students in Jayapura City using interactive counseling, educational quizzes, and the “I am Great Without Alcohol” campaign. Evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results. The findings showed a 34.8% increase in knowledge and a 33.4% improvement in positive attitudes. Furthermore, over 80% of participants actively engaged in the campaign, reflecting enhanced soft skills and self-awareness regarding healthy behavior. This activity strengthens adolescent commitment to avoiding alcohol and fosters a healthy, productive school environment.
Prevalence and Risk Factors of Low Back Pain Among Public Health Students in Papua Province Ilmidin Ilmidin; Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Apriyana Irjayanti; Galio Rudolfo Dian Burdames; Abdul Hanan; Rizal Fikri; Antonius Satrio Wicaksono Dosinaeng
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 12, No 1 (2026): JURNAL BERKALA KESEHATAN 1 (APRIL-JULI)
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbkes.v12i1.25637

Abstract

As one of the Musculoskeletal disorders (MSDs), Low Back Pain (LBP) is the most prevalent case and a serious problem experienced by both developed and developing countries such as Indonesia. This pain is not only felt by adults but also by university students. This study aims to examine the prevalence and risk factors influencing the occurrence of LBP. The research method used a cross-sectional design with binary logistic regression tests. Data collection was carried out through direct measurements and surveys using questionnaires among students of the Public Health Department at Cenderawasih University, Papua Province, Indonesia. The results of this study showed that the prevalence of LBP complaints among students was 74%, and only one variable significantly influenced the occurrence of LBP, which was Gender, with a p-value of 0.019 and an Odds Ratio of 2.201 (95% CI: 1.136-4.263). Other variables such as the way of carrying a bag and the weight of the bag were nearly significant, both receiving a p-value of 0.090, with an Odds ratio of 1.668 for the way of carrying the bag and 1.645 for the weight of the bag. This study is expected to serve as a basis for future research to assess the influence of other variables on the incidence of LBP.