Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Program Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun Sebelum Konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri Inpres Kotaraja, Kota Jayapura Syaharuddin Nur; Anneke Yacob; Faridha Almira; Fika Daulian; Ilmidin Ilmidin; Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Ulfa Rahmadani; Vrensca Rupilu; Wilma Florensia
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7183

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) in elementary schools aims to improve children’s nutritional status, but its success largely depends on clean and healthy living behaviors (PHBS), especially the habit of handwashing before eating. This community service activity aimed to educate first-grade students at SD Negeri Inpres Kotaraja, Kota Jayapura, about the importance of washing hands with soap before consuming MBG meals. The methods used included simple counseling, demonstration of the six-step handwashing technique, and supporting media such as songs, posters, and educational games. Direct observations were conducted to assess student engagement and behavior changes before mealtime. The results showed that students were enthusiastic in participating and began to develop the habit of handwashing before eating. This program received support from teachers and parents and was considered effective in fostering healthy behavior habits from an early age. This education is expected to support the sustainable success of MBG implementation and increase awareness of PHBS in the school environment.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) Education, Handwashing with Soap (HWWS), Free Nutritious Meal Program (MBG), Elementary School, Child Health Empowerment
Pengaruh Postur Kerja terhadap Gangguan Muskuloskeletal pada Pekerja Indonesia; Meta Analisis Ilmidin Ilmidin; Rendi Ariyanto Sinanto; Roviana Nurda Agustina; Riza Nabila; Astika Candra Nirwana
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11120

Abstract

Lebih dari 40% populasi didunia atau sekitar 1,75 miliar menderita gangguan muskuloskeletal atau yang biasa dikenal dengan Musculoskeletal disorder (MSDs), MSDs sendiri sudah memberikan kekhawatiran sendiri pada para pekerja karena dapat membahayakan jika sudah kronis dan membutuhkan biaya yang mahal untuk perawatannya. Postur kerja adalah salah satu faktor risiko dalam MSDs. Beberapa penelitian memang menemukan banyak faktor risiko dari MSDs, namun beberapa lainnya juga mengatakan tidak adanya hubungan pada satu atau lebih faktor risikonya. Tumpang tindih hasil penelitian tersebut membuat peneliti ingin lebih mengetahui pengaruh pada postur kerja terhadap kejadian MSDs dikalangan pekerja Indonesia. Metode penelitian ini adalah sistematik literatur riview yang bersifat meta analisis dengan melaporkan pencarian dan pemilihan artikel menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA), pengolahan data penelitian ini menggunakan aplikasi Jamovi. Hasil pelaporan artikel yang dimasukan pada penelitian ini sebanyak 21 artikel dengan temuan nilai keseluruhan effect size atau pengaruh postur kerja terhadap MSDs sebesar 0,418 dan nilai p value sebesar <.001, artinya postur kerja berpengaruh sedanga terhadap kejadian MSDs, nilai heterogen pada penelitian ini sebesar 76,49% yang berarti bahwa nilai heterogennya tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan oleh pekerja dan perusahaan untuk lebih memperhatikan kondisi dan lingkungan pekerjaannya dalam menunjang postur kerja yang lebih baik kedepannya.
Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal dengan Menggunakan Desain Ergonomi sebagai Percontohan pada Penjual Minuman Dingin Kota Jayapura Ilmidin, Ilmidin; Nur, Syaharuddin; Manalu, Etty Octaviani; Pamungkas, Iqbal Bayu; Robaha, Chorano Elsada
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.922

Abstract

Penjualan minuman dingin di wilayah Kota Jayapura memiliki potensi pada perekonomian yang dapat menopang ekonomi mandiri pelaku usaha. Peningkatan kesejahteraan usaha mikro kecil tidak hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi saja, namun jauh dari itu, implementasi modal kesehatan dan keselamatan juga perlu ditingkatkan untuk melindungi para pelaku usaha dan pekerjanya. Berdasarkan analisis, pelaksana menemukan bahwa tindakan untuk memperbaiki postur kerja diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi ergonomis pekerjanya, sehingga tidak menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSD) kedepannya. Metode pengabdian ini didasarkan pada tiga langkah yaitu sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi dan inovasi (pembuatan gerobak dan tempat galon yang sesuai dengan antropometri penjual). Sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan mendatangi satu-satu pejual minuman dingin sepanjang jalan Kampwolker Kelurahan Yabansai, Kecamatan Heram, Kota Jayapura. Pembinaan dan pelatihan ini berupa cara menjaga postur agar tetap netral saat mengangkat, mendorong, menarik, maupun menurunkan barang yang ada disekitar mitra, area jangkauan mitra yang fleksibel, dan sikap berdiri sambil duduk yang perlu diterapkan oleh penjual minuman dingin. Tidak lupa, pengabdi juga melakukan pelatihan mengenai pelayanan yang baik dan ramah untuk membuat pelanggan nyaman berbelanja, termasuk pada pengaturan ergonomi di lingkungan penjualan mereka. Pelaksanaan pre test dan post test mendapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 8,5 dari hasil pre test sebesar 60,7 dan hasil post tes sebanyak 69,2. Artinya terdapat peningkatan pengetahuan pada penjual minuman dingin setelah dilaksanakan pelatihan. Sebelum pembuatan gerobak, pengabdi melakukan pengukuran antropometri pada penjual sehingga pada saat gerobak digunakan, penjual merasa nyaman dan aman terhindar dari MSD.
Analisis Implementasi dan Kendala dalam program MBG pada pendidikan SD, SMP dan SMA Negeri di Kota Jayapura Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Ulfa Rahmadani; Ilmidin Ilmidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52057

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang diluncurkan pemerintah sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan kendala pelaksanaan program MBG pada jenjang SD, SMP, dan SMA Negeri di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh sekolah negeri di lima distrik Kota Jayapura, yaitu Abepura, Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Heram, dan Muara Tami. Sampel penelitian berjumlah 158 responden yang terdiri dari dua guru per sekolah, dipilih dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program MBG di Kota Jayapura berjalan dengan baik pada aspek perencanaan dan koordinasi antarinstansi, namun masih terdapat kendala dalam aspek distribusi pangan, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta pengawasan mutu gizi di sekolah-sekolah tertentu. Faktor geografis dan logistik di wilayah timur Indonesia turut menjadi hambatan utama dalam efektivitas pelaksanaan program. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana lokal, serta adaptasi kebijakan berbasis konteks wilayah guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat program MBG di masa mendatang.
Wash Fit As A Complementary Tool For Industrial Hygiene In Primary Health Care Facilities: Case Study Reza Jonatan; Galio RD Burdames; Ilmidin Ilmidin; Reza Hendrawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52065

Abstract

Reliable water, sanitation, hygiene and waste services in health-care facilities (HCFs) are foundational to quality of care, infection prevention and control (IPC), and the Sustainable Development Goals (SDGs 3 and 6). In Jayapura, Papua Province, gaps in water, sanitation, hygiene (WASH), waste management in primary health centers (PHCs) compromise infection control, occupational safety, and quality of care. The WASH Facility Improvement Tool (WASH FIT), developed by WHO/UNICEF, offers a structured, risk-based approach to assess and improve these conditions. This study aims to evaluate the effectiveness of WASH FIT and promote the tool to mainstream WASH in the industrial hygiene context to improve health, safety, and environmental standards. An assessment using WASH FIT as a tool was conducted across 10 PHCs in Papua, combining scoring of key indicators (water, sanitation, hygiene, energy, waste, management) with structured observations, and technical documentation. WASH FIT assessment revealed significant shortcomings in key WASH indicators. Average scores were moderate to low: sanitation 55%, hygiene 66%, waste management 58%, and less than 60% had functional medical waste management systems. WASH FIT has proven to be an effective framework to improve occupational health standards in PHCs. Integrating WASH within an industrial hygiene lens offers a pathway to resilient systems in the broader context.
Asosiasi antara Konsumsi Kopi dan Buah Pinang secara Independen dengan Frekuensi Nyeri Punggung Bawah pada Mahasiswa Ilmidin Ilmidin; Semuel Piter Irab; Apriyana Irjayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52161

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan umum yang banyak dialami secara global dan dapat berkembang menjadi kondisi yang menyebabkan kecacatan jika tidak dicegah sejak dini, terutama pada kelompok mahasiswa yang memiliki aktivitas fisik dan postur belajar yang kurang ergonomis. Konsumsi kopi dan kebiasaan mengunyah pinang sering diasosiasikan secara tidak langsung dengan kejadian LBP, namun bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan secara terpisah antara konsumsi kopi dan kebiasaan mengunyah pinang dengan kejadian LBP pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan uji Chi-Square Independent melalui aplikasi Jamovi. Pengukuran LBP dilakukan menggunakan Nordic Body Map (NBM) yang telah dimodifikasi. Interpretasi kekuatan hubungan dilakukan menggunakan koefisien Cramer V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian LBP, baik dalam tujuh hari terakhir (α=0.501) maupun satu bulan terakhir (α=0.058). Sebaliknya, kebiasaan mengunyah pinang menunjukkan hubungan signifikan terhadap LBP dalam tujuh hari (α=0.021) dan satu bulan (α=0.002). Koefisien Cramer V menunjukkan hubungan lemah antara mengunyah pinang dan LBP selama tujuh hari (0.180) maupun satu bulan (0.228). Tingginya prevalensi LBP pada mahasiswa menegaskan pentingnya pencegahan dini melalui edukasi dan promosi kesehatan oleh pihak universitas di Kota Jayapura
Smoking and Occupational Risks Among Traditional Divers in Lake Sentani Medyati, Novita; Yufuai, Agustina Regina; Padang, John Toding; Ilmidin, Ilmidin
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): January Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v10i1.6580

Abstract

Smoking among workers, especially traditional divers, is a factor that can contribute to health problems. This study aims to determine the perceptions and occupational risks of traditional divers regarding the activity of diving while smoking. This study is a qualitative study of traditional diver fishermen around Lake Sentani, Jayapura Regency. The research instrument was an interview guide to obtain data related to diver characteristics, smoking habits, work methods, and dive duration, as well as tools to record the interview process (tape recorder). Furthermore, the data were analyzed using Colaizzi analysis. Based on the results of the study, four main themes have been identified that describe the perception of traditional divers regarding smoking activities, namely diving as a form of assimilation of livelihood traditions to meet family food needs, consumption of hand-rolled cigarettes while diving as a function to obtain warmth and bodily pleasure, lack of knowledge and understanding of the dangers of consuming hand-rolled cigarettes while diving, and safety while diving.   Kata kunci: Merokok, Penyelam, Risiko Kerja.