Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Tinjauan Pustaka Mengenai Dampak Pengelolaan Rugi Laba Terhadap Kinerja Keuangan Rumah Sakit: Sudut Pandang Manajerial Sherly Firsta Rahmi Rahmi; Nur Husna Dewi; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.1634

Abstract

The management of income statements is a crucial aspect in strategic decision-making within hospitals. The study aims to analyze the impact of income statement management on hospital financial performance from a managerial perspective. Using a literature review approach based on 20 national and international journals, the study concludes that a proper understanding and utilization of income statement can enhance operational efficiency, support effective resource allocation and strengthen strategic planning. From a managerial standpoint, the income statement functions as a tool for monitoring and evaluating the performance of work units. Furthermore, it serves as a basis for both short- and long-term financial decision-making. The study also highlights that hospital management teams who actively utilize this report tend to exhibit more stable and sustainable financial performance. Lastly, it emphasizes the importance of strengthening hospital management capacity in effectively managing and utilizing financial information to support the success of healthcare service delivery.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Rekam Medis Elektronik (Rme) Terhadap Efisiensi Kerja Tenaga Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Rosmita; Rizki Samur; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2165

Abstract

Penerapan teknologi informasi dalam dunia kesehatan telah berkembang pesat, salah satunya melalui penggunaan aplikasi Rekam Medis Elektronik (RME). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi RME terhadap efisiensi kerja tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dan diterbitkan dalam kurun waktu 2018–2024. Sumber data diperoleh melalui pencarian di database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci yang sesuai. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan RME dapat meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan, antara lain dengan mempercepat pencatatan data, mengurangi duplikasi informasi, serta meningkatkan akurasi dan aksesibilitas data pasien. Selain itu, RME juga membantu dalam pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan tepat. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi RME, seperti kurangnya pelatihan, kendala teknis, dan resistensi dari tenaga kesehatan yang belum terbiasa menggunakan sistem digital. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan penuh dari manajemen, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan infrastruktur teknologi untuk memastikan penerapan RME berjalan optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa RME memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi kerja di FKTP, dengan syarat implementasi dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Manajemen Piutang Rumah Sakit: Kajian Literatur Terhadap Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Piutang Nailul Fithri Arrasily; Tri Jenny Minarsih; Budi Hartono; Ilma Wizraa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2436

Abstract

Manajemen piutang rumah sakit penting untuk menjaga kesehatan finansial dan mutu layanan. Data Kementerian Kesehatan RI (2022) menunjukkan total piutang rumah sakit mencapai Rp 23,7 triliun, meningkat 11,3% dari tahun sebelumnya, dengan 70% berasal dari penjamin asuransi. Pada 2023, 37% rumah sakit mengalami keterlambatan klaim BPJS lebih dari 30 hari, dan piutang macet rata-rata mencapai 8–12% pendapatan tahunan. Kajian literatur ini menganalisis faktor penyebab tingginya piutang, yang meliputi lemahnya tata kelola internal, ketidakakuratan coding, keterlambatan klaim BPJS, dan rendahnya integrasi SIMRS. Solusi strategis menggunakan Revenue Cycle Management (RCM) Mehta melalui tiga tahap: Front-end (verifikasi & edukasi pasien), Mid-cycle (coding akurat & SIMRS terintegrasi), dan Back-end (monitoring real-time & analisis prediktif). Pendekatan ini terbukti mempercepat siklus piutang, menjaga stabilitas finansial, dan meningkatkan kepuasan pasien.
Peran Analisis Kebutuhan dalam Perencanaan SIM RS Tri Jenny Minarsih; Nailul Fithri Arrasily; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran analisis kebutuhan dalam perencanaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) melalui kajian literatur terhadap berbagai penelitian terdahulu. SIMRS merupakan komponen integral dari sistem informasi rumah sakit yang menghubungkan berbagai unit layanan kesehatan dan memproses alur bisnis melalui integrasi jaringan dan prosedur administrasi, sehingga informasi dapat diakses secara cepat, tepat, dan akurat. Studi literatur ini menggunakan pendekatan studi kasus tematik dengan menelaah 30 artikel jurnal dan prosiding ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015–2024, baik nasional maupun internasional, serta dilengkapi data sekunder resmi (Kemenkes RI dan WHO). Analisis dilakukan dengan metode sintesis naratif berdasarkan tema perencanaan infrastruktur, SDM, roadmap strategis, dan tantangan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan merupakan tahap krusial dalam perencanaan SIMRS. Analisis yang baik terbukti mampu memastikan kesesuaian sistem dengan proses bisnis rumah sakit, pemilihan infrastruktur TI yang tepat, serta penyusunan pelatihan SDM berbasis kompetensi. Sebaliknya, rumah sakit yang mengabaikan analisis kebutuhan cenderung menghadapi tantangan seperti ketidaksesuaian modul dengan alur kerja, pekerjaan manual tetap dominan, resistensi pengguna, dan inefisiensi operasional. Enterprise Architecture (EA) dan Zachman Framework banyak digunakan untuk memetakan kondisi eksisting rumah sakit (data, aplikasi, infrastruktur, SDM) serta menyusun roadmap TI secara terstruktur dan berkelanjutan. Literatur juga merekomendasikan penggunaan kerangka Enterprise Architecture (EA) atau Zachman Framework untuk menyusun roadmap SIMRS secara terstruktur dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa analisis kebutuhan harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan SIMRS. Perencanaan yang komprehensif mencakup aspek teknis, SDM, kebijakan, dan anggaran akan meningkatkan keberhasilan implementasi serta mendukung transformasi digital rumah sakit di Indonesia. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, analisis kebutuhan, perencanaan TI, Enterprise Architecture, transformasi digital
Transformasi Digital Dalam Manajemen SDM: Peran HRIS di Era Teknologi Tri Jenny Minarsih; Nailul Fithri Arrasily; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2800

Abstract

Transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan keniscayaan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Human Resource Information System (HRIS) hadir sebagai sistem terintegrasi yang mendukung digitalisasi proses SDM secara strategis, termasuk di sektor rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2015–2025 guna mengidentifikasi peran, manfaat, dan tantangan implementasi HRIS. Hasil studi menunjukkan bahwa HRIS meningkatkan efisiensi administratif (penggajian, absensi), akurasi data, keterlibatan pegawai, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Di rumah sakit, HRIS membantu memenuhi tuntutan akreditasi dan mempercepat pengelolaan data tenaga kesehatan. Namun, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan SDM, termasuk literasi digital dan sikap terhadap teknologi. Strategi implementasi seperti pendekatan bertahap, pemilihan sistem yang tepat, manajemen perubahan, serta pelatihan berkelanjutan menjadi kunci sukses transformasi. Studi ini menegaskan bahwa HRIS harus diadopsi secara strategis dengan memperhatikan faktor manusia dan keamanan data untuk memaksimalkan produktivitas dan daya saing organisasi.
Analisis dan Relevansi Cost-Benefit Analysis sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi Rumah Sakit di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Nailul Fithri Arrasily; Tri Jenny Minarsih; Nur Laili Farhiyah; Hashifah Faizah; Budi Hartono; Ilma Wizraa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3055

Abstract

Studi literatur ini menganalisis dinamika manajemen piutang rumah sakit di Indonesia dan relevansi Cost-Benefit Analysis (CBA) sebagai dasar pengambilan keputusan investasi di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Implementasi JKN dengan sistem pembayaran prospective payment INA-CBGs telah mengubah lanskap keuangan rumah sakit, menimbulkan tantangan signifikan dalam pengelolaan piutang dan arus kas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak JKN terhadap manajemen piutang dan mengevaluasi peran CBA serta metode capital budgeting lainnya dalam keputusan investasi rumah sakit. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur sistematis terhadap jurnal ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris yang diterbitkan antara tahun 2015-2025, ditemukan bahwa piutang BPJS Kesehatan yang menunggak meningkat, memengaruhi likuiditas dan profitabilitas rumah sakit. Meskipun demikian, banyak proyek investasi rumah sakit menunjukkan kelayakan finansial berdasarkan analisis capital budgeting tradisional. Analisis menunjukkan bahwa CBA perlu diperluas untuk mengukur manfaat sosial di samping manfaat finansial. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan piutang yang proaktif dan investasi dalam teknologi informasi bagi manajemen rumah sakit, serta perlunya penyesuaian kebijakan tarif dan pembayaran klaim oleh pembuat kebijakan untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan di era JKN.
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Alat Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Era Digital Tri Jenny Minarsih; Nailul Fithri Arrasily; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6017

Abstract

Media sosial telah menjadi sarana komunikasi utama masyarakat di era digital. Di Indonesia, penetrasi internet mencapai 73–74% dari populasi (sekitar 202–205 juta pengguna), dengan lebih dari 190 juta pengguna aktif media sosial pada awal 2022. Artikel literatur ini mengkaji pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit sebagai alat promosi kesehatan. Berdasarkan analisis dari artikel jurnal (2013–2025), ditemukan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia memanfaatkan platform media sosial (terutama Instagram dan Facebook) untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Strategi yang umum digunakan meliputi pembuatan konten edukatif oleh tim promosi kesehatan yang melibatkan tenaga ahli. literatur juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, termasuk risiko misinformasi kesehatan dan rendahnya keterlibatan bermakna. Hasil studi menunjukkan efektivitas media sosial dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, terutama pada segmen muda, dengan biaya promosi yang relatif rendah. Namun, tingkat engagement (misalnya like atau komentar) akun rumah sakit masih tergolong rendah (sekitar 1–2%). Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial berpotensi besar sebagai media promosi kesehatan rumah sakit di era digital, asalkan didukung konten berkualitas dan manajemen yang baik.
Analisis Ekonomi Efisiensi Operasional Puskesmas dalam Peningkatan Cakupan Layanan Kesehatan Dasar: Pendekatan Teori Efisiensi Farrell dan Metode Frontier Analysis di Kabupaten Bengkalis Vidia Putri Maharani; Rika Media Elna; Telpa Abdi; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6276

Abstract

Community health centers (Puskesmas) play a strategic role as the frontline providers of basic health services in Indonesia. However, variations in operational capacity across units often lead to differences in performance outcomes. This study aims to analyze the operational efficiency of Puskesmas in Bengkalis Regency using Farrell’s Efficiency Theory and Frontier Analysis. A quantitative descriptive-analytic approach was employed, utilizing secondary data on input variables (number of health workers, operational costs, service rooms) and output variables (patient visits, basic immunization coverage, maternal and child health coverage). The results show substantial variation in input allocation and service output across 22 Puskesmas. Only a few units Pakning, Sadar Jaya, and Lubuk Muda achieved high Technical and Economic Efficiency, while others such as Pancur Jaya, Teluk Lecah, and Bengkalis demonstrated low efficiency levels due to high input usage but suboptimal output. These findings emphasize the need for improved planning, resource allocation, and service management to enhance the performance of primary health care facilities.