Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Daun Tembakau dan Mengkudu sebagai Moluskisida Nabati Keong Mas di Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Antirogo, Kabupaten Jember: Pengabdian Kusparwanti, Tri Rini; Sukri, Muhammad Zayin; Siswadi, Edi; Pertami, Rindha Rentina Darah; Firgiyanto, Refa; Rohman, Hanif Fatur; Rohman, Fadil; Eliyatiningsih; Fadilah, Anggita Rizky; Hermanuadi, Didiek; Dinata, Gallyndra Fatkhu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1629

Abstract

Desa Antirogo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Desa ini berada di wilayah utara Kota Jember dan berbatasan dengan beberapa desa lain seperti Sumbersari, Karangrejo, dan Mangli. Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pertanian utama yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki. Namun, dalam proses budidayanya, petani menghadapi permasalahan serius berupa serangan hama keong mas yang populasinya tinggi dan mampu bertahan di berbagai musim, sehingga pengendaliannya menjadi sangat sulit. Keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan salah satu hama utama pada budidaya padi yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman. Pengendalian kimia yang berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif berupa pemanfaatan ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum) dan mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai pengendalian nabati yang ramah lingkungan kepada Kelompok Tani Sumber Rejeki di Desa Antirogo, Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi dan demonstrasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ekstrak kedua tanaman tersebut memiliki potensi sebagai molluskisida nabati, dengan respon positif dari para petani terhadap efektivitas dan kemudahan aplikasinya. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran petani dalam menerapkan pengendalian hama yang berkelanjutan dan berbasis sumber daya lokal.
In vitro growth of Dendrobium orchid on different concentrations of sucrose and myo-inositol Rohman, Hanif Fatur; Rohman, Fadil; Firgiyanto, Refa; Ningsih, Riani
AGROMIX Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v16i2.6212

Abstract

Introduction: The limitation of endosperm in seeds requires the propagation of Dendrobium orchid plants to be carried out using in vitro culture techniques. The composition of in vitro culture media needs to be considered because it greatly determines the success of plant propagation. The addition of sucrose and myo-inositol to the growth media can support the growth of explants planted in vitro. This study aimed to determine the best concentration of myo-inositol and sucrose added to the multiplication medium to increase the growth of Dendrobium orchid explants. Methods: This study used a Completely Randomized Design. The experimental treatments were the concentration of myo-inositol and sucrose added to the VW media consisting of four levels, namely myo-inositol 50 mg/l + sucrose 20 mg/l, myo-inositol 50 mg/l + sucrose 40 mg/l, myo-inositol 100 mg/l + sucrose 20 mg/l and myo-inositol 100 mg/l + sucrose 40 mg/l. Observation variables include plant height, shoot emergence time, number of shoots and shoot growth rate. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at 5% α level and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Results: The addition of 40 g/l sucrose + 50 mg/l myo-inositol to the in vitro culture medium was the best treatment in producing optimal explant growth. Conclusion: The addition of 40 g/l sucrose can reduce the addition of myo-inositol to VW media by up to 50% to propagate Dendrobium orchids in vitro.
Pertumbuhan Eksplan Anggrek Dendrobium pada Beberapa Modifikasi Media Subkultur dengan IAA dan BAP Rohman, Fadil; Rohman, Hanif Fatur; Santika, Putri; Ningsih, Riani; Nugroho, Suseno Edi
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.8790

Abstract

Pengembangan anggrek di Indonesia terkendala oleh ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu singkat. Permasalahan ini dapat diatasi dengan upaya perbanyakan tanaman melalui teknik kultur in vitro. dalam rangka menghasilkan plantlet dalam waktu singkat, media kultur in vitro perlu dimodifikasi dengan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT), seperti IAA dan BAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan eksplan anggrek dendrobium pada beberapa konsentrasi IAA dan BAP dalam perbanyakan kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2023 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan percobaan adalah konsentrasi IAA dan BAP yang ditambahkan pada media MS yang terdiri atas empat taraf, yaitu IAA 0 ppm + BAP 0 ppm (kontrol), IAA 0 ppm + BAP 0.25 ppm, IAA 0 ppm + BAP 0.25 ppm dan IAA 0.25 ppm + BAP 0.25 ppm. Peubah pengamatan meliputi tinggi tanaman, waktu muncul tunas dan jumlah tunas. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT. Penambahan IAA 0.25 ppm + BAP 0.25 ppm merupakan perlakuan modifikasi media MS terbaik pada subkultur anggrek dendrobium yang ditunjukkan dengan pertumbuhan tanaman yang secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan media MS tanpa penambahan ZPT.
The abundance of soil bacteria applied with compost and Trichoderma sp. in tangerine orchard Siswadi, Edi; Sulistyono, Nantil Bambang Eko; Firgiyanto, Refa; Dinata, Gallyndra Fatkhu; Rohman, Hanif Fatur; Rohman, Fadil
AGROMIX Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i1.3770

Abstract

.
Water Footprint Analysis of Different Techniques of Cocoa Propagation Santosa, Edi; Supijatno, Supijatno; Wachjar, Ade; Rohman, Fadil; Abdoellah, Soetanto
Journal of Tropical Crop Science Vol. 10 No. 03 (2023): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.10.03.153-165

Abstract

The nursery phase plays a crucial role in rejuvenating cocoa plantations as it significantly impacts the quality and productivity of the mature trees in the field. However, despite its significance, there remains a lack of understanding regarding its contribution to the water footprint (WF) in cocoa production. This study aims to assess the WF of various propagation techniques to promote sustainable nursery practices. Data on nurseries were collected at the Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute in Jember, East Java, Indonesia, from June 2017 to January 2018. The results revealed that propagation accounted for a total WF ranging from 74.28 to 319.41 m3.ha-1 of established cocoa trees, with an average of 186.68 m3. This total WF consisted of 9.02 to 12.89 m3 (7.69%) attributed to seed production and 61.39 to 283.34 m3 (92.30%) attributed to the nursery phase. Among the different nursery techniques studied, the production of true seedlings exhibited the lowest WF, followed by side grafting. To optimize cocoa rejuvenation and minimize WF, it is crucial to carefully select the appropriate nursery technique. Further evaluation is necessary to explore the potential benefits of implementing precision irrigation techniques to reduce WF during the nursery phase. By focusing on sustainable nursery practices, we can enhance the overall sustainability of cocoa production.
Pengaruh IAA dan BAP pada Pertumbuhan Eskplan Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) melalui Kultur In Vitro Rohman, Fadil; Sukri, Muhammad Zayin; Firgiyanto, Refa; Rohman, Hanif Fatur; Robbi, Maulana Nur Fadli
Vegetalika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.83613

Abstract

Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki peluang pasar yang bagus sehingga produksinya perlu ditingkatkan. Kendala yang dapat ditemukan dalam budidaya pisang adalah ketersediaan bibit yang terbatas. Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan perbanyakan kultur jaringan pada media yang telah dimodifikasi dengan IAA dan BAP pada konsentrasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi IAA dan BAP terhadap pertumbuhan eksplan pisang pada perbanyakan secara kultur in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember, pada bulan Juli hingga November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi IAA yang terdiri atas 2 taraf, yaitu 4 dan 5 ppm yang diperoleh dengan melarutkan IAA sebanyak 4 dan 5 mg dalam aquadest hingga 1 l. Faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri atas 2 taraf, yaitu 8 dan 10 ppm yang yang diperoleh dengan melarutkan BAP sebanyak 8 dan 10 mg dalam aquadest hingga 1 l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan IAA dan BAP pada media MS bermanfaat untuk meningkatkan tinggi dan jumlah tunas eksplan pisang cavendish. Penambahan 5 ppm IAA secara nyata meningkatkan tinggi tanaman pada 3 – 7 MST dan jumlah ekslan pada 7 – 12 MST dibandingkan penambahan 4 ppm IAA. Eksplan pisang cavendish yang diinokulasi pada media MS yang ditambahkan 5 ppm IAA + 8 ppm BAP menghasilkan tunas terbanyak pada 12 MST.
Water footprint of melon production under different nutrient and plant growth regulator management Rohman, Fadil; Kurniasari, Leli; Azizah, Maria; Firgiyanto, Refa; Sukri, M Zayin; Rohman, Hanif Fatur; Restanto, Didik Pudji; Tini, Etik Wukir
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i3.60461

Abstract

Applying environmentally friendly technology in melon cultivation aims to create sustainable agriculture. Nutrient and plant growth regulators management are simple to apply and have a relatively rapid effect on melon fruit production. Water footprint assessment in melon cultivation is crucial for ensuring sustainable agricultural practices and efficient water use. This study aimed to evaluate the electroconductivity of nutrient solutions and GA3 concentration in increasing fruit production and water footprint efficiency. This research was conducted from June to September 2022 at Tefa SGH Polije. This research used a completely randomized design with treatments that consisted of nine combinations of nutrient solution electrical conductivities (2.8, 3.2, and 3.6 mS cm-1) and GA3 concentrations (0, 60, and 120 mg L-1). Observation variables were fruit diameter, edible part thickness, fruit sweetness level, fruit weight, and water footprint. Data were analyzed using ANOVA and DMRT. Applying 2.8 mS cm-1 nutrient solution (NS) + 60 mg L-1 GA3 was the best treatment according to fruit diameter, edible part thickness, and fruit sweetness level. Although statistically, it had no significant effect, 2.8 mS cm-1 NS + 60 mg L-1 GA3 increased fruit weight by 18.75% and water footprint efficiency by 15.48% compared to control. Keywords: blue water footprint; evapotranspiration; gibberellins; nutrient solution
Pemanfaatan Metarhizium sebagai Agens Hayati di Kelompok Tani Ngudi Kaweruh, Kabupaten Jember Siswadi, Edi; Utami, Christa Dyah; Dinata, Gallyndra Fathku; Salim, Abdurrahman; Rohman, Fadil
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7425

Abstract

The Ngudi Kaweruh Farmer Group is one of the farmer groups in Tegal Rejo Hamlet, Sabrang Village, Ambulu Subdistrict, Jember Regency, which cultivates shallots. The obstacle complained about by this farmer group is the high price of inorganic pesticides in the field. Pesticides do not receive subsidies from the government, while in shallot farming, farmers cannot avoid the use of inorganic pesticides. Based on the problems faced by our partners, we provided an alternative solution, namely the use of Metarhizium as a biological agent to control red onion pests. The program was implemented from February to May 2025. The stages of implementation included surveys and discussions, socialization of the use of Metarhizium, and discussions and assistance. The results of the activity showed that the use of Metarhizium can save farmers' expenses for purchasing inorganic pesticides, control pests, and is environmentally friendly. Farmers can see the real impact of using Metarhizium in shallot cultivation. Therefore, farmers do not hesitate to use Metarhizium to control pests that attack shallots.