Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Keefektifan Metode Guessing Game Berbasis Case Method Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Smp Negeri 12 Palu Ibmasiah Wardatun Islamiyah; Gusti Ketut Alit Suputra; Sitti Harisah
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.377 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v10i3.8066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode guessing game berbasis case method terhadap keterampilan berbicara siswa SMP Negeri 12 Palu. Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam tahapan siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII, VIII, dan IX berjumlah 47 siswa. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar peserta didik menggunakan metode guessing game menjadi lebih aktif dan bersemangat dalam belajar. Pada siklus ini, aktivitas belajar siswa dengan kriteria sangat baik, dengan hasil yang dicapai 89,42%. 
Integrity of Discourse in the Radar Sulawesi Barat Daily Newspaper : The Use of Cohesion and Coherence in Learning Indonesian to Improve Students' Literacy and Knowledge Skills Idris Idris; Al Fandi; Moh Tahir; Gusti Ketut Alit Suputra; Syamsuddin Krida
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i1.7128

Abstract

This study aims to analyze cohesion and coherence in forming the wholeness of the discourse contained in the Radar Sulawesi Barat daily. This research was qualitative. The data was collected using listening and note-taking techniques with several stages: reading, marking, and classifying. The data obtained in this study were written as elements that made up the wholeness of the discourse. The method and technique of data analysis used was the intralingual equivalent method with the comparison technique of equating the main points. Based on the study's results, cohesion and coherence shape the wholeness of discourse in the Radar Sulawesi Barat daily. Discourse cohesion found in this study was a marker of grammatical and lexical cohesion. Grammatical cohesion markers include (1) references, (2) substitutions, and (3) conjunctions. Lexical cohesion markers are repetition; the repetition obtained consists of (1) complete repetition, (2) repetition with changes in form, (3) repetition with changes, (4) repetition with synonym changes, and (5) repetition with hyponyms. In addition to repetition, a marker of lexical cohesion was also found, namely collocation. Furthermore, the element that forms the wholeness of discourse was coherence. This study had a meaning or semantic relationship between elements or sentences in the discourse, which can be used as a strategy for learning Indonesian.
Morphological Error Analysis in Students' Explanatory Text : An Analysis Based on Gender Moh Tahir; Hardianty Rahayu; Ali Ali; Idris Idris; Gusti Ketut Alit Suputra
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i1.7129

Abstract

This study aims to analyze the form of morphological errors in student explanatory text based on gender. This research was a multi-case study with a qualitative approach. This study's type of data was written from the explanatory essays of 78 students from three junior high schools in Palu. Data was collected using the listening method obtained from collecting student assignments using reading and note-taking techniques. Data analysis in this study used four methods, namely 1) data collection, 2) data reduction, 3) data presentation, and 4) conclusion drawing. Presentation of the results of data analysis using informal methods. Based on the study's results, morphological errors were found in the explanatory essays of Grade VIII students. The errors referred to 1) Affixation Errors (13 errors), 2) Reduplication Errors (18 errors), and 3) Compound Errors (6 errors). Both genders made similar mistakes regarding abbreviating morphs and compounding but differ regarding affixation and reduplication. Female students made more affixation errors, specifically omission errors. Meanwhile, male students made more reduplication errors. Morphological errors in students' explanatory essays can serve as a barometer for improving comprehension of good Indonesian. Morphological errors in students' explanatory essays can be a benchmark for increasing understanding of good Indonesian rules.
Pelatihan Penulisan Sitasi dan Daftar Pustaka dalam Menggunakan Aplikasi Mendeley Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Yunidar Yunidar; Gusti Ketut Alit Suputra; Nur Halifah; Sahrul Saehana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6867

Abstract

Karya ilmiah memainkan peran penting dan menjadi sumber referensi bagi para ahli yang berbeda. Bersamaan dengan peningkatan inovasi di era 4.0, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kemajuan teknologi data di perguruan tinggi telah berkembang sehingga mahasiswa harus tahu tentang berbagai aplikasi yang disediakan oleh koperasi spesialis data. Oleh karena itu, dengan perkembangan informasi teknologi yang begitu pesat maka bermunculan Tool yang memudahkan mahasiswa, dosen serta peneliti untuk mencari rujukan serta penyusunan daftar pustaka. Penulisan karya ilmiah skripsi sebagai syarat tugas akhir untuk mengikuti ujian bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako masih banyak dijumpai daftar pustaka yang disusun secara manual. Hal ini yang membuat mahasiswa kesulitan dan membutuhkan waktu yang cukup lama pada saat menulis skripsi sebab harus menuliskan kutipan satu persatu ke dalam tulisan sehingga terkadang ada yang tertinggal. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat menawarkan penggunaan referensi menggunakan aplikasi Mendeley yang dianggap penting karena memudahkan mahasiswa untuk membuat referensi dan daftar pustaka yang baik dan dapat membatasi terjadinya plagiasi. Tujuan di balik kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan siswa tingkat akhir di FKIP Universitas Tadulako dalam menggunakan aplikasi mendeley untuk mempermudah penyusunan tugas akhir. Kegiatann ini dilakukan pada bulan April s.d. Oktober 2022 di Media Centre Universitas Tadulako. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan 85% mahasiswa semester akhir FKIP Universitas Tadulako yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sudah mampu menggunakan Mendeley untuk karya tulis ilmiah   Scientific papers play an important role and become a reference source for different experts. Along with the increase in innovation in the 4.0 era, students are expected to be able to follow the progress of science and innovation. Advances in data technology in higher education have developed so that students must know about the various applications provided by data specialist cooperatives. Therefore, with the rapid development of information technology, tools have emerged that make it easier for students, lecturers and researchers to find references and compile a bibliography. Writing a scientific thesis as a final assignment requirement to take exams for students of the Teaching and Education Faculty (FKIP) Tadulako University still often finds bibliographies compiled manually. This makes it difficult for students, and it takes quite a long time to write a thesis because they have to write down the quotations one by one so that sometimes something is left out. Therefore, the community service team offers references using the Mendeley application, which is important because it makes it easier for students to make good references and bibliography and can limit plagiarism. The purpose of this activity is to improve the ability of final-year students at FKIP Tadulako University to use the Mendeley application to facilitate the preparation of the final project. This activity was carried out in April s.d. October 2022 at the Media Centre Universitas Tadulako. Based on the results of community service activities, it was found that 85% of Tadulako University FKIP final semester students who participated in community service activities could use Mendeley for scientific writing. 
MANDIU PASILI IN THE TRADITIONAL WEDDING PROCESSIONS OF THE KAILI TRIBE IN PEVUNU VILLAGE, SIGI REGENCY: SEMIOTIC STUDIES (MANDIU PASILI DALAM PROSESI PERNIKAHAN ADAT SUKU KAILI DI DESA PEVUNU KABUPATEN SIGI: KAJIAN SEMIOTIKA) Efendi Efendi; Ali Ali; Syamsuddin Syamsuddin; Gusti Ketut Alit Suputra; Anjar Kusuma Dewi; Magfirah Nurul Amalia
Jurnal Gramatika Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2023.v9i1.6639

Abstract

Mandiu Pasili is a part of the traditional ceremony that follows the wedding. Mandiu Pasili (Bathing together in front of the door) is a tradition carried out the morning after the wedding at the bride's residence. The research question is, "How are the symbolic meanings of Mandiu Pasili expressed in the traditional wedding procession of the Kaili tribe in Pevunu Village, Sigi Regency? This research aims to describe the symbolic meanings of Mandiu Pasili in the Kaili tribe's traditional wedding procession in Pevunu Village. The researchers employed a qualitative descriptive research method that gathered data from informants.  Data collection methods include observation, interviews, documentation, recording, and note-taking. The findings of this study indicate that the traditional wedding procession of Mandiu Pasili of the Kaili tribe contains verbal and nonverbal symbolic meanings. The verbal symbol known as Gane (mantra) on Mandiu Pasili, which consists of (1) gane pamula, (2) gane paempu, and (3) gane panggaopu, has the meaning of verbal symbols in the realms of religion, ethics, and philosophy. Examples of nonverbal symbols are examples of eggs, nails, coins, sarongs, young coconuts, flowers, breadfruit leaves, silaguri grass, Mayang coconut blossoms, gold, pots, and machetes. The purpose of implementing the Mandiu Pasili custom is to wish that the newlywed couple (a) can have children, (b)  have a family life that is always harmonious and joyful, (c) keep everyone in good physical andmental health, (d)   to keep disasters away (E) to keep it far away from any potentially harmful influences.
MANDIU PASILI IN THE TRADITIONAL WEDDING PROCESSIONS OF THE KAILI TRIBE IN PEVUNU VILLAGE, SIGI REGENCY: SEMIOTIC STUDIES (MANDIU PASILI DALAM PROSESI PERNIKAHAN ADAT SUKU KAILI DI DESA PEVUNU KABUPATEN SIGI: KAJIAN SEMIOTIKA) Efendi Efendi; Ali Ali; Syamsuddin Syamsuddin; Gusti Ketut Alit Suputra; Anjar Kusuma Dewi; Magfirah Nurul Amalia
Jurnal Gramatika Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2023.v9i1.6639

Abstract

Mandiu Pasili is a part of the traditional ceremony that follows the wedding. Mandiu Pasili (Bathing together in front of the door) is a tradition carried out the morning after the wedding at the bride's residence. The research question is, "How are the symbolic meanings of Mandiu Pasili expressed in the traditional wedding procession of the Kaili tribe in Pevunu Village, Sigi Regency? This research aims to describe the symbolic meanings of Mandiu Pasili in the Kaili tribe's traditional wedding procession in Pevunu Village. The researchers employed a qualitative descriptive research method that gathered data from informants.  Data collection methods include observation, interviews, documentation, recording, and note-taking. The findings of this study indicate that the traditional wedding procession of Mandiu Pasili of the Kaili tribe contains verbal and nonverbal symbolic meanings. The verbal symbol known as Gane (mantra) on Mandiu Pasili, which consists of (1) gane pamula, (2) gane paempu, and (3) gane panggaopu, has the meaning of verbal symbols in the realms of religion, ethics, and philosophy. Examples of nonverbal symbols are examples of eggs, nails, coins, sarongs, young coconuts, flowers, breadfruit leaves, silaguri grass, Mayang coconut blossoms, gold, pots, and machetes. The purpose of implementing the Mandiu Pasili custom is to wish that the newlywed couple (a) can have children, (b)  have a family life that is always harmonious and joyful, (c) keep everyone in good physical andmental health, (d)   to keep disasters away (E) to keep it far away from any potentially harmful influences.
Pelatihan Calon Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Kota Palu Yunidar; Gusti Ketut Alit Suputra; Moh. Tahir; Nur Halifah
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6615

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk melatih para dosen bahasa Indonesia agar aktif mengajar BIPA, baik di dalam negeri maupun  di luar negeri, karena melalui pengajaran BIPA dapat dijadikan sebagai media diplomasi yang dapat  membantu pemerintah Indonesia mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional. Untuk itu tim PkM melaksanakan kegiatan pelatihan ini dengan tujuan meningkatkan kompetensi calon tenaga pengajar BIPA dalam pengembangan silabus, bahan ajar, dan praktik mengajar BIPA melalui empat keterampilan berbahasa yaitu: praktik mengajar kosa kata, mengajar tata bahasa, mengajar berbicara-menyimak, mengajar membaca-menulis. Pelatihan ini dilakukan secara induktif partisipatif yang dimulai dengan tahapan: (1) rekrutmen peserta yaitu: para dosen bahasa Indonesia di kota palu, Balai Bahasa, BRIN, dan pegiat BIPA (2) identifikasi kebutuhan; (3) menentukan tujuan; (4) pelaksanaan; dan (5) evaluasi menggunakan teknik survei. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu peserta mampu mengembangkan silabus, menyusun bahan ajar, dan praktik mengajar BIPA melalui empat keterampilan berbahasa; praktik mengajar kosa kata, mengajar tata bahasa, mengajar berbicara-menyimak, mengajar membaca-menulis dengan persentase pra kegiatan 40% dan pasca kegiatan 60%.
PENCEGAHAN PERUNDUNGAN MELALUI LITERASI EDUKASI PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP DI KOTA PALU Yunidar, Yunidar; Ketut Alit Suputra, Gusti; Tahir, Moh.; Halifah, Nur
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v7i2.3545

Abstract

Kegiatan “Pencegahan Perundungan melalui Literasi Edukasi pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP di kota Palu” dilaksanakan untuk memberikan literasi edukasi pencegahan perundungan kepada guru sebagai penghubung yang akan memberi penyadaran dan pemahaman kepada siswa untuk mencegah terjadinya perundungan di sekolah.Upaya pencegahan perundungan diharapkan memberi pemahaman tentang linguistik forensik dan kesantunan berbahasa. Guru bahasa Indonesia di SMP kota Palu yang bernaung dalam MGMP berperan sebagai perantara untu menyampaikan cara berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang santun ke siswa agar dapat terhindar dari perundungan. Edukasi akan dikemas dalam bentuk pelatihan yang menggunakan model partisipatif. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini diukur menggunakan pertanyaan tes awal dan tes akhir kegiatan. Pertanyaan yang diberikan melalui link googleform pada tes awal memperoleh nilai rata-rata 61,2 pada kategori sedang, selanjutnya pada tes akhir memperoleh nilai rata-rata 92,1 pada kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan pemahaman awal peserta kegiatan pelatihan mengalami peningkatan setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan.
Penerapan Storytelling sebagai Kreativitas Berbicara Siswa SMP Yunidar Yunidar; Muh Tahir; Gusti Ketut Alit Suputra; Efendi Efendi; Nur Halifah
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1634

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of implementing the storytelling method as a means of developing creativity in the speaking skills of eighth-grade students at SMP Negeri 12 Sigi. The study used a quantitative descriptive approach, with data collection techniques including tests (pre-test and post-test), observation, and documentation. The tests were used to measure improvements in students' speaking skills in the aspects of title and content, expression, pronunciation, gesture, creativity, and interaction. Data analysis was conducted by comparing the pre-test and post-test results using a numerical scoring speaking skills assessment rubric. The results showed that the storytelling method significantly improved students' speaking skills and creativity. Before the implementation, most students were in the Poor category, especially in expression and intonation. After the implementation, 50% of students were in the Good category and 40% in the Very Good category, with the most significant improvements in expression, gesture, and interaction. Thus, storytelling has proven effective as an innovative Indonesian language learning method that can increase students' activeness, creativity, and self-confidence. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode storytelling sebagai sarana pengembangan kreativitas dalam keterampilan berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Sigi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes (pre-test dan post-test), observasi, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengukur peningkatan keterampilan berbicara siswa pada aspek judul dan isi, ekspresi, pelafalan, gestur, kreativitas, dan interaksi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test menggunakan rubrik penilaian keterampilan berbicara berbasis skor numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan storytelling secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara dan kreativitas siswa. Sebelum penerapan, sebagian besar siswa berada pada kategori Kurang, terutama dalam aspek ekspresi dan intonasi. Setelah penerapan, 50% siswa berada pada kategori Baik dan 40% pada kategori Sangat Baik, dengan peningkatan paling menonjol pada aspek ekspresi, gestur, dan interaksi. Dengan demikian, storytelling terbukti efektif sebagai metode pembelajaran inovatif Bahasa Indonesia yang mampu meningkatkan keaktifan, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa.
Penguatan Wawasan Lokal Masyarakat Bali di Daerah Perantauan (Studi Kasus Nilai Pendidikan Karakter dalam Gending Rare): Kajian Hermeneutika Gazali Gazali; Juniati Juniati; Moh. Tahir; Gusti Ketut Alit Suputra; Kadek Adi Mahera
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1552

Abstract

This study aims to identify the character education values contained in Gending Rare as well as to understand the meanings embedded within them. A qualitative method was used, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using Palmer’s hermeneutic approach to interpret the meanings found in the lyrics of Gending Rare, which include the songs Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, and Dadong Dauh. The findings indicate that the song Putri Cening Ayu contains six character education values, namely religiosity, discipline, hard work, curiosity, appreciation of achievement, and responsibility. This song conveys the values of Balinese family life, particularly the relationship between mother and child. The mother’s instruction to her child to take care of the house reflects emotional closeness and the teaching of responsibility. The song Juru Pencar presents seven character education values, including religiosity, discipline, hard work, appreciation of achievement, friendliness/communication, social care, and responsibility. It reflects the life of coastal communities in Bali who rely on fishing. Through its simple lyrics, the song conveys values of perseverance, cooperation, and environmental awareness. Meanwhile, the song Meong-Meong contains five character education values: religiosity, hard work, independence, environmental care, and responsibility. It conveys life lessons through the story of a cat trying to catch a mouse. Animal characters are used as metaphors to instill careful, reflective, and responsible thinking in children. The song Dadong Dauh contains six character education values, including religiosity, discipline, hard work, independence, environmental care, and responsibility. Its meaning portrays an elderly woman patiently caring for chickens as part of Balinese daily life. Through its simple narrative, the song conveys values of perseverance, attentiveness, and respect for the role of elders.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Gending Rare serta memahami makna yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan hermeneutika Palmer guna menafsirkan makna dalam syair Gending Rare, yang meliputi lagu Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, dan Dadong Dauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Putri Cening Ayu mengandung 6 nilai pendidikan karakter, di antaranya religius, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Lagu ini mengandung makna kehidupan keluarga Bali yang sarat nilai, khususnya dalam hubungan antara ibu dan anak. Amanah ibu kepada anak untuk menjaga rumah mencerminkan kedekatan emosional sekaligus pembelajaran tanggung jawab. Lagu Juru Pencar memuat 7 nilai pendidikan karakter, termasuk religius, disiplin, kerja keras, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna kehidupan masyarakat pesisir Bali yang menggantungkan hidup pada aktivitas menjala ikan. Melalui syair sederhana, lagu ini menyampaikan nilai perjuangan, kebersamaan, dan kesadaran lingkungan. Sementara itu, lagu Meong-Meong mengandung 5 nilai pendidikan karakter, yakni religius, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna menyampaikan ajaran hidup melalui kisah seekor kucing yang berusaha menangkap tikus. Tokoh binatang digunakan sebagai metafora untuk menanamkan cara berpikir yang cermat, reflektif, dan bertanggung jawab. Lagu Dadong Dauh mengandung 6 nilai-nilai pendidikan karakter seperti religius, disiplin, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Makna dalam lagu ini menggambarkan sosok nenek yang dengan sabar merawat ayam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Melalui kisah sederhana, lagu ini menyampaikan nilai ketekunan, perhatian, dan penghormatan terhadap peran orang tua.