Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Influence of fabric type variations on hand-written Batik quality using the Astoetik electric Batik stove Dinda Hidayati; Kapti Asiatun; Sugiyem Sugiyem; Noor Fitrihana; Nova Suparmanto
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v15i1.72288

Abstract

This study aims to examine (1) the quality of hand-written batik produced on different fabric types using the Astoetik electric batik stove, and (2) the influence of fabric variation on batik quality outcomes. A pre-experimental one-shot case study design was employed by referring to the visual inspection procedures of hand-written batik characteristics based on SNI 8302:2016. Data were collected through structured observations and interviews, and analyzed using descriptive statistics supported by expert judgment. The findings reveal that fabric type significantly affects batik quality, particularly the width, clarity, and consistency of batik lines. The cacah gori motif produced varying line widths across fabrics: (a) 1.2796 mm on prima fabric (good quality), (b) 1.2022 mm on primissima fabric (very good effect), (c) 0.9208 mm on rayon (good quality), (d) 0.6783 mm on silk (clear inner lines, finer strokes), and (e) 1.0303 mm on santung (good batik results). Statistical testing indicated that differences across fabric types were significant. These findings were strengthened by assessments from batik experts. Overall, the variation in fabric type produced “significantly different” batik characteristics. The study suggests that fabric variation can serve as an effective learning resource in vocational batik education and can be utilized as alternative material options in the batik industry due to their potential to produce high-quality batik products.
Keberlanjutan Industri Kreatif Batik Kayu Krebet melalui Penguatan Inovasi dan Peningkatan Manajemen Kualitas Mohammad Adam Jerusalem; Noor Fitrihana; Kiromim Baroroh; Grahita Prisca Brilianti; Nova Suparmanto; Jerusalem, Mohammad Adam; Fitrihana, Noor; Baroroh, Kiromim; Brilianti, Grahita Prisca; Suparmanto, Nova
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4498

Abstract

Industri kerajinan batik kayu di Desa Wisata Krebet, Yogyakarta, memiliki potensi besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya, namun menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan inovasi dan diversifikasi produk, belum konsistennya penerapan manajemen kualitas, serta lemahnya pelayanan dan konektivitas pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha melalui penguatan kapasitas inovasi, penerapan manajemen kualitas dasar, dan peningkatan kompetensi layanan pelanggan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan berpikir kreatif menggunakan metode CREATE, SCAMPER, dan SCUMPS, pelatihan pengembangan produk dan manajemen kualitas, adopsi teknologi melalui penyediaan peralatan produksi modern, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, yang melibatkan ±25 perajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan variasi produk inovatif, penerapan praktik pengendalian kualitas sederhana, peningkatan efisiensi produksi, serta perbaikan kualitas pelayanan pelanggan baik secara luring maupun daring. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 8, SDG 9, dan SDG 12. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri kreatif batik kayu melalui pendekatan terintegrasi berbasis inovasi, kualitas, dan layanan. Sustaining the Krebet Wood Batik Creative Industry through Strengthening Innovation and Enhancing Quality Management Abstract The wood batik craft industry in Krebet Tourism Village, Yogyakarta, has significant potential as part of a culture-based creative economy; however, it faces key challenges including limited innovation and product diversification, inconsistent implementation of quality management, and weak service capability and market connectivity. This community engagement program aimed to enhance business sustainability by strengthening artisans’ innovation capacity, implementing basic quality management practices, and improving customer service competencies. A participatory approach was employed through five stages: socialization and needs assessment, creative thinking training using CREATE, SCAMPER, and SCUMPS methods, product development and quality management training, technology adoption through the provision of modern production equipment, and continuous mentoring and evaluation, involving approximately 25 artisans. The results indicate an increase in innovative product variations, the adoption of simple quality control practices, improved production efficiency, and enhanced customer service quality both offline and online. The program also contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8, SDG 9, and SDG 12. It can be concluded that this integrated approach based on innovation, quality management, and service improvement is effective in strengthening the competitiveness and sustainability of the wood batik creative industry.
Keberlanjutan Industri Kreatif Batik Kayu Krebet melalui Penguatan Inovasi dan Peningkatan Manajemen Kualitas Mohammad Adam Jerusalem; Noor Fitrihana; Kiromim Baroroh; Grahita Prisca Brilianti; Nova Suparmanto; Jerusalem, Mohammad Adam; Fitrihana, Noor; Baroroh, Kiromim; Brilianti, Grahita Prisca; Suparmanto, Nova
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4498

Abstract

Industri kerajinan batik kayu di Desa Wisata Krebet, Yogyakarta, memiliki potensi besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya, namun menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan inovasi dan diversifikasi produk, belum konsistennya penerapan manajemen kualitas, serta lemahnya pelayanan dan konektivitas pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha melalui penguatan kapasitas inovasi, penerapan manajemen kualitas dasar, dan peningkatan kompetensi layanan pelanggan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan berpikir kreatif menggunakan metode CREATE, SCAMPER, dan SCUMPS, pelatihan pengembangan produk dan manajemen kualitas, adopsi teknologi melalui penyediaan peralatan produksi modern, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, yang melibatkan ±25 perajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan variasi produk inovatif, penerapan praktik pengendalian kualitas sederhana, peningkatan efisiensi produksi, serta perbaikan kualitas pelayanan pelanggan baik secara luring maupun daring. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 8, SDG 9, dan SDG 12. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri kreatif batik kayu melalui pendekatan terintegrasi berbasis inovasi, kualitas, dan layanan. Sustaining the Krebet Wood Batik Creative Industry through Strengthening Innovation and Enhancing Quality Management Abstract The wood batik craft industry in Krebet Tourism Village, Yogyakarta, has significant potential as part of a culture-based creative economy; however, it faces key challenges including limited innovation and product diversification, inconsistent implementation of quality management, and weak service capability and market connectivity. This community engagement program aimed to enhance business sustainability by strengthening artisans’ innovation capacity, implementing basic quality management practices, and improving customer service competencies. A participatory approach was employed through five stages: socialization and needs assessment, creative thinking training using CREATE, SCAMPER, and SCUMPS methods, product development and quality management training, technology adoption through the provision of modern production equipment, and continuous mentoring and evaluation, involving approximately 25 artisans. The results indicate an increase in innovative product variations, the adoption of simple quality control practices, improved production efficiency, and enhanced customer service quality both offline and online. The program also contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8, SDG 9, and SDG 12. It can be concluded that this integrated approach based on innovation, quality management, and service improvement is effective in strengthening the competitiveness and sustainability of the wood batik creative industry.
Inovasi Galeri Virtual Seni Budaya Nusantara sebagai Media Edukasi dan Pelestarian Budaya di Era Digital Angga Sukma Permana; Nova Suparmanto; Heri Nurdiyanto; Bambang Sulistyo
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/b7v84883

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam upaya pelestarian dan penyebarluasan seni budaya Nusantara. Namun, di sisi lain, minat generasi muda terhadap warisan budaya lokal cenderung menurun karena terbatasnya akses terhadap informasi dan media pembelajaran yang menarik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah inovasi berupa Galeri Virtual Seni Budaya Nusantara yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sekaligus sarana pelestarian budaya di era digital. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, perancangan konsep galeri virtual, pengembangan platform berbasis web, hingga pelatihan pemanfaatan galeri kepada masyarakat dan komunitas seni. Galeri virtual yang dikembangkan menampilkan berbagai koleksi seni budaya Nusantara seperti karya seni rupa, artefak budaya, serta dokumentasi pertunjukan tradisional dalam format digital yang mudah diakses. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan galeri virtual mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, platform ini juga memberikan ruang baru bagi pelaku seni dan komunitas budaya untuk mempromosikan karya mereka kepada publik yang lebih luas. Dengan demikian, inovasi galeri virtual ini tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga menjadi salah satu strategi adaptif dalam menjaga keberlanjutan seni budaya Nusantara di tengah perkembangan teknologi digital.
Integrating STP and 7P Marketing Mix Strategies in Strengthening Innovative Leadership at SCI Media Nova Suparmanto; Radhitya Adha Fadhlur Rohman; Amar Al Haq; Aisyah Astanti; Muhamad Fajril Dipi Rafsanjani
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 5, No 2 (2026): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v5i2.3601

Abstract

This study aims to analyze the integration of Segmentation, Targeting, and Positioning (STP) and the 7P Marketing Mix strategies in supporting innovative leadership at SCI Media, a digital educational media institution. This research addresses the limited number of studies that examine the integration of marketing strategy and leadership within the context of technology-based educational organizations. A descriptive qualitative approach was employed, using in-depth interviews, field observations, and internal document analysis as data collection techniques. The findings indicate that the implementation of STP strategies targeting digitally literate educators and educational institutions, combined with an adaptive application of the 7P marketing mix, directly contributes to the development of transformational and participatory leadership at SCI Media. More specifically, cloud-based product innovation, educational digital promotion, technology-driven work processes, and continuous learning-oriented human resource management were found to enhance team productivity, operational effectiveness, and organizational competitiveness. This study provides theoretical contributions by strengthening the conceptual linkage between marketing strategy and innovative leadership, as well as practical implications for digital educational institutions seeking to align marketing initiatives with leadership development in a dynamic and competitive market environment.