Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Evaluation of Arabic Teaching Methods in Preparation for the TOAFL Exam Ruhul Kudus; Siti Mutmainnah
El-Jaudah : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol. 5 No. 2 (2024): El-Jaudah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Education of State Collage for Islamic Studies of Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/ej.v5i2.1963

Abstract

This study aims to evaluate various Arabic language teaching methods used in preparation for the Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) exam. The various teaching methods evaluated in this study include communicative methods, audiolingual methods, use of technology, and task-based approaches. Each of these methods was analysed to see how well they assisted students in developing the skills necessary for success in the TOAFL exam. This research uses a literature study approach and critical analysis to assess the advantages and disadvantages of each method. The data used in this study were collected from various academic sources relevant to foreign language teaching, particularly Arabic. Using critical analysis, the researcher evaluated the effectiveness of each method in the context of learning Arabic for non-native speakers. The results of the analysis show that communicative methods provide effective results in improving speaking and listening skills. However, the success of this method is highly influenced by the active involvement of students and the ability of the teacher to create an interactive learning atmosphere. Meanwhile, the audiolingual method places a strong emphasis on mastering grammar and vocabulary, but has weaknesses in the context of its application to real communication. The use of technology in teaching allows for greater flexibility and accessibility, supports independent learning and provides access to a variety of learning materials. However, there are challenges related to limited access to technology and the need for personalisation of learning. Task-based approaches can increase motivation and language application skills in real-life situations, but require careful design and additional support from teachers. This research concludes that the integration of different teaching methods can create a more comprehensive learning experience. By utilising the advantages of each method, students can be optimally prepared for the TOAFL exam and develop Arabic language skills holistically.
Optimalisasi fungsi Masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan Kudus, Ruhul; Irfan, Irfan; Ulum, Fatkhul; Maria, Enung; Jamal, Mardhiana
Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Vol. 1 No. 3 (2024): Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/tintamas.v1i3.1295

Abstract

This service aims to optimize the function of the mosque in improving religious education, social activities, and community economic empowerment. The role and function of mosques must be optimized to increase public awareness of the urgency of mosques, in addition to being a center of worship, mosques are also useful as centers of social and economic welfare for the community. The method used was community-based participatory research, involving the congregation of At-taqwa mosque in Gowa. The results showed that mosques that are active in social and economic activities can reduce poverty and increase social solidarity. The programs designed include routine recitation, congregational prayer, teaching reading and writing the Qur'an, and social activities such as gotong royong and aid distribution. Evaluations show increased congregational participation and positive impacts on the spiritual, social, and economic well-being of the community. Optimizing the function of the mosque is very relevant to improve the quality of life of worshipers and the surrounding community.
مفهوم واستراتيجية تصنيف معجم مفردات اللغة العربية لغير الناطقين بها Kudus, Ruhul; Hasanov, Islombek
Kilmatuna: Journal Of Arabic Education Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober : KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/pba.v5i2.1545

Abstract

Kamus tradisional menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pembelajar non-penutur bahasa Arab, karena terlalu bergantung pada terjemahan literal yang sering kali menyebabkan kesalahpahaman dan membatasi kemampuan pembelajar untuk berpikir langsung dalam bahasa Arab. Inti permasalahannya terletak pada kurangnya penyajian kata-kata dalam konteks budaya dan praktis yang sesuai, serta kurangnya elemen interaktif dan visual yang dapat meningkatkan pengalaman belajar. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan model inovatif dalam merancang kamus yang berfokus pada penggabungan konteks nyata, elemen visual, dan teknologi digital untuk meningkatkan pembelajaran kosakata. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan dari studi literatur dan wawancara mendalam dengan guru, ahli, dan pembelajar, lalu dianalisis menggunakan metode analisis konten untuk mengidentifikasi pola dan kebutuhan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti pengelompokan kosakata berdasarkan tema (seperti keluarga dan pendidikan) dan fungsi gramatikal (seperti kata kerja dan kata benda), serta penyajian contoh kontekstual dan ilustrasi, meningkatkan kemampuan pembelajar dalam memahami dan menggunakan kata-kata. Selain itu, integrasi pengucapan audio dan latihan interaktif dalam kamus digital membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kamus modern yang mengadopsi strategi ini merupakan alat pembelajaran yang efektif untuk membantu pembelajar mengembangkan kemampuan bahasa dan kemandirian mereka. Disarankan agar pendekatan ini diterapkan dalam desain kamus masa depan untuk memenuhi kebutuhan pembelajar dan menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif dan istimewa.
Dirāsah Tahlīliyah ‘an al-Asmā’ al-Khamsah fī Sūrah Yūsuf Ulum, Fatkhul; Rahman, Amri; Kudus, Ruhul; Hafid, Muh. Nur Ilham
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 12, No 2 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.12.2.420-428.2023

Abstract

This research aims to know the five names in Surat Yusuf, classify them, and explain their parsing. This research is a desk research that relies on books, publications and scientific journals related to the subject. The type of this research is analytical descriptive research based on the analysis and characterization of the content. There are three ways to analyze data: it begins with identifying the data, then classifying it, and finally presenting the data. After collecting and analyzing the data, the following results emerged: The five names are the names limited to (Akhu - Abu - Fu - Hamu - Dhu). Its ruling is of two types. The first is the five nouns that meet the conditions, so they are nominative with the waw on behalf of the ḍamma, the accusative is with the alif on the behalf of the fatḥa, and it is genitive with the yā’ on the behalf of the kasra, and the second is the five nouns that do not meet the conditions, so they are pronounced with the vowel. The five names that are found in Surat Yusuf are (Abu - Akhu - Dhu), but (Fu - Hamu) are not found in this Surah. The number of verses in Surat Yusuf, which includes the five names, is thirty-two (32) verses, and the number of its words is forty-seven (47) words, and they are as follows: The word (father) is mentioned twenty-seven (27) times, and the word (brother) is mentioned eighteen (18) times. Times, and the word (dhaw) twice. In terms of syntax, there are three sections: The first section is in the nominative case, and its nominative sign is the waw and the damma. The waw is found in four (4) words, and the damma is found in five (5) words. The second part is in the accusative case with three signs The alif, the fatha, and the yā’, so the alif is in fourteen (14) words, the fatha is in one (1) word, and the ya’ is in two (2) words. The third section is in the genitive case with two signs: The yā’ and the kasra, the yā’ is in twenty-one (21) words, and the kasra is in six (6) words.
Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnal dalam Lingkup Universitas Negeri Makassar Abdal, Nurul Mukhlisah; Yusri, Yusri; R., Mantasiah; Kudus, Ruhul; Mustarih, Nirdayanti
DEDIKASI Vol 26, No 1 (2024): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.61926

Abstract

Abstrak. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk meningkatnya pemahaman dan keterampilan editor jurnal mengenai pengelolaan jurnal ilmiah sehingga nantinya membantu mereka untuk mendapatkan akreditasi jurnal yang lebih baik.  Terdapat 4 tahap dalam kegiatan ini yakni berupa analisis kebutuhan pelaksanaan program, pengembangan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi kegiatan.  Berdasarkan hasil evaluasi pada saat pelatihan dan pasca pendampingan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan manajemen jurnal ilmiah untuk para editor jurnal dinilai dapat membantu dalam percepatan akreditasi jurnal. Selain itu, proses pendampingan yang diberikan kepada editor jurnal membantu mereka dalam mempersiapkan jurnalnya untuk pengajuan akreditasi Sinta. Hasil evaluais tersebut menjadi rekomendasi bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan kedepannya sebagai bentuk peningkatan kapasitas editor jurnal dalam lingkup Universitas Negeri Makassar. Kata Kunci: Jurnal, Editor Jurnal, Akreditasi Sinta, Manajemen Jurnal
Analisis Latihan Kitab Mumtaz dalam Percakapan Sehari-hari bagi Penutur Non-arab Berdasarkan Klasifikasi Kognitif Bloom Ruhul kudus
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v6i1.6159

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis latihan dalam buku Al-Mumtaz fi al-Hiwarat al-Yaumiyyah li Ghairi al-Natiqin bi al-Arabiyyah berdasarkan taksonomi Bloom untuk ranah kognitif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis isi. Sumber data utama adalah buku Al-Mumtaz bagian pertama. Data dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan dalam buku Al-Mumtaz mencakup ranah kognitif, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Namun, latihan pada ranah memahami paling banyak (44,59%), diikuti oleh ranah menerapkan (24,32%), ranah mengingat (13,51%), ranah menganalisis (10,81%), ranah mengevaluasi (4,05%), dan ranah mencipta (2,70%). Latihan di tiga tingkat pertama (mengingat, memahami, dan aplikasi) adalah 80,54% lebih umum, sedangkan latihan di tiga tingkat terakhir (analisis, evaluasi, dan kreativitas) sangat sedikit dengan 19,46, setelah membandingkan latihan LOTS, yang meliputi tingkat mengingat dan memahami, MOTS, yang mencakup tingkat aplikasi dan analisis, dan HOTS, yang terdiri dari tingkat evaluasi dan kreativitas dalam buku yang sangat baik dalam dialog sehari-hari penutur non-Arab, adalah 43: 28:3, dengan nilai persentase 58,11% untuk mengingat dan memahami, 37,84% untuk aplikasi dan analisis, dan 8,05% untuk evaluasi dan kreativitas. Buku ini perlu mengembangkan dan mendiversifikasi latihan untuk memasukkan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi yang sepadan dengan tujuan pembelajaran dan merangsang keterampilan berpikir siswa yang lebih tinggi.
Pelatihan Pengucapan Bacaan Shalat yang Benar dan Pemahaman Maknanya pada Jamaah Masjid Nur Muhammad Tombolo Somba Opu Gowa Ulum, Fatkhul; Susiawati, Susiawati; Bakhtiar, Fauziah; Kudus, Ruhul; Randy, Randy
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Nur Muhammad, Kabupaten Gowa, dengan tujuan meningkatkan ketepatan pengucapan bacaan shalat serta pemahaman maknanya di kalangan jamaah. Latar belakang kegiatan ini adalah masih banyaknya jamaah yang mengalami kesulitan dalam melafalkan bacaan shalat sesuai kaidah tajwid dan fonologi bahasa Arab, serta keterbatasan pemahaman terhadap arti doa-doa yang dibaca. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah ath-tharīqah as-shautiyyah berbasis pendekatan fonetik dan audio-lingual, yang dipadukan dengan penjelasan tafsir tematik sederhana untuk memperkuat penghayatan makna bacaan shalat. Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan pembentukan kelompok belajar berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan pelafalan jamaah, terutama dalam membedakan huruf-huruf hijaiyah dan menerapkan kaidah panjang-pendek bacaan. Selain itu, pemahaman terhadap makna bacaan juga meningkat, sehingga ibadah shalat dilakukan dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Kegiatan ini berdampak pada penguatan kualitas ibadah individu sekaligus membangun budaya belajar bersama di lingkungan masjid, menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan nonformal yang aktif dalam pembinaan umat.Kata kunci: bacaan shalat, tajwid, fonetik, ath-tharīqah as-shautiyyah, pengabdian masyarakat