Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Teori Meaningfull Learning David Ausubel Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Nursyamiyah Tuban Nurul Atik Hamida; Lau Han Sein; Wahidah Ma'rifatunnisa'
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 4 (Oktober 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i4.1294

Abstract

Teori pembelajaran yang bermakna David Ausubel adalah pembelajaran dimana seseorang dapat menghubungkan ilmu-ilmu baru yang diperoleh dengan ilmu-ilmu yang telah diperoleh sebelumnya. Pembelajaran dengan teori berarti pembelajaran ini akan membuat pengetahuan yang diterima individu akan bertahan lama. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan penerapan teori yang bermakna pembelajaran David Ausubel dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Nursyamiyah Tuban.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas 5 MI Nursyamiyah Tuban dan guru Sejarah Kebudayaan Islam kelas 5. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran yang bermakna di MI Nursyamiyah Tuban sudah dilaksanakan dengan advance organizer. Dimana guru telah merencanakan bahan belajar yang berkaitan dengan pengetahuan peserta didik pada pembelajaran sebelumnya dan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Faktor pendukung pembelajaran yang bermaknadalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Nursyamiyah Tuban yaitu: penerapannya 2013, kemampuan pedagogik guru, dan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun yang menjadi faktor penghambat adalah berasal dari peserta didik itu sendiri. Hal ini dikarenakan peserta didik memiliki kemmpuan kognitif dan daya ingat yang berbeda sehingga guru harus bekerja keras agar peserta didik tersebut tetap dapat mengikuti pembelajaran.
Al-Qur'an as a Source of Knowledge in Islamic Education and Its Relevance to the Curriculum Development Nurul Atik Hamida; Ahmad Yusam Thobroni
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 9 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.452 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2021.9.2.153-168

Abstract

Al-Qur’an is the source of everything, because it is used as a guide in the life of Muslims, including in the Islamic education system by making the Al-Qur'an a source of knowledge (inspiration). In line with this, the form of developing an Islamic education curriculum should also make the Al-Qur'an the main basis for producing superior human beings. This study aims to examine the Al-Qur'an as a source of knowledge in education, as well as explore its relevance in the development of Islamic education curriculum. This study uses a qualitative research model by conducting a literature study. The data was collected from the verses of the Al-Qur'an with the maudhu'i interpretation method. The results of this study found the relevance between the objectives of the educational curriculum and the development of the Islamic education curriculum through the verses; 1) QS. al-'Alaq: 1-5 which implies that students can acquire knowledge continuously through reading (literacy), both written and unwritten; 2) QS. al-Baqarah: 31 suggests that through teaching, students can gain a variety of knowledge so that they are worthy of being a leader; 3) QS. al-Nah}l: 78 suggests, by honing abilities and skills through hearing, seeing, and the heart (the three capitals possessed by humans), students can hone their abilities and skills; 4) QS. Luqma>n: 13-19 hints at the importance of practicing morals in life for students by ordering prayer, enforcing amar ma'ruf nahi munkar, not being arrogant, and polite when communicating.
Development of Interactive E-Module on Islamic Religious Education Subject Implementation of Independent Curriculum at Schools Lilik Huriyah; Nurul Atik Hamida; Wahidah Ma'rifatunnisa'; Ruhaizan Baru
Edukasia Islamika Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Number 2 2022, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v7i2.5829

Abstract

This study aims to develop an interactive e-module for Islamic religious education and character as the main subject matter of the role of ulama' who spread Islamic teachings in Indonesia to support the implementation of the independent curriculum for class X SMKN 1 Lamongan so that it can help teachers overcome problems that occur when implementing the independent curriculum in the process. learning Islamic religious education and character. The development model used is the ADDIE model. There are four stages in the ADDIE development procedure which are passed through five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The data analysis technique is by calculating the percentage score of the validation assessment and user response. The results showed that the results showed that the development of interactive e-modules on the subject of the role of ulama' propagator of Islamic teachings in Indonesia to support the implementation of the independent curriculum met the very valid criteria from the aspect of display quality, software engineering, implementation, interface, reusable, maintainable with obtained a score of 98.77% in terms of IT. The score in terms of material obtained 96.69%. Meanwhile, in terms of media, it got a score of 98.56%. The results of the student and teacher response tests from the pretest results before the implementation of this interactive e-module, each obtained a score of 96.54% and 94.66%. Then there was an increase in student scores on the posttest with an average value of 89 compared to the pretest.
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL UNTUK MENCIPTAKAN KNOWLEDGE SOCIETY Nurul Atik Hamida; Lau Han Sein
Pustakaloka Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5808

Abstract

Keberadaan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan dan pengembangan diri masih seringkali dihiraukan keberadaannya oleh masyarakat. Oleh karena itu, perpustakaan harus melakukan transformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang tidak hanya untuk mempertahankan keberadaan perpustakaan, namun juga mengarahkannya menjadi bagian dalam menciptakan knowledge society sehingga taraf kehidupan masyarakat menjadi meningkat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam terkait transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dapat menciptakan knowledge society. Adapun penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial berkonstribusi besar dalam menciptakan knowledge society melalui pengaktifan budaya literasi di semua kalangan. Literasi yang tidak hanya berupa kemampuan baca, tulis, dan hitung, akan tetapi juga memberikan kemampuan terkait aspek cognitive skills yang melandasi seseorang agar mampu berfikir kritis dan logis sehingga mempunyai pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi serta talenta mereka. Dengan basis inklusi sosial, perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat sehinga menciptakan knowledge society dengan dua orientasi yaitu orientasi pada outcame (dampak) suatu hal yang terjadi di masyarakat dan orientasi pelayanan yang lebih menekankan pada humanistic approach  dan social approach.
Larangan Meminum Khamr Perspektif Hadis dan Relevansinya dengan Anjuran H{ifz} Al-‘Aql Bagi Penuntut Ilmu Nurul Atik Hamida; Lau Han Sein
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 10, No. 02 (2022): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v10i02.11208

Abstract

Hadis merupakan sumber kedua setelah Al-Qur’an, sehingga digunakan manusia sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh hadis tuntunan dari Rasulullah SAW bagi umatnya adalah mengenai diharamkannya meminum khamr. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hadis larangan meminum khamr riwayat ‘Abdullah ibn Umar yang ditakhrij oleh Bukha>ri dengan dilakukannya penelitian parsial serta mengetahui fiqh al-h}adi>th-nya terkait anjuran h}ifz} al-‘aql bagi penuntut ilmu dengan dilarangnya meminum khamr. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dan dianalisis menggunakan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadis riwayat ‘Abdullah ibn Umar yang ditakhrij oleh Bukha>ri berkualitas s}ah}i>h} lidha>tih, karena kualitas sanad hadis ini s}ah}i>h} al-isnad dan kualitas matannya s}ah}i>h} al-matni. Adapun mengenai fiqh al-h}adi>th tersebut menjelaskan bahwa khamr hukumnya adalah haram karena bersifat memabukkan yang dapat menghilangkan akal. Seseorang yang di dunia meminum khamr, maka diakhirat ia tidak diperbolehkan untuk meminumnya, karena di akhirat khamr adalah minuman para penghuni surga. Anjuran hifz} al-‘aql dalam Islam mengenai larangan meminum khamr berhubungan dengan penuntut ilmu atau pelajar. Seorang pelajar harus menghindari tertutupnya akal atau hal-hal yang bersifat memabukkan, salah satunya adalah menghindari khamr agar akalnya tetap bisa dikembangkan ke berbagai hal-hal yang bermanfaat. Sehingga dapat tercipta generasi muda yang sehat, cerdas, berakhlak baik, serta dapat berpikir kreatif.
KAJIAN HADIS DI KAWASAN BASRAH: Sebuah Analisis Tentang Penyebaran dan Perkembangan Hadis di Basrah Nurul Atik Hamida; Lau Han Sein
UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan Vol. 16 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : LPPM IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v16i2.268

Abstract

Basrah is a city that was built at the beginning of the development of Islam around the year 16 H, precisely during the reign of the caliph Umar bin al-Khattab. In the field of science, Basrah is one of the cities visited by many scholars to seek knowledge, including hadith scholars. The purpose of this study was to determine the study of hadith in Basrah City, both in its development and dissemination. This research is a library research with descriptive analysis method. The results of this study indicate that in Basrah there are many figures who teach Islamic knowledge, especially the Qur'an and Hadith. Hadith itself had entered Basrah during the period of Umar bin Khattab's friend, but at this time the hadith was not so developed because Umar chose to be careful in terms of transmitting hadith by doing al-tathabbut wa taqlil min al-riwayah (tightening or limiting the hadith). and reduce the transmission of hadith). In addition, in Basrah there are also a number of sahabat and tabi'in who live so that they become a reference for obtaining a history of hadith. With the many narrators of hadith from the generation of sahabat and tabi'in in this city, it proves that Basrah is included in the city that is used as a rihlah for religious leaders to demand or spread knowledge Basrah merupakan kota yang dibangun pada awal perkembangan Islam sekitar tahun 16 H, tepatnya pada masa pemerintahan khalifah Umar bin al-Khattab. Dalam bidang keilmuan, Basrah menjadi salah satu kota yang banyak di datangi para ulama untuk mencari ilmu termasuk para ulama hadis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian hadis di Kota Basrah, baik dalam perkembangan dan penyebaranya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan metode anasis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Basrah banyak para tokoh yang mengajarkan ilmu keislaman, terutama al-Qur’an dan Hadis. Hadis sendiri sudah masuk ke Basrah pada masa periode sahabat Umar bin Khattab, akan tetapi pada masa ini hadis tidak begitu berkembang karena Umar memilih bersikap hati-hati dalam hal periwayatan hadis dengan melakukan al-tathabbut wa taqlil min al-riwayah (memperketat atau membatasi hadis dan mempersedikit periwayatan hadis). Selain itu, di Basrah juga terdapat sejumlah sahabat dan tabi’in yang berdomisili sehingga menjadi rujukan untuk mendapatkan sebuah riwayat hadis. Dengan banyaknya para perawi hadis dari generasi sahabat dan tabi’in di kota ini, membuktikan bahwa Basrah termasuk ke dalam kota yang dijadikan rihlah para tokoh Agama untuk menuntut atau menyebarkan ilmu.
KAJIAN HADIS DI KAWASAN BASRAH: Sebuah Analisis Tentang Penyebaran dan Perkembangan Hadis di Basrah Hamida, Nurul Atik; Sein, Lau Han
Universum Vol. 16 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : LPPM IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v16i2.268

Abstract

Basrah is a city that was built at the beginning of the development of Islam around the year 16 H, precisely during the reign of the caliph Umar bin al-Khattab. In the field of science, Basrah is one of the cities visited by many scholars to seek knowledge, including hadith scholars. The purpose of this study was to determine the study of hadith in Basrah City, both in its development and dissemination. This research is a library research with descriptive analysis method. The results of this study indicate that in Basrah there are many figures who teach Islamic knowledge, especially the Qur'an and Hadith. Hadith itself had entered Basrah during the period of Umar bin Khattab's friend, but at this time the hadith was not so developed because Umar chose to be careful in terms of transmitting hadith by doing al-tathabbut wa taqlil min al-riwayah (tightening or limiting the hadith). and reduce the transmission of hadith). In addition, in Basrah there are also a number of sahabat and tabi'in who live so that they become a reference for obtaining a history of hadith. With the many narrators of hadith from the generation of sahabat and tabi'in in this city, it proves that Basrah is included in the city that is used as a rihlah for religious leaders to demand or spread knowledge Basrah merupakan kota yang dibangun pada awal perkembangan Islam sekitar tahun 16 H, tepatnya pada masa pemerintahan khalifah Umar bin al-Khattab. Dalam bidang keilmuan, Basrah menjadi salah satu kota yang banyak di datangi para ulama untuk mencari ilmu termasuk para ulama hadis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian hadis di Kota Basrah, baik dalam perkembangan dan penyebaranya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan metode anasis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Basrah banyak para tokoh yang mengajarkan ilmu keislaman, terutama al-Qur’an dan Hadis. Hadis sendiri sudah masuk ke Basrah pada masa periode sahabat Umar bin Khattab, akan tetapi pada masa ini hadis tidak begitu berkembang karena Umar memilih bersikap hati-hati dalam hal periwayatan hadis dengan melakukan al-tathabbut wa taqlil min al-riwayah (memperketat atau membatasi hadis dan mempersedikit periwayatan hadis). Selain itu, di Basrah juga terdapat sejumlah sahabat dan tabi’in yang berdomisili sehingga menjadi rujukan untuk mendapatkan sebuah riwayat hadis. Dengan banyaknya para perawi hadis dari generasi sahabat dan tabi’in di kota ini, membuktikan bahwa Basrah termasuk ke dalam kota yang dijadikan rihlah para tokoh Agama untuk menuntut atau menyebarkan ilmu.
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MODEL DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE BERBASIS MULTIMEDIA Sein, Lau Han; Nurul Atik Hamida; Andy Litehua
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2021): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v1i2.45

Abstract

ABSTRAK Implementasi Model Desain Pembelajaran ASSURE Berbasis Multimedia Pada Materi Fiqh Sebagai Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model desain pembelajaran ASSURE berbasis multimedia pada materi Fiqh sebagai upaya dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik di MI Darul Ulum Madiun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Assure berbasis multimedia pada materi fiqh ini dapat menjadi alternative pembelajaran dan sebagai upaya dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik, dengan menganalisis karakteristik peserta didik, gaya belajar, pemilihan metode, media dan bahan ajar yang sesuai, serta melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran sehingga dapat mengurangi kesulitan belajar peserta didik.
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF AL-ZARNUJI DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM DAN PENERAPANNYA DI MASA STUDY FROM HOME Nurul Atik Hamida; Lau Han Sein
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 2 No 1 (2022): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v2i1.61

Abstract

Fenomena dunia pendidikan mengalami kemerosotan akhlak siswa sejak adanya virus corona. Sebab, proses belajar mengajar dilakukan dari rumah atau Study From Home (FSH). Salah satu filosof muslim yang menaruh perhatian terhadap pendidikan akhlak adalah Imam al-Zarnuji dalam kitabnya Ta’lim al-Muta’allim yang berisi tentang proses penghayatan nilai-nilai akhlak bagi peserta didik yang disesuaikan dengan konsep keimanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim, serta mengeksplorasi penerapannya dalam pembelajaran periode rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan konsep pendidikan moral pada masa belajar dari rumah dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) Penguatan niat melalui motivasi; (2) Memilih ilmu dan guru dengan mendampingi orang tua sehingga dapat memilih ilmu dan guru yang tepat; (3) Menghormati ilmu dan guru dengan cara merawat buku dan bersikap sopan kepada guru selama pembelajaran; (4) Serius dalam mencari ilmu dengan memberikan reward kepada siswa agar lebih semangat belajar; (5) Tawakal dengan fokus belajar dan tidak takut terlalu khawatir dengan pandemi covid-19; (6 Memperkuat sikap moral dengan tidak banyak tidur dan makan.
Mengembangkan Mindset Entrepreneur Terhadap Mahasiswa Akhir di Surabaya Timur Hamida, Nurul Atik; Prihardini, Firna Maristha; Zainida, Maya Revanola; Arif, Miftakhul Ainun; Mubandari, Gayatri Putri; Anurahman, Datice
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2277

Abstract

Based on 2024 data from the Central Statistics Agency, the national open unemployment rate was recorded at 5.45%, with the largest contribution coming from high school and higher education graduates. This fact indicates a misalignment between educational outcomes and actual labor market demands. Responding to this condition, universities, through this program, are taking on a broader role, not only preparing students to enter the formal workforce but also building the capacity of graduates to create independent businesses through an entrepreneurial approach. The activities focused on providing applied experience and psychological encouragement, so students could recognize their personal potential, seize business opportunities, and have the courage to start their own businesses. The program was implemented using an educational approach, including material presentations, two-way discussions, and a question-and-answer forum. Participants focused on final-year students in East Surabaya. Evaluation of the program's effectiveness was conducted through qualitative analysis combined with a paired sample t-test. Findings showed an increase in entrepreneurial understanding after the program, marked by increased student confidence in starting a business (64.3%), an increase in concrete business ideas or plans (78.6%), and a shift in perspective on business risks (50%).ABSTRAKBerdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024 mencatat bahwa angka pengangguran terbuka nasional berada pada level 5,45%, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok lulusan sekolah menengah atas dan pendidikan tinggi. Fakta ini mengindikasikan belum selarasnya keluaran pendidikan dengan tuntutan aktual pasar tenaga kerja. Merespons kondisi tersebut, perguruan tinggi melalui program ini mengambil peran yang lebih luas, tidak sebatas menyiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja formal, tetapi juga membangun kapasitas lulusan agar mampu menciptakan usaha secara mandiri melalui pendekatan kewirausahaan. Kegiatan yang diselenggarakan difokuskan pada pemberian pengalaman aplikatif sekaligus dorongan psikologis, sehingga mahasiswa dapat mengenali potensi personal, menangkap peluang bisnis, dan memiliki keberanian untuk memulai usaha sendiri. Pelaksanaan program dilakukan menggunakan pendekatan edukatif berupa pemaparan materi, diskusi dua arah, serta forum tanya jawab. Peserta kegiatan difokuskan pada mahasiswa tingkat akhir di kawasan Surabaya Timur. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui analisis kualitatif yang dikombinasikan dengan uji paired sample t-test. Temuan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kewirausahaan setelah kegiatan berlangsung, ditandai dengan naiknya kepercayaan diri mahasiswa untuk merintis usaha (64,3%), bertambahnya gagasan atau rencana bisnis yang konkret (78,6%), serta pergeseran cara pandang terhadap risiko usaha (50%).