Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Tekno

PEMANFAATAN LIMBAH CAMPURAN ECENG GONDOK DAN KOTORAN SAPI DENGAN PROSES HIDROLISIS ASAM SULFAT DALAM PEMBUATAN BIOGAS roni, kiagus ahmad
Jurnal Tekno Vol 17 No 2 (2020): Jurnal Tekno
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jtekno.v17i2.772

Abstract

Kelangkaan gas elpiji di Indonesia mengakibatkan kenaikan harga gas elpiji. Sejak beralihnya kebiasaan rumah tangga di Indonesia dari menggunakan minyak tanah menjadi gas epliji untuk keperluan sehari – hari membuat kebutuhan gas elpiji semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan energi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya ialah biogas. Pada penelitian ini digunakan eceng gondok sebagai bahan baku utama pembuatan biogas. Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku biogas dikarenakan memiliki kandungan karbohidrat dan selulosa. Selulosa akan dihidrolisis menjadi glukosa oleh bakteri yang akan menghasilkan gas metan sebagai biogas. Akan tetapi, untuk mencapai hasil yang optimum diperlukan adanya biostarter dari limbah ternak, salah satunya kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi eceng gondok dan air, eceng gondok dan kotoran sapi serta lama fermentasi eceng gondok paling optimum. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa komposisi eceng gondok dan air yang paling optimum dengan lama fermentasi 7 hari serta komposisi eceng gondok dan kotoran sapi yaitu pada perbandingan 1 : 3 selama 7 hari dan 50% : 50% mampu menghasilkan biogas hingga 302 mL selama 21 hari. Analisa COD dan TSS menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi COD dan TSS maka semakin banyak volume yang dihasilkan. Hal ini terlihat bahwa konsentrasi COD 21,40 mg/L dan TSS 38,30 mg/L mampu menghasilkan biogas sampai 302 mL. Selain itu juga dengan analisa titik embun gas dan nyala api menunjukkan bahwa komposisi eceng gondok dan air yanng terbaik pada perbandingan 1 : 3 dan komposisi eceng gondok dan kotoran sapi 60% : 40% dan 50% : 50% menunjukkan bahwa tidak ada embun pada gas tersebut dan menyala dengan sangat cepat. KATA KUNCI : Energi Alternatif, Biogas, Eceng Gondok, Biostarter Kotoran Sapi
The Influence of Starch Weight Variations in Making Bioethanol from Plantain Turber Waste (Musa Sapientum) roni, kiagus ahmad
Jurnal Tekno Vol 18 No 1 (2021): Jurnal Tekno
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jtekno.v18i1.1230

Abstract

Bioetanol (C2H5OH) merupakan cairan biokimia (biofuel) dari proses fermentasi gula menggunakan sumber karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme. Bioetanol digunakan sebagai bahan bakar alternatif dan sumber bahan bakar nabati yang ramah lingkungan dan terbarukan, salah satu alternatif bahan bakunya adalah bioetanol dari bahan baku limbah bonggol pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi berat pati pada pembuatan bioetanol dari limbah bonggol pisang raja (Musa Sapientum). Berat pati yang divariasikan dalam proses hidrolisis sebesar 100 gram, 150 gram, 200 gram, 250 gram dan 300 gram, dimana larutan asam sulfat yang digunakan sebesar 0,5N. Pada tahap fermentasi larutan hasil hidrolisa menggunakan ragi roti Saccaromyces Cerevisiae dengan lama fermentasi selama 4 hari. Untuk mengetahui kadar kemurnian bioetanol yang didapat maka dilakukan analisis dengan menggunakan gas kromatografi, penentuan indeks bias menggunakan refraktometer, dan penentuan volume bioetanol yang didapat. Dari penelitian ini diperoleh bahwa berat pati optimum yang didapatkan adalah pada penggunaan 250 gram pati bonggol pisang dengan kadar bioetanol sebesar 8,4432%, volume yang didapatkan 18,8 mL, pH sebesar 7,46 dan Indeks Bias sebesar 1,33587. Dari data analisa tersebut, bioetanol yang didapatkan memiliki kuantitas dan kualitas yang kecil dibandingkan dengan etanol standar. Kata kunci: bioetanol, bonggol pisang, bahan bakar alternatif, berat pati, fermentasi