Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Teknika

Pengaruh Abu Arang Sebagai Campuran Beton Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton Eddy Hamid; Sri Martini; Kiagus Ahmad Roni; Elfidiah Elfidiah
TEKNIKA Vol. 17 No. 1 (2023): Teknika Januari - Juni 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7951777

Abstract

Dengan semakin berkembangnya dunia konstruksi, perkembangan teknologi beton juga dituntut menghasilkan beton yang mempunyai kualitas tinggi tanpa mengabaikan nilai ekonomis. Abu arang yang belum maksimal dalam pemanfaatannya dan memiliki kandungan silika sebagai pengikat agregat, diharapkan dapat meminimalisir penggunaan semen dalam campuran beton. Dalam penelitian ini, aditif abu arang dan Sika Viscocrete 1003 dimanfaatkan sebagai campuran alternatif substitusi semen untuk memproduksi beton. Dalam ekperimen, dilakukan penambahan abu arang sebagai pengganti sebagian semen dengan variasi kadar 0%, 6%, 8% dan 10% serta penambahan sikacim Sika Viscocrete-1003 sebesar 0,6% dari berat semen di setiap variasinya. Pengujian dilakukan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu arang sebagai pengganti sebagian semen dan Sika Viscocrete-1003 dapat menambah kuat tekan beton dengan nilai slump yang tinggi. Hasil pengujian kuat tekan beton umur 14 hari berturut-turut dari beton normal dan beton variasi abu arang dari 0% sampai dengan 10% serta Sika Viscocrete-1003 0,6%adalah 25,8 MPa; 32,876 MPa; 25,929 MPa; 33,103 MPa; dan 30,385 MPa. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari berturut-turut dari beton normal dan beton variasi abu arang dari 0% sampai dengan 10% serta Sika Viscocrete1003 0,6% adalah 30,953 MPa; 41,613 MPa; 34,493 MPa; 36,954 MPa;dan 34,871 MPa.
Pengaruh Waktu pada Modifikasi Photovoltaic Tray Dryer untuk Pengeringan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Maulidi, Muhammad Delika; Roni, Kiagus Ahmad
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16312516

Abstract

Tanaman daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai tumbuhan yang sangat banyak manfaatnya. Salah satu kegunaannya adalah pada daunnya, yang mengandung lebih banyak nutrisi setelah dikeringkan. Dengan pertimbangan tersebut, dirancanglah sebuah alat pengering yang memanfaatkan energi surya, yaitu Photovoltaic Tray Dryer. Alat ini memiliki kapasitas dua tray, dengan masing-masing tray berisi 100 gram daun kelor. Proses dilakukan pada berbagai waktu yaitu 60, 120, 180, 240 menit, dalam durasi total 4 jam pada suhu 80℃. Setiap 1 jam, untuk mengetahui massanya daun kelor pada tray 1 dan 2 dilakukan pengukuran. Setelah menjalani proses pengeringan, target kandungan air pada daun kelor adalah <10%. Hasilnya, kandungan air pada tray 1 suhu 80℃ selama 4 jam sebesar 13,64% dan tray 2 suhu 80℃ selama 4 jam sebesar 9,65%. Laju pengeringan cenderung menurun dari 0,144 kg/jam m² pada menit 60 menjadi 0,096 kg/jam m² pada menit 240.
Pembuatan Bioplastik dari Sekam Padi Menggunakan Sorbitol sebagai Plasticizer Hakim, Dimas Tirtayasa Rachman; Roni, Kiagus Ahmad
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17042345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bioplastik biodegradable yang berbahan dasar sekam padi, dengan penambahan kitosan dan sorbitol sebagai bahan penguat dan plasticizer. Sekam padi mengandung selulosa yang dapat diekstraksi dan digunakan untuk pembuatan bioplastik yang ramah lingkungan. Proses pembuatan dimulai dengan ekstraksi selulosa dari sekam padi, dilanjutkan dengan pencampuran kitosan dan sorbitol dalam larutan asam asetat 2%. Bioplastik yang dihasilkan diuji untuk mengetahui sifat mekanik seperti kekuatan tarik (tensile strength), elongasi, dan daya serap air (swelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kitosan meningkatkan kekuatan tarik bioplastik, sementara sorbitol meningkatkan kelenturan dan fleksibilitasnya. Formulasi optimal diperoleh pada konsentrasi 1,5 g kitosan dan 4,0 mL sorbitol, yang menghasilkan bioplastik dengan ketahanan terhadap air yang baik, kekuatan tarik yang memadai, dan elongasi yang cukup tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sekam padi dapat dijadikan bahan baku yang efektif untuk pembuatan bioplastik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.