Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Komitmen Organisasional dan Retensi Karyawan terhadap Niat Berpindah (Turnover Intention) Setelah Proses Akuisisi di PT Transkon Jaya Tbk Aisyah, Noor; Meutia; Hayati, Neuneung Ratna
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasional dan retensi karyawan terhadap niat berpindah setelah proses akuisisi pada PT Transkon Jaya Tbk. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya jumlah karyawan yang keluar pada periode setelah akuisisi, sehingga diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan dan analisis data menggunakan metode pemodelan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasional berpengaruh negatif terhadap niat berpindah, sementara retensi karyawan terbukti menurunkan niat berpindah sekaligus memediasi hubungan antara komitmen organisasional dan niat berpindah. Selain itu, proses akuisisi memengaruhi kekuatan hubungan antarvariabel tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan komitmen dan strategi retensi dalam menjaga keberlangsungan tenaga kerja setelah akuisisi.
Pengaruh Work Life Balance dan Flexible Working Arrangement Terhadap Kepuasan Kerja dengan Employee Engagement dan Resilience Employee sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Pekerja Generasi Z di Kota Bandung) Muhamad Iqbal Ramadhan; Neuneung Ratna Hayati
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i1.6031

Abstract

This study analyze the effect of work-life balance and flexible working arrangements on job satisfaction among Gen-Z workers in Bandung, with employee engagement and employee resilience as moderating variables. Using a quantitative approach, 400 Generation Z workers (born 1997–2012) employed for a minimum of six months were surveyed. Data were analyzed using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The research show that both work-life balance and flexible working arrangements significantly increase job satisfaction. Employee engagement negatively moderates the work-life balance–job satisfaction relationship but positively moderates the flexible working arrangements–job satisfaction relationship. Employee resilience does not significantly moderate either relationship. These findings highlight the importance of organizational policies supporting work-life balance and workplace flexibility, coupled with strengthened employee emotional engagement, in enhancing job satisfaction for Gen-Z workers.
Pengaruh Emotional Quotient dan Spiritual Quotient Terhadap Employee Performance dengan Psychologycal Capital Sebagai Variabel Mediasi: Studi pada Frontliner Bank Woori Saudara Regional 2 Jawa Barat Indah Purnama Sari; Neuneung Ratna Hayati
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 2 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i2.11237

Abstract

This study is motivated by the need to improve frontliner performance in the banking sector amid service digitalization and increasing customer expectations. Bank Woori Saudara Regional 2 West Java faces performance challenges, particularly due to the dominance of frontliners with relatively short tenure. This study aims to examine the effect of Emotional Quotient (EQ) and Spiritual Quotient (SQ) on Employee Performance, with Psychological Capital (Psychological Capital) as a mediating variable. The theoretical framework is based on emotional intelligence, spiritual intelligence, employee performance, and Psychological Capital, which consists of self-efficacy, hope, optimism, and resilience. This research adopts a quantitative approach using a survey method. Primary data were collected through questionnaires distributed to 92 frontliners of Bank Woori Saudara Regional 2 West Java and analyzed using Sobel tests. The results show that EQ has no significant effect on Employee Performance, while SQ has a significant positive effect. Psychological Capital is unable to mediate the effect of EQ on Employee Performance, whereas Psychological Capital can mediate the effect of SQ on Employee Performance. This study concludes that strengthening employees' internal psychological aspects, particularly through the development of Psychological Capital and spiritual values, is an important factor in improving banking frontliner performance.
Pengaruh Keterlibatan Kerja dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Dimediasi Kepuasan Kerja pada Kementerian Agrarian dan Tata Ruang/Pertahanan Nasional Apriliana Ramadhani; Ida Aryani; Neuneung Ratna Hayati
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 4 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i4.11891

Abstract

This study aims to analyze the influence of work engagement and transformational leadership style on employee performance through job satisfaction at the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN). The research problem is motivated by the importance of improving employee performance in supporting bureaucratic reform and improving the quality of public services, amidst the challenges of complex vertical organizations and increasing demands for public services. This study uses a quantitative approach with a causality design. Primary data were collected by distributing questionnaires to 220 State Civil Apparatus (ASN) selected using a cluster random sampling technique based on the rule of thumb (Hair et al., 2017). The research instrument used a 5-point Likert scale to measure the variables of work engagement (Schaufeli & Bakker), transformational leadership style (Bass & Avolio), job satisfaction (Herzberg), and employee performance (Bernardin & Russell). The data analysis technique used Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS. The results of the study indicate that job engagement has a positive effect on job satisfaction, leadership style has a positive effect on job satisfaction, and job satisfaction has a positive effect on employee performance. Mediation testing through bootstrapping procedures shows that job satisfaction mediates the influence of job engagement and leadership style on employee performance. This finding confirms that improving employee performance in the ATR/BPN environment is not only directly influenced by organizational behavioral factors, but also through increasing job satisfaction as an intervening variable. The conclusion of this study states that strengthening job engagement and implementing an effective transformational leadership style are important strategies for improving job satisfaction and employee performance sustainably in the public sector.to improve job satisfaction and sustainable employee performance in the public sector.
Pengaruh Kompleksitas Tugas Terhadap Perilaku Tidak Etis dengan Self-Monitoring Sebagai Pemoderasi: Studi pada Frontline Perbankan Wisang Witri; Neuneung Ratna Hayati
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.10141

Abstract

Permasalahan perilaku tidak etis menjadi tantangan dalam konteks pekerjaan frontline perbankan yang ditandai oleh tuntutan kinerja yang tinggi serta kompleksitas prosedur kerja. Kondisi tersebut berpotensi menempatkan frontline pada situasi yang memerlukan pengambilan keputusan etis dalam pelaksanaan tugas. Namun, penelitian terdahulu masih terbatas dalam menjelaskan bagaimana kompleksitas tugas memengaruhi perilaku tidak etis serta peran mekanisme regulasi diri individu dalam konteks pekerjaan frontline perbankan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompleksitas tugas terhadap perilaku tidak etis pada frontline perbankan serta menguji peran self-monitoring dalam mengkondisikan hubungan tersebut. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 156 frontline perbankan di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kompleksitas tugas, self-monitoring, dan perilaku tidak etis berada pada kategori sedang. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa kompleksitas tugas berperan dalam meningkatkan kecenderungan perilaku tidak etis. Selain itu, self-monitoring terbukti berperan dalam mengkondisikan hubungan antara kompleksitas tugas dan perilaku tidak etis dalam batas tertentu. Secara praktis, temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan perilaku etis frontline perbankan tidak hanya perlu memperhatikan karakteristik pekerjaan yang kompleks, tetapi juga kapasitas regulasi diri individu sebagai mekanisme pengendalian internal dalam menghadapi tuntutan pekerjaan.
Pengaruh Kompetensi, Public Service Motivation Dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Dalam Pengelolaan Barang Milik Negara Pada Satuan Kerja Di Wilayah Kerja Kpknl Pematangsiantar Nelli Marta Br Pangaribuan; Neuneung Ratna Hayati; Yeni Absah
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/7bnz4h81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi, public service motivation, dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) pada Satuan Kerja di wilayah kerja KPKNL Pematangsiantar. Permasalahan yang teridentifikasi meliputi BMN senilai Rp1,23 triliun yang belum ditetapkan status penggunaannya, hanya 3,28% BMN rusak berat yang ditindaklanjuti, dan tingkat pengembalian berkas sebesar 32%. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan teknik sampling jenuh, melibatkan 105 responden pegawai yang bertanggung jawab atas pengelolaan BMN pada 170 Satuan Kerja. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari aplikasi pengelolaan BMN KPKNL Pematangsiantar. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Kerangka teoritis mengintegrasikan teori human capital, goal-setting theory, dan teori kepemimpinan transformasional. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sektor publik dan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi peningkatan tata kelola BMN di tingkat operasional.