Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Self Efficacy Terhdap Kepatuhan Perawatan Diri Pada Penderita Hipertensi Andi Muthiyah A. AM; Viyan Septiyana Achmad; Isymiarni Syarif; Jukarnain Jukarnain; Titin Supriatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.1017

Abstract

This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and self-care adherence in patients with hypertension. Self-care adherence refers to an individual's compliance with medical recommendations and behaviors supporting hypertension control. The research method employed is an observational study involving participants with hypertension. Data were obtained through questionnaires measuring the level of self-efficacy and self-care adherence. Statistical analysis was conducted to identify the relationship between self-efficacy and self-care adherence. The findings of the study indicate a positive relationship between self-efficacy and self-care adherence in patients with hypertension. Individuals with strong self-efficacy are more likely to be compliant in their self-care practices, including regularly taking medication, following a healthy diet, engaging in regular exercise, and monitoring their blood pressure. These findings highlight the importance of strengthening self-efficacy in individuals with hypertension to enhance their self-care adherence. In conclusion, self-efficacy plays a significant role in self-care adherence among patients with hypertension. Enhancing self-efficacy can be an effective strategy for improving self-care adherence and controlling blood pressure in patients with hypertension
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Kemandirian Keluarga Merawat Penderita Tuberkulosis Program DOTS Isymiarni Syarif; Baso Witman Adiaksa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i1.1047

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that is still a public health problem in the world. The study aims to determine the level of independence of tuberculosis patients and families before and after the provision of health education. The research design used in this study is a pre-experimental method with one group pretest-postest design. The population of this study was all families who had family members suffering from Pulmonary Tuberculosis and were undergoing treatment ≤ 2 months, the sampling method used was purposive sampling. The results showed the effect of health education on family independence in caring for patients with Pulmonary Tuberculosis DOTS program, with a value of p = 0.005 which means p < α (0.05). It can be concluded that there is an influence of health education on the level of family independence in caring for tuberculosis patients. The results of this study, it is expected that the public health center will socialize the implementation of home care nursing, for tuberculosis patients to always take medication regularly, and future researchers are expected to use different research methods, tests, and variables as well as large samples
Effect of Therapeutic Communication on Anxiety Levels in Preoperative Patients Gustini Gustini; Isymiarni Syarif; Zusana A Sasarari; Ummul Khair; Anggeraeni Anggeraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1112

Abstract

Therapeutic communication towards decreasing anxiety levels in preoperative patients. Through a deeper understanding of the role of therapeutic communication in caring for preoperative patients, we can improve the quality of health care and patient well-being. The purpose of the study was to determine the effect of therapeutic communication on anxiety levels in preoperative patients. This research design uses quasi-experiments with the Non-Equivalent Control Group research design which in this design consists of a control group and an experimental groupThe Wilcoxon test shows that the p-value obtained is 0.001, and the Z value is -3.256. A P-value of 0.317, Mann Whitney U-Test statistical test with computerized assistance and obtained a Z value of -3.867 with Asymp Sig of 0.000It can be concluded that the provision of therapeutic communication has an effect on reducing anxiety levels in preoperative patients. Providing therapeutic communication in preoperative patients with an empathetic, informative, and supportive communication approach can have a positive effect on reducing anxiety levels in patients. By listening, providing clear information, providing emotional support, providing questioning opportunities, and teaching relaxation techniques, medical personnel can help patients feel calmer, overcome uncertainty, and feel better prepared for surgical procedures. This can contribute to patient comfort and minimize the negative impact of anxiety on the surgical process and postoperative recovery
Pemanfaatan Produk Lokal Olahan Rebon sebagai Makanan Tambahan untuk Meningkatkan Kadar IGF-1 Pada Anak Stunting Usia 24 - 60 bulan Anton, Sri Sulistyawati; Bukhari, Agussalim; Erika, Kadek Ayu; Baso, Aidah Juliaty A; Anton, Anton; Syarif, Isymiarni
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v8i1.4065

Abstract

Berbagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan sering dikaitkan dengan hormon IGF-1. Anak stunting cenderung memiliki kadar IGF-1 yang rendah. Kuantitas dan kualitas dari asupan protein memiliki efek kadar hormon IGF-1. Udang rebon adalah makanan lokal yang mengandung banyak protein dan mineral gizi. Studi quasy eksperimen ini melibatkan 88 anak stunting berusia 24 hingga 60 bulan. Sampel ini dibagi menjadi kelompok intervensi (n=44) dan kontrol (n=44). Selama sembilan puluh hari, anak-anak dalam kelompok intervensi menerima produk olahan rebon sebagai makanan tambahan. Pemeriksaan kadar serum IGF-1 dilakukan dengan metode ELISA pada hari ke 0 dan 90 pada kedua kelompok. Terdapat peningkatan rerata kadar hormon IGF-1 pada kelompok intervensi yang jauh lebih tinggi (49.25 ng/mL) dibandingkan dengan kelompok kontrol (14.82 ng/mL). Terdapat perbedaan kadar IGF-1 yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0.0001). Rebon bermanfaat untuk meningkatkan kadar IGF-1 karena mengandung nilai gizi yang baik untuk anak. Rebon sebagai pangan lokal dapat menjadi pangan alternatif dan terjangkau yang bergizi dan bermanfaat bagi anak.
Penanganan Banjir Secara Berkelanjutan pada Lingkungan Perumahan di Kecamatan Manggala Kota Makassar Rahmansah, Rahmansah; Ardi, Muhammad; Syarif, Isymiarni
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56086

Abstract

Abstrak – Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan: (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang sistem pemeliharaan drainase lingkungan perumahan yang berkelanjutan, (2) meningkatkan pengetahuan mitra tentang fungsi lahan terbuka sebagai daerah resapan air pada saat hujan yang mengakibatkan banjir, (3) meningkatkan pengetahuan mitra tentang drainase sistem resapan biopori yang dapat mengatasi banjir secara berkelanjutan, dan (4) meningkatkan keterampilan mitra menerapkan drainase sistem resapan biopori yang dapat mengatasi banjir secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanyajawab, diskusi, dan demonstrasi. Metode ceramah, tanyajawab, dan diskusi digunakan untuk memberikan penyuluhan kepada mitra tentang fungsi lahan terbuka hijau sebagai daerah resapan air, dan drainase sistem resapan biopori. Metode demontrasi digunakan untuk mendemonstrasikan perencanaan dan pembuatan drainase sistem resapan biopori. Hasil yang dicapai adalah: (1) mitra memiliki pengetahuan tentang sistem pemeliharaan drainase lingkungan perumahan yang berkelanjutan, (2) mitra memiliki pengetahuan tentang fungsi lahan terbuka sebagai daerah resapan air pada saat hujan, (3) Mitra memiliki pengetahuan tentang drainase sistem resapan biopori yang dapat mengatasi banjir secara berkelanjutan, dan (4) Mitra memiliki keterampilan menerapkan drainase sistem resapan biopori yang dapat mengatasi banjir secara berkelanjutan. Kata kunci: lingkungan perumahan, penanganan banjir, drainase resapan biopori.
Suplementasi Udang Rebon untuk Meningkatkan Kadar Zink pada Anak Stunted Sri Sulistyawati Anton; Agussalim Bukhari; Aidah Juliati A Baso; Kadek Ayu Erika; Anton Anton; Fatmah Fatmah; Isymiarni Syarif
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 1 No. 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Sisi Indonesia
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.7

Abstract

Defisiensi zink sangat berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan peningkatan risiko infeksi, terutama pada anak stunting. Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di wilayah dengan sumber daya terbatas, sering kali disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan asupan mikronutrien yang tidak memadai. Udang rebon, sebagai pangan lokal yang kaya protein dan zink, memiliki potensi sebagai intervensi gizi untuk mengatasi masalah ini. Penelitian quasi-eksperimen ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian makanan tambahan berbahan dasar udang rebon terhadap kadar zink serum pada anak stunting usia 24–60 bulan. Sebanyak 88 anak stunting dibagi secara acak menjadi dua kelompok: intervensi (n=44) dan control (n=44). Kelompok intervensi menerima makanan tambahan berbahan dasar udang rebon setiap hari selama 90 hari, sedangkan kelompok kontrol menerima plasebo. Kadar zink serum diukur pada hari ke-0 dan hari ke-90 melalui sampel darah. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar zink serum yang signifikan pada kedua kelompok (p=0.0001), namun peningkatan lebih tinggi terjadi pada kelompok intervensi (75.25±6.49) dibandingkan kelompok kontrol (72,14±6,01). Temuan ini menunjukkan bahwa suplementasi berbasis udang rebon efektif dalam meningkatkan status zink anak stunting. Sebagai pangan lokal yang bergizi, terjangkau, dan mudah diakses, udang rebon berpotensi dikembangkan sebagai strategi alternatif dalam upaya penanggulangan stunting dan defisiensi mikronutrien.
Family Health Tasks and Their Relationship with Childhood Stunting in Primary Healthcare Settings in Indonesia Isymiarni Syarif
JAKESPOL Journal of Health Policy Analysis Vol. 1 No. 1 (2026): Volume 1 Number 1 January 2026
Publisher : Lembaga Edukasi Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61099/jakespol.v1i1.194

Abstract

Introduction: Childhood stunting remains a major public health challenge in Indonesia, particularly at the primary care level. Family involvement plays a crucial role in child growth, yet empirical evidence on the relationship between family health tasks and stunting is limited. This study aimed to examine the association between family health tasks and childhood stunting in primary care settings in Indonesia. Methods: A quantitative analytical cross-sectional study was conducted among 60 families with children aged 6–59 months attending selected primary healthcare centers. Family health tasks were assessed using a structured questionnaire covering health problem recognition, decision-making, caregiving, home environment management, and healthcare utilization. Childhood stunting was determined using height-for-age z-scores based on World Health Organization growth standards. Data were analyzed using descriptive statistics and chi-square tests. Results: The prevalence of childhood stunting was 40.0%. More than half of the families demonstrated inadequate performance of family health tasks. A statistically significant association was found between family health tasks and childhood stunting, with higher stunting prevalence among children from families with inadequate task performance (p < 0.05). Conclusion: Inadequate family health task performance is associated with an increased risk of childhood stunting. Strengthening family capacity to perform essential health tasks through family-centered interventions in primary care may contribute to more effective stunting prevention strategies in Indonesia.
The Relationship Between Family Food Security and The Nutritional Status of Toddlers in Tamalate Sub-District, Makassar City Isymiarni Syarif; Suriati Lubis; Ai Nurhayati; Muntasir; Nur Agustin Mardiana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.6184

Abstract

Food security is a condition where food is sufficiently available for one's body. The magnitude of the impact caused by the lack of food security makes it necessary to pay attention to its availability because this can cause problems of malnutrition so that health status decreases. The purpose of this study was to determine the relationship between family food security and the nutritional status of toddlers in Tamalate sub-district, Makassar City. The method used is observational using the design case-control with descriptive research design using quantitative and qualitative approaches. Data collection was carried out by means of observation, interviews with mothers who have children aged 23-60 months as many as 73 toddlers. The results showed that toddlers who experienced Normal Nutrition were as many as 24 toddlers with Food Resilience, followed by Light Food Insecurity 12 toddlers with Malnutrition status with a value of 0.05 P-Value = 0.045 < 0.05 and it can be concluded that there is a relationship between food security and the nutritional status of toddlers in the Tamalate Health Center environment which is located in Kel. Pr Tambung Kec. Tamalate Makassar City. This research can then be used as information material for further related research.
Effectiveness of Sajie Care Application in Reducing Stress: A Quasi-Experimental Study Isymiarni Syarif; Hasnawati Amqam; Saidah Syamsuddin
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 02 (2026): In Press - Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001358

Abstract

This study evaluated the effectiveness of the Sajie Care mobile application in reducing stress among caregivers of individuals with schizophrenia. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was conducted with 64 caregivers in Labakkang Sub-district, South Sulawesi, Indonesia. Participants were divided into an intervention group using the Sajie Care app (n = 32) and a control group receiving leaflet-based psychoeducation (n = 32). The three-month intervention integrated stress management education, Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy, medication reminders, and peer support. Stress levels were assessed using the Indonesian version of the Perceived Stress Scale (PSS-10). The intervention group showed a significant reduction in mean stress scores from 17.84 to 13.06 (p < 0.001), while the control group showed a smaller, non-significant change (16.84 to 15.75; p = 0.070). Between-group analysis confirmed significant differences at posttest 3 (p = 0.014). These findings indicate that Sajie Care effectively reduces caregiver stress and enhances coping capacity compared to conventional psychoeducation. The study demonstrates the potential of culturally adapted mobile health interventions as accessible, sustainable tools to strengthen community-based mental health services in low-resource settings.