Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

Implementasi Pengurangan Risiko Bencana Di Sekolah Wahyu Widodo; Jazaul Ikhsan; Amin Sunarhadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.755 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.539

Abstract

Sekolah/Madrasah merupakan tempat pengembangan model pendidikan pengurangan risiko bencana(PRB) yang melibatkan partisipasi siswa sebagai hak anak dalam aktivitas manajemen satuanpendidikan aman bencana (SPAB). Pendidikan pengurangan risiko dilakukan pada dua area, yaitumitigasi dan kesiapsiagaan. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan upaya mitigasi yang meliputistruktural maupun non struktural di sekolah MBS (Muhammadiyah Boarding School) Pleret.Permasalahan mitra adalah (1) sekolah belum melakukan kajian risiko bencana di sekolah, (2) belummemahami kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, (3) belum menyusun rencana aksipenanggulangan bencana di sekolah. Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan mitigasi dankesiapsiagaan Sekolah melalui peningkatan kapasitas berbasis partisipasi. PRB di Sekolah tepatdiimplementasikan di MBS Pleret karena merupakan solusi dari permasalahan mitra sehinggadiharapkan menjadi bagian sistem pengelolaan sekolah yang berkelanjutan dan mandiri. Metode yangdigunakan berupa pelatihan/worlshop, FGD, dan survey lingkungan sekolah yang hasilnya diterapkanlangsung di sekolah.
KELEMBAGAAN KELOMPOK WANITA TANI DI DUSUN KEDUNGPOH KIDUL DESA KEDUNGPOH, NGLIPAR Sriyadi Sriyadi; Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.75 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.225

Abstract

Dusun Kedungpoh Kidul terletak di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun Kedungpoh Kidul terdiri atas 4 Rukun Tetangga,1 Rukun Warga, dan 101 Kepala Keluarga. Dusun Kedungpoh Kidul dipimpin oleh seorang kepala dukuh yang dalam membangun pedukuhannya didukung Kelompok Kegiatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (POKGIAT LPMD), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Pedukuhan (PKK Dusun), Karang Taruna, Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Posyandu Anak, Posyandu Lansia, dan Takmir Masjid. Mata pencaharian penduduk Dusun Kedungpoh Kidul sebagian besar merupakan petani, buruh, pedagang, pengrajin, dan beberapa menjadi Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan pemetaan secara partisipatif dengan masyarakat, permasalahan yang dihadapi masyarakat di Dusun Kedungpoh Kidul adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Lantip Makarti belum berfungsi secara maksimal. Solusi yang ditawarkan (1) penyuluhan pengembangan organisasi, (2) penyuluhan pembuatan pupuk kompos, (3) penyuluhan budi daya Aloe Vera, (4) penyuluhan pengolahan Aloe Vera, serta (5) penyuluhan dan pembagian bibit tanaman. Hasil pengabdian menunjukkan penyuluhan pengembangan organisasi, penyuluhan pembuatan pupuk kompos, penyuluhan budi daya Aloe Vera, penyuluhan pengolahan Aloe Vera, dan penyuluhan dan pembagian bibit tanaman terlaksana dengan baik dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Perlu pendampingan oleh pemerintah dan perguruan tinggi secara berkesinambungan demi berhasilnya program Kelompok Wanita Tani (KWT) Lantip Makarti.
PENGOLAHAN PISANG UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN WARGA DUSUN SAWAH, GUNUNG KIDUL Jazaul Ikhsan; sriyadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.796 KB) | DOI: 10.18196/ppm.38.244

Abstract

Kegiatan KKN PPM yang dilaksanakan berdasarkan diskusi dengan warga dan Kepala Dusun Sawah,Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul pada tanggal 22 Desember 2019.Dari survei terkait kondisi dan permasalahan yang dihadapi penduduk Dusun Sawah dapat dijelaskansebagai berikut. Mata pencarian mayoritas penduduk di Dusun Sawah, adalah petani, dengan hasilpertanian yang mendominasi adalah buah pisang. Selain itu, sebagian penduduk bermata pencariansebagai penjual bakwan kawi. Kendala yang dihadapi adalah rendahnya motivasi masyarakat untukmengolah pisang menjadi makanan olahan yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Selama ini, sebagianbesar penduduk hanya menjual pisang dalam bentuk bahan mentah ke pasar tradisional di sekitarKrambilsawit. Selain itu, kendala yang dihadapi oleh penduduk yang telah memproduksi makanan olahandari pisang adalah pemasaran produk olahan tersebut. Solusi permasalahan yang dihadapi adalah denganmemberikan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan motivasi dalam usaha pengolahanmakanan dari pisang. Selain dilakukan peningkatan motivasi, solusi yang diberikan adalah pendampingandalam pembuatan olahan keripik pisang dengan training pembuatan keripik aneka rasa, pengemasan, danmembantu pemasaran hasil olahan keripik pisang. Target luaran yang akan dicapai adalah meningkatkanketerampilan masyarakat dalam produktifitas makanan pisang, meningkatkan antusias dan keterampilanmasyarakat terhadap pemasaran produk makanan secara langsung maupun online.
PENINGKATAN KESELAMATAN PENGGUNA JALAN DI DUSUN KANGGOTAN, PLERET, BANTUL Jazaul Ikhsan; Sriyadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.263 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.251

Abstract

Berdasarkan letak geografis, Dusun Kanggotan yang terletak di pinggir Sungai Gadjah Wong yang bermuara di Sungai Opak memiliki Jaringan jalan yang relatif sudah baik, meskipun ada lokasi terutama lahan di pinggir sungai yang belum mendapat akses jalan. Oleh sebab itu, warga Dusun Kanggotan dengan didukung pemerintah Desa Pleret membuat jalan di sepanjang pinggiran Sungai Gadjah Wong. Lebar jalan 3meter dengan panjang 700 m dan menggunakan lapis perkerasan kaku (cor blok). Pembiayaan untuk pembangunan jalan tersebut menggunakan dana desa dan donatur. Meskipun belum selesai 100%, jalan tersebut sudah dimanfaatkan oleh warga sekitar dan pendatang untuk berwisata ke wisata “Banyu Kencono”. Oleh sebab itu, diusulkan PKM ini dalam rangka antisipasi dan peningkatan keselamatan pengguna jalan pada jalan tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan membuat pagar yang terdiri dari tiang yang terbuat dari beton dan pembatas dari besi dan pemasangan rambu lalu lintas. Hasil yang diharapkan dari PKM ini adalah terpasangnya pagar pembatas yang memisahkan antara tebing sungai dan badan jalan serta terpasangnya rambu lalu lintas, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tersebut, yang pada akhirnya dapat mengurangi terjadinya kecelakaan. Luaran PKM direncanakan akan dipublikasikan dalam bentuk publikasi di seminar nasional, artikel media massa, video laporan kegiatan dan publikasi melalui Youtube.
PKM INDUSTRI KACANG METE TAMAN MOJO DUSUN MOJOLEGI, KARANG TENGAH, IMOGIRI, BANTUL Sriyadi Sriyadi; Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.451 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.331

Abstract

Dusun Mojolegi, Desa Karangtengah, Imogiri, Bantul, terdiri dari 6 RT, 240 KK. Penduduk Dusun Mojolegi sebagian besar petani, urutan berikutnya buruh, pedagang, pengrajin dan beberapa menjadi PNS. Salah satu potensi yang dimiliki Dusun Mojolegi adalah luas perkebunan Jambu Mete yang mencapai 100 hektar. Sebagian besar petani mete menjual biji mete kepada pengrajin kacang mete. Pengrajian kacang mete di Dusun Mojolegi tergabung dalam Kelompok Industri Rumah Tangga Taman Mojo. Para pengrajin selain mengolah biji mete hasil budidaya sendiri juga mengolah biji mete hasil budidaya dari para tetangganya. Permasalahan yang dihadapi pengrajin Kacang Mete Taman Mojo adalah, (1) selama ini kacang mete yang dihasilkan hanya untuk memenuhi pesanan para konsumen saat punya hajatan atau Hari Raya Idul Fitri, dan (2) kemasan yang digunakan masih tradisonal hanya dibungkus plastik tanpa kemasan yang menarik. Solusi yang ditawarkan berupa fasilitas pembuatan kemasan yang menarik, fasilitasi penggunaan siller kemasan plastik, dan konsultasi, serta pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa fasilitasi pembuatan kemasan yang menarik dan fasilitasi penggunaan siller kemasan plastik diikuti dengan antusias oleh para pengrajin. Kepada para pengrajin diserahkan bantuan berupa 10 set platik kemasan yang menarik dan mesin siller. Perlu pendampingan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi keberhasilan pemasaran dengan penggunaan mesin siller.
Kelembagaan Kelompok Wanita Tani Di Dusun Soka Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Sriyadi Sriyadi; Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.382 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.449

Abstract

Dusun Soka terletak di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Dusun ini terdiri dari6 RT dan 300 Kepala Keluarga. Dusun Soka dipimpin oleh seorang kepala dusun yang dalammembangun pedukuhannya didukung Kelompok Kegiatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa(POKGIAT LPMD), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Pedukuhan (PKK Dusun),Karang Taruna, Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Posyandu Anak, Posyandu Lansia, danjuga Takmir Masjid. Mata pencaharian penduduk Dusun Soka, sebagian besar dari mereka merupakanpetani. Di urutan kedua perekonomian DusunSoka disokong oleh penduduk yang bermata pencahariansebagai buruh. Selebihnya penduduk Dusun Soka berprofesi sebagai wiraswasta seperti pedagang danpengrajin. Dan beberapa menjadi Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan pemetaan secara partisipatifdengan masyarakat permasalahan yang dihadapi adalah belum terdapatnya Kelompok Wanita Tanipada hal sebagian besar ibu-ibu terlibat pada usahatani. Solusi yang ditawarkan adalah pembentukanKelompok Wanita Tani (KWT) beserta fasilitasnya, pelatihan manajemen Organisasi KelompokWanita Tani beserta pendampingannya, pelatihan manajemen administrasi Organisasi KelompokWanita Tani beserta pendampingannya, pelatihan manajemen keuangan Organisasi Kelompok WanitaTani beserta pendampingannya, pelatihan pembuatan pupuk kompos beserta pendampingannya, danpembagian dan penanaman buah-buahan di pekarangan masyarakat di Dusun Soka Desa SeloharjoKecamatan Pundong Kabupaten Bantul DIY. Hasil pengabdian menunjukkan terbentuknya KelompokWanita Tani (KWT) ‘Soka Makmur”, pelatihan manajemen Organisasi, pelatihan manajemenadministrasi, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pembuatan pupuk kompos, pembagian danpenanaman buah-buahan di pekarangan masyarakat terlaksana dengan baik. Perlu pendampingan olehpemerintah dan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi berhasilnya program Kelompok WanitaTani (KWT) Soka Makmur.
Peningkatan Jalan Lingkungan Untuk Mendukung Kegiatan Ekonomi Warga RT 07 Kanggotan, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Jazaul Ikhsan; Sriyadi Sriyadi; Surya Budi Lesmana; Sri Atmadja Putra Rosyidi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.667 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.491

Abstract

Jalan merupakan salah satu kebutuhan untuk membantu bagi kelangsungan hidup manusia. Manusiamenggunakan jalan untuk sarana perhubungan dan transportasi. Keberadaan fasilitas jalan merupakanfaktor yang penting dan sangat diperlukan oleh masyarakat. Jumlah kebutuhan fasilitas jalan ini akansemakin meningkat sesuai dengan perkembangan suatu masyarakat. Kondisi ini juga terjadi di wilayahRT 07 Kanggotan, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Beberapa rumah yang ada tidak mempunyai akses jalanumum/lingkungan. Warga yang tidak mempunyai akses ada yang mempunyai usaha mebel, makanandan peternakan. Selama ini, warga yang tidak mempunyai akses jalan umum, mendapatkan jalanbantuan atas kebaikan warga yang lain. Untuk mengatasi persoalan tersebut dan antisipasi timbulnyamasalah di kemudian hari, maka dibuat jalan lingkungan baru. Metode yang dilakukan dalampembuatan jalan baru di RT 07 Kanggotan dengan metode partisipatif. Dengan adanya jalanlingkungan yang baru ini, diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan sosial dan juga bisa mendukungaktivitas perekonomian warga sekitar.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Petani Kakao Di Dusun Sendangsari, Terong, Dlingo, Bantul Jazaul Ikhsan; Sriyadi Sriyadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.752 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.494

Abstract

Pedukuhan Sendangsari berada di Desa Terong, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. WilayahPedukuhan Sendangsari terdiri dari 4 RT, dengan 243 Kepala Keluarga. Mayoritas pendudukdi Dusun Sendangsari bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Wilayah Desa Terongmerupakan salah satu desa di Kabupaten Bantul yang dikembangan menjadi sentra kakao diwilayah Kabupaten Bantul. Petani kakao sudah panen kakao 1-2 kali, dan selama ini penjualanproduk kakao dilakukan sebagai bahan mentah tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu,sehingga nilai ekonomi yang didapat tidak sesuai yang diharapkan para petani kakao. Denganmempertimbangkan permasalahan, potensi dan waktu pengabdian, maka dilakukan kegiatanuntuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan difokuskan pada “Peningkatan KapasitasPetani Kakao”. Metode yang dilakukan dengan penyuluhan, praktek, kunjungan studi bandingdan pendampingan pembuatan pendirian akte kelompok petani. Diharapkan denganpeningkatan kapasitas petani, maka produksi kakao pada sebelum panen, saat panen dan pascapanen akan lebih baik, dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup,khususnya petani dan secara umum penduduk di Dusun Sendangsari.
PENERANGAN JALAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN PENGGUNA JALAN Jazaul Ikhsan; Sriyadi Sriyadi; Hendy Dwi Cahyo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.429 KB) | DOI: 10.18196/ppm.47.704

Abstract

Warga Dusun Kanggotan membuat jalan di sepanjang pinggiran Sungai Gadjah Wong, yang menghubungkan jalan protokol yang sudah ada dengan tempat wisata “Banyu Kencono”. Letak jalan berada 0,5 m dari pinggir tanggul sungai dengan kedalaman tebing sungai bervariasi antara 3-4 m. Kondisi jalan ini akan membahayakan pengguna yang tidak hati-hati dan belum paham medan. Belum adanya penerangan jalan yang memadai juga meningkatkan resiko bahaya pada malam hari. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalan baru Dusun Kanggotan. Metode yang digunakan adalah dengan peningkatan penerangan di sepanjang jalan baru ini. Dari program ini, lampu penerangan jalan sejumlah 20 titik berhasil dipasang sepanjang 300 m berhasil dipasang. Untuk mengefisienkan penggunaan listrik, maka saklar lampu penerangan jalan dilakukan terpusat dan dengan menggunakan saklar otomatis. Saklar ini bekerja dengan berdasarkan set waktu, dari jam 17.30 sore sampai 05.30 pagi. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tersebut, mengurangi terjadinya kecelakaan, serta meningkatkan daya tarik wisata di Dusun Kanggotan dan sekitarnya. Berdasarkan pengamatan secara visual, sejak adanya penerangan jalan ini, maka intensitas pengguna jalan mengalami peningkatan terutama di malam hari dan keselamatan pengguna jalan terjaga. Dengan adanya lampu penerangan jalan ini, disimpulkan bahwa penggunaan jalan dan keamanan pengguna jalan dapat dotingkatkan, terutama pada waktu malam hari.
PENGUATAN KELEMBAGAAN SOSIAL MASYARAKAT DI ERA PANDEMI Sriyadi Sriyadi; Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.617 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.747

Abstract

Desa Pendowoharjo merupakan bagian integral dari wilayah Kabupaten Bantul yang terdiri dari 75 (tujuh puluh lima) desa. Desa Pendowoharjo memiliki luas wilayah 6.980,170 Ha yang secara administratif Pemerintahan terbagi dalam 16 (enam belas ) Pedukuhan dan 94 RT. Di Desa Pendowoharjo banyak masyarakat atau warganya yang usaha di bidang kuliner. Salah satunya usaha kecil bidang kuliner dengan nama “Bertambul”. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil “Bertambul” adalah masih kurang menyediakan protokol kesehatan Covid 19. Tujuan dari pengabdian ini diantaranya (1). Penyuluhan dan diskusi pentingnya protokol kesehatan Covid 19, (2). Memfasilitasi pengadaan tempat cuci tangan (wastafel), dan (3). Memfasilitasi banner. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini (1). diskusi, kegiatan ini dilakukan dengan diskusi tentang pentingnya banner penunjuk usaha dan wastafel protokol kesehatan Covid 19, dan (2). demonstrasi dan praktek. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa fasilitasi pentingnya protokol kesehatan Covid 19 bagi usaha mikro kecil dan menengah “Bertambul”, fasilitasi pengadaan tempat cuci tangan (wastafel), dan fasilitasi mendesain dan memasang banner diikuti dengan antusias oleh pengrajin. Kepada pengrajin diserahkan bantuan berupa tempat cuci tangan (wastafel) 2 unit dan banner 2 unit. Perlu pendampingan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi keberhasilan dan berkembangnya UMKM Bertambul.