Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hasil Belajar Seni Budaya Materi Pokok Musik Ansambel Melalui Model Pembelajaran PMPDR Suhaeni, Suhaeni
Jurnal Dieksis ID Vol. 1 No. 2 (2021): July - December 2021
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.1.2.2021.76

Abstract

Berbagai permasalahan masih terus muncul dalam proses pembelajaran seni budaya di setiap satuan pendidikan termasuk di SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa. Salah satu permasahan yang mendasar adalah siswa tidak mampu mempraktekkan teori belajar Seni budaya khususnya materi pokok musik ansambel. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX A SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa dalam pembelajaran Seni budaya melalui penerapan model PMPDR. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX A SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa dengan jumlah siswa 35 orang yang terdiri dari 22 orang siswa perempuan dan 13 orang siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dilakukan 2 kali pertemuan dan siklus II juga dilakukan 2 kali pertemuan, yang dilakukan selama 2 bulan. Hasilnya peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran PMPDR ini adalah (i) Hasil belajar siswa Kelas IX A SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa pada siklus I (Tindakan I dan Tindakan II), masuk dalam kategori tinggi dengan jumlah nilai rata-rata 69,50 sedangkan pada siklus II (Tindakan I dan Tindakan II), mengalami kemajuan dengan kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 79,50 (ii) Terdapat peningkatan hasil belajar siswa Kelas IX A SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa melalui penerapan model pembelajaran PMPDR, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sehubungan dengan hasil di atas, maka dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran ini dinilai cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Seni budaya karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam mempraktekkan Musik ansambel
Inovasi Rumah Burung Hantu Plus (Rubuha +) untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Padi Andi Safitri Sacita; Suhaeni, Suhaeni; Erni Firdamayanti; Yusri, Yusri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.494

Abstract

Serangan hama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas pertanian. Serangan hama dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan penurunan produksi hingga ancaman gagal panen. Inovasi rumah burung hantu plus (Rubuha+) diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan dan pengendalian hama pada tanaman padi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pattedong Selatan, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini yaitu kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1. Selain kelompok tani, juga terlibat aparat desa, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang bertugas di wilayah Ponrang Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu observasi, sosialisasi, penerapan inovasi Rubuha+, dan evaluasi program. Kegiatan observasi dilakukan dengan kunjungan ke lapangan dan diskusi dengan mitra terkait permasalahan yang dihadapi. Salah satu permasalahan petani yaitu tingginya serangan hama utamanya tikus sawah, wereng dan penggerek batang. Permasalahan ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi dan BIMTEK pembuatan inovasi Rubuha+ sebagai salah satu solusi untuk pengendalian hama pada tanaman padi. Rubuha + yang telah dibuat kemudian dipasang pada lahan sawah yang dijadikan demoplot. Tahapan akhir yaitu evaluasi dan keberlanjutan program untuk mengukur efektivitas teknologi yang diterapkan. Selama pelaksanaan kegiatan, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1 sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Begitu pula Kepala Desa Pattedong Selatan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar ke petani khususnya dalam membantu menekan serangan hama. Diharapkan program ini dapat berperan dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
PENERAPAN URBAN FARMING BERBASIS CIRCULAR ECONOMY DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA Suhaeni, Suhaeni; Wicaksana, Indrajit; Rahayu, Yayu Sri; Supriadi, Devie Rienzani; Khamid, Miftakhul Bakhrir Rozaq; Rianti, Winda
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.67316

Abstract

Karawang Regency has undergone a significant transformation from an agrarian area into an industrial center, resulting in a reduction of agricultural land. This condition highlights the need for environmentally friendly urban agriculture practices, one of which is the implementation of urban farming based on a circular economy approach. This community service program was carried out in August 2025 in Sukaluyu Village, Karawang Regency, in collaboration with a women’s household group as the main partner. The program aimed to improve the skills and awareness of the community, particularly women, in processing household waste into compost fertilizer to support urban farming practices. The implementation methods included compost-making training, hands-on practice assistance, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in the participants’ understanding of the circular economy concept, the benefits of urban farming, and composting techniques, as reflected in the increase in evaluation scores from 60–72% in the pre-test to 83–87% in the post-test. In addition, participants were able to independently practice compost production using household waste, providing an alternative source of organic fertilizer that can be utilized in urban farming activities. In conclusion, the implementation of urban farming based on the circular economy proved effective in enhancing community capacity and encouraging more sustainable household environmental managementKabupaten Karawang mengalami perubahan signifikan dari daerah agraris menjadi pusat industri yang berdampak pada berkurangnya lahan pertanian. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pertanian perkotaan yang ramah lingkungan, salah satunya melalui penerapan urban farming berbasis circular economy. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 di Kelurahan Sukaluyu, Kabupaten Karawang, dengan mitra utama kelompok ibu-ibu rumah tangga. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu di Kelurahan Sukaluyu, dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos untuk mendukung praktik urban farming. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan pembuatan kompos, pendampingan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai konsep circular economy, manfaat urban farming, dan teknik pembuatan kompos, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor evaluasi dari 60–72% pada pre-test menjadi 83–87% pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan pembuatan kompos secara mandiri dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, sehingga memiliki alternatif sumber pupuk organik yang dapat digunakan dalam kegiatan urban farming. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penerapan urban farming berbasis circular economy terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong perilaku pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.