Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DARI KANVAS KE SEJARAH KOTA: STRATEGI, HAMBATAN, DAN FAKTOR PENUNJANG PELUKIS DALAM PENCIPTAAN LUKISAN POTRET WALIKOTA MAKASSAR KOLEKSI MUSEUM KOTA MAKASSAR Muhammad Suyudi; Muhammad Syafruddin Akmal
EDUKASI Vol 24 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v24i1.12048

Abstract

This paper is an attempt to analyze portrait paintings of Makassar mayors over time, created by several Makassar artists, currently in the collection of the Makassar City Museum. The research identifies strategies employed by the painters in visualizing mayoral portraits, analyzes inhibiting factors they encountered, and examines supporting factors that can be optimally utilized in the painting process. The research methodology uses a qualitative approach through field observation, in-depth interviews, and documentation. Data collection techniques include interview guides, observation sheets, and documentation studies involving 27 realist painters in Makassar City. The results show that the main strategies of the painters include: multi-source reference studies, utilization of photo restoration technology (Remini and Topaz), and intensive collaboration with subjects’ families and evaluation teams. The most significant inhibiting factors are poor quality reference photos, minimal historical information, and limited working time. Supporting factors include the availability of data from subjects’ families, the painters’ extensive experience, and digital technology support. These findings provide a methodological contribution to the development of realistic portrait art practices based on historical documentation in Indonesia.
Efektivitas Dan Tantangan Pedagogis Gamifikasi Di Sekolah Dasar Muhammad Ilham S; Amri Amal; Arwin Arif; Erniyanti Erniyanti; Muhammad Suyudi; Abdul Hakim; Farida Febriati
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan tantangan pedagogis gamifikasi dalam pembelajaran di sekolah dasar melalui pendekatan systematic literature Review. Metode penelitian mengacu pada pedoman PRISMA 2020 dengan menganalisis 30 artikel terpilih yang dipublikasikan pada periode 2021 hingga 2025 dari basis data Scopus dan Google Scholar. Data dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi secara konsisten meningkatkan keterlibatan siswa serta berdampak positif terhadap hasil belajar dan keterampilan kognitif. Keterlibatan siswa berperan sebagai mekanisme kunci yang memediasi efektivitas gamifikasi. Keberhasilan implementasi ditentukan oleh kualitas desain instruksional, kompetensi pedagogi digital guru, serta kesesuaian dengan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, kendala infrastruktur, dan risiko implementasi yang bersifat superfisial. Studi ini menegaskan bahwa efektivitas gamifikasi bersifat kontekstual dan bergantung pada interaksi antara desain, pedagogi, dan lingkungan belajar.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP SENIMAN PERTUNJUKAN DI KOTA MAKASSAR SETELAH MASA PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DIERA PANDEMI COVID 19 Muhammad Suyudi; Hajrah Hasani; Romansyah Sahabuddin; Basri Bado
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.77581

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar terhadap industri seni pertunjukan, khususnya di Kota Makassar, dimana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan berhentinya aktivitas seni secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh seniman pertunjukan setelah berakhirnya masa PSBB. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada sejumlah seniman di Makassar. Hasil menunjukkan bahwa seniman mengadopsi berbagai cara adaptasi, seperti mengalihkan pertunjukan ke platform digital dan media sosial, melakukan kolaborasi lintas bidang seni dan komunitas, serta meningkatkan keterampilan teknis dan pemasaran digital. Selain itu, dukungan jaringan sosial dan komunitas seni menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan karya seni. Strategi diversifikasi ini membantu seniman untuk mengatasi keterbatasan ruang fisik dan audience yang berkurang secara langsung akibat dampak pandemi. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas, inovasi teknologi, dan solidaritas komunitas merupakan kunci penting dalam menjaga kelangsungan seni pertunjukan di era pasca pandemi. Temuan ini memberikan kontribusi tidak hanya untuk pengembangan seni pertunjukan di Makassar, tetapi juga sebagai referensi bagi pembuat kebijakan dan pelaku seni dalam menghadapi situasi krisis serupa di masa depan
Drawing Beyond Technique: Persepsi Calon Guru Pendidikan Seni Rupa Terhadap Aktivitas Menggambar Dalam Perspektif Neurosains Kognitif Muhammad Suyudi; Muhammad Syafruddin Akmal
CILPA Vol 11 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v11i2.22610

Abstract

Abstrak Menggambar tidak hanya merupakan keterampilan artistik, tetapi juga aktivitas kognitif kompleks yang melibatkan integrasi sistem visual, motorik, emosional, dan fungsi eksekutif otak. Namun, calon guru pendidikan seni rupa seringkali masih memandang menggambar sebagai aktivitas teknis semata, dengan pemahaman terbatas terhadap dimensi kognitif dan neurosainsnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi calon guru pendidikan seni rupa terhadap aktivitas menggambar dalam perspektif neurosains kognitif serta mengkaji implikasi pedagogisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan subjek mahasiswa program pendidikan seni rupa. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif-tematik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi data empiris persepsi dengan kerangka neurosains kognitif dalam pendidikan seni rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% responden memiliki persepsi positif terhadap fungsi kognitif aktivitas menggambar. Sebanyak 70% responden menilai menggambar efektif sebagai metode pembelajaran, namun hanya 50% yang menggunakannya secara rutin. Selain itu, lebih dari 85% responden mengakui fungsi menggambar dalam regulasi emosi dan sekitar 90% menyatakan bahwa aktivitas menggambar mendukung kreativitas. Temuan tersebut menunjukkan bahwa persepsi positif calon guru masih lebih banyak didasarkan pada pengalaman praktis dibandingkan pemahaman konseptual mengenai neurosains kognitif. Persepsi tersebut sejalan dengan temuan penelitian neurosains yang melaporkan bahwa aktivitas menggambar melibatkan kordinasi berbagai area otak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pemahaman calon guru terhadap dasar kognitif dan neural dari aktivitas menggambar sangat penting untuk mengoptimalkan praktik pembelajaran seni rupa. Abstract Drawing is not only an artistic skill, but also a complex cognitive activity that involves the integration of the visual, motor, emotional, and executive systems of the brain. However, aspiring art education teachers often still view drawing as a purely technical activity, with a limited understanding of its cognitive and neuroscientific dimensions. This study aims to analyze the perception of prospective fine arts education teachers towards drawing activities from the perspective of cognitive neuroscience and examine its pedagogical implications. This study uses a mixed-method approach with the subjects of students of the art education program. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive-thematic analysis. The novelty of this research lies in the integration of empirical data of perception with the framework of cognitive neuroscience in fine arts education. The results showed that more than 80% of respondents had a positive perception of the cognitive function of drawing activities. As many as 70% of respondents consider drawing effective as a learning method, but only 50% use it regularly. In addition, more than 85% of respondents acknowledged the function of drawing in the regulation of emotions and about 90% stated that drawing activities support creativity. The findings show that the positive perception of prospective teachers is still based more on practical experience than on conceptual understanding of cognitive neuroscience. This perception is in line with the findings of neuroscience research that reports that drawing activities involve the coordination of different areas of the brain. This study concludes that strengthening the understanding of prospective teachers on the cognitive and neural basis of drawing activities is very important to optimize fine arts learning practices
PEMBELAJARAN TARI KREASI MELATIH KETERAMPILAN MENARI SISWA SMPN 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Heriyati Yatim; Syakhruni Syakhruni; Johar Linda; Muhammad Suyudi; Buyung Pardamean
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84883

Abstract

Pelatihan tari ini adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian, observasi dan wawancara terhadap siswa SMP Neg 4 Gowa, Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan nilai tambah siswa secara signifikan dimana mereka memiliki kemampuan mengekspresikan diri melalui gerak tari yang aspiratif dan kreatif, disamping itu siswa diharapkan punya karya tari kreasi melalui kolaborasi dengan memadukan sentuhan budaya kearifan lokal yang terintegrasi ke dalam tari kreasi. Melalui pelatihan ini diharapkan siswa lebih berkompeten dalam  pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif dan aspiratif, khususnya bagaimana siswa dapat berkarya untuk pengembangan seni tari. Selain itu khasanah ilmu pengetahuan pendidikan dimana seni tari memiliki peran penting dalam perkembangan motorik pengetahuan, kognitif, sosial, dan emosional siswa SMP, disamping  sebagai  wujud  transformasi  ilmu dalam mencipta karya seni tari terhadap diri siswa pada mata Pelajaran seni budaya.  Dalam konteks dan realitas ini maka peran pelatihan  seni tari bagi siswa merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kreativitas pendidik, sehingga dapat menciptakan banyak karya yang signifikan  baik dalam memahami aspirasi serta   suasana kebhatinan siswa   dalam metode proses pembelajaran langsung  yang indah dan  menyenangkan juga  ketercapaian sasaran pelatihan melalui transformasi ilmu dengan pengintegrasian nilai-nilai budaya kearifan lokal ke dalam seni tari kreasi budaya lokal. Proses pembelajaran dan pelatihan  yang meliputi  pelaksanaan sosialisasi, penerapan teknolog informasi, pendampingan dan evaluasi serta program yang berkelanjutan menunjukan hasil  bahwa, pembelajaran seni tari adalah upaya peningkatan kreativitas siswa  yang pembelajarannya dapat menyenangkan dan tidak menjemukan. Siswa mendapatkan kemerdekaan untuk mengembangkan daya imajinasi dan pribadinya  sehingga  gampang menyerap dan memainkan dengan baik  sebuah karya seni tari secara kreatif , aspiratif,  mandiri dan inovatif.   Workshop ini juga  menyoroti peran pentingnya  sekolah dalam merespons dan menindaklanjuti program pelatihan selanjutnya, mengingat bahwa nilai-nilai budaya tradisional khususnya melalui pengembangan seni tari dan semacamnya guna revitalisasi, validasi serta pelestarian warisan sejarah untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten Gowa.