Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Penggunaan Bacillus Subtilis Untuk Stabilisasi Tanah Bekas Tambang Emas E. Andrew N. Sinambela; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah dalam ilmu teknik sipil adalah merupakan tindakan atau usaha yang dilakukan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Metode stabilisasi tanah adalah menambahkan material lain dan yang paling umum adalah metode mekanis dengan cara memadatkan lapisan tanah dengan alat berat, dengan kepadatan maksimum akan mengghasilkan daya dukung maksimum. Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan bahan mikroorganisme sebagai bahan tambah dalam proses stabilisasi tanah juga semakin diminati dan semakin ramah lingkungan yang umum disebut biogrouting atau bio-remediasi tanah. Stabilitas tanah bekas tambang hasil stabilisasi dengan penambahan bahan bakteri Bacillus Subtilis dalam penelitian ini menunjukkan nilai kepadatan maksimum tanah asli tanpa bahan tambahan = 1.947 t/m2 dan kepadatan maksimum tanah asli dengan bahan tambahan adalah = 1.950 t/m2 (waktu peram 0 hari), = 1.961 t/m2 (waktu peram 7 hari) serta = 1.978 t/m2 (waktu peram 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri Bacillus Subtilis dalam proses stabilisasi tanah bekas tambang adalah berpengaruh terhadap stabilitas tanah. Kata kunci: stabilisasi, bakteri Bacillus Subtilis, kepadatan maksimum
Desain Sumur Resapan Untuk Mengurangi Genangan Di Kelurahan Tingkulu Kota Manado Sherina P. Monding; Roski R. I. Legrans; Isri R. Manganka
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi dan pembangunan yang cepat telah mengakibatkan penurunan resorpsi air hujan karena pengerasan permukaan, memperlambat pembekuan air hujan dan memicu aliran permukaan yang melebihi kapasitas drainase, menyebabkan genangan yang mengganggu aktivitas warga di Kelurahan Tingkulu Lingkungan 7, Kota Manado, juga dengan pengaruh penggunaan konsep drainase konvensional yang sering mengakibatkan dampak negatif seperti banjir, kekeringan, dan longsor. Dengan penerapan pembangunan saluran Eko-Drainase melalui metode infiltrasi atau pembangunan Sumur Resapan Air Hujan, menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan limpasan hujan dengan memperlambat aliran air dan mengoptimalkan resapan air. Maka dari itu diperlukan nilai Debit Rencana untuk perancangan dimensi Sumur Resapan. Dalam perhitungan Debit Rencana, menggunakan data curah hujan selama 10 tahun terakhir (2011-2020) yang telah diolah melalui analisis hidrologi yang kemudian menjadi nilai intensitas hujan dengan lama durasi 2 jam, yang kemudian dilanjutkan dalam perhitungan Debit Rencana menggunakan Metode Rasional. Kemudian dilanjutkan dengan analisis debit yang ditampung sumur resapan dengan kedalaman sumur direncanakan untuk mendapatkan debit yang ditampung, menggunakan rumus H = Q / ωπrK. Dari hasil perhitungan diperoleh Debit Rencana untuk periode ulang 2 tahun sebesar 0.08019 m³/detik, dengan kedalaman sumur rencana yaitu 2 meter dan diameter sumur 1.2 meter dengan konstruksi sumur yang direncanakan adalah konstruksi tipe II dalam SNI 8456:2017. Dan dilanjutkan dengan perhitungan sumur resapan didapatkan hasil bahwa untuk area 1 unit rumah dengan luasan atap 175m² dapat dibangun 2 buah sumur resapan dan juga melalui analisis topografi dan tata guna lahan didapatkan sebanyak 9 unit sumur resapan dapat dibangun di wilayah Lingkungan 7. Dengan dibangunnya sumur resapan, terjadi pengurangan debit limpasan sebanyak 2.4% untuk keseluruhan wilayah Lingkungan 7. Tidak semua area dalam lingkup wilayah Lingkungan 7 memungkinkan untuk pembangunan sumur resapan. Kata kunci: eko-drainase, debit rencana, sumur resapan
Pemanfaatan Air Sungai Malalayang Untuk Kebutuhan Air Baku Setelah Melalui Proses Pengolahan Dengan Eco-Enzyme Putri Dellisa Kadarin; Roski R. I. Legrans; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.53587

Abstract

Air sungai merupakan air permukaan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Pencemaran pada air sungai dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pembuangan limbah industri dan limbah domestik. Air sungai Malalayang di Kelurahan Bahu diduga tercemar karena limbah domestik yang dibuang langsung ke badan sungai, sehingga dapat menurunkan kualitas air dan terjadi pencemaran. Pengelolaan kualitas air sungai dapat dilakukan dengan penggunaan Eco-Enzyme. Eco-Enzyme merupakan ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan kulit buah dengan substrat gula merah/molase dan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan cairan Eco-Enzyme dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan TSS pada air sungai. Penelitian dilakukan dengan pemberian Eco-Enzyme pada air sungai masing-masing 1000 mL dengan konsentrasi Eco-Enzyme yang digunakan 0%, 2,5% dan 5% dalam 3 kali pengulangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan analisa statistik berupa uji korelasi dan analisis keragamanan (ANOVA). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan dengan Eco-Enzyme berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar BOD, COD, dan TSS pada air sungai (Fhitung>F.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Eco-Enzyme yang berasal dari bahan organic meningkatkan nilai BOD, COD dan TSS pada air sungai yang merupakan air permukaan. Kata kunci: Eco-Enzyme, air sungai, BOD, COD, TSS
Analisis Daya Dukung Fondasi Tiang Bor Kelompok Pada Pekerjaan Transmisi Line 150 kV PLTS Terapung PT. PJB Masdar Solar Energi Fahreza Gobel; Roski R. I. Legrans; Jack H. Ticoh
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53825

Abstract

PLTS Terapung Cirata memiliki transmisi line 150 kV yang menggunakan fondasi tiang bor kelompok untuk memikul beban konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya dukung aksial, kapasitas uplift, daya dukung lateral, dan penurunan tiang bor kelompok pada konstruksi transmisi line 150 kV. Data tanah yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa data hasil uji SPT yang diperoleh dari PT PMSE.. Tahap analisis menggunakan metode analitik dengan panjang fondasi tiang bor adalah 8,5 m serta variasi diameter tiang yaitu 0,4 m, 0,6 m, dan 0,8 m. Jumlah tiang dalam satu kelompok adalah 4 (empat) tiang. Analisis daya dukung aksial tiang bor kelompok menggunakan metode Reese & O`Neill (1988) untuk tanah lempung dan metode Reese & Wright (1977) untuk tanah pasir. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung ultimit pada fondasi tiang bor dengan diameter 0,4 m, 0,6 m, dan 0,8 m masing-masing adalah 6372 kN, 10347 kN, dan 14848 kN. Diperoleh juga kapasitas uplift tiang bor kelompok ultimit pada masing-masing variasi diameter yakni 2624 kN (D = 0,4 m), 4109 kN (D = 0,6 m), dan 5710 kN (D = 0,8 m). Untuk analisis daya dukung lateral tiang bor kelompok menggunakan metode Reese & Matlock dengan defleksi izin sebesar 12 mm. Daya dukung lateral tiang bor kelompok ultimit yang diperoleh yaitu 509 kN (D = 0,4 m), 973 kN (D = 0,6 m) dan 1541 kN (D = 0,8 m). Penurunan yang terjadi pada tiang bor kelompok dianalisis dengan menggunakan metode Vesic (1977 dan 1970), Meyerhof (1976), dan software Settle3D. Penurunan maksimum yang terjadi pada fondasi tiang bor kelompok adalah 33 mm (D = 0,4 m), 49 mm (D = 0,6 m) dan 66 mm (D = 0,8 m). Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa pada diameter tiang bor terkecil yakni 0.4 m dan panjang tiang 8.5 m dengan jumlah tiang sebanyak 4 (empat) tiang per kelompok, fondasi tiang bor kelompok dapat memikul beban aksial dan beban lateral akibat konstruksi transmisi line dengan nilai factor keamanan > 2.5. Kata kunci: tiang bor kelompok, daya dukung, transmisi line, uplift, penurunan
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tumumpa Kota Manado Yulita A. Kalendesang; Roski R. I. Legrans; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54450

Abstract

Abstrak Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi pusat kegiatan jual beli ikan dari nelayan setempat. Sebagai pusat aktivitas ekonomi di sektor perikanan, limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan pelelangan ikan termasuk TPI Tumumpa dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Untuk itu dilakukan pemeriksaan parameter kualitas air limbah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Industri Pengolahan Hasil Perikanan, yakni TSS (Total Suspended Solid), COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan minyak dan lemak. Hasil uji laboratorium diperoleh nilai sebagai berikut: TSS sebesar 29.5 mg/L, BOD sebesar 636 mg/L dan COD sebesar 1300 mg/L, minyak dan lemak 0.5 mg/L. Hasil ini mendorong untuk dilakukan perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPI Tumumpa. Analisis terhadap produksi limbah per hari menunjukkan bahwa IPAL memiliki kapasitas rencana sebesar 26.96 m3/hari. Dengan menggunakan teknologi pengolahan berupa Biofilter Aerobik dengan Adsorpsi Karbon Aktif, diperoleh hasil effluent dari efisiensi removal pada parameter TSS sebesar 0.361375 mg/L, BOD sebesar 3.1164 mg/L, dan COD sebesar 19.11 mg/L. Total luas lahan rencana yang dibutuhkan pada perencanaan IPAL adalah 45.59 m2, dengan panjang bangunan unit pengolahan 14.5 m dan lebar 8.31 m. Kata kunci: limbah cair, IPAL, Biofilter Aerob, adsorpsi karbon aktif, TPI Tumumpa
Analisis Pengaruh Kebisingan Akibat Aktifitas Pesawat Pada Bandar Udara Sam Ratulangi Manado Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Di Sekolah Intan Warisanti; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54720

Abstract

Proses pembelajaran pada umumya adalah proses penyaluran informasi dari pengajar ke pelajar, dimana proses tersebut membutuhkan konsentrasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan akibat aktivitas pesawat Bandara Sam Ratulangi Manado yang terjadi di SD Inpres 01 Paniki Bawah, SD Inpres Mapanget Barat, dan SD GMIM 54 Lapangan yang jaraknya terbilang dekat dengan Bandara. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kebisingan akibat aktivitas pesawat di SD Inpres 01 Paniki Bawah yang berjarak 5,4 km dari bandara yaitu 70,9 dB(A), SD Inpres Mapanget Barat yang berjarak 650 m dari bandara yaitu 69,2 dB(A) dan SD GMIM 54 Lapangan yang berjarak 400 m dari bandara yaitu 64,5 dB(A). Berdasarkan hasil uji Regresi pada One-Way ANOVA menggunakan Software SPSS v.15.0 didapatkan bahwa nilai pengaruh kebisingan pesawat terhadap konsentrasi siswa SD Inpres 01 Paniki Bawah sebesar 0.3%, SD Inpres Mapanget Barat sebesar 1.8% dan SD GMIM 54 Lapangan sebesar 1.6%. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari Uji One-Way ANOVA maka dapat disimpulkan bahwa kebisingan akibat aktivias pesawat Bandara Sam Ratulangi masih bisa di toleransi untuk siswa di Sekolah Dasar. Kata kunci: pengaruh kebisingan, konsentrasi belajar, Bandar Udara Sam Ratulangi, One-Way ANOVA, Sound Level Meter
Analisis Kestabilan Embankment Pada Storage Facility Pyrite Concentrate PT. Freeport Indonesia Risa M. Wantalangie; Roski R. I. Legrans; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.55079

Abstract

Embankment pada tempat penyimpanan (storage facility) tailing PT Freeport Indonesia merupakan embankment tipe urugan yang akan dibangun diluar aliran Sungai (off stream). Tempat penyimpanan tailing yang disebut Pyrite Concentrate (PCON) memiliki embankment tinggi sebesar 23.7 m dan lebar alas sebesar 156.2 m. Berdasarkan geometrik, embankment pada tempat penyimpanan ini termasuk dalam kategori bendungan besar (large dam) sehingga memerlukan analisis kestabilan untuk menghindari terjadinya kegagalan yang mungkin dapat terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kestabilan embankment terhadap daya dukung tanah, penurunan, rembesan, dan stabilitas lereng. Metode analisis yang digunakan adalah metode analitik dan numerik yang mengacu pada SNI 8460:2017, dan menggunakan data hasil uji SPT (Standard Penetration Test), serta data geometrik embankment yang diperoleh dari PT Freeport Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung tanah terhadap embankment menggunakan metode Terzaghi (1943) menghasilkan Faktor keamanan sebesar 30.45 pada kondisi jangka panjang, dan 1.68 pada kondisi jangka pendek. Hasil analisis penurunan menunjukkan bahwa penurunan terbesar adalah 124 mm. Hasil analisis rembesan menunjukkan jumlah debit rembesan lebih besar pada kondisi embankment tanpa core yaitu 0.00015966. Hasil analisis stabilitas lereng pada beberapa kondisi menunjukkan bahwa nilai Faktor keamanan lebih kecil pada kondisi embankment tanpa core baik pada kondisi statis dan dinamis. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan secara bertahap dapat disimpulkan bahwa embankment pada storage facility pyrite concentrate PT Freeport Indonesia memiliki kestabilan yang aman terhadap daya dukung, penurunan, rembesan, dan stabilitas lereng. Kata kunci: embankment, core, large dam, daya dukung tanah, penurunan, rembesan, stabilitas lereng
Analisis Kualitas Udara Pada Instalasi Rawat Inap Anak Rumah Sakit Tk. II R. W Monginsidi Manado Menurut Standar Bangunan Hijau Grace A. Astawa; Roski R. I. Legrans; Aristotulus E. Tungka
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencemaran udara dalam ruang yaitu konsentrasi partikulat dalam ruang berupa PM 2,5 dan PM 10 menggunakan alat Haz Dust EPAM 5000, pada fasilitas umum yakni bangunan rumah sakit. Hasil analisis akan memberikan rekomendasi penerapan bangunan gedung hijau, khususnya komponen bangunan yang berhubungan dengan kualitas udara sesuai dengan PERMENPUPR No. 21 tahun 2021. Bangunan rumah sakit yang menjadi objek penelitian ini RS. Tk II R. W. Monginsidi Manado, pada instalasi rawat inap anak. Hasil pengukuran partikulat menunjukkan bahwa terdapat lima ruangan di instalasi rawat inap anak yang memiliki konsentarsi PM 2,5 dan PM 10 melewati ambang batas menurut PERMENKES 02 tahun 2023, dimana ambang batas untuk PM 2,5 adalah < 25μg/m3 sedangkan untuk PM 10 kategori aman < 70-150 μg/m3 dan kategori tidak aman > 70-150 μg/m3. Ruangan-ruangan tersebut adalah kelas III B (56,76μg/m3) kelas I B (50,43μg/m3), kelas III A (41,54μg/m3), kelas II B (40,88μg/m3) dan kelas II B (43,77μg/m3). Hasil analisis ini memberikan rekomendasi bagi pihak rumah sakit untuk memperbaiki sistem pertukaran udara yang ada pada tiap-tiap ruangan agar kualitas udara dalam ruang tetap terjaga. Sistem pertukaran udara Bangunan Gedung Hijau dan kesesuaian bentuk bangunan untuk mendapatkan kualitas udara yang memenuhi baku mutu pada RS. Tk. II R. W. Monginsid mengacu pada PERMEN PUPR No.21 tahun 2021. Standar ventilasi yang baik untuk ruangan instalasi rawat anal RS. Tk. II R. W. Monginsidi mengacu pada SNI 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi Dan Pengkondisian Udara Pada Bangunan Gedung. Kata kunci: rumah sakit, bangunan gedung hijau, kualitas udara, partikulat PM 2,5, partikulat PM 10
Penggunaan Geopolymer Berbahan Dasar Abu Terbang (Fly Ash) Untuk Meningkatkan Kuat Geser Tanah Gilbert G. G. Sengkey; Roski R. I. Legrans; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56158

Abstract

Pemanfaatan abu terbang sebagai bahan dasar geopolymer menjadi material substitusi parsial semen pada konstruksi beton telah banyak diteliti, dalam berbagai komposisi dan perilaku campuran untuk meningkatkan kekuatan beton. Berbagai penelitian telah menyimpulkan bahwa geopolymer telah berhasil meningkatkan kuat tekan beton. Penelitian ini memanfaatkan geopolymer untuk meningkatkan kuat geser niralir (undrained shear strength) tanah, dengan abu terbang sebagai bahan dasar geopolymer dan alkali aktivator yang terdiri dari Sodium Hidroksida (NaOH) 12M dan Sodium Silikat (Na2SiO3), dengan perbandingan 5:2. Perbandingan bahan penyusun geopolymer alkali aktivator dan abu terbang adalah 3:4. Rancangan percobaan penambahan geopolymer pada tanah menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yakni i) tanah asli tanpa penambahan geopolymer (0%); ii) tanah asli dengan penambahan geopolymer 5%; iii) tanah asli dengan penambahan geopolymer 10%; iv) tanah asli dengan penambahan geopolymer 15% dan v) tanah asli dengan penambahan 20% geopolymer. Pengaruh penambahan geopolymer untuk meningkatkan kuat geser dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA). Hasil uji laboratorium untuk menentukan sifat indeks tanah menunjukkan bahwa jenis tanah yang digunakan dalam penelitian adalah tanah non-plastis (NP), memiliki berat jenis sebesar 2.68, kadar air tanah asli sebesar 34% dan berdasarkan klasifikasi USCS adalah tanah pasir bergradasi buruk (SP). Hasil uji tekan bebas menunjukkan peningkatan kuat geser dari 0.045 kg/cm² (0%) menjadi:0.12 kg/cm² (5%), 0.14 kg/cm² (10%), 0.28 kg/cm² (15%) dan 0.48 kg/cm² (20%). Hasil analisis keragaman (ANOVA) menunjukan  bahwa penambahan geopolymer berpengaruh secara sangat signifikan (p<0.01) terhadap peningkatan kuat geser niralir, serta memiliki korelasi yang sangat kuat (r2=0.93). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan geopolymer berbahan dasar abu terbang dengan alkali aktivator dari Sodium Hidroksida (NaOH) 12M dan Sodium Silikat (Na2SiO3), dapat meningkatkan kuat geser niralir pada tanah pasir bergradasi buruk.   Kata kunci: kuat geser, abu terbang, geopolymer, alkali aktivator, tanah pasir bergradasi buruk
Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Rakit Dan Fondasi Sumuran Pada Konstruksi Gedung Kuliah Jurusan Farmasi FMIPA UNSRAT Inggrid A. Ering; Roski R. I. Legrans; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56218

Abstract

Konstruksi gedung kuliah Jurusan Farmasi FMIPA UNSRAT direncanakan menggunakan fondasi sumuran sebagai konstruksi fondasi gedung. Artikel ini berisi analisis kapasitas dukung fondasi sumuran dan fondasi rakit, dimana fondasi rakit dipilih sebagai alternatif konstruksi fondasi. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa hasil analisis pembebanan menggunakan perangkat lunak CSi ETABS, data parameter tanah yang diperoleh melalui korelasi terhadap hasil uji sondir dan data gambar konstruksi gedung kuliah. Tahap analisis diawali dengan i) menentukan jenis lapisan tanah dan parameter tanah melalui korelasi; ii) analisis kapasitas dukung fondasi rakit menggunakan metode Meyerhof pada kondisi undrained dan drained; iii) analisis penurunan penurunan fondasi rakit menggunakan metode elastis; iv) analisis kapasitas dukung aksial fondasi sumuran menggunakan metode λ dan metode Coyle-Castello untuk tahanan selimut masing-masing pada lapisan lempung dan lapisan pasir, dan tahanan ujung yang menggunakan metode Meyerhof; v) analisis penurunan fondasi sumuran; dan vi) analisis kapasitas dukung lateral menggunakan metode Brooms dan defleksi menggunakan metode Matlock dan Reese. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, fondasi rakit maupun fondasi sumuran sama-sama memenuhi syarat faktor keamanan terhadap kapasitas dukung fondasi (FK ≥ 3), batas penurunan yang diizinkan (≤ 25 mm) dan batas deformasi lateral fondasi sumuran yang diizinkan (≤ 12 mm). Kata kunci: fondasi rakit, fondasi sumuran, daya dukung, penurunan, deformasi lateral