Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lahan Basah (Wetland) Terhadap Kualitas Air Di Sungai Toubeke Kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa Kristoffel R. P. Kapoh; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57829

Abstract

Lahan basah (wetland) adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Lahan basah merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem lainnya. Sungai Toubeke di kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa diindikasikan telah mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas pembuangan limbah cair domestik dan pertanian. Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya: air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya. Terkait vitalnya peranan lahan basah (wetland) terhadap kelangsungan ekosistem dan kualitas air oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lahan basah (wetland) terhadap kualitas air sungai berdasarkan kriteria mutu air menurut peraturan pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan mengusulkan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Toubeke yang perlu dilaksanakan. Parameter yang menjadi fokus analisis pada penelitian ini adalah BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengujian laboratorium menunjukan angka yang bervariasi pada setiap parameter uji, tapi secara garis besar hasil yang diperoleh berdasarkan 2 (dua) titik sampel yang di ambil sebelum dan sesudah melewati lahan basah (wetland) masih memenuhi kriteria mutu air kelas III menurut PP Nomor 22 Tahun 2021. Rencana strategi pengendalian pencemaran nutrient pada sungai toubeke dilakukan dengan analisis SWOT (strength, weaknesses, oppourtunities dan threats) yang didalamnya terdapat langkah untuk melakukan restorasi dan perlindungan lasah basah, kemudian revegetasi hidrofit pada lahan basah dan fitoremidiasi tanaman hidrofit untuk kelansungan lasah basah yang ada. Kata kunci: lahan basah, sungai, kualitas air, pengendalian pencemaran air
Analisis Kadar Total Suspeded Solid (TSS) Dan Ferrum (Fe) Di Bendungan Kuwil Dea M. B. Ering; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57844

Abstract

Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan proyek bendungan strategis nasional yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Bendungan ini memiliki fungsi utama untuk pengendalian banjir dan penyediaan air baku di Kota Manado dan sekitarnya dan sebagai penyedia energi listrik tenaga mikrohidro yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sebelum Bendungan, Area Bendungan dan Sesudah Bendungan Kuwil berdasarkan kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Ferrum (Fe). Kemudian data hasil pengujian kualitas air dari masing-masing parameter dibandingkan dengan nilai baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Ferrum (Fe) masih memenuhi baku mutu. Hasil perbandingan kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Ferrum (Fe) Sebelum, Area dan Sesudah Bendungan Kuwil menunjukkan terjadinya kenaikan dan penurunan. Bendungan Kuwil memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas air. Namun kualitas air mengalami penurunan setelah menuju aliran titik pengambilan sampel selanjutnya. Kata kunci: Bendungan Kuwil, kualitas air sungai, kadar TSS, kadar Fe
Analisis Kualitas Air Sungai Tondano Di Hulu Dan Hilir Bendungan Kuwil Kawangkoan Athalia P. P. Markus; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57851

Abstract

Sungai Tondano merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Sulawesi Utara, yang memiliki peran penting sebagai sumber air bagi keperluan domestik, irigasi, dan industri. Sungai ini mengalir melalui Bendungan Kuwil Kawangkoan, yang berfungsi untuk mengendalikan banjir, menyediakan air baku, dan menghasilkan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Tondano di tiga titik, yaitu di hulu, area bendungan, dan hilir Bendungan Kuwil Kawangkoan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), dan Total Suspended Solid (TSS) untuk menentukan perubahan kualitas air di lokasi-lokasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di hilir mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan hulu, terutama pada parameter BOD dan TSS. Namun, nilai COD tetap rendah di seluruh titik, menunjukkan rendahnya polutan kimia. Berdasarkan hasil ini, strategi pengelolaan kualitas air direkomendasikan, termasuk pengendalian pencemaran dari limbah domestik dan industri serta pemantauan kualitas air secara berkelanjutan. Kata kunci: Bendungan Kuwil Kawangkoan, kualitas air sungai, BOD, COD, DO, TSS
Analisis Kestabilan Lereng Timbunan Dengan Sistem GRS Pasca Longsor Pada SPAM Ratahan, Tosuraya Barat, Kab. Minahasa Tenggara Gilang P. R. Sineke; Roski R. I. Legrans; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67972

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kegagalan lereng pada lokasi SPAM Ratahan, Kelurahan Tosuraya Barat, Kabupaten Minahasa Tenggara, yang ditandai dengan longsoran tanah, perubahan geometri lereng, serta kondisi tanah yang tidak stabil. Kondisi tersebut menyebabkan lereng tidak memenuhi kriteria stabilitas geoteknik dan berpotensi membahayakan infrastruktur di sekitarnya, sehingga diperlukan perencanaan teknis yang tepat untuk mencegah keruntuhan ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan lereng pasca longsor serta merancang timbunan dengan sistem Geosynthetic Reinforced Soil (GRS) guna meningkatkan stabilitas lereng. Metode penelitian meliputi analisis stabilitas lereng eksisting menggunakan metode Bishop Simplified dengan perangkat lunak Slide 6.0, serta back analysis untuk memperoleh parameter kuat geser tanah pada kondisi kritis. Data yang digunakan berasal dari observasi lapangan, hasil uji Cone Penetration Test (CPT/sondir), geometri lereng, dan parameter tanah hasil korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng eksisting memiliki faktor keamanan sebesar 2,711, sedangkan melalui back analysis diperoleh sudut geser dalam tanah sebesar 34,04° pada kondisi kritis (FK ≈ 1). Perancangan timbunan dengan sistem GRS menghasilkan peningkatan stabilitas dengan geometri tinggi 13 m, lebar bawah 18,4993 m, lebar atas 6,917 m, dan kemiringan 42°. Faktor keamanan geser rotasional meningkat dari 0,621 menjadi 3,437, daya dukung tanah meningkat dari 4,68 menjadi 7,749, serta stabilitas eksternal memenuhi kriteria dengan FK guling 7,837 dan FK geser 3,557. Analisis global menunjukkan FK sebesar 1,856, sedangkan analisis dengan PLAXIS 2D menghasilkan deformasi 0,05832 m dengan FK 1,830. Dengan demikian, sistem perkuatan GRS terbukti efektif dalam meningkatkan kestabilan lereng secara menyeluruh dan dapat dijadikan solusi rehabilitasi pasca longsor pada lokasi SPAM Ratahan. Kata kunci: stabilitas lereng, Geosynthetic Reinforced Soil, back analysis, faktor keamanan, PLAXIS 2D
Perancangan Tiang Granular Pada Timbunan Tanah Di Preservasi Ruas Jalan Piramid-Tiom Km 54+200, Kab. Lanny Jaya, Provinsi Papua Arzhi D. Maggie; Alva N. Sarajar; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67996

Abstract

Tanah lunak dengan daya dukung rendah sering menjadi permasalahan utama dalam proyek konstruksi, karena dapat menimbulkan penurunan berlebihan maupun keruntuhan yang mengancam stabilitas dan keamanan struktur. Salah satu solusi yang efektif untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui perbaikan tanah dengan metode tiang granular. Metode ini dilakukan dengan menambahkan material granular ke dalam endapan tanah lunak sehingga terbentuk elemen perkuatan yang mampu meningkatkan kapasitas dukung dan mengurangi deformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan tiang granular dalam meningkatkan daya dukung tanah serta mengurangi penurunan pada ruas jalan Piramid-Tiom km 54+200 Kab. Lanny jaya, Provinsi Papua dengan dasar tanah lunak. Analisis dilakukan menggunakan data hasil uji Standard Penetration Test (N-SPT) dan desain konstruksi yang telah direncanakan. Perhitungan meliputi evaluasi daya dukung dan penurunan tanah sebelum dan sesudah pemasangan tiang granular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tiang granular mampu meningkatkan daya dukung tanah secara signifikan, dengan nilai peningkatan mencapai 543,905 dibandingkan kondisi sebelum 361,527. Selain itu, penurunan tanah dapat dikurangi dengan selisih antara 0,003–0,015 meter, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja struktur jalan di atas tanah lunak. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan tiang granular merupakan metode perbaikan tanah yang efektif dan dapat diandalkan dalam meningkatkan stabilitas serta mengurangi risiko deformasi pada konstruksi di atas tanah lunak. Kata kunci: perbaikan tanah, tiang granular, daya dukung, penurunan, jalan Piramid-Tiom
Analisis Efektivitas Pengolahan Air Baku Untuk Meningkatkan Kualitas Air Bersih Di IPA Lotta Kecamatan Pineleng Lomo Adymanggina; Roski R. I. Legrans; Aristotulus E. Tungka
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas bertujuan untuk menilai tingkat keberhasilan proses pengolahan air baku dalam menurunkan konsentrasi parameter kualitas air agar memenuhi standar yang ditetapkan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lotta yang berlokasi di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas proses pengolahan air berdasarkan perbandingan kualitas air sebelum (inlet) dan sesudah pengolahan (outlet), serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar kualitas air yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan di IPA Lotta secara umum efektif dalam meningkatkan kualitas air, meskipun tidak semua parameter mengalami penurunan konsentrasi di outlet. Beberapa parameter, seperti TDS, suhu, besi, nitrit, dan nitrat, justru mengalami peningkatan. Selain itu, parameter kimia kromium terlarut (Cr) masih menunjukkan konsentrasi yang melebihi standar baku mutu yang ditetapkan. Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber serta faktor penyebab tingginya kadar kromium dalam air olahan. Selain itu, hasil pengamatan menunjukkan bahwa unit koagulasi-flokulasi belum beroperasi secara optimal, sehingga unit filtrasi menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas air yang telah diolah. Salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan untuk mendukung proses pengolahan adalah penggunaan media sarang tawon di unit filtrasi sebagai media filtrasi tambahan. Namun, penerapan media ini masih berupa rekomendasi dan belum diuji secara langsung dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai alat evaluasi dan referensi untuk pengembangan sistem pengolahan air yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: efektivitas, pengolahan air, kualitas air, filtrasi, sarang tawon
Evaluasi Kinerja Digitalisasi Sistem Permit to Work (PTW) Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Keselamatan Kerja Di Pertamina Geothermal Energi Area Lahendong Feby Y. Kudadiri; Roski R. I. Legrans; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68178

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama untuk mencegah kecelakaan kerja khusunya pada industri dengan tingkat risiko tinggi. Dengan kemajuan teknologi, digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) menjadi inovasi yang mengubah manajemen pengendalian risiko melalui proses perizinan kerja yang lebih efisien, terstruktur, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) di PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada 32 responden yang terlibat langsung dalam proses digitalisasi sistem Permit to Work (PTW). Hasil menunjukkan bahwa kinerj digitalisasi sistem Permit to Work (PTW) dengan rata-rata 2,12, dan termasuk dalam kategori cukup baik. Temuan tersebut mengidentifikasikan bahwa sistem Permit to Work (PTW) mendukung dalam proses pengelolaan izin kerja, tetapi belum beroperasi secara optimal. Kendala yang ditemukan meliputi, kurangnya pemahaman karyawan terhadap prosedur digitalisasi, keterlambatan dalam proses otentikasi dan persetujuan digital, pelatihan pengguna yang tidak memadai, serta akses terbatas ke jaringan internet di area operasional. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan akuntabilitas keselamatan kerja melalui digitalisasi PTW memerlukan dukungan teknologi, kompetensi pengguna, dan infrastruktur yang memadai agar implementasi sistem dapat berjalan secara optimal. Kata kunci: akuntabilitas, Digitalisasi Sistem PTW, evaluasi kinerja, keselamatan kerja, permit to work