Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan Informal Dalam Pencegahan Pandemi Covid-19 Di Desa Nyogan Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi Yelianti, Upik; Fitri, Amelia Dwi; Mulawarman, Mulawarman; Zulfanety, Zulfanety
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.585 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11556

Abstract

Dusun Sugandi Desa Nyogan merupakan suatu kawasan transosial yang didominasi oleh Suku Anak Dalam (SAD) dengan luasan sekitar 7.872 km2 dengan jumlah pendudukan sekitar 3.390 jiwa. Di dusun Sugandi ini terdapat satu sekolah dasar yaitu SDN 238/IX dengan siswa yang umumnya berasal dari Suku Anak Dalam (SAD), dengan jumlah siswa sekitar 96 orang siswa, 6 orang guru honorer dan 1 kepala sekolah (PNS). Akses jalan ke sekolah ini tidak baik, jika hari hujan lebat maka jalan dan halaman sekolah menjadi tergenang. Di masa pandemic covid-19, sekolah hanya buka setiap hari Sabtu, dan siswa hanya belajar dari rumah dan didampingi oleh orang tuanya. Rendahnya motivasi belajar siswa dan kurang nya pengetahuan orang tua merupakan kendala yang sangat penting untuk dicarikan solusinya. Tim PPM Universitas Jambi telah melakukan kegiatan pendampingan dengan metode PRA (Participatory Rural Apraisal) dengan melibatkan guru, siswa dan orang tua murid dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Tahapan kegiatan yang sudah dilakukan adalah: 1) Peningkatan motivasi siswa SDN 238/IX Sugandi dalam pembelajaran, 2) Pendampingan dalam pelaksanaan pembelajaran Aktif, 3) Sosialisasi dan demonstrasi menjaga kesehatan mulut, gigi, gerakan cuci tangan dan jaga jarak dalam pencegahan penularan virus corona dimasa pandemic, dan 4) Pengelolaan pekarangan sekolah sebagai kebun Toga yang ditanami sayuran, obat dan buah sebagai upaya untuk mencegah penularan covid-19, serta 5) Pemberian bantuan bibit, makanan sehat dan vitamin. Kegiatan ini disambut baik oleh khalayak sasaran terlihat dari antusiasme guru, siswa, dan orang tua dalam mengikuti kegiatan ini. Diharapkan kegiatan PPM ini dilanjutkan dengan materi yang lebih komprehensif agar masyarakat merasakan manfaatnya.
Protein Insufficiency Among First-Trimester Pregnant Women in Jambi, Indonesia Herlambang, Herlambang; Puspasari, Anggelia; Maharani, Citra; Enis, Rina Nofri; Fitri, Amelia Dwi; Kusdiyah, Erny; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
Althea Medical Journal Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n2.4044

Abstract

Background: Insufficient protein intake or specific patterns of plasma amino acid levels during pregnancy has been associated with adverse maternal and neonatal outcomes. Studies in non-pregnant women have reported an association between protein intake and amino acid levels, however, data in pregnant women remain limited. Jambi, a region rich in freshwater fish, has a traditional dishes based on fish, which may affect maternal protein adequacy. This study aimed to assess protein sufficiency intake, plasma essential amino acid levels, and the relationship between fish consumption and protein intake among first-trimester pregnant women. Methods: A cross-sectional study was conducted in 2022 involving pregnant women at 9-16 weeks of gestation in Jambi, Indonesia, selected through purposive sampling. Protein intake and fish consumption data were collected using Food Frequency Questionnaires. Plasma essential amino acid levels were measured using Liquid Chromatography-Mass Spectrometry. Bivariate analyses were performed using Mann-Whitney and Chi-square tests.Results: Among 30 participants, 23.3% had insufficient protein intake and had lower plasma essential amino acid levels. Lysine levels showed a statistically significant difference between groups (p=0.010). Women with adequate protein intake reported significant higher fish consumption, particularly of freshwater fish (p=0.033).Conclusion: Adequate protein intake during early pregnancy is related to higher plasma essential amino acid levels. Consumption of local freshwater fish contributes to maintaining sufficient protein intake. These findings emphasize the importance of integrating healthy dietary patterns and locally sourced nutrient-rich foods into prenatal care to support maternal wellness and long-term health outcomes.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJATDISMENORE PADA MAHASISWI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI Harahap, Asro Hayani; Octaviani, Jelica; Kusdiyah, Erny; Tan, Esa Indah Ayudia; Fitri, Amelia Dwi; Herlambang, Herlambang
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 1 No. 2 (2021): Scientific of Envitonmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.639 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v2i1.13747

Abstract

ABSTRACT Background : Dismenorrhea is the most common gynecological complaint experienced by adolescents and women who are in their early adulthood. Dismenorrhea can affect a woman's quality of life during reproductive times, such as loss of employment opportunities, disrupting learning activities in school and disrupting family life. One of the causes often associated with dismenorrhea is the Body Mass Index (BMI). Abnormal BMI can cause pain in menstruation or dismenorrhea. Objective : Knowing the relationship of Body Mass Index (BMI) with the degree of dismenorrhea in medical students FKIK University of Jambi. Method : This research uses cross sectional design. The population in this study was medical student of FKIK University of Jambi class of 2018 and 2019. The number of samples in this study was 104 and taken random sampling, by distributing questionnaires in the form of google form to respondents. Result : The results showed that there is a relationship of Body Mass Index (BMI) with the degree of dismenorrhea obtained p-value = 0.000. Obtained underweight BMI data and suffered a mild dismenorrhea - while as many as 19 people (24.67%), who experienced severe dismenorrhea as many as 2 people (7.41%). For overweight BMI and mild dismenorrhea - moderate as many as 9 people (11.69%), who experienced severe dismenorrhea as many as 17 people (62.96%). For normal BMI and mild dismenorrhea - moderate as many as 49 people (63.64%), who experienced severe dismenorrhea as many as 8 people (29.63%). Conclusion: There is a relationship between Body Mass Index (BMI) and degree of dismenorrhea. Keywords: Body Mass Index, Dismenorhea ABSTRAK Latar Belakang : Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang paling sering dialami oleh remaja dan perempuan yang menginjak usia dewasa muda. Dismenore dapat mempengaruhi kualitas hidup perempuan selama masa reproduktif, seperti kehilangan kesempatan kerja, mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan mengganggu kehidupan keluarga. Salah satu penyebab yang sering dihubungkan dengan dismenore adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang tidak normal dapat menyebabkan nyeri pada menstruasi atau dismenore. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore pada mahasiswi kedokteran FKIK Universitas Jambi. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi kedokteran FKIK Universitas Jambi angkatan 2018 dan 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 104 dan dimbil secara random sampling, dengan membagikan kuesioner berupa google form pada responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore diperoleh nilai p-value = 0,000. Didapatkan data IMT underweight dan mengalami dismenore ringan - sedang sebanyak 19 orang (24,67%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 2 orang (7,41%). Untuk IMT overweight dan mengalami dismenore ringan – sedang sebanyak 9 orang (11,69%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 17 orang (62,96%). Untuk IMT normal dan mengalami dismenore ringan - sedang sebanyak 49 orang (63,64%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 8 orang (29,63%). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore. Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Derajat Dismenore
COMMUNITY-BASED INTERVENTION MODEL FOR PREECLAMPSIA PREVENTION THROUGH RIVER FISH CONSUMPTION AND PERIODIC MATERNAL-FETAL MONITORING IN TAHTUL YAMAN, JAMBI Herlambang, Herlambang; Fitri, Amelia Dwi; Puspasari, Anggelia; Kusdiyah, Erny; Enis, Rina Nofri; Maharani, Citra; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Aurora, Wahyu Indah Dewi; Hasmita, Debby
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication (In Progress)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia is a leading cause of maternal and perinatal complications. Preventive strategies based on local food resources offer a sustainable approach aligned with the Sustainable Development Goals. This study describes a community-based intervention integrating nutrition, health education, and periodic monitoring among pregnant women in the Puskesmas Tahtul Yaman area, located along the riverside in Jambi. The intervention applied the Health Belief Model to enhance perceived benefits and reduce barriers, the Theory of Planned Behavior to strengthen attitudes and behavioral control, and Knowles’ Adult Learning Theory for contextual learning. Activities were conducted in two phases. In the first phase (gestational age 26–28 weeks, trimester 2), pregnant women attended sessions on preeclampsia and safe fish consumption, supported by cooking demonstrations using nutrient-dense river fish. They received fish-based meals twice weekly for six weeks. Maternal health was monitored through blood pressure, weight gain, and symptoms, while fetal well-being was assessed by ultrasonography. The second phase, eight weeks later (trimester 3), repeated maternal examination and ultrasonography for follow-up of pregnancy. None of the participants developed hypertension, fetal growth matched gestational age, and mothers showed improved knowledge of preeclampsia and its prevention, particularly through fish consumption. This community-driven model demonstrates the effectiveness of combining local nutrition, adult learning strategies, and regular maternal-fetal monitoring. It highlights a feasible, culturally sensitive, and sustainable approach to strengthen maternal health and prevent preeclampsia in resource-limited settings. Keywords:; community-based intervention; Health Belief Model; maternal health; preeclampsia prevention; river fish consumption
KNOWLEDGE TO PRACTICE: ENHANCING POSYANDU CADRES’ COMPETENCE IN METABOLIC SYNDROME SCREENING AND EDUCATION Puspasari, Anggelia; Maharani, Citra; Syauqy, Ahmad; Fitri, Amelia Dwi; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Enis, Rina Nofri; Kusdiyah, Erny; Delfira, Annissa; Hasmita, Debby; Amatullah, Afifah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication (In Progress)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metabolic syndrome (MS) is a growing public health problem, characterized by central obesity, high blood sugar levels, increased blood pressure, and lipid profile disorders that can increase the risk of cardiovascular disease. This community service activity was carried out to strengthen the competence of Posyandu cadres in the Tahtul Yaman Community Health Center (Puskesmas) work area in Jambi City in conducting early detection and providing education about MS. The program was implemented through three main stages: module development, module-based training, and direct mentoring in the field. The training module was designed by integrating the Health Belief Model (HBM) approach and andragogy principles, so that the learning process was more participatory and oriented towards the cadres' real-life experiences. A total of 15 cadres from nine Posyandus actively participated in this activity. Evaluation was carried out through pre- and post-tests to assess knowledge gains, and the Direct Observation of Procedural Skills (DOPS) method to measure practical skills. The results showed a significant increase in knowledge scores, with the pass rate increasing from 73.33% to 100% after the training. Cadres were able to implement screening procedures according to standards and explain the examination results well. However, the communication-education aspect still needs strengthening to make health messages more easily accepted by the public. Overall, this program has proven effective in increasing the capacity of Posyandu cadres as the frontline of promotive and preventive health services at the community level.
STRENGTHENING HEALTH CADRES THROUGH STRUCTURED TRAINING FOR COMMUNITY-BASED OBESITY SCREENING Maharani, Citra; Puspasari, Anggelia; Syauqy, Ahmad; Fitri, Amelia Dwi; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Perkasa, Tengku Arief Buana; Hasmita, Debby
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication (In Progress)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is a major risk factors for non-communicable diseases, and its prevalence continues to increase in Indonesia. Community Health Centers, as primary healthcare providers, play a crucial role in obesity prevention through the empowerment of local health cadres. This community service aimed to enhance cadres’ knowledge and skills in early obesity detection. The program was implemented through a structured training consisting of material delivery and hands-on anthropometric measurement sessions, followed by field visits to Posyandu to evaluate cadres’ practical skills in performing anthropometric assessments. A total of 15 Posyandu cadres from the working area of Tahtul Yaman Community Health Center participated in this activity. The results showed a significant increase in knowledge, with median scores rising from 90 (range 50–100) in the pre-test to 100 (range 80–100) in the post-test (p = 0.007). The proportion of cadres achieving the passing score also increased from 53.3% to 100% (p = 0.006). Field observations indicated that most cadres were able to perform anthropometric examinations independently and in accordance with standard procedures. These findings suggest that structured training combined with practical field reinforcement may contribute to improving cadres’ competencies, thereby supporting their role in sustainable, community-based obesity prevention efforts. Keywords: Obesity screening; Health cadres; Anthropometry; Community health center.
Improving The Knowledge and Skills of Posyandu Cadres Regarding Diabetes Mellitus: An Efforts to Strengthen Primary Service Integration at the Tahtul Yaman Community Health Centre, Jambi City Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Enis, Rina Nofri; Maharani, Citra; Fitri, Amelia Dwi; Perkasa, Tengku Arief Buana; Amatullah, Afifah; Hasmita, Debby
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 2 (2025): MEDIC. Medical dedication (In Progress)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a significant public health challenge, with a rapidly increasing burden in Indonesia. Community health cadres (kader) are crucial for community-level prevention, yet many possess limited knowledge regarding DM management and prevention. This community engagement program aimed to enhance the knowledge, attitudes, and practices (KAP) of health cadres within the Tahtul Yaman Primary Health Center area in Jambi City, focusing on diabetes prevention and control. This program utilized a participatory action research approach involving 15 active community health cadres. The intervention, conducted between August and September 2025, consisted of structured training modules, interactive lectures, Focus Group Discussions (FGDs), skill-based simulations (including glucometer use), and the distribution of educational toolkits. A pre-test/post-test design was used to evaluate changes in knowledge, with data analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Qualitative data were gathered through reflection sessions and one-month post-training field observations. Participants showed a statistically significant improvement in knowledge regarding diabetes prevention and management. The median knowledge score increased from 60 (IQR 40–80) at pre-test to 80 (IQR 40–90) at post-test (p = 0.009). Qualitative findings revealed positive shifts in cadres’ attitudes and increased self-efficacy in communicating health information. Key themes identified included knowledge empowerment and enhanced readiness for community engagement. Follow-up observations confirmed that cadres successfully applied their new skills, such as conducting risk screenings and health education, during community Posyandu ILP sessions. A structured, participatory, and context-sensitive training program effectively enhanced the knowledge, attitudes, and practical skills of community health cadres in DM prevention. Empowering cadres through continuous mentorship and integrating such programs into local health systems offers a sustainable and scalable strategy to strengthen community resilience and advance chronic disease management. Keywords: Diabetes melitus, community health cadres, health education empowerment, non-communicable diseases primary health care. ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan beban yang meningkat pesat di Indonesia. Kader kesehatan masyarakat (kader) memegang peran penting dalam pencegahan di tingkat masyarakat, namun banyak yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manajemen dan pencegahan DM. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) kader kesehatan di wilayah Puskesmas Tahtul Yaman, Kota Jambi, dengan fokus pada pencegahan dan pengendalian diabetes. Program ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipatif yang melibatkan 15 kader aktif. Intervensi, yang dilaksanakan antara Agustus dan September 2025, meliputi modul pelatihan terstruktur, ceramah interaktif, Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), simulasi berbasis keterampilan (termasuk penggunaan glukometer), serta pendistribusian paket alat edukasi. Desain pre-test/post-test digunakan untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon tanda berpasangan. Data kualitatif dikumpulkan melalui sesi refleksi dan observasi lapangan satu bulan pasca-pelatihan. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik; skor median pengetahuan meningkat dari 60 (IQR 40–80) pada pre-test menjadi 80 (IQR 40–90) pada post-test (p = 0.009). Temuan kualitatif mengungkapkan perubahan sikap yang positif dan peningkatan efikasi diri kader dalam menyampaikan informasi kesehatan. Tema kunci yang muncul meliputi pemberdayaan pengetahuan dan kesiapan yang meningkat untuk keterlibatan masyarakat. Observasi tindak lanjut mengonfirmasi bahwa kader berhasil menerapkan keterampilan baru, seperti melakukan skrining risiko dan penyuluhan kesehatan, selama sesi Posyandu ILP di masyarakat. Program pelatihan yang terstruktur, partisipatif, dan sensitif terhadap konteks secara efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan praktis kader kesehatan masyarakat dalam pencegahan DM. Memberdayakan kader melalui pendampingan berkelanjutan dan mengintegrasikan program semacam ini ke dalam sistem kesehatan lokal menawarkan strategi yang berkelanjutan dan dapat diskalakan untuk memperkuat ketahanan komunitas dan memajukan pengelolaan penyakit kronis Kata kunci: Diabetes melitus, kader kesehatan masyarakat, pemberdayaan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan primer untuk penyakit tidak menular
KONTAMINASI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA SAYURAN KUBIS DAN SELADA DI PASAR TRADISIONAL KOTA JAMBI Putri, Ulfadiya; Hanina, Hanina; Fitri, Amelia Dwi
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 1 No. 1 (2021): Scientific of Envitonmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.116 KB) | DOI: 10.22437/esehad.v1i1.10766

Abstract

ABSTRACT The transmission of Soil Transmited Helminths (STH) can occur by contaminated food of infective egg. The types of food most often contaminated such as cabbage and lettuce. This study aimed to find the contamination of STH eggs and identified the eggs type which contaminated in the traditional market of Jambi city. This study was a descriptive research which were done at Biomedical Laboratory of the Faculty of Medicine and Health Sciences of the University of Jambi on July-August 2018. Samples taken from three traditional market in the Jambi city that is Talang Banjar, Angso Duo, and Simpang Pulai market. Vegetable samples consisted of 9 cabbage and 9 lettuce from each market. Fifty gram samples were examined by the sedimentation method. There were STH eggs on 16 (29.6%) vegetable samples. The type of STH eggs which contaminated lettuce were Ascaris lumbricoides 6 (37.50%) samples, Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura 3 (18.75%) samples, Hookworm 2 samples (12.50%), and Trichuris trichiura 1 sample (6.25%). The type of STH eggs which contaminated cabbage were Ascaris lumbricoides 2 (12.50%) samples, Trichuris trichiura 1 (6.25%) sample, and Hookworm 1 (6.25%) sample. There were STH contamination on cabbage and lattuce in the traditional market in Jambi city. Key word: Soil Transmitted Helminths, contamination, infection ABSTRAK Penularan infeksi Soil Transmited Helminths (STH) dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi telur cacing. Jenis makanan yang paling sering terkontaminasi diantaranya adalah kubis dan selada. Penelitian ini bertujuan menemukan kontaminasi telur STH dan mengidentifikasi jenis telur cacing yang mengontaminasi sayur kubis dan selada di pasar tradisional Kota Jambi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi pada bulan Juli–Agustus 2018. Sampel sayuran diambil dari tiga pasar tradisional di Kota Jambi yaitu, pasar Talang Banjar, Angso Duo dan Simpang Pulai. Sampel sayuran terdiri atas 9 kubis dan 9 selada dari setiap pasar. Sebanyak 50 gram sampel diperiksa dengan metode sedimentasi. Hasilnya ditemukan telur STH pada 16 (29,6%) sampel sayuran. Pada sayur selada jenis telur yang mengkontaminasi yaitu Ascaris lumbricoides pada 6 (37,50%) sampel, campuran Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura pada 3 (18,75%) sampel, cacing tambang pada 2 (12,50%) sampel, dan Trichuris trichiura pada 1 (6,25%) sampel. Sedangkan pada sayur kubis jenis telur yang mengkontaminasi yaitu Ascaris lumbricoides pada 2 (12,50%) sampel, Trichuris trichiura pada 1 (6,25%) sampel, dan Cacing tambang pada 1 (6,25%) sampel. Terdapat kontaminasi STH pada sayur kubis dan selada di pasar tradisional kota Jambi. Kata kunci: Soil Transmitted Helminths, kontaminasi, infeksi