Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

GAMBARAN KADAR VITAMIN D PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA JAMBI; UPAYA AWAL PENGEMBANGAN MODEL KEBIJAKAN KESEHATAN REPRODUKSI Herlambang Herlambang; Nyimas Natasha Ayu Safira; Amelia Dwi Fitri; Anggelia Puspasari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Deficiency and insufficiency of Vitamin D associated with reproductive associated illness in women. Previous studies reported increasing prevalence of preeclampsia, premature labor, intrauterine growth restriction and infertility in women who have deficiency and insufficiency of Vitamin D. Vitamin D plasma measurement does not perform as routine test in Indonesia, including Jambi province. Although Indonesia is tropical country that have glimpse of sunshine all year around but epidemiology study reported high prevalence of Vitamin D deficiency and insufficiency. Furthermore, we conduct Vitamin D screening in women in reproductive age as early step for develop policy associated with reproductive health. This program recruited 24 reproductive age women that getting explanation about objective and procedure will be performed. Demographic data and blood vein sample for Vitamin D measurement was taken. The author collaborated with Mitra Hospital and PRODIA laboratories for this program. Result of this screening showed all the participants have deficient and insufficient of Vitamin D plasma level, no one has normal Vitamin D plasma level. According to that result we suggested screening Vitamin D performed as routine screening for women in reproductive age and assessment of this caused of this phenomenon. Keyword: Vitamin D, Reproductive age women, reproductive health. ABSTRAK Kadar Vitamin D dibawah normal dikaitkan dengan gangguan kesehatan reproduksi pada wanita usia subur (WUS). Studi terdahulu menunjukkan peningkatan prevalensi preeklampsia, kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat dan infertilitas pada WUS dengan insufisiensi dan defisiensi Vitamin D. Kadar Vitamin D bukan merupakan skrining rutin yang dikerjakan dilayanan kesehatan di Indonesia termasuk di Kota Jambi. Studi epidemiologi terdahulu menunjukkan meskipun Indonesia merupakan negara dengan sinar matahari sepanjang tahun, akan tetapi prevalensi defisiensi Vitamin masih tinggi. Sehingga pengabdian ini melakukan pemeriksaan kadar Vitamin D pada WUS sebagai upaya awal pengembangan model kebijakan kesehatan reproduksi. Sebanyak 24 orang WUS yang telah mendapatkan penjelasan tentang rangkaian kegiatan pengabdian setuju untuk mengikuti pengabdian ini. Data demografi dasar dan sampel darah vena untuk pemeriksaan kadar Vitamin D diambil pada kegiatan ini. Tim bekerjasama dengan RS Mitra dan laboratorium PRODIA terkait dengan pelaksanaan kegiatan dimasa COVID-19. Hasil pemeriksaan Vitamin D didapatkan kadar Vitamin D plasma dalam kategori insufisien dan defisien, tidak ada yang memiliki kadar plasma Vitamin D normal. Terkait hasil tersebut ,hendaknya skrining Vitamin D dapat dijadikan program pelayanan kesehatan rutin dan dilaksanakan kajian menyeluruh menegnai hal tersebut untuk mendukung intervensi lebih lanjut. Katakunci: Vitamin D, Wanita Usia Subur, Kesehatan Reproduksi
HARGA DIRI MANTAN PECANDU NARKOBA YANG BEKERJA DI PUSAT REHABILITASI “X” JAMBI: THE SELF-ESTEEM OF EX-DRUG ADDICTS WORKING AT THE “X” REHABILITATION CENTER IN JAMBI Tira Nalvianti Rahmi; Siti Raudhoh; Amelia Dwi Fitri
Jurnal Psikologi Jambi Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Psikologi Jambi
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpj.v7i2.12635

Abstract

Introduction: Ex-drug addicts might potentially experience a relapse. Previous research had found that one of the factors that could affect ex-drug addicts to survive from a relapse was selfesteem. Self-esteem is essential for every human being, especially for the ones who are in their recovery, such as addiction recovery. This research aimed to describe the self-esteem of ex-drug addicts working at a rehabilitation center. Method: The participants of this research were three men working at a rehabilitation center and had stopped using drugs minimum in a year. This research was conducted in Jambi in 2018, used a qualitative research method with a phenomenology approach. The data collection technique used an in-depth interview. Result: All of the participants still disregarded some values yet had some appropriate experiences in other aspects of self-esteem. The main factors that significantly contributed to their self-esteem were relatively different. Conclusions and recommendation: It appears that the self-esteem of all the participants tendsto lead to the mediumcategory Keywords: addiction recovery, ex-drug addict, rehabilitation, self-esteem   ABSTRAKLatar Belakang: Mantan pecandu narkoba yang berhasil lepas dari ketergantungan narkoba berpotensi untuk mengalami kekambuhan. Penelitian sebelumnya menemukan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mantan pecandu narkoba mampu bertahan untuk tidak kembali menggunakan narkoba adalah harga diri. Harga diri penting dalam kehidupan seseorang, terutama bagi seseorang yang sedang dalam masa pemulihan, seperti pemulihan adiksi. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai harga diri pada mantan pecandu narkoba yang bekerja di pusat rehabilitasi “X” Jambi. Metode: Partisipan penelitian ialah tiga orang laki-laki dewasa yang berusia antara 25-45 tahun, sedang bekerja sebagai staf di pusat rehabilitasi “X” Jambi, dan telah berhenti menggunakan narkoba minimal satu tahun. Penelitian dilakukan di Kota Jambi pada tahun 2018, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta metode pengumpulan data melalui teknik wawancara mendalam. Hasil: Ketiga partisipan masih belum memenuhi beberapa nilai-nilai kebajikan, namun partisipan telah berhasil memenuhi sebagian besar nilai yang terkandung dalam aspek harga diri. Faktor yang paling berperan dalam pembentukan harga diri masing-masing partisipan secara khusus memiliki perbedaan yang mendasar. Kesimpulan dan Saran: Harga diri ketiga partisipan cenderung mengarah ke dalam kategori harga diri sedang berdasarkan keseluruhan aspek yang hampir terpenuhi dan beberapa yang tidak terpenuhi. Kata kunci: harga diri, mantan pecandu narkoba, pemulihan adiksi, rehabilitasi
Perbandingan Kemampuan Antifungi Minyak Atsiri Cengkeh (Eugenia aromatica) dan Ketoconazole 2% terhadap Candida albicans secara In Vitro Fitri, Amelia Dwi; ., Emiyati; ., Aparaminta
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 2 No. 2 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v2i2.2714

Abstract

ABSTRACT Background: Candida albicans is a normal flora in some mucous membranes in the body that are opportunistic, so that in certain circumstances may be pathogenic. Currently the use of traditional medicine as a tendency of increasing antifungal, one of which is a plant that contains essential oils. One of the plants that contain essential oils and widely used in the community are clove (Eugenia aromatica). This study aims to prove the existence of antifungal activity of the essential oil of clove (Eugenia aromatica) against Candida albicans and compared with antifungal activity of ketoconazole 2%. This study was conducted to determine the ability of clove essential oil against the proliferation of the fungus Candida albicans and compare it with the antifungal activity of ketoconazole 2%. Methods: This study was a laboratory experimental study using in vitro testing. The method used is the dilution liquid to assess the Minimal Inhibitory concentration (MIC) and Minimum Levels Kill Concentration  (MKL) essential oil of cloves to the proliferation of the fungus Candida albicans and compare it with the antifungal activity of ketoconazole 2%. The means used to make several serial dilutions of test material with a concentration of 40%, 20%, 10%, 5%, 2.5%, 1.25%, and 0.625%. This study was performed three times of testing. Ketoconazole  used in this study is ketoconazole 2% Results: Of the three testing times obtained MIC clove essential oils against the proliferation of the fungus Candida albicans is 1.25%. While MKL clove essential oils against the proliferation of the fungus Candida albicans is 1.25%. MIC and MKL ketoconazole of three tests on the proliferation of the fungus Candida albicans is 2% Conclusions: The ability of clove essential oil antifungal concentration of 1.25% in inhibiting the fungus Candida albicans is proportional to the ability of antifungal ketoconazole 2% in inhibiting the fungus Candida albicans. While the ability of clove essential oil concentration of 1.25% in killing the fungus Candida albicans is proportional to the ability of antifungal ketoconazole 2% in inhibiting the fungus Candida albicans   Keywords: Essential oil of clove (Eugenia aromatica) - Candida albicans - ketoconazole 2% - MIC-MKL.
Penerapan Multi-Source Feedback (MSF) Dalam Penilaian Perilaku Profesional Mahasiswa Kedokteran Fitri, Amelia Dwi
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 3 No. 1 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.45 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v3i1.2718

Abstract

ABSTRAK   Latar belakang : Profesionalisme merupakan salah satu factor penting yang harus dimiliki oleh seorang dokter. Organisasi profesi di Amerika Serikat seperti  the American Board of Internal Medicine (ABIM) telah menetapkan beberapa aspek  yang termasuk dalam profesionalisme seperti altruisme, empati, saling menghormati, integritas, etika dan moral, tanggung jawab, dan komiten untuk belajar sepanjang hayat. General Medical Council (GMC) di Inggris menetapkan tujuh aspek profesionalisme yang harus dimiliki oleh dokter, Di Indonesia, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) telah menetapkan bahwa salah satu area kompetensi dokter adalah aspek Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien. Oleh karenaitu, dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)  yang saat ini diterapkan oleh sebagian besar Fakultas Kedokteran di Indonesia, aspek profesionalisme harus menjadi perhatian baik dalam proses pembelajaran maupun dalam system penilaian. Metode penilaian terhadap perilaku professional sebaiknya tidak hanya dilakukan di akhir proses pembelajaran saja namun harus berkelanjutan dalam seluruh proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa kedokteran. Tujuan : pemaparan secara komprehensif mengenai Multi-Source Feedback (MSF) atau 3600 evaluation sebagai metode penilaian yang dapat diterapkan untuk menilai aspek profesionalisme dalam pendidikan dokter. Metode :studi literature mengenai MSF meliputi tujuan penggunaan, prosedur, kekuatan, kelemahan dan keterbatasan, validitas dan reliabilitas serta kredibilitas penilai Kesimpulan : MSF merupakan salah satu metode penilaian yang valid dan reliable dalam menilai perilaku professional mahasiswa kedokteran, namun dalam penerapannya ada banyak factor yang harus dipertimbangkan agar tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai.
Critical Incidents Dalam Dinamika Kelompok Tutorial Fitri, Amelia Dwi
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 3 No. 2 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.435 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v3i2.3091

Abstract

Abstrak Dalam Kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran  problem-based learning merupakan suatu hal yang krusial, proses diskusi tutorial sangat besar peranannya dalam upaya peningkatan hasil belajar mahasiswa dan pencapaian kompetensi sesuai yang diarahkan dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan dinamika kelompok dalam diskusi tutorial, salah satunya adalah berbagai critical incidents yang terjadi baik selama pelaksanaan diskusi ataupun faktor lain di luar diskusi tutorial. Oleh karena itu, pengetahuan tentang critical incidents ini selayaknya diketahui oleh mahasiswa maupun tutor, sehingga hal tersebut dapat dihindari dan tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai Kata kunci : dinamika kelompok, critical incidents
PENGARUH MEROKOK TERHADAP pH SALIVA DAN AKTIVITAS ENZIM PTIALIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI sauqi, ahmad; Dwi Fitri, Amelia
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 5 No. 1 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.355 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i1.3670

Abstract

Abstract Background: Cigarettes can cause disturbances in the oral cavity. From previous research it is known that daily cigarette consumption impact on decrease of salivary secretion and bicarbonate content. This will affect the decrease in salivary pH. Low salivary pH also has an effect on decreasing ptialin enzyme activity. Departing from the basic theory, researchers want to see the extent to which smoking can affect salivary pH and pyalin enzyme activity in students of the Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi university. Methods: This study is a cross-sectional study with a sample of samples taken in total sampling from Jambi University medical students who smoke 39 people. Performed salivary pH examination and measurement of pyalin enzyme activity in students who smoke. The research data obtained will be tested statistically using fisher test to see the effect of smoking from aspect of cigarette consumption per day and smoking period to salivary pH and ptialin activity. Results: Based on the level of cigarette consumption per day, the students smoked more in the 5-10 cigarettes per day category which was 82.05%. Based on the smoking period, students smoked more in the category of more than 5 years ie 66.67%. Based on salivary pH measurements, students who smoked were generally in the abnormal pH category of 79.49%. Based on the measurement of ptialin enzyme activity, students who smoked generally in the category did not work up to 71.79%. The statistical test of cigarette consumption per day to saliva pH has p value = 0,617. Statistical test result from smoking period to salivary pH has p value = 0,01 with PR = 6 and CI95% 1,4-25,713. The statistical test result from the level of cigarette consumption per day on ptialin enzyme activity has p value = 1,000. The statistical test result of the smoking period on ptialin enzyme activity has p = 0,000 with PR = 9 and CI95% 2,264-35,773. The statistical test results of salivary pH relationship on ptialin enzyme activity has p = 0,000 with PR = 6,97 and CI 1,108-43,802. Conclusion: There is no correlation between cigarette consumption level to salivary pH and student enzyme activity of smoking. There was a correlation between smoking period and salivary pH and pyalin enzyme activity of smoking students and there was also a significant association between salivary pH and pyalin enzyme activity of smoking students. Keywords: smoking, pH saliva, ptialin Abstrak Pendahuluan: Rokok dapat menyebabkan gangguan pada rongga mulut. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa konsumsi rokok harian berdampak terhadap penurunan sekresi saliva dan kandungan bikarbonat. Hal ini akan berdampak pada terjadinya penurunan pH saliva. pH saliva yang rendah juga berdampak pada penurunan aktivitas enzim ptialin. Berangkat dari dasar teori tersebut, peneliti ingin melihat sejauh mana merokok dapat mempengaruhi pH saliva dan aktivitas enzim ptialin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan universitas Jambi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian crossectional dengan sampel penelitian yang diambil secara total sampling dari mahasiswa kedokteran Universitas Jambi yang merokok sejumlah 39 orang. Dilakukan pemeriksaan pH saliva dan pengukuran aktivitas enzim ptialin pada mahasiswa yang merokok. Data penelitian yang didapat akan diuji secara statistik menggunakan uji fisher untuk melihat pengaruh merokok dari aspek tingkat konsumsi rokok per hari dan periode merokok terhadap pH saliva dan aktivitas ptialin. Hasil: Berdasarkan tingkat konsumsi rokok per hari, mahasiswa lebih banyak merokok dalam kategori 5-10 batang per hari yaitu 82,05%. Berdasarkan periode merokok, mahasiswa lebih banyak merokok dalam kategori lebih dari 5 tahun yaitu 66,67%. Berdasarkan pengukuran pH saliva, mahasiswa yang merokok pada umumnya dalam kategori pH tidak normal yaitu 79,49%. Berdasarkan pengukuran aktivitas enzim ptialin, mahasiswa yang merokok umumnya dalam kategori tidak bekerja maksimal yaitu 71,79%. Hasil uji statistik tingkat konsumsi rokok per hari terhadap pH saliva memiliki nilai p=0,617. Hasil uji statistik dari periode merokok terhadap pH saliva memiliki nilai p=0,01 dengan PR=6 dan CI95% 1,4-25,713. Hasil uji statistik dari tingkat konsumsi rokok per hari terhadap aktivitas enzim ptialin memiliki nilai p=1,000. Hasil uji statistik dari periode merokok terhadap aktivitas enzim ptialin memiliki nilai p=0,000 dengan PR=9 dan CI95% 2,264-35,773 . Hasil uji statistik dari hubungan pH saliva terhadap aktivitas enzim ptialin memiliki nilai p=0,000 dengan PR=6,97 dan CI 1,108-43,802. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi rokok terhadap pH saliva dan aktivitas enzim ptialin mahasiswa yang merokok. Ada hubungan antara periode merokok dengan pH saliva dan aktivitas enzim ptialin mahasiswa yang merokok serta juga terdapat hubungan bermakna antara pH saliva dengan aktivitas enzim ptialin mahasiswa yang merokok. Kata Kunci: merokok, pH saliva, ptialin
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PENULISAN RESEP PADAMAHASISWA TAHAP PERSIAPAN PROFESI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI Fitri, Amelia Dwi; Safira, Nyimas Natasha Ayu
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.157 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v9i3.15669

Abstract

ABSTRACT Background: The recipe is the competence of doctors in health services, which means that doctors are obliged to master the method of writing good and correct prescribing. Good and correct prescriptions have a big role in therapy and treatment and patient health. Recipe writing skills must be done independently and thoroughly in accordance with SKDI 2012 which states that prescription writing is one of the competencies that must be achieved by doctor graduates. Prescription writing skills have a 4A level of competence. So it must begin to be trained before becoming a doctor to reduce errors in prescribing. Objectives: This study aims to determine the relationship between the knowledge of the 4th year medical student of Jambi University. Method: This is an analytical study using a cross sectional approach. This study involved 96 students who filled out two questionnaires, namely a knowledge questionnaire about recipes and validated prescription writing skills Results: The results of univariate analysis of 60 respondents (62.9%) had good knowledge, 23 respondents (23.7%) had sufficient knowledge, and 13 respondents (13.4%) had insufficient knowledge. At prescription writing, respondents who are skilled in prescription writing are 55 respondents (56.7%), and respondents who are not skilled in prescribing 41 respondents (43.3%). There is a meaningful correlation between knowledge of good and correct prescription writing skills in the 4th year medical students of Jambi University with a P-value = 0.046 (P <0.05). Conclusion: There was a significant relationship between knowledge and prescription writing skills in the 4th year Medical Students of Jambi University. Keywords: Medical students, Knowledge, Prescribing. ABSTRAK Latar Belakang: Resep adalah kompetensi dari dokter dalam pelayanan kesehatan yang berarti bahwa dokter wajib untuk menguasai cara penulisan resep yang baik dan benar. Peresepan yang baik dan benar memiliki peran yang besar dalam terapi dan pengobatan dan kesehatan pasien. Keterampilan menulis resep harus dilakukan dengan mandiri dan tuntas sesuai dengan SKDI 2012 yang menuliskan bahwa penulisan resep sebagai salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan dokter. Keterampilan menulis resep mempunyai level kompetensi 4A. Sehingga harus mulai dilatih sebelum menjadi dokter untuk mengurangi kesalahan dalam menulis resep. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan mahasiswa tahun ke-3 Program Studi Kedokteran Universitas Jambi terhadap penulisan resep yang baik dan benar. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 96 mahasiswa yang mengisi dua buah kuesioner yaitu kuisioner pengetahuan tentang resep dan keterampilan penulisan resep yang telah divalidasi. Hasil: Hasil analisis univariat sebanyak 60 responden (62,9%) memiliki pengetahuan baik, 23 responden (23,7%) memiliki pengetahuan cukup, dan 13 responden (13,4 %) memiliki pengetahuan kurang. Pada penulisan resep , responden yang terampil dalam penulisan resep 55 responden (56,7%), dan responden yang tidak terampil dalam penulisan resep 41 responden (43,3%). Terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap keterampilan penulisan resep yang baik dan benar pada mahasiswa tahun ke-4 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi dengan diperoleh nilai P=0,046 (P<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap penulisan resep yang baik dan benar pada mahasiswa tahun ke-4 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Kata kunci: Mahasiswa Kedokteran, Pengetahuan, Penulisan Resep.
GAMBARAN NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) PADA EARLY ONSET PREECLAMPSIA (EOP) DAN LATE ONSET PREECLAMPSIA (LOP) Nofrienis, Rina; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Herlambang, Herlambang; Elfiani, Elfiani; Puspasari, Anggelia; Fitri, Amelia Dwi; Kusdiyah, Erny; Harahap, Asro Hayani
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.56 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Preeclampsia is a syndrome characterized by hypertension at gestational age above 20 weeks. Basedon the onset, preeclampsia is divided into EOP and LOP with a different time limit is 34 weeks gestation.Method: This study is a retrospective analytic using secondary data from medical record, the sampling method ispurposive sampling.Result: The results of the study, there were 175 cases of preeclampsia was obtained at Raden Mattaher Jambi Hospitalfrom the period 2014 - 2019. There were 31 patients with EOP and 146 patients with LOP, with the mean age of thestudy subjects 32.29 years for EOP and 31.68 years for LOP. The mean gestational age was 31 weeks for EOP andthe mean gestational age was 37 weeks for LOP. There were more multiparas for EOP and in LOP found morenulliparas and p value of 0.035. The median value of neutrophils was higher at EOP (10.20), while the value oflymphocytes was higher at LOP (2.00) but not statistically significant. The higher NLR frequency was found in the LOPgroup, which was 79.5% compared to the EOP group, which was 77.4% and not statistically significant.Conclusion: Descriptively, it was found that higher NLR values and higher NLR frequencies than the cut off point werefound in LOP, but they did not show statistically significant differences.Keywords: Preeclampsia, NLR, early onset, late onsetABSTRAKPendahuluan: Preeklampsia merupakan sindroma yang ditandai dengan hipertensi pada usia kehamilan diatas 20minggu. Berdasarkan onset, preeklampsia dibagi menjadi EOP dan LOP dengan batas waktu yang membedakanadalah 34 minggu gestasi.Metode: Penelitian ini merupakan analitik retrospektif dengan menggunakan data sekunder dari data rekam medis,metode pengambilan sampel adalah purposive sampling.Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan sampel 175 kasus preeklampsia di RSUD Raden Mattaher Jambi dari periodetahun 2014 - tahun 2019. Terdapat 31 pasien dengan EOP dan 146 pasien dengan LOP dengan rerata usia subjekpenelitian 32.29 tahun untuk EOP dan 31.68 tahun untuk LOP. Untuk usia gestasi didapatkan rata-rata 31 mingguuntuk EOP dan rata-rata usia gestasi adalah 37 minggu untuk LOP. Dari status paritas, didaptkan lebih banyakmultipara untuk EOP dan pada LOP lebih banyak ditemukan nullipara dan nilai p 0,035. Nilai median neutrofil lebihtinggi pada EOP yaitu 10.20 sedangkan nilai limfosit lebih tinggi pada LOP yaitu 2.00 akan tetapi tidak berbedabermakna secara statistik.Kesimpulan: Frekuensi NLR yang lebih tinggi dijumpai pada kelompok LOP yaitu sebanyak 79.5% dibandingkan EOPyaitu 77.4% dan tidak bermakna secara statistik. Secara deskriptif didapatkan bahwa nilai NLR yang lebih tinggi danfrekuensi NLR yang lebih tinggi dari cut off point dijumpai pada LOP, akan tetapi tidak menunjukkan berbeda bermaknasecara statistik.Kata Kunci: Preeklampsia, NLR, early onset, late onse
THE ART OF ANATOMY: PENGEMBANGAN MEDIA ATLAS ANATOMI DAN EVALUASI MELALUI PENILAIAN PEMBELAJARAN SECARA DARING DAN LURING PADA MAHASISWA KEDOKTERAAN UNIVERSITAS JAMBI Enis, Rina Nofri; Fitri, Amelia Dwi; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Herlambang, Herlambang; Gading, Patrick William; Putri, Nadhilah Aulia
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.56 KB)

Abstract

ABSTRACT Backgound: The medical study program in Universitas Jambi implements competency-based curriculum that emphasizes learning anatomy in the first year of education. In learning anatomy, lecture and practice are using as a method, and an assessment will be carried out in the form of an anatomy exam or often called OSPE (Objective Structural Practice Examination) anatomy. Due to the Covid-19 pandemic, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia issued a regulation that enforces a distance learning system as a substitute for the face-to-face learning system. Objective: The purpose of the study was to compare the average scores of the anatomy exams in offline learning and online learning at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Jambi. Methods: This study is a retrospective quantitative study design involving all students from the 2019 class that match with inclusion criteria that taking all of the anatomy practicum exams in block 1.1 to block 2.3. Result: 155 students are being included as the sample based on the inclusion criteria. Data recapitulation of anatomy test scores was carried out from June to September 2021. The score for offline learning is 63.05 and for online learning is 70.84 and statistically different (p-Value = 0.000). Conclusion: There is a significant difference between the anatomy exam scores during offline and online learning for the 2019 batch of medical students. Keywords: Anatomy, Online learning, Offline learning ABSTRAK Latar Belakang: Program studi kedokteran di Universitas Jambi menerapkan pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pembelajaran anatomi pada tahun pertama pendidikan. Dalam pembelajaran anatomi digunakan metode perkuliahan dan praktikum, penilaian akan dilakukan dalam bentuk ujian anatomi atau sering disebut dengan OSPE (Objective Structural Practice Examination) anatomi. Di tengah pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh atau online sebagai pengganti sistem pembelajaran tatap muka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rerata nilai ujian anatomi mahasiswa tahun 2019 pada pembelajaran luring dan pembelajaran daring di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan seluruh mahasiswa angkatan 2019 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mengikuti seluruh ujian praktikum anatomi blok 1.1 sampai blok 2.3. Hasil: 155 mahasiswa dimasukkan sebagai sampel berdasarkan kriteria inklusi. Rekapitulasi data nilai ujian anatomi dilakukan pada bulan Juni sampai September 2021. Median skor untuk pembelajaran offline adalah 63,05 dan untuk pembelajaran online adalah 70,84 dan berbeda secara statistik (p-Value = 0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai ujian anatomi saat pembelajaran offline dan online untuk mahasiswa kedokteran angkatan 2019. Kata kunci: Anatomi, Pembelajaran Daring, Pembelajaran Luring
DETEKSI DINI DAN EDUKASI ORANG TUA TENTANG GANGGUAN TUMBUH KEMBANG BALITA Simanjuntak, Charles Apul; Fitri, Amelia Dwi; S, Nys. Natasha Ayu; Puspasari, Anggelia
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.959 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i1.3723

Abstract

Orang tua merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam pemantauan maupun untuk pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak terutama pada lima tahun kehidupan yang merupakan masa keemasan bagi tumbuh kembang anak. Data dari riset menunjukkan peningkatan prevalensi orangtua yang tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang anak berkala, padahal pemantauan tumbuh kembang balita selaras dengan deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita sehingga intervensi dan simulasi dapat memberikan hasil yang optimal. Oleh karena hal tersebut penulis mengusulkan pengabdian masyarakat ini. Pengabdian masyarakat diselenggarakan di klinik social MER-C didapatkan sampel sebanyak 66 anak dalam kurun waktu Mei hingga Juni 2016. Kegiatan pemantauan tumbuh kembang dilakukan sesuai kurva pertumbuhan WHO dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Pemantauan perkembangan anak dilakukan dengan instrument KPSP. Edukasi kepada orangtua dilakukan dengan penyuluhan tentang tumbuh kembang anak dan asupan nutrisi yang bergizi dan sesuai. Hasil deteksi dini penilaian pertumbuhan dengan kurva WHO didapatkan sebanyak 53% anak yang diperiksa memiliki perawakan normal dan gizi normal. Sebanyak 31, 7 % anak yang diperiksa memiliki masalah gizi lebih dengan rincian 15,1 % terdeteksi resiko gizi lebih, 4,5 % overweight dan 12, 1 % obesitas. Pemeriksaan perkembangan anak dengan instrument KPSP didapatkan sebanyak 97% anak perkembangannya sesuai dengan usia, hanya 3% atau 2 orang dari 66 anak yang diperiksa nilai KPSP meragukan. Edukasi yang diberikan kepada orang tua berupa pentingnya orangtua memeriksa pertumbuhan dan perkembangan balita, waktu dan kekerapan orangtua melakukan pemeriksaan dan bagaimana memberikan asupan gizi daan stimulasi yang benar dan seimbang sesuai usia anak sehingga tercapai tumbuh kembang anak yang optimal.